NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyeberangan Dunia Lain / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19. Perubahan

Matahari belum sepenuhnya terbenam ketika pintu kantor Arthur terbuka dengan tergesa-gesa. Seorang prajurit Crimson Guard masuk dengan napas terengah, zirahnya berderit setiap kali ia melangkah. Wajahnya dipenuhi keringat, seolah ia baru saja berlari tanpa henti.

“Yang Mulia Archduke!” serunya sambil segera berlutut. “Utusan kekaisaran baru saja tiba! Pesan mendesak dari Istana Aurelius!”

Arthur, yang tengah menandatangani dokumen persetujuan untuk perbaikan jembatan utama kota, meletakkan penanya dengan gerakan perlahan. Tatapannya tetap tenang, namun ada kewaspadaan tipis yang mengeras di balik sorot matanya. Di sampingnya, Sebastian berdiri tegak, bahunya sedikit menegang.

“Bawa masuk utusan itu,” perintah Arthur, suaranya rendah namun tegas.

Prajurit itu membungkuk hormat, lalu berbalik dan keluar. Tiga puluh detik kemudian, seorang pria berpakaian resmi kekaisaran memasuki ruangan dengan langkah teratur. Ia mengenakan jubah ungu tua dengan lambang emas kaisar tersemat di dada. Di tangannya tergenggam sebuah gulungan perkamen tebal, disegel dengan lilin merah dan emas berukuran besar.

Segel pribadi Kaisar yang berarti itu bukan dari kanselir maupun dari kementerian mana pun. Tapi langsung dari tangan Kaisar sendiri.

Arthur berdiri. Gerakannya lambat, namun posturnya tetap tegak dan berwibawa.

Utusan itu membungkuk dalam. “Yang Mulia Arthurian Vancroft, saya membawa pesan resmi dari Yang Mulia Kaisar. Pesan ini harus dibaca segera, dan jawaban diperlukan dalam waktu dua belas jam.”

Ia mengulurkan gulungan tersebut dengan kedua tangan.

Arthur menerimanya dan merasakan berat perkamen yang lebih tebal dari biasanya. “Tugasmu telah selesai. Tunggu di luar untuk jawabanku.”

“Dengan hormat, Yang Mulia.”

Utusan itu mundur selangkah demi selangkah sebelum berbalik dan keluar, menutup pintu dengan hati-hati.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Arthur menatap segel itu beberapa detik, matanya menyipit. Lalu, dengan satu gerakan tegas, ia mematahkan lilin segel. Bunyi retakan kecil terdengar jelas di antara sunyi.

Gulungan terbuka.

Tulisan tangan yang elegan dan tegas membentang di atas perkamen—jelas tulisan pribadi Kaisar, bukan tangan sekretaris istana. Sebastian melangkah mendekat, berdiri di belakang bahu Arthur, membaca isi surat itu bersamanya.

Dalam surat tersebut, Kaisar menyampaikan bahwa jadwal pertemuan yang telah ditetapkan sebelumnya harus dimajukan. Pertemuan akan dilaksanakan empat hari lagi, karena jadwal awal berbenturan dengan agenda diplomatik mendadak bersama kekaisaran di benua lain.

Arthur membaca surat itu sekali.

Kemudian untuk kedua kalinya.

Ekspresinya tetap datar, sulit ditebak.

Akhirnya, ia menggulung kembali perkamen itu dan meletakkannya di atas meja dengan perlahan.

Wajahnya tidak menunjukkan emosi sedikit pun. Namun Sebastian dapat merasakan udara di ruangan itu seolah menjadi lebih berat.

Arthur menarik napas dalam-dalam. “Walaupun Kaisar terkadang menyebalkan, ia bukan orang bodoh. Ia juga bukan tipe yang sembrono dan plin-plan seperti ini. Namun, ini sudah kedua kalinya ia mengubah titahnya.”

Tangannya mengepal kuat. “Sebenarnya apa yang sedang Kaisar pikirkan?”

Dengan frustrasi, ia mengacak-acak rambutnya.

“Tapi itu bukan masalah utamanya. Sampai sekarang aku bahkan belum memiliki persiapan apa pun. Jangankan bertarung melawan Jenderal Stormbreaker, mengangkat pedang saja aku sudah sangat kesulitan.”

Arthur berbalik menghadap Sebastian.

“Dalam kondisi primaku, Stormbreaker bahkan tidak layak disandingkan dengan pedangku. Aku bisa mengalahkannya dengan mata tertutup dan tubuh terikat.”

Matanya mengeras.

“Tapi sekarang? Aku bahkan mungkin tidak mampu menahan satu serangan pun darinya.”

Keheningan menyelimuti ruangan.

Sebastian menatap lantai, pikirannya bekerja cepat mencari solusi—apa pun itu. Kemudian ia mengangkat kepala, wajahnya berubah serius.

“Yang Mulia, ada… satu cara. Ini sangat berbahaya, tetapi mungkin satu-satunya pilihan yang kita miliki.”

Arthur menatapnya tajam. “Katakan.”

Sebastian menarik napas dalam.

“Ada sebuah ritual kuno—saya pernah membacanya di grimoire lama di perpustakaan. Namanya Nexus Aeternum Vinculum,” ujar Sebastian pelan.

Ia melangkah ke meja, mengambil selembar perkamen kosong, lalu mulai menggambar diagram runik dengan garis-garis presisi.

“Ritual ini memungkinkan seorang penyihir meminjamkan tubuh mereka sebagai Inti Mana eksternal bagi orang lain.”

Arthur mengerutkan kening dan mendekat untuk melihat diagram tersebut. “Maksudmu… penyihir itu menjadi Mana Core cadangan untukku?”

“Bukan sekadar cadangan,” jawab Sebastian tanpa menghentikan tangannya. “Penyihir tersebut benar-benar menyalurkan mana mereka langsung ke sistem sihir Anda.”

Ia berhenti menggambar dan menatap Arthur. “Dengan ritual ini, tubuh Anda dapat berfungsi seolah-olah tidak mengalami kerusakan—setidaknya untuk durasi terbatas. Beberapa jam, mungkin.”

Arthur menatap diagram itu dengan saksama. “Aku mengenal ritual ini,” katanya pelan. “Ini adalah teknik darurat yang digunakan di medan perang ketika seorang mage terluka parah tetapi masih dibutuhkan untuk bertarung.”

“Benar, Yang Mulia.”

Arthur menyipitkan mata. “Namun ini juga sangat berbahaya.”

Sebastian mengangguk suram. “Jika penyihir yang menyalurkan mana tidak memiliki kontrol sempurna, dan terjadi sedikit saja fluktuasi dalam aliran mana—kedua pihak bisa mati.”

Ia mengetuk bagian tengah diagram. “Aliran mana yang terlalu cepat dapat membuat Mana Core Anda—yang sudah retak—meledak. Sebaliknya, jika aliran terlalu lambat, Anda bisa kolaps di tengah pertarungan.”

“Dan bagi penyihir yang menyalurkan,” lanjutnya, “mereka pada dasarnya membuat diri mereka rentan. Jika Anda terluka parah saat masih terhubung, umpan balik energi dapat melukai mereka juga.”

Arthur terdiam, menatap pola runik itu dengan ekspresi penuh pertimbangan.

“Jadi aku membutuhkan penyihir dengan kontrol mana yang sempurna,” ujarnya akhirnya. “Bukan hanya kuat, tetapi memiliki presisi tingkat master. Seseorang yang mampu mempertahankan aliran konstan selama berjam-jam tanpa satu pun fluktuasi.”

“Ya.”

“Dan seseorang yang dapat kupercaya sepenuhnya, karena mereka secara harfiah akan memiliki akses ke sistem sihir internal tubuhku.”

“Benar, Yang Mulia.”

Keheningan kembali mengisi ruangan.

Arthur berdiri lama, menatap diagram itu, sebelum akhirnya menggeleng pelan. “Bahkan jika aku menemukan penyihir seperti itu, masih ada masalah lain. Kondisi tubuhku adalah rahasia.”

Ia mengangkat pandangan ke arah Sebastian.

“Aku tidak bisa membawa penyihir sembarangan untuk melakukan ritual ini tanpa membuka rahasiaku. Dan begitu rahasia itu tersebar, semua musuh politik akan bergerak.”

Sebastian tersenyum—senyum hormat yang entah mengapa tampak sedikit… nakal.

“Yang Mulia, dengan segala hormat,” ujarnya tenang, “di mansion ini Anda sudah memiliki penyihir dengan kontrol sihir terkuat di kekaisaran.”

Arthur menatapnya, bingung. “Apa—”

Kalimatnya terhenti.

Mata merahnya melebar saat kesadaran menyergapnya.

“Valerine,” bisiknya.

“Ya, Yang Mulia.” Sebastian mengangguk.

“Duchess Valerine adalah penyihir tingkat Archmage dan juga salah satu dari sepuluh orang terkuat di Kekaisaran. Beliau berada pada level master dalam kontrol mana. Dan yang paling penting…” Sebastian tersenyum lebih lebar, “…dia sudah mengetahui kondisi Anda.”

Arthur terdiam sepenuhnya. Dari semua penyihir di kekaisaran, hanya satu nama yang masuk akal. karena dalam ingatan aslinya, ia tahu betul—keluarga Silvaine merupakan salah satu dari dua keluarga kuno terakhir di Kekaisaran. Keturunan para Penyihir Suci dari era Old Magic, jadi sebagai keturunan langsung dari penyihir suci—tentu saja ia pasti memiliki kemampuan yang tidak main-main.

Sedangkan Keluarga Vancroft adalah garis keturunan naga dan pejuang kuno.

Dua keluarga dengan bloodline terkuat di seluruh Kekaisaran.

Itulah sebabnya mereka selalu bermusuhan—dua titan yang tak pernah bisa benar-benar berdiri tanpa konflik. Dua warisan besar yang terlalu agung untuk berbagi langit yang sama.

Pernikahan antara Arthur dan Valerine bukanlah kisah romansa. Itu adalah aliansi yang dipaksakan, demi mencegah percikan yang dapat berubah menjadi perang saudara.

“Valerine memiliki kontrol mana yang kubutuhkan,” ucap Arthur pelan, lebih kepada dirinya sendiri. “Dia sudah terbiasa dengan kondisiku. Dia pernah menyalurkan mana sebelumnya tanpa masalah.”

Ia mengangkat wajahnya.

“Dan yang terpenting—dia punya alasan untuk membantuku. Jika aku jatuh… House Silvaine akan jatuh bersamaku.”

Tatapannya mengeras.

“Katakan pada utusan itu bahwa aku akan hadir.”

Sebastian membungkuk hormat. “Akan saya lakukan, Yang Mulia.”

...***...

Kereta berhenti di depan mansion, dan Valerine turun dengan langkah anggun. Para pelayan serta penjaga yang berpapasan dengannya segera membungkuk hormat.

Wajahnya tampak tanpa ekspresi, namun bila Arthur melihatnya sekarang, ia pasti langsung tahu—Valerine sangat lelah.

Begitu memasuki kamarnya, ia disambut oleh aroma lembut lilin yang baru dinyalakan. Maya berdiri di dekat meja kecil, menoleh dan tersenyum hangat.

“Yang Mulia, Anda sudah kembali.”

Maya segera menghampiri dan menuntunnya duduk di tepi ranjang, membantu melepaskan pakaian luarnya untuk diganti dengan pakaian tidur.

“Anda terlihat sangat kelelahan, Yang Mulia. Apakah ada masalah di Menara Penyihir?”

Valerine hanya menarik napas panjang sambil memijat pelipisnya.

“Hari ini Putra Mahkota datang,” jawabnya singkat. “Itu sebabnya aku sangat lelah. Seharian aku sibuk menghindarinya.”

Maya terdiam, lalu menatapnya dengan prihatin.

Bukan lagi rahasia bahwa Arthur pernah hampir membunuh Putra Mahkota hanya karena pria itu memeluk Valerine. Jika saat itu Valerine tidak menghentikannya, entah apa yang akan terjadi.

“Anda pasti sangat tertekan,” gumam Maya pelan.

Valerine kembali menarik napas dalam-dalam. Ia masih mengingat hari itu dengan jelas.

Valerine dan Arthur memang sering berdebat. Terkadang perang dingin berlangsung berhari-hari. Namun Arthur tidak pernah meninggikan suara kepadanya.

Kecuali hari itu.

Setelah kejadian tersebut, ketika mereka kembali ke istana, Arthur benar-benar marah. Ia membentaknya—sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Valerine belum pernah melihatnya semarah itu. Dan sejujurnya, saat itu ia merasa takut.

Meskipun tak lama kemudian Arthur menurunkan suaranya kembali.

Sebelum bayangan ingatan itu semakin dalam, suara Maya memecah lamunannya.

“Oh ya…” Maya mengambil sebuah perkamen dengan simbol kekaisaran tercetak di atasnya. “Tadi Tuan Sebastian meminta hamba menyerahkan ini kepada Anda, Yang Mulia.”

Valerine menerimanya dan mulai membaca.

Alisnya perlahan berkerut.

Tanpa berkata apa-apa, ia berdiri dan melangkah cepat menuju pintu.

“Yang Mulia, mau ke mana?” panggil Maya.

Namun Valerine tidak menjawab.

...***...

1
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Satu banget nih Thor?/Grievance/
blueberry
semangat thor up nya
Fel N: makasih kak 🥰🥰☺️☺️☺️
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Suka banget sama ceritanya, semangat!!/Smile/
Fel N: makasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Lanjut Kak Othor~!💪💪
Fel N: siap🥰🥰🥰☺️
total 1 replies
Jack Strom
Mantap... 😁
anak panda
🔥🔥🔥
Jack Strom
Keren... 😁
anak panda
gasss up 2-3 bab🔥🔥🔥
🤭🤭
Fel N: Semoga bisa yah kak🥰
total 1 replies
anak panda
lanjutt
Jack Strom
Wow... Keren... 😁😁😛😛😛
Jack Strom
Bikin Penasaran... 😁😛😛😛
Fel N: makacih 🥰
total 1 replies
Jack Strom
Mantap!!! 😁😛😛😛
Jack Strom
Eh... Tubuh Arturian itu biologis apa cyborg kah... 🤔🤔🤔...😛😛😛😛
Fel N: biologis kak😭. Nanti bakal ada penjelasan tentang world building nya. jadi bersabarlah kak Jack .🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!