NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Adelia dan Mama nya panik. Satu menu yang akan mereka hidangkan ternyata basi. Entah apa yang menyebabkan itu terjadi. Saat itu mereka tidak sempat mencari penyebab nya. Masih banyak hal yang harus mereka lakukan supaya mereka tidak malu karena sudah mengundang banyak tamu.

"Kan sudah aku bilang, Ma. Kalau bukan masakan nya Kak Runi, pasti gini. Mama sih, terlalu percaya sama orang."

"Ya Mama kan nggak tahu. Mama cuma kasihan aja sama pemilik rumah makan ini. Maka nya Mama coba."

"Jadi, sekarang bagaimana, Ma? Walaupun kekurangan satu menu, tapi tetap aja tidak enak."

Mereka berdua pun teringat dengan Seruni yang saat itu ada di sana. Dengan cepat Adelia meminta saran pada wanita itu.

"Ada apa, Adek? Kenapa kamu panik seperti ini?"

"Kak Runi, tolong aku. Salah satu menu yang kami pesan basi."

"Basi? Ayo biar kakak lihat."

Dengan cepat Seruni mengikuti Adelia ke sebuah ruangan. Seruni mencium aroma yang tidak sedap ketika sampai di sana.

"Lihat lah, Kak. Bagaimana ini?"

Seruni merasa kasihan saat melihat wajah Adel. Memang hanya satu jenis menu. Hanya saja, tetap akan ada kekurangan nya jika menu itu tidak di ganti dengan yang lain. Adelia yang sedang hamil muda pasti akan kepikiran.

"Hmmm, kamu bisa sabar? Suguhkan dulu para tamu dengan cemilan. Kakak akan mencoba untuk menghubungi teman-teman di rumah yang sedang mengerjakan orderan untuk orang lain. Semoga saja mereka bisa mengerjakan nya dengan cepat. Tapi, tidak bisa dengan menu ini."

"Baik Kak Runi. Yang penting menu nya bertambah. Aku tidak masalah walaupun hanya lauk sederhana."

"Kalau begitu, tunggu saja di sini. Minta tolong beberapa orang yang kamu percaya untuk ke rumah kakak. Mereka harus bersiap di sana."

"Baik."

Kebetulan tidak lama setelah Seruni berangkat, ada seseorang yang memesan nasi kotak. Semua tetangga Seruni sudah bersiap dengan alat dan juga daging ayam yang sudah di bersihkan. Biasa nya Seruni memang melebihkan beberapa kilo ayam untuk jaga-jaga.

Seruni meminta tolong pada teman-teman nya untuk membantu Adelia. Jika sebelum nya menu yang sudah basi itu adalah soto daging sapi, tapi kali ini di ganti dengan kari ayam.

Entah memang Adelia beruntung atau pun semua itu terjadi secara kebetulan. Seruni menyetok banyak ayam dan perbumbuan di rumah nya. Niat nya, ia tidak perlu berbelanja lagi. Tapi, hal itu malah menolong Adel dari kecemasan nya.

Adelia masih saja mondar mandir dan sulit untuk duduk. Para tamu undangan sudah banyak yang hadir. Nama Adelia pun di sebut oleh si pembawa acara dan kemudian, wanita cantik itu pun langsung duduk.

Entah apa yang terjadi selanjutnya, Seruni tidak lah tahu. Ia sedang video call dengan orang-orang yang saat ini sedang berjuang di rumah nya, demi Adelia.

Jika biasa nya, tidak semua tetangga yang bekerja, tapi kali ini, semua nya harus menolong Seruni. Bahkan kedua orang tua nya pun ikut membantu.

Mereka memasak di beberapa tempat yang banyak. Karena jika di satukan semua nya, takut nanti akan lama masak nya. Seruni juga melihat langsung proses memasak itu sampai masakan itu siap untuk di bawa ke tempat acara.

"Syukur lah. Untung saja ayam nya cepat matang sebagian. Nanti sebagian lagi, baru di antar setelah nya, ya Bu." Ucap Seruni pada salah satu tetangga nya.

"Baik, Seruni. Tinggal menunggu beberapa menit lagi. Pasti semua nya matang dan enak."

Orang-orang nya Adel, sebagian langsung membawa makanan itu dengan segera. Para tamu undangan, masih menyicipi cemilan yang di hidangkan.

Lalu tidak lama kemudian, menu utama pun mulai di hidangkan. Walaupun banyak yang berbisik-bisik karena merasa heran dengan menu utama yang terlambat.

Walaupun begitu, mereka tidak ada yang berani berbicara secara langsung. Adapun orang-orang yang membawa menu-menu itu, berjalan perlahan sambil menunggu menu yang terakhir mereka datang.

"Kak Runi, bagaimana?"

"Tenang saja. Mereka sedang di dalam perjalanan. Semoga saja mereka bisa tiba tepat waktu."

Seruni terus berdoa supaya orang-orang kepercayaan Adel bisa datang tepat waktu dan tidak terjadi apa-apa di jalan. Dan beruntung lah wanita itu. Ia selalu di beri kan pertolongan di saat yang tepat.

"Bu, makanan nya sudah tiba."

"Alhamdulillah." Mereka pun mengucapkan syukur.

Kari ayam buatan Seruni langsung di hidangkan dengan asap yang masih mengepul. Semua mata dan hidung para tamu undangan, mencium aroma yang sangat menggugah selera.

Setelah di persilahkan makan, mereka langsung menyerbu meja hidangan. Hanya sebagian kecil tamu yang mengambil menu lain. Semua nya terpaku dan berniat untuk memakan kari ayam yang masih panas itu.

Dalam sekejap, kari ayam itu hampir saja ludes. Adelia dan juga Seruni, semakin was-was saja. Bagaimana tidak, para tamu hanya menyentuh kari ayam buatan Seruni. Sedangkan kari ayam yang sebagian masih belum matang itu, masih belum bisa di bawa ke sana.

Adeli kembali memprotes pada Mama nya. Ia benar-benar kesal karena hal itu. Ia sampai menangis karena ia takut makanan itu banyak yang masih tersisa.

"Adelia, kamu sedang hamil muda. Tidak baik bicara seperti itu dengan Mama mu. Adel, tenang saja. Kakak akan usahakan yang terbaik untuk acara mu hari ini. Kalau pun nanti makanan itu banyak yang tersisa, bagaimana kalau di bagikan saja pada para pengemis? Kecuali, kalau sudah tidak layak makan."

"Baiklah, Kak Runi. Aku akan mendengar kan saran kakak." Adelia pun menurut. Ia tidak lagi ngambek dan marah-marah dengan Mama nya.

Adapun Mama nya Adelia, begitu salut pada Seruni yang mampu menenangkan anak nya dengan penuh kelembutan. Pantas saja, ke empat anak-anak kandung nya itu begitu baik dan pengertian. Ada Ibu hebat yang membesarkan mereka.

1
Bunda Miarmaret437
sangat luar biasa ceritanya dan bisa di ambil hikmahnya dalam hidup kita...tuk kak author truslah berkarya n tetap semangat dan sukses selalu 🙏💪🥰🌷🌹🌹🌷💝💝
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!