Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacaran???
Malam sudah larut, tapi tidak ada nampak rey datang pulang kemansion
Adinda masih setia menunggu kedatangan suaminya dengan perasaan tidak tenang
“Sudah jm 2 pagi kenapa rey belum juga pulang?” ucapnya menatap jam dinding yang ada dikamarnya
Adinda khawatir, takut jika terjadi sesuatu pada suaminya bahkan ponsel suaminya juga tidak aktif..
Merasa lelah adinda duduk disofa dan tidak terasa jika matanya tertutup dan tertidur lelap
Ceklek
Tepat jam 3 pagi rey datang dengan wajah lelahnya
Rey terkejut melihat adinda yang tertidur lelap disofa dengan ponsel digenggaman tangan kananya
Bahkan rey melihat kelayar ponsel dan nampak adinda memanggilnya hampir 50 kali
“Apa adinda menungguku?” Ucapnya lalu menganggkat tubuh adinda untuk dipindahkan ketempat tidur
Rey pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, pria itu sudah terbiasa pulang larut karena masalah pekerjaan
Sebenarnya rey merasa enggan untuk meninggalkan adinda sampai selarut ini tapi karena keadaan urgen ia terpaksa untuk menyelesaikan malam itu juga
Rey sudah memakai piyama dan bersiap untuk tidur, pria itu membuka pintu kamar mandi dan begitu terkejut karena adinda sudah menungunya didepan pintu
Adinda memeluk erat tubuh rey membuat rey terkejut, pria itu mengangkat kedua tanganya lalu mengusap kepala adinda begitu lembut
“Adinda kamu tidak apa-apa maaf aku pulang selarut ini” sesalnya sedangkan adinda hanya diam dan membenamkan wajahnya pada bidang dada reykendra
“Reyyy maaf” hanya itu kata yang diucapkan oleh adinda gadis itu tidak ingin melepaskan pelukannya membuat rey tersenyum
“Apa sasya mengatakan sesuatu?” Tanya pria itu yang kini memeluk pinggang adinda
Adinda hanya mengangguk, gadis itu terlihat lelah karena begadang
Rey hanya tersenyum lalu membenarkan rambut adinda dan menyelipakannya ditelinga gadis itu
“Maaf selama ini aku tidak jujur, aku takut jika kau akan menjauhiku” jelasnya membuat adinda melihat lekat kearah wajah rey yang begitu tampan
“Rey, maaf aku salah mengira jika pria yang dulu aku kagumi adalah zyan” sesalnya kembali
Jika saja adinda tahu jika rey yang menolongnya waktu itu mungkin ia akan mengejar rey bukan zyan, selama ini bukan rasa cinta yang adinda rasakan pada zyan melainkan hanya merasa berhutang karena nyawanya sudah diselamatkan
“Baiklah jangan bahas masalah itu lagi ini sudah larut ayok kita tidur!” ajaknya dan diangguki oleh adinda
Rey menggandeng tangan gadis itu dan membenarkan bantal lalu menyuruh gadis itu merebahkan tubuhnya tidak lupa jika rey menyelimuti adinda dan mencium kening gadis itu
“Selamat malam” ucap rey dengan senyuman manis
“Selamat malam mas” ucap adinda dengan senyuman yang tidak kalah manisnya
Rey ikut merebahkan tubuhnya pria itu sedikit menjaga jarak sesuai yang mereka sepakati karena tidak ingin membuat adinda tidak nyaman
“Reyy”
Mendengar adinda memanggilnya membuat pria itu melihat kearah adinda yang saat ini sudah melihat kerahnya
“Hhmm kenapa?” Rey tersenyum dan pandangan mereka kini bertemu
“Bolehkah aku memelukmu?” Rey diam lalu mengangguk pria itu mengentangkan tanganya membuat adinda dengan cepat memeluk tubuh rey
Rasa nyaman menyelimuti keduanya sampai pada akhirnya merekapun tertidur lelap dan masuk dalam mimpi yang begitu indah
****
“Hhhhmmm” adinda terbangun ia terpelonjak kaget karena jam menunjukan pukul 11 siang
Ia juga melihat jika rey masih setia dengan mimpi indahnya, mungkin karena kelelahan semalam bekerja membuat tidur pria itu begitu nyenyak
Adinda dengan hati-hati menjauhkan tangan rey yang masih setia memeluk pinggangnya sejak semalam posisi keduanya tidak berubah
Adinda pergi kearah kamar mandi dan membersihkan diri, gadis itu lalu turun untuk kedapur ingin membuatkan suaminya sesuatu untuk makan sarapan sekaligus makan siang
“Selamat pagi nyonya” ucap bik sari yang melihat adinda mendekat kearah mereka
Disamping bik sari ada 2 orang pelayan yang ikut membantu mereka salah satunya melihat tidak suka kearah adinda tapi tetap menunjukan senyuman palsu
“Pagii,, kalian sedang buat apa?” Adinda melihat ketiga orang yang sedang sibuk menyiapkan makanan mungkin itu untuk dirinya dan sang suami pikir gadis itu
“Kami sedang menyiapkan sarapan untuk tuan dan nyonya” ucapnya membuat adinda mengangguk mengerti
“Hhmm boleh aku bantu?? Mungkin kita akan sarapan dikamar suamiku saat ini masih istirahat” jelasnya
Pelayan muda yang bernama lida itu begitu geram, ia sudah mengabdi hampir 5 tahun lamanya dikediaman rey tapi kenapa pria itu tidak pernah meliriknya dan sekarang malah membawa seorang wanita yang tiba-tiba menjadi istrinya
“Maaf nyonya tuan berpesan kalau kami tidak boleh membiarkan nyonya kedapur” jelas bik sari membuat adinda terkejut
Kenapa rey tidak memperbolehkannya kedapur padahal gadis itu sangat ingin membuatkan sarapan utuk suaminya itu
“Hhmm baiklah maaf mengganggu pekerjaan kalian” ucapnya tersenyum dan hendak kembali keatas dimana kamarnya dam rey berada
“Setelah selesai saya akan membawakan makananya nyonya” jawab pelayan muda teman lida yang bernama luna
Adinda hanya tersenyum dan mengangguk, gadis utu pergi menjauh dan kembali kekamarnya
Lida menatap kepergian adinda dengan pandangan kebencian
“Tunggu saja apa yang akan aku lakukan untukmu perempuan sialan” batinya
“Lidaa,, ayok jangan bengong kita lanjutkan pekerjaan sebelum tuan muda marah!!” Ajaknya sedangkan lida hanya mengangguk
Adinda membuka pintu kamar dan terkejut melihat rey yang sudah bangun dan menunggunya duduk disofa kamar mereka
“Mas, kamu sudah bangun?” Tanya adinda dan anguki oleh reykendra
“Sayang kamu dari mana?”
“Hhhaaahhh” mendengar dirinya dipanggil dengan sebutan sayang membuat adinda salah tingkah
Pipi gadis itu memerah karena malu, selama ini mereka selalu bicara tanpa beban tapi kali ini adinda salah tingkah karena rey memanggilnya dengan sebutan sayang yang terasa aneh ditelinganya
“Adinda” adinda mendekat dan duduk disebelah rey gadis itu melihat kearah sang suami
“Hhmm adinda, hubungan kita”
“Aku ingin menjalani hubungan kita seperti selayaknya suami istri mas, meskipun aku belum mencintaimu tapi aku ingin berusaha” ucapnya meyakinkan rey
Rey tersenyum dan menggengam tangan adinda, mencium tangan gadis itu cukup lama
“Bagaimana kalau kita pacaran dulu?? Aku ingin menikmati pacaran tapi versi menikah, maksudku aku ingin pacaran dengan istriku” ucapnya dengan senyuman
Adinda hanya mengangguk setuju dengan ide rey yang sepertinya cukup menarik
Tidak ingin cangung dengan hubungan tiba-tiba membuat rey menyarankan jika mereka mulai hari ini pacaran lebih dahulu sebelum kejenjang yang lebih serius
Meskipun mereka pernah melakukan penyatuan itu semua adalah kesalahan menurut rey karena ia ingin melakukannya tanpa adanya unsur paksaan
Rey hanya ingin menikmati hidupnya dengan kasih sayang bersama adinda, saling melengkapi, mencintai dan melindungi tanpa ada orang ketiga diantara mereka
Happy reading 💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan