NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KURAS HARTAKU SAYANG

BAB 7

Satu minggu berlalu, Semakin hari sikap Tama terhadap Alisya semakin manis saja, apapun yang wanita itu inginkan pasti selalu di berikan oleh Tama.

Hari ini adalah kepulangan Tama setelah tiga hari berkunjung ke pulau dewata Bali, tentu saja Selin menemani Tama, wanita itu adalah Sekretaris sekaligus asisten Pribadi Tama dan tidak mungkin rasanya kalau Selin membiarkan Tama pergi sendirian.

Saat membuka mata Alisya sudah di kejutkan dengan kedatangan sang Suami, seperti biasa Tama sealu mengembangkan senyuman manisnya jika sudah dekat dengan sang Istri, ya kali ini Pria itu begitu merindukan Pujaan hatinya.

“Tidur lagi sayang, maaf Mas menganggumu..” Alisya meregangkan tubuhnya, wangi Parfum yang begitu candu kini tercium lagi, Alisya langsung menarik tangan Sang Suami.

“Kamu pulang sepagi ini sayang?”

Tama mendekat dan menciumi kening Istrinya, tidak bisa di pungkiri bahwa Tama begitu merindukan Alisyanya.

“Iya sayang, aku mendadak pulang karena merindukan kamu..”

Tama mengedipkan sebelah matanya sehingga membuat Alisya gemas.

“Bisa saja kamu ini..”

Keduanya langsung bergulat manja, Alisya tak sedikitpun menolah belaian sang Suami, dia pun merindukan Tama.

“Mandilah sayang, kita cari sarapan di luar ya..”

Alisya menganggukan kepala.

“Tapi tunggu..” Pergerakan Alisya terhenti, di tatapnya Tama sehingga pria itu menatap Alisya dengan sangat jeli.

“Aku perhatikan kenapa tubuhmu semakin kurus? Apa kamu tidak makan dengan baik?” Alisya hanya tersenyum, memang beberapa hari ini nafsu makannya sangat terganggu.

“Makan ku baik sayang, Cuma porsi makanku saja yang berkurang..”

“Why baby?”

Panik?

Sudah pasti!!

Apapun itu yang berurusan dengan istrinya pasti membuat Tama cemas.

“Apa yang mengganggumu sayang? Si Mba masakannya kurang enak?”

“Tidak Mas..” Jawab Alisya dengan lembut, wanita itu masih mengembangkan senyuman manisnya.

“Haruskah aku pekerjakan Chef Khusus untukmu?”

“Sayang jangan berlebihan..” tegur Alisya,

Jika pasangan kita terlihat cemas itu berati dia begitu menyayangi kita, tapi justru Tama terlalu berlebihan, bahkan hal sekecil apapun jika sudah sampai ke telinga Tama akan menjadi besar.

“Coba Mas tanya, sekarang kamu lagi mau makan apa?”

Alisya seketika berpikir, sejak kemarin dia ingin sekali makan salad Buah, dan keinginannya itu bahkan sampai membawanya ke mimpi.

“Boleh aku makan salad Buah?”

“Salad?” Alisya menganggukan kepalanya.

“Baiklah.. ayo kita mandi setelah itu kita cari apapun yang kamu mau..”

Setelah membersihkan diri, seperti biasa Alisya selalu merapikan beberapa barang yang di bawa Suaminya, ada satu koper pakaian kosong dan beberapa parfum yang ternyata di beli Tama di luar kota, Alisya hanya menggelangkan kepalanya.

“Suamiku ini Hobby sekali mengoleksi Parfum..”

Saat merapikan Alisya di buat terkejut dengan satu kemeja kotor yang begitu tercium bau Anyir, sehingga membuat Alisya penasaran.

"Astaga apa ini?"

Dan benar saja, ada beberapa bercak merah di kemeja kotor milik Tama, bercak yang ketika di amati oleh Alisya itu adalah darah. Seketika Wanita cantik itu manjadi panik.

“Apa Mas Tama terluka? Kenapa ada bercak darah di kemejanya?”

Setelah membereskan semua Alisya kembali mendatangi Tama yang baru selesai bersih – bersih, lelaki itu langsung tersenyum mengusap pipi sang Istri.

“Sayang apa kamu terluka?”

Mendengar itu Tama langsung berpikir, dia bahkan sampai mengerutkan dahinya.

“Tidak sayang, kenapa gitu?”

“Nih!” Alisya menunjukan beberapa noda darah yang terdapat pada kemeja Tama, lelaki itu langsung memejamkan matanya.

"Astaga, bagaimana aku bisa seceroboh ini." Tama membatin, lalu tersenyum mencoba mengamankan situasi.

“tanganmu terluka Mas?” Tama terkejut saat luka pada lengannya di sentuh oleh sang istri.

“Iya sayang, hanya luka kecil..”

“Kamu kenapa?”

Di usap dengan lembut kepala Alisya, Pria itu ikut cemas saat melihat Istrinya khawatir seperti itu.

“Mas baik – baik saja sayang, kemarin itu Mas menyelamatkan kucing yang terluka, eh mas malah di gigit..”

Tama memanyun kan bibirnya, ekspresi sedihnya cukup membuat Alisya kembali gelisah.

“Bisakah Mas lebih hati – hati? Aku khawatir Mas..”

“Maafkan aku sayang.. istriku.. belahan jiwaku..”

Tama menciumi Alisya dengan Gemas, begitu bahagianya lelaki itu sampai di khawatirkan sebegitunya oleh sang Istri.

“Pakai bajumu dulu, nanti aku ganti perbannya..”

“Tidak usah sayang.. ini baru saja di ganti, besok saja ya..”

Alisya menurut, mereka sarapan bersama di luar, Alisya begitu bahagia suaminya sudah ada di dekatnya lagi.

“Sayang..”

“Iya Mas..”

“Lusa Mas mau ke Italia, apa kamu mau ikut?”

Mendengar itu Alisya langsung terbatuk – batuk, Tama memberikan minum.

“pelan – pelan sayang, jangan terburu – buru gitu makannya.”

“Barusan kamu ngomong apa Mas?”

“Hah?” Tama seakan mengingat dan kembali tersenyum.

“Lusa aku ada kerjaan di Italia, apa kamu mau ikut aku?” ulang lagi ucapan Tama dan Alisya kaget dengan itu.

“Kamu ngajak aku mas?”

“Iya dong..” Jawab Tama spontan membuat Alisya kembali syok.

“Tumben kamu ajak aku dalam perjalanan bisnis kamu?”

Mendengar itu Tama merasa bersalah, dan pria itu baru menyadari bahwa dia tak pernah mem pioritaskan Alisya, tetap saja Pekerjaanya nomer satu.

"Biasanya aku selalu menunggu dirumah kak, kaya selingkuh.." Alisya tertawa mengatakan itu lebih tepatnya menertawakan nasipnya.

Pandangan Tama meremang, dia menyadari sikapnya itu ternyata melukai hati Istri tersayangnya.

“Maafkan Mas sayang.. kali ini Mas akan lama disana, mungkin satu sampai tiga bulan, dan mas tidak akan mampu pergi jauh terlalu lama dari kamu..”

Alisya mengerti dia langsung menyetujui, apapun itu jika berurusan dengan Suaminya pasti Alisya selalu bersedia.

“Apa Selin ikut?”

“Tentu saja sayang..”

Alisya tersenyum bahagia, setidaknya kalau dia bosan ada Selin yang bisa dia andalkan..

Tatapan Tama begitu intens pada Istrinya. entah apa yang di pikirkan pria tampan itu, yang jelas dia begitu menghawatirkan Istrinya.

Keesokanan harinya Alisya sudah berkemas untuk kepergiannya ke Luar negri. Tama memeluk Alisya dan mendaratkan kecupan hangat di pipi wanitanya.

“Jangan bawa baju terlalu banyak sayang..”

“Kenapa tidak boleh?” jawab Alisya dengan nada polosnya.

“Kita bisa beli apapun disana, belilah baju, sepatu atau tas yang kamu mau..”

“Itu namanya pemborosan Mas..”

Mendengar itu Tama langsung tertawa.

“Hey sayangku.. aku bekerja pagi siang malam hanya untuk kamu, siapa yang akan menghabiskan uangku kalau bukan Istriku ini?”

“Tapi kan bisa uang kamu di pergunakan untuk sesuatu yang lebih penting..” Jawab Alisya masih dengan nada tegasnya dan Tama tidak pernah mau kalah.

“Sayang.. apapun yang menyangkut kamu adalah sesuatu yang penting. Apapun itu, jangan pernah memandang remeh jika sudah berurusan dengan kamu sayang..”

“Mas..”

Tama memeluk istrinya dan membisikkan sesuatu di telingannya.

“Kuras hartaku sayang..”

“Mas.. tidak begitu..” reflek Alisya dengan mata yang mendelik

“Kamu habiskan pun aku tidak akan marah sayang..”

“Mas.. perjalanan kita masih panjang.. janganlah boros..” omel Alisya lagi.

“Hartaku tidak akan habis sayang, bahkan untuk membeli satu pulau pun masih akan cukup untuk tujuh turunan keluarga kita..”

Alisya bahkan sampai menggelengkan kepala, kenapa Suaminya random sekali, apa lagi jika sudah menyangkut harta, sesepele itu seorang Tama sampai tak memikirkan kedepannya.

“Baiklah terserah kamu saja..” Mendengar istrinya berpasrah ria, Tama langsung tertawa.

“Nah begitu dong, menurut lah dengan suamimu..”

Di saat lelaki di luar sana ingin sekali melihat istrinya berhemat dan utamakan menabung namun berbeda dengan bapak Tama, pria yang satu ini justru ingin Sang Istri menguras habis hartanya.

Mau heran tapi ini Tama.

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!