Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19
Situ Qingyan agak takut pada Jiang Yuchen, karena itu suaranya merendah lalu menoleh pada Lin Yexue " Kau sampah tak berguna yang bahkan tidak bisa merasakan energi spiritual, Kau pikir bisa mengalahkanku?. Cih.. Mimpi !"
Murid lain yang datang bersama Situ Qingyan tertawa terbahak-bahak, menganggap kata-kata Lin Yexue sebelumnya sangat lucu.
" Lelucon ? Baiklah kita lihat saja nanti siapa yang akan jadi lelucon ." Lin Yexue tersenyum sinis.
"Katakan, apa yang kau inginkan ? " Ujar Situ Qingyan meremehkan .
Lin Yexue melirik Jiang Yuchen yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Auranya semakin dingin.
" Aku tidak ingin mengganggu teman sekamarku dengan keributanmu, jadi langsung saja . Jika aku menang kau jangan menggangguku lagi dan setiap kali melihatku kau harus menghindar. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Jika setuju aku akan pergi ke arena tantangan,tapi jika tidak setuju, pergilah."
" Baiklah aku setuju . Aku tunggu kau diarena tantangan." Ujar Situ Qingyan.
" Pergilah lebih dulu ke arena tantangan , nanti aku menyusul." Lin Yexue berbalik masuk ke kamarnya.
" Ayo .. Ayo pergi ke arena tantangan ." Situ Qingyann segera memimpin rombongan temannya ke arena tantangan dengan senyum sombong penuh kemenangan.
Setelah semua pergi suasana kembali tenang. Jiang Yuchen melirik sekilas ke arah Pang Xiaofu yang masih berdiri didepan kamar Lin Yexue , Jiang Yuchen lalu kembali masuk ke kamarnya.
Pang Xiaofu ingat , kemarin ia diminta oleh tuan kelima keluarga Lin , Lin Xuanrui untuk menjaga Lin Yexue. Ia tidak menyangka hanya keesokan harinya Lin Yexue sudah mendapat masalah. Pang Xiaofu merasa ia harus memberitahu Lin Xuanrui jadi dia segera berlari pergi .
Sementara itu didalam kamar , Lin Yexue mendengar Pi Hou yang meminta keluar dari mutiara jiwa. Dengan pikirannya , Lin Yexue mengeluarkan Pi Hou.
" Ada apa ? " Tanya Lin Yexue setelah Pi Hou keluar.
" Apa kau benar-benar akan melawan Situ Qingyan ?" tanya Pi Hou.
" Tentu saja , dia menantangku aku harus meladeninya." jawab Lin Yexue yakin. Lin Yexue kemudian menggeledah cincin spasialnya.
" Yexue , mencari apa ? " tanya Pi Hou
" Senjata . Aku harus mencari senjata yang cocok."
" Kau mau senjata ? Aku lihat Xuan Tong punya banyak."
"Benarkah? Ayo kita lihat ." Lin Yexue kemudian membawa Pi Hou kedalam mutiara jiwa.
Begitu mereka masuk kedalam mutiara jiwa , Xuan Tong langsung mengajak mereka ke suatu tempat bahkan tanpa Lin Yexue bertanya lebih dahulu. Sepertinya dia sudah tahu apa yang diinginkan Lin Yexue .
" Ayo ikut."
Xuan Tong membawa mereka ke sebuah ruangan penuh berbagai macam senjata.
" Ini adalah senjata yang ditempa pemilik terdahulu. Pilihlah yang kau suka." Ujar Xuan Tong.
" Ada berapa tuan sebelumnya yang kau miliki?" tanya Lin Yexue heran.
" ada beberapa." sahut Xuan Tong ,ia lalu kembali menghilang.
Lin Yexue mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan memilih senjata. Semua senjata disitu adalah artefak tingkat tinggi, bahkan ada yang tingkat ilahi. Kalau dibawa keluar pasti akan mencolok. Ia tidak ingin senjata yang mencolok.
Setelah memeriksa hampir semua senjata akhirnya Lin Yexue menemukan sebuah belati sederhana di sudut ruangan yang terpencil. Dia menimbangnya sejenak lalu memutuskan memakai belati itu.
Setelah Lin Yexue keluar dari mutiara jiwa dengan belati itu, Xuan Tong muncul kembali dan melihat ke tempat penyimpanan belati itu dengan heran.
" Dia memilih belati itu? Aneh belati itu tidak memberikan perlawanan. Bahkan pemilik sebelumnya tidak bisa menaklukkan belati ini, tapi seorang gadis yang baru mulai berkultivasi bisa menaklukkannya. Apakah ini takdir?"
" Atau apakah gadis itu akan memiliki masa depan berbeda ?" Xuan Tong bergumam sendiri.
Lin Yexue yang kembali ke kamarnya membuka sarung belati itu untuk memeriksanya dan ia tercengang.
Pi Hou tertawa terbahak-bahak melihat belati itu dan melihat ekspresi Lin Yexue.
" Yexue, susah payah memilih kau malah memilih belati berkarat hahaha. "
Lin Yexue menatap belati itu tak berdaya. Padahal gagangnya nyaman ditangannya tapi kenapa seluruh bilahnya berkarat? . Bagaimana ia bisa memenangkan pertarungan jika belatinya berkarat begini ?
Tiba-tiba terdengar suara dari luar " Lin Yexue, nona Situ menyuruhku bertanya apa kau tidak jadi bertanding dengannya?. Kalau tidak cepat kemasi barangmu lalu keluar dari Akademi." Pria itu kemudian lari terbirit-birit, meski Situ Qingyan tidak takut pada Jenderal Lin, tapi dia masih takut. Jika Lin Yexue melihatnya dan membalas dendam padanya , ia akan menghadapi masalah besar.
Mendengar teriakan orang itu , Lin Yexue menghela nafas. " Tidak ada waktu mengasahnya sekarang, ya sudah, aku akan menggunakannya seperti ini. Meski berkarat tapi terasa cukup pas ditanganku."
Pi Hou memandang belati ditangan Lin Yexue dengan jijik " Cari saja senjata lain, daripada belati jelek itu."
" Kau tidak tahu, memilih senjata itu cocok-cocokan..Jika sembarangan memilih akan menjadi bumerang disaat-saat terakhir. Karena itu beberapa senjata memiliki efek berbeda ditangan berbeda." Lin Yexue menyarungkan kembali belatinya.
Entah imajinasinya atau bukan , Lin Yexue merasakan belati ditangannya bergerak saat dia berbicara.
Pi Hou memandang belati itu dengan ekspresi menyedihkan. Matanya dipenuhi kesedihan. Ia ingat dikehidupan sebelumnya tuannya inu tak memiliki senjata sama sekali , sekarang ia memiliki senjata malah memilih belati berkarat. Memikirkan kenyataan ini sungguh memilukan.
Lin Yexue mengerutkan kening melihat tatapan sedih Pi Hou. Apakah dia meremehkannya atau belatinya ?
" Apakah kau ingin masuk kembali ke dalam mutiara jiwa atau keruanganmu?" tanya Lin Yexue.
" Tidak , sudah lama aku tidak melihatmu menghajar seseorang ,jadi aku ingin melihatmu mempermalukan gadis arogan itu ."
" Baiklah , ayo pergi." Lin Yexue menyelipkan belati ke pinggangnya, menggendong Pi Hou dan segera keluar dari kamarnya.
Mendengar pintu sebelah terbuka, Jiang Yuchen yang sedang membaca di dekat jendela mendongakkan kepalanya , menggelengkan kepalanya sebentar lalu melanjutkan membaca.
Lin Yexue baru saja melangkah keluar dari halaman , ketika Luo Wenyan memanggilnya dari belakang.
" Yexue.."
" Wenyan, ada apa?"
" Tidak apa-apa, aku akan pergi bersamamu ke arena. Apapun hasilnya akan lebih baik jika ada yang menemanimu." ujar Luo Wenyan sambil tersenyum.
Lin Yexue tersentuh " Baiklah , ayo pergi."
Saat keduanya datang dan berjalan ke arena tantangan , semua mata tertuju pada mereka terutama pada Lin Yexue. Banyak yang berbisik-bisik dan menunjuk ke arahnya.
" Kupikir dia sudah berhenti dari Akademi, tapi ternyata dia masih kelas satu."
" Kakeknya adalah Jenderal , tetap di Akademi hal yang mudah baginya."
" Jujur saja , sampah seperti dia yang mengandalkan koneksi sangat tidak adil bagi yang lainnya."
" Kudengar dia menantang nona Situ Qingyan, jika dia kalah dia harus keluar dari Akademi."
"Biarkan dia pergi, orang seperti dia hanya membuat malu Akademi. "
" Kudengar dia begitu sombong mengatakan jika dia menang , nona SitubQingyan harus menghindarinya mulai sekarang."
" Cih, dia pikir dia hebat?. Nona Situ Qingyan bertemperamen buruh, dia pasti akan dipukuli."
" Meski level nona Situ Qingyan belum cukup tinggi, tapi menghadapi sampah seperti Lin Yexue sudah lebih dari cukup."
" Ya, mari kita tunggu dan lihat saat dia diusir dari Akademi."
Mereka berbicara sembarangan karena mengira Lin Yexue tidak bisa mendengarnya. Padahal Lin Yexue dan Luo Wenyan mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan.
Luo Wenyan merasa sangat marah mendengar mereka semua mengejek Lin Yexue..Tapi ketika ia melihat ke arah Lin Yexue , dia tampak sangat tenang.
" Apa kau tidak marah? "
" Kenapa aku harus marah? Anjing yang menggonggong tidak akan menggigit. Cara terbaik untuk membungkam anjing yang menggonggong adalah dengan kekuatan yang berbicara."
Luo Wenyan terkejut mendengar kata-kata Lin Yexue. Apa dia benar-benar si sampah tak berguna yang begitu terkenal itu ?