⚠️Area yang khusus orang besar. ^_^ nak kecil hus hus...
Kisah cinta slow-burn antara siswi petakilan dengan guru muda PJOK yang terlalu cool untuk jadi nyata. Isinya 30% latihan fisik, 70% adu mekanik perasaan.
Mulai dari drama salah kirim stiker WhatsApp ke grup kelas, sampai momen panas di gudang sekolah yang hampir bikin profesionalitas Pak Radit runtuh.
Ini cerita tentang masa transisi jadi dewasa, di mana batas antara guru dan murid cuma sebatas "status" yang siap dihapus setelah hari kelulusan.
"Pak, lari keliling lapangan saya sanggup. Asal finish-nya di pelaminan kita." — Gia, 18 tahun, pejuang remedial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 (Part 1) Police Station Vibes
Kalau ada yang bilang hari Senin itu berat, fix mereka belum pernah ngerasain pagi-pagi dibangunin sama telepon Nyokap yang histeris karena ada polisi di ruang tamu.
Gia yang tadinya masih nempel kayak perangko di pelukan Pak Radit—yang aromanya masih wangi kopi campur maskulin—langsung loncat dari kasur hotel. Jantungnya udah kayak lagi main Pump It Up level hard.
"Pak! Polisi ke rumah! Nyokap nangis-nangis!" teriak Gia sambil sibuk nyari kaos kakinya yang entah nyelip ke mana.
Pak Radit, yang anehnya tetep tenang kayak lagi mau ngajar senam lantai, cuma narik napas panjang. Dia berdiri, ngerapiin kaosnya, terus ngusap kepala Gia pelan. "Tenang, Gia. Pak Baskoro emang tipe orang yang bakal pakai hukum buat menangin egonya. Kamu ganti baju, kita hadapi ini sekarang."
...
Suasana di kantor polisi pagi itu bener-bener chaos. Pas Gia dan Pak Radit sampai di sana, ternyata Pak Baskoro udah stand standar bareng Liam yang mukanya dibalut perban secara berlebihan—sumpah, itu perban di pipi Liam gede banget, kayak dia abis ditabrak lari truk tronton, padahal cuma kena satu bogem mentah.
"Nah, ini dia pelakunya!" tunjuk Pak Baskoro pas liat Pak Radit masuk. "Pak Polisi, tolong segera proses penganiayaan ini. Anak saya, yang juga calon menantu keluarga ini, hampir cacat gara-gara guru preman ini!"
Liam akting lemes, nyender di bahu Pak Baskoro sambil sesekali ngeringis "Aduh... sakit banget...". Cringe parah, asli. Gia pengen banget narik perbannya biar tau rasa.
Nyokap Gia ada di pojokan, lagi ditenangin sama beberapa Polwan. Pas liat Gia, Nyokap langsung lari meluk. "Gia! Kamu ke mana aja semalem?! Kenapa kamu bisa bareng Pak Radit?! Kamu beneran keroyok Liam?!"
Gia narik napas. "Ma, denger dulu. Liam itu bohong. Dia mau..." Gia ngelirik ke arah polisi, dia agak ragu mau bilang soal "rencana kemasukan" tadi malam di depan banyak orang.
Pak Radit maju ke depan meja penyidik. "Saya Radit. Saya yang memukul Liam. Tapi saya melakukannya untuk membela diri dan melindungi siswi saya dari tindakan asusila."
"BOHONG!" teriak Liam. "Gue cuma ngajak Gia ngobrol di apartemen, terus tiba-tiba dia dateng kayak orang kesurupan!"
...
Polisinya kelihatan bingung. Maklum, ini urusan orang kaya vs guru ganteng vs drama remaja. "Oke, tenang semuanya. Pak Radit, ada saksi atau bukti yang mendukung pernyataan Anda?"
Pak Radit merogoh saku jaketnya. Dia ngeluarin sebuah flashdisk kecil warna hitam.
"Ini rekaman dari pulpen kamera saya. Isinya mulai dari saya masuk ke gedung apartemen, suara teriakan Gianna, sampai pengakuan Liam soal rencana 'penjebakan' yang diperintahkan oleh Pak Baskoro," kata Pak Radit dengan nada bicara yang smooth banget, bikin Pak Baskoro mendadak pucat.
"Hah?! Mana ada pulpen kamera?! Itu ilegal!" teriak Pak Baskoro panik.
"Di properti pribadi, mungkin. Tapi di dalam unit yang pintunya terbuka karena saya tendang demi menyelamatkan nyawa orang? Saya rasa hakim bakal punya pendapat beda," sahut Pak Radit santai.
Gia ngeliatin Pak Radit dengan tatapan "Gila, cowok gue keren banget". Dia ngerasa beban di pundaknya agak ringan. Tapi, tiba-tiba pintu kantor polisi terbuka lagi.
Seorang cewek pakai blazer merah menyala, heels tinggi yang bunyinya tak-tek-tak-tek penuh otoritas, masuk ke dalem. Siska.
...
[To be continued ke Selanjutnya]
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰
Thor bikin Gia jangan ngejar2 nih guru lagi,Bikin gia cuekin nih guru biar tau rasa dia..