Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.
Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelabuhan Terakhir Sang Penjaga
Sepuluh tahun telah berlalu sejak badai kesehatan dan skandal korporasi yang hampir meruntuhkan pondasi keluarga Adiwangsa. Sore itu, kediaman mereka di perbukitan Jawa Barat tampak begitu tenang, diselimuti cahaya keemasan matahari yang mulai tenggelam—sebuah pemandangan senja yang selalu menjadi favorit Donny.
Donny Adiwangsa, kini berusia lima puluh satu tahun, duduk di kursi rotan di beranda luas. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, memberikan kesan wibawa yang lebih teduh daripada masa mudanya yang dingin. Di pangkuannya, seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama Arkananta sedang serius membaca buku tentang sejarah arsitektur. Sementara itu, seorang anak perempuan berusia lima tahun, Aisha, tampak asyik bermain dengan bunga-bunga di taman, didampingi oleh Arman yang meski sudah sangat sepuh, masih tampak bugar berkat perawatan terbaik yang diberikan Donny.
Katya keluar dari dalam rumah membawa nampan berisi teh hangat dan camilan sore. Di usianya yang menginjak tiga puluh satu tahun, Katya telah bertransformasi menjadi wanita yang luar biasa. Ia kini memimpin Arman & Katya Foundation dengan tangan besi yang dibalut sutra. Ia adalah representasi sempurna dari nama yang diberikan Donny: murni dan kuat.
"Mas, jangan terlalu lama di luar. Angin gunung mulai dingin," ujar Katya sambil meletakkan teh di meja samping Donny.
Donny menatap istrinya, lalu menarik tangan Katya untuk duduk di lengan kursinya. Ia menggenggam jemari Katya yang masih selembut dulu, meskipun kini ada garis-garis kedewasaan yang membuatnya tampak lebih cantik.
"Saya hanya sedang berpikir, Katya," bisik Donny. "Bagaimana mungkin pria yang dulu hampir kehilangan segalanya karena rasa bersalah, kini memiliki surga sekecil ini?"
Katya bersandar di bahu Donny. "Itu karena Mas tidak pernah menyerah. Mas memilih untuk menghadapi masa lalu, bukan lari darinya."
---
Konflik-konflik besar di masa lalu kini terasa seperti dongeng pengantar tidur. Sandra dikabarkan telah memulai hidup baru setelah masa rehabilitasinya selesai, meskipun ia tak pernah lagi muncul di hadapan mereka. Adiwangsa Group tetap berdiri kokoh sebagai salah satu korporasi paling etis di negeri ini, sebuah warisan yang kini dipersiapkan Donny untuk diteruskan oleh Arkan kelak.
"Ayah," Arkan mendongak dari bukunya. "Apa benar Ayah dulu yang memberikan nama untuk Ibu? Kenapa bukan Kakek Arman?"
Arman, yang mendengar pertanyaan itu dari kejauhan, tertawa renyah sambil berjalan mendekat. "Karena Ayahmu ini dulu sangat sok tahu, Arkan! Dia datang ke kontrakan Kakek, membawa kertas berisi nama-nama indah, seolah-olah dia yang paling tahu masa depan Ibu kamu."
Donny tersenyum, melirik sahabat lamanya itu. "Saya hanya ingin memastikan sahabat saya punya satu alasan lagi untuk tidak menyerah pada hidup, Yah."
"Dan alasan itu sekarang sudah memberikan aku dua cucu yang luar biasa," balas Arman lembut. Ia menepuk bahu Donny, sebuah gerakan yang telah mereka lakukan selama puluhan tahun, melambangkan sebuah persahabatan yang melampaui segala definisi hubungan manusia.
---
Malam harinya, setelah anak-anak terlelap dan rumah kembali sunyi, Donny dan Katya berdiri di balkon kamar mereka. Pemandangan lampu kota di kejauhan tampak seperti taburan bintang yang jatuh ke bumi.
"Katya," panggil Donny lirih.
"Iya, Mas?"
"Jika suatu saat nanti, waktu saya benar-benar habis... saya ingin kamu tahu bahwa saya tidak pernah menyesali satu detik pun dari perbedaan usia kita. Menikahimu adalah keputusan paling berisiko yang pernah saya ambil, tapi juga satu-satunya keputusan yang membuat hidup saya memiliki arti."
Katya berbalik, memeluk suaminya erat-erat. Ia bisa merasakan detak jantung Donny yang kini stabil—sebuah detak jantung yang ia jaga dengan seluruh cintanya.
"Mas jangan bicara soal waktu habis lagi. Mas sudah melewati operasi besar, sudah melewati fitnah, sudah melewati segalanya. Mas adalah bukti bahwa cinta tidak dihitung dari berapa lama kita hidup, tapi seberapa dalam kita mengisi hidup itu."
Katya menatap mata Donny yang mulai berkerut di sudut-sudutnya. "Mas memberiku nama Katyamarsha. Nama itu adalah identitasku. Tapi Mas harus tahu, di balik nama itu, akulah pelindungmu sekarang. Aku yang akan memastikan namamu tetap harum melalui Arkan dan Aisha. Mas sudah cukup menjaga kami, sekarang biarkan kami yang menjagamu."
Donny mengecup kening Katya lama sekali. Di bawah sinar rembulan, segala keraguan tentang "sahabat ayah" atau "perbedaan usia" telah menguap. Yang tersisa hanyalah dua jiwa yang telah menuntaskan takdir mereka dengan sangat indah.
EPILOG
Tahun-tahun berlalu, dan seperti siklus alam, yang muda akan tumbuh dan yang tua akan kembali ke tanah. Namun di keluarga Adiwangsa, kematian bukanlah akhir dari sebuah cerita. Ketika suatu saat nanti Donny akhirnya beristirahat dalam damai, ia tidak pergi dalam kesendirian. Ia pergi sebagai pria yang dicintai, dihormati, dan ditinggalkan oleh sebuah dinasti yang dibangun di atas kejujuran.
Katyamarsha tetap berdiri tegak. Ia membuktikan bahwa ia bukan sekadar "istri simpanan" seperti yang pernah dituduhkan dulu. Ia adalah nahkoda yang membawa kapal besar Adiwangsa menuju pulau-pulau kemanusiaan. Setiap kali ia melihat Arkan memimpin rapat atau Aisha menolong orang di panti asuhan, ia melihat bayangan Donny di sana.
Cinta mereka bukanlah cinta biasa. Itu adalah cinta yang berawal dari sebuah janji di gang sempit, diperkuat oleh pengorbanan di ruang operasi, dan disempurnakan oleh keberanian untuk saling memiliki meskipun dunia menentang.
Nama Katyamarsha akan selalu abadi, bukan hanya sebagai sebuah nama, tapi sebagai simbol bahwa kesetiaan sahabat ayah bisa berujung pada pelabuhan cinta yang paling murni.
SELESAI
Terima kasih telah mengikuti kisah Dinikahi Sahabat Ayah. Sebuah perjalanan tentang waktu, integritas, dan kekuatan sebuah nama. Nantikan novel saya selanjutnya!