NovelToon NovelToon
The Sovereign Architect: Runtuhnya Dinasti Wijaya

The Sovereign Architect: Runtuhnya Dinasti Wijaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Sistem
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cut founna

"Kecerdasanmu mati di jalanan bersama jaket kurirmu, Arka."
​Hinaan Sarah di hari kelulusannya menjadi luka terdalam bagi Arka, pria yang rela putus kuliah demi membiayai hidup gadis itu. Diinjak-injak oleh Rian Wijaya sang pewaris korporat, Arka mencapai titik nadir hingga sebuah suara dingin bergema: [Sistem Sovereign Architect Aktif].
​Sistem ini tidak memberinya uang instan, melainkan 'mata' untuk melihat celah busuk di balik kemegahan kota. Bermodal sepuluh ribu rupiah dan otak jenius yang dianggap sampah, Arka mulai merancang arsitektur balas dendamnya.
​Bukan dengan senjata, tapi dengan memutus urat nadi ekonomi sang konglomerat. Satu per satu gedung pencakar langit akan bertekuk lutut, dan Sarah akan menyadari bahwa pria yang ia buang adalah penguasa tunggal atas cetak biru dunianya.
​"Selamat datang di permainanku. Di sini, aku adalah arsiteknya, dan kau hanyalah debu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut founna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Bab 22: Pilihan Sang Arsitek

Dunia Arka seolah berhenti berputar ketika ia membaca surat bermeterai resmi yang tergeletak di meja kayu panti asuhan. Surat itu bukan dari Thomas Van Heusen secara langsung, melainkan dari sebuah firma hukum papan atas yang mewakili "kepentingan pembangunan kota".

Intinya sangat singkat namun mematikan: Tanah tempat Panti Asuhan Kasih Bunda berdiri dinyatakan sebagai tanah sengketa negara dan akan segera dieksekusi untuk proyek superblok.

Ibu Fatimah duduk di seberang Arka, tangannya yang mulai keriput memegang cangkir teh yang sudah dingin. Ia tidak menangis, tapi sorot matanya yang redup jauh lebih menyakitkan bagi Arka daripada teriakan kemarahan mana pun.

"Arka, apakah kita harus pindah lagi?" bisik Ibu Fatimah. "Anak-anak... mereka baru saja merasa tenang sejak kau merenovasi gedung ini."

Arka tidak menjawab. Ia meremas pinggiran meja hingga buku jarinya memutih. Di dalam benaknya, insting tajam yang tersisa dari Sistem berdenyut pelan, memberikan sebuah narasi pahit: Ini bukan kebetulan. Ini adalah pesan dari Thomas. Jika kau tidak menyerahkan kedaulatanmu, dia akan meratakan masa lalumu.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh rumah ini, Bu," ucap Arka, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang tertahan.

Di tengah kemelut itu, Sarah datang dengan langkah terburu-buru. Ia tidak membawa laporan mal, melainkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah berdebu. Wajahnya tampak pucat, seolah-olah ia baru saja melihat hantu.

"Arka, aku harus menunjukkan sesuatu padamu," Sarah menarik Arka ke sudut ruang arsip panti. "Saat aku membantu Ibu Fatimah merapikan dokumen panti untuk menghadapi gugatan hukum itu, aku menemukan kotak ini di balik lemari besi yang tertanam di dinding."

Arka membuka kotak itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat sebuah foto kusam seorang pria dan wanita yang tampak sangat elegan, serta sebuah surat wasiat yang belum pernah dibuka.

Namun, yang paling menarik perhatian Arka adalah sebuah chip enkripsi kuno yang memiliki logo yang sangat ia kenali: The Sovereign Architect Prototype.

"Ini... logo yang sama dengan yang ada di sistemku," Arka berbisik, napasnya tertahan.

Sarah menatap Arka dengan tatapan yang dalam, campuran antara penyesalan dan keinginan untuk melindunginya. "Arka, pria di foto itu... dia adalah Aris Pramudya. Dia bukan orang biasa. Dia adalah pengembang asli sistem AI yang sekarang kau miliki. Dia bukan meninggalkanmu karena tidak sayang, Arka. Dia menyembunyikanmu di panti ini untuk melindungimu dari Thomas Van Heusen."

Dunia Arka mendadak terasa miring. Selama ini ia menganggap dirinya hanyalah kurir malang yang beruntung mendapatkan "Sistem" karena kecelakaan siber. Ternyata, Sistem itu adalah warisan darah. Thomas tidak menginginkan Sovereign karena uang semata; ia menginginkan kunci terakhir yang hanya ada di dalam genetik Arka.

Pukul delapan malam, Arka berdiri di lobi kantor Future Horizon yang mewah. Ia tidak datang dengan pasukan kurir, tidak juga dengan Elina. Ia datang sendirian, hanya mengenakan jaket kurir Sovereign yang lusuh di atas kemeja putihnya.

Thomas Van Heusen menunggunya di lantai paling atas, duduk di belakang meja kerja yang terbuat dari satu bongkah marmer hitam. Di jendela besar di belakangnya, lampu-lampu kota Tanjungbalai tampak seperti sirkuit elektronik yang rumit.

"Kau datang lebih cepat dari yang kukira, Arka," Thomas tersenyum tanpa dosa. "Sudah siap menandatangani penyerahan panti asuhan... atau penyerahan kedaulatan?"

Arka melemparkan chip kuno dari kotak kayu itu ke atas meja marmer. Suara denting logamnya terdengar nyaring di ruangan yang sunyi itu.

"Ayahku tidak membangun Sistem ini untuk mengendalikan dunia, Thomas," Arka menatap Thomas tepat di matanya. "Dia membangunnya untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang seperti para kurirku untuk memiliki martabat. Kau membunuhnya karena kau ingin menjadi dewa, bukan?"

Senyum Thomas memudar. Wajahnya menjadi dingin dan datar. "Ayahmu adalah seorang pemimpi yang lemah. Dia punya kekuatan untuk mengatur ekonomi dunia, tapi dia justru ingin memberikannya pada 'rakyat kecil'. Itu pemborosan kecerdasan."

Thomas berdiri, mencondongkan tubuhnya ke arah Arka. "Sekarang pilihannya ada padamu. Serahkan enkripsi Sovereign kepadaku, dan panti asuhan itu akan kuberi status tanah abadi. Aku bahkan akan membangunkan rumah sakit di sampingnya. Tapi jika kau menolak... besok pagi, buldoser akan meratakan kenangan masa kecilmu, dan kau akan menontonnya dari balik jeruji besi."

Arka meraba saku jaketnya. Ia mengeluarkan bros perak yang sudah bengkok—bros yang sama yang pernah ditolak Sarah di hari kelulusannya. Ia meletakkan bros itu di samping chip warisan ayahnya.

"Bros ini harganya tidak sampai seratus ribu rupiah," Arka memulai, suaranya tenang, hampir seperti bisikan. "Sarah membuangnya karena dia pikir ini tidak bisa membayar tagihan. Tapi bagi saya, bros ini adalah pengingat akan setahun penuh saya menahan lapar demi sebuah janji."

Arka menatap chip dan bros itu bergantian.

"Anda pikir Anda bisa memojokkan saya dengan mengancam panti asuhan? Anda pikir harga diri saya bisa dibeli dengan kenyamanan rumah masa kecil saya?" Arka mendongak, matanya berkilat bukan oleh cahaya emas Sistem, tapi oleh api kemanusiaan yang murni.

"Jika Anda meratakan panti itu, Anda hanya akan meratakan bangunan. Tapi Anda akan melahirkan seribu Arka Pramudya baru yang akan membenci Anda sampai ke liang lahat. Saya tidak akan menyerahkan kedaulatan Sovereign. Bukan karena saya egois, tapi karena Sovereign bukan milik saya. Itu milik setiap pedagang kecil yang kini bisa memberi makan anaknya karena sistem kami."

Thomas tertawa getir. "Jadi kau memilih kehancuran? Kau sangat mirip dengan Aris. Bodoh."

"Tidak, Thomas. Aku memilih untuk bertarung sebagai manusia," Arka mengambil kembali bros peraknya, namun membiarkan chip ayahnya tertinggal di meja. "Ambil chip itu. Itu kosong. Ayahku sudah menghapus kuncinya sepuluh tahun lalu. Kunci aslinya... tidak pernah ada di dalam kode."

Arka menunjuk ke arah dadanya. "Kunci aslinya ada di sini. Di nyali seseorang yang tidak takut kehilangan segalanya demi sebuah prinsip. Dan itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau unduh."

Arka berjalan keluar dari kantor Future Horizon tanpa menoleh ke belakang. Di luar, hujan deras mulai mengguyur Tanjungbalai. Di bawah lampu jalan yang remang-remang, ia melihat Sarah dan Elina sudah menunggu di samping motor kurirnya.

Sarah berlari mendekat, memayunginya dengan jaketnya sendiri. "Arka... apa yang kau lakukan? Thomas tidak akan tinggal diam."

Arka naik ke atas motornya, menyalakan mesin yang menderu kasar. "Biarkan dia datang dengan buldosernya. Kita tidak akan lari. Beritahu Bang Jago dan semua kurir... besok pagi, kita akan membentuk barikade manusia di depan panti. Kita akan tunjukkan pada kota ini bahwa kedaulatan tidak diatur oleh sertifikat tanah, tapi oleh mereka yang berani berdiri di atasnya."

Elina menatap Arka dengan pandangan yang takjub. Ia menyadari bahwa pria di depannya ini bukan lagi sekadar mitra bisnis atau seorang jenius yang beruntung. Arka adalah seorang pemimpin yang lahir dari luka.

"Aku akan mengerahkan tim hukum Clarissa Corp," Elina berkata tegas. "Jika ini adalah perang harga diri, maka aku tidak akan membiarkanmu bertarung sendirian."

Hujan semakin deras, namun Arka tidak merasa dingin. Ia meremas stang motornya, merasakan getaran mesin di telapak tangannya. Besok, buldoser akan datang. Besok, dunia mungkin akan melihatnya hancur. Tapi malam ini, Arka Pramudya akhirnya mengerti mengapa ayahnya memilih untuk menyembunyikannya di panti asuhan yang miskin.

Bukan untuk menjadikannya kaya, tapi untuk menjadikannya merdeka.

1
marsellhayon
ceritanya menarik,melawan sistem.
tapi alurnya terlalu lambat dan bertele tele.
tokoh utama memang mantan kurir,bagus banget ketika ia tak mengkikuti maunya sistem utk jd oportunis dan tak berperasaan.
tp kan oleh sistem dia udah dpt kemampuan analisis utk berani melawan dan berpikir cepat.
jadinya malah membosankan membaca cerita ini.
variable of ancient
banyak cingcong di kepalanya
variable of ancient
lama banget anjg
Manusia Biasa
Konsep Sistemnya menarik thor🫣
adib
banyak pengulangan... tolong dikoreksi lagi
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Cut Founna: siap💪
total 1 replies
Cut Founna
iya kaka, maaf ya🙏 belum lulus review
Wega Luna
ini cerita nya diganti kah Thor , perasaan kemarin GK gini deh
Cut Founna: iya kak, maaf ya🙏 Belum lulus review kemaren
total 1 replies
Naga Hitam
"ayo sayang....."
Loorney
Pasar langsung kacau nih kalau ada yang begini, 100% terlalu gede.
Dewiendahsetiowati
Sarah sama Adrian tadi kan naik mobil pergi dari sana to
Cut Founna: Halo Kak Dewi! Makasih banyak ya masukannya, sangat membantu Fonna memperbaiki cerita ini. 🙏 Fonna baru saja merevisi Bab 1 dan Bab 2 supaya alurnya lebih nyambung. Ternyata Sarah dan Adrian nggak langsung pergi, tapi mereka sombong mau pamer kamar suite dulu. Yuk, dibaca ulang revisinya, dijamin lebih greget! 🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Wega Luna
setuju, biar tahu rasanya di rendah kan ,untung 2 tobat , setidaknya sadar diri GK mengharapkan mantanya🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ehm dibuang sih,,,dia sejak awal bohong ,dia dapat transfer an terus ,
BaekTae Byun
Mending nanti aja thor cinta cinta an mah kan baru mulai move on kalau bisa nikmatin dulu waktu sendiri thor
Wega Luna
🙀 semangat
Jack Strom
Itu tergantung Sarah-nya Thor, kalau dia masih originil ya boleh sih baikan kembali sama Arka, tapi kalau sudah dol... ya jangan lah... 🤭😁😂🤣😛
Jack Strom
Seandainya Arka-nya jadi kaya pelan², tahap demi tahap, mungkin cerita ini lebih seru... 🙂😁😛
Jack Strom: Baik, tak tunggu ya Om... 🤭😁😁😛😛
total 2 replies
iky__
3 bab perhari thor
iky__
tes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!