Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
“Tangan Kakak kenapa?”
Callum menatap wajah khawatir itu kemudian berdecak pelan sambil memalingkan muka.
Selalu saja begini. Delanay sulit sekali melepaskan kepeduliannya pada orang lain. Dan entah kenapa,Callum merasa kesal setiap kali berpapasan dengan raut cantik nan polos itu.
“Kenapa sampai diperban?”Delanay tampak menuruni tangga,mendekati Callum yang terdiam di tengah jalan. Manik cokelatnya memandang tangan Callum yang membengkak.
“Kakak jatuh?”
Jatuh?
Ingin rasanya Callum tertawa keras.Sejak kapan pria yang pandai berolahraga,membiarkan tangannya terluka hanya gara-gara jatuh? Tidak macho sekali!
“Bukan urusan kamu,” balasnya datar.
Jawaban itu membuat Delanay mendesah.Selalu saja Callum mengeluarkan mantera 'bukan urusan kamu'. Memangnya hal seperti apa yang menjadi urusan Delanay?
Walaupun Callum tidak bisa menerima Delanay,setidaknya biarkan dia sedikit memberinya perhatian.Toh,kontrak-jangan saling ikut campur urusan yang lain,belum juga disahkan.
Kenapa Callum seakan melarang Delanay untuk mendekat?Sebegitu benci kah dia?
“Tapi,tangan kakak...?”
Bibir Callum menipis.Kenapa dengan tangannya? Masih utuh kok.Lagipula ini tangannya bukan tangan Delanay.
“Dengar, sudah berkali-kali aku bilang, jangan bersikap seolah kita ini suami istri sungguhan.Kalau bukan di depan publik, jangan sok-sok perhatian dan akrab padaku."
Setelah mengutarakan isi hatinya,Callum kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Pria berambut kelam dengan topi senada rambutnya itu urung menoleh ke belakang. Ia tidak ingin akal sehatnya kembali kalah. Dia tidak boleh merasa bersalah.
Delanay patut diperlakukan seperti itu. Callum hanya bersikap sesuai kenyataan yang ada. Terserah kalau Delanay sakit hati. Begitu pintu kamar ditutup setengah dihentak kasar,Delanay menghela napas. Dia mulai kebal dengan perlakuan Callum yang semena-mena sebagai seorang suami.
Untuk hari-hari ke depannya Delanay siap menghadapi segala bentuk pengabaian Callum. Ingat,demi anaknya, dia harus bersikap biasa saja.
Anggap saja,Callum sedang ingin melampiaskan kekesalannya karena Delanay mengekang pria itu ke dalam pernikahan kontrak.Ya,anggap saja mereka dua orang asing yang terpaksa disatukan takdir.Masih butuh waktu untuk pendekatan.
Delanay mengangguk.Waktunya cukup banyak. Dan dia memilih berjalan turun, kembali ke tujuan awal.
Dapur.
Sejak tadi tenggorokannya benar-benar kering.
Sayangnya,kepergian Delanay meluputkan seseorang yang berdiri memandang kejadian tadi dengan raut geram. Dia berdiri di balik badan anak tangga.
Siluetnya yang hampir mirip Callum,hanya berbeda gender,membuat siapapun tau sosok wanita tersebut. Yap,siapa lagi kalau bukan Elara Putri Westwood.
Dia yang baru selesai vid-call dengan Maxmilian,harus melihat betapa brengseknya sikap sang kakak. Ini kali pertama Elara menyaksikan apa yang dikatakan orang-orang adalah kebenaran.Callum itu sadis.
Tidak pandang bulu. Callum akan melibas siapapun yang dirasa tidak cocok dengan dirinya. Dan bisa-bisanya pria itu memperlakukan sahabatnya seperti seorang musuh,bukannya istri.
“Cowok brengsek!”
Andai Callum tau adiknya menyumpahi dirinya,bisa jadi mansion sebesar ini gempar dalam sedetik.Dua kakak beradik kandung yang hidup seperti Tom and Jerry itu akan membuat Clara pusing tujuh keliling.
Coba lihat!
Bagaimana wanita bergaun pink salem itu berderap ke lantai atas.Menendang pintu jati hingga terdengar suara keras.
Callum yang sedang merebahkan diri di ranjang,mengerutkan alis. Apa lagi? Dia hanya ingin istirahat sebentar.Melupakan segala masalah tentang Harper.
“ARGH!”
Kernyitan Callum semakin dalam.
Dia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian ulu hati,saat sebuah kepalan tangan menghantam dadanya.Siapa yang berani-
“Apa?”Mata Elara melotot.
“Abang mau protes?”
Callum bangkit seraya menekan bagian yang berdenyut nyeri.Memicing pada adiknya.
“Kamu kenapa sih,Dek?! Datang-datang langsung mukul!” Nada Callum meninggi.Ia marah.
“Kenapa?Rasanya sakit?”
Bibir Callum berdesis. Wanita ini,geramnya.Apa maunya sih?
Elara berkacak pinggang.Menantang sang kakak yang juga memandangnya dengan tatapan membunuh.
“Sakit yang Kakak rasain, nggak sebanding sama sakit yang diterima Delanay,Kak.”
Delanay lagi.
Kenapa semua orang begitu peduli dengan Delanay? Apa karena dia putri Tante Melanie?
Tapi Callum yakin, jika wanita pahlawannya masih hidup,Tante Melanie juga akan memarahi Delanay.Atas dosa-dosanya di masa lalu dan dosa di masa depan.
“Kenapa Kakak malah nikahin Delanay,kalau cuman mau nyakitin dia? Karena obsesi?” tanya Elara sarkas.
Callum lelah.Semua anggota keluarganya benar-benar tersihir oleh rupa Delanay.Padahal jelas sekali wanita itu tak jauh berbeda dengan wanita pada umumnya.Murahan dan mata duitan.
“Kita menikah karena terpaksa.Karena Kakak harus balas budi.”
Jawaban Callum justru mengundang decihan sinis dari mulut Elara. Berkedok balas budi,Callum justru memutarbalikkan fakta.Balas budi harusnya memperlakukan Delanay bak seorang ratu,bukannya pelacur.
“Udahlah,Kak. Ceraikan aja,Delanay.Kakak juga nggak cinta dia kan? Kasian dia. Udah hidup sengsara di rumahnya,tapi di sini malah nggak diterima suaminya.Double sial.” Elara sadar suaranya terdengar seperti memohon.
“Kenapa harus cerai?” Callum yang duduk bertelanjang dada,melihat adiknya sesaat memejamkan mata.
“Biar Delanay bahagia."
Alis Callum naik sekian mili.
“Emang selama ini dia nggak bahagia?”
Elara berjalan mendekat.Meraup koran yang bertengger di nakas dekat piring buah yang tadi ditinggal Delanay.
“Jangan pura-pura nggak tau.Kaka pasti udah denger soal Jovan.Dan aku yakin Kakak juga ketemu sama keluarganya,kan? Apa dia keliatan bahagia di tengah-tengah mereka?”
Tidak.Delanay tidak bahagia.
Malahan dia sengsara. Salah satunya,karena koran ini.
Berita yang selalu menceritakan hal yang buruk soal Harper. Ditambah lagi kemarin putri sulung Harper itu menggelar pernikahan dan membuat media berpesta pora.
Di sana, di koran, tertulis jelas betapa tidak pedulinya Nyonya Besar Harper pada Delanay. Dia lebih sibuk mengurusi rangkaian pesta,daripada putrinya, putri tirinya.
Lalu, di halaman berikutnya,nama Jovan terus diungkit-ungkit dalam pernikahan Delanay.Media bahkan mengagung-agungkan Callum yang seolah mencintai Delanay,padahal wanita itu sudah mengkhianati cintanya bersama Jovan.
Mereka hanya melihat dari satu sisi. Tidak ada yang mau menuliskan bagaimana menjadi Delanay.
“Kalau Kakak tetep ngeyel mau nyakitin Delanay,berarti Kakak sama aja kayak mereka,” ungkap Elara tau betul isi kepala sang kakak.
Callum diam.Adiknya ternyata bisa mengendus rencana miliknya.
Rencana pembalasan dendam.
“Plis,Kak. Ceraikan aja Delanay,atau seenggaknya Kakak bersikap baik sama dia."
“Nggak bisa,” balas Callum cepat,membuat Elara sekonyong-konyong membulatkan mata.
“Kita nggak bisa cerai sekarang,”ralat pria itu.
“Lho,kenapa? Bukannya lebih cepat lebih baik? Sebelum semuanya terlambat.Apa harus nunggu dia tambah disakitin Kakak dulu?”
Tak tahan dengan tuduhan Elara,Callum lantas menyugarkan rambutnya dengan jari tangan.
“Apa menurut kamu,cerai sekarang adalah tindakan yang tepat?Kamu yakin dia nggak akan dihujat lebih buruk? Dia perempuan kalau kamu inget.”
Kali ini giliran Elara yang diam.Ucapan Callum ada benarnya.
Posisi Delanay sekarang amat sangat krusial. Ingin maju,terpentok.Ingin mundur,terpleset. Dia akan kesulitan menentukan posisi.
“Lagian,kamu mau,Kakak dibilang durhaka sama Mama?”tanya Callum sembari menatap adiknya.Adik yang sudah dulu berkeluarga sebelum Callum.
“Itu sih urusan Kakak."
Benar.Itu urusan Callum. Urusan Elara hanyalah memastikan kebahagiaan sahabatnya.
“Kalaupun Kakak tetep kekeh pertahanin pernikahan ini, satu yang harus Kakak tau. Kakak nikahin Delanay,bukan cuma bertanggung jawab pada satu nyawa. Kakak nyakitin dia,berarti Kakak nyakitin bayinya. Jangan sampai kelak Kakak dapet karma,dari yang Kakak lakuin sekarang.”
mantap thor😂
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
makin seeruuu nih🥰
seruuu banget thor😄
callum kok dingin ky es balok banget sih