NovelToon NovelToon
Cewek Bar Bar Bertemu Chef Jutek

Cewek Bar Bar Bertemu Chef Jutek

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Wanita Karir / Romantis / Barat / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kriwil86

Seorang gadis yang cerewet dan suka emosian itu bekerja sebagai CEO di perusahaan kosmetik terbesar di indonesia namun sialnya gadis itu malah bertemu dengan seorang chef yang sangat jutek awalnya mereka saling benci namun lama kelamaan di antara mereka ada rasa sayang yang mulai tumbuh bagaimana kisah kelanjutan nya silahkan kalian baca saja novel nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kriwil86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.19

Setelah kemarin membahas pernikahan antara Clarissa dan Kelvin. Akhirnya Clarissa menyetujui usul mamah Kelvin. Tapi Clarissa meminta syarat kepada Kelvin jika ia tidak bisa membuka hati untuknya selama 6 bulan maka pernikahan akan selesai tentu saja hanya Kelvin yang tahu karena Clarissa masih ragu akan perasaannya terhadap Kelvin.

Di kota besar, ada seorang ketua gengster terkenal yang identitasnya itu tak banyak yang tahu. Dia dikenal sebagai wanita yang kejam dan tegas, tidak ada yang berani melawan perintahnya. Gengnya, "Black Jack", adalah salah satu gengster paling ditakuti di kota.

Clarissa memiliki reputasi yang tidak terkalahkan, dia telah menghabisi banyak musuh dan mengambil alih wilayah-wilayah penting di kota. Dia memiliki kecerdasan dan kekuatan fisik yang luar biasa, membuatnya menjadi lawan yang tidak bisa diabaikan.

Namun, di balik reputasinya yang kejam, Clarissa memiliki rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain. Dia memiliki hati yang lembut dan peduli dengan anak-anak yatim piatu di kota. Dia sering mengunjungi panti asuhan dan memberikan sumbangan, tapi tidak ada yang tahu bahwa dia adalah Clarissa ketua gengster terkenal.

Suatu hari, Clarissa menerima informasi bahwa ada seorang musuh lama yang ingin membalas dendam kepadanya. Musuh itu, seorang ketua gengster lain bernama Toni, telah mengumpulkan pasukan untuk menghabisi Clarissa.

Clarissa tidak takut, dia mengumpulkan pasukannya dan siap untuk menghadapi Toni. Pertempuran sengit terjadi, tapi Clarissa tidak terkalahkan. Dia menghabisi Toni dan pasukannya, membuktikan bahwa dia adalah ketua gengster yang tidak bisa diabaikan.

Setelah pertempuran, Clarissa kembali ke markasnya dan menerima penghormatan dari pasukannya.

Clarissa berjalan keluar dari markasnya, menatap ke arah kota yang mulai gelap.Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya.

"Clarissa ada apa?" suara itu berkata.

Clarissa menoleh dan melihat salah satu anak buahnya, Lala, berdiri di belakangnya. Lala adalah salah satu orang yang paling dipercaya oleh Clarissa.

"Gak apa-apa, Lala. Aku hanya butuh udara segar," kata Clarissa.

Lala mengangguk dan berdiri di samping Clarissa Mereka berdua menatap ke arah kota, menikmati keheningan malam.

"Clarissa, aku pernah dengar rumor bahwa kamu memiliki hati yang lembut," kata Lala tiba-tiba.

Clarissa menoleh ke arah Lala, mata mereka bertemu. "Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan," kata Clarissa dengan nada yang tidak mau membahasnya.

Lala tersenyum. "Aku tahu, Clarissa. Tapi aku percaya kamu. Kamu tidak hanya seorang ketua gengster, kamu adalah seseorang yang peduli dengan orang lain."

Clarissa merasa terkejut, tidak tahu bagaimana harus merespons. Dia tidak pernah berpikir bahwa ada orang yang memahami dirinya yang sebenarnya.

Tiba-tiba ada suara mobil berhenti di hadapan mereka.

Clarissa dan Lala menoleh dan melihat seorang wanita muda cantik dan berambut panjang.

"Lala,aku ada urusan penting" kata Clarissa dengan nada lembut.

"siapa dia" bisik Lala.

"aku tidak tahu,tapi sepertinya aku akan segera tahu" ucap Clarissa tersenyum.

Clarissa menghampiri wanita itu.

"kau siapa?" tanya Clarissa.

"aku adalah adiknya Toni yang kau habiskan beberapa jam yang lalu." jawab wanita itu.

"apa yang kamu inginkan" tanya Clarissa.

"aku ingin balas dendam atas kematian kakakku" katanya dengan nada suara yang dingin.

Clarissa mengangguk dengan memasang wajah datar. "aku sudah siap,tapi apa yang membuatmu berpikir bisa mengalahkan aku" ucap Clarissa.

Adik Toni tersenyum,menunjukkan senyum yang mirip dengan kakaknya.

"aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kakakku.Aku memiliki.... Rencana"

Clarissa mengangkat alis sebelah "rencana apa?"

Adik Toni mendekat suaranya menjadi lebih lembut.

"aku akan menghancurkanmu dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan. Aku akan menghancurkan semua orang yang kau cintai"

Clarissa tersenyum "aku sudah siap. Aku tidak akan jatuh tanpa perlawanan".

Setelah itu Adiknya Toni pergi dengan mobil sedannya.

"Lala,aku ingin kau mencari tahu tentang informasi adiknya Toni. Nanti kau kirim lewat email ya" ujar Clarissa.

"siap bu Boss" jawab Lala.

Selanjutnya Clarissa harus pergi ke kantor PT Cahaya Berlian karena ada meeting bersama klien di restoran jepang.

Clarissa duduk di meja restoran Jepang yang elegan, dengan dua orang klien penting di depannya. Mereka sedang membahas tentang peluncuran produk baru perusahaan Clarissa

"Jadi, kami ingin produk ini menjadi yang terbaik di pasaran," kata Clarissa dengan senyum percaya diri. "Kami telah melakukan riset pasar dan kami yakin bahwa produk ini akan sangat populer."

Klien, seorang pria dan wanita, mengangguk dengan antusias. "Kami sangat tertarik, Ms. Clarissa. Tapi, kami ingin melihat beberapa contoh produknya terlebih dahulu."

Clarissa tersenyum dan mengambil tabletnya. "Tentu, saya akan menunjukkan beberapa contoh kepada Anda."

Tiba-tiba, Clarissa menerima panggilan dari asistennya. "Maaf, saya harus menjawab panggilan ini," katanya kepada klien.

Clarissa menjawab panggilan dan mendengarkan dengan ekspresi yang serius. "Apa? Panti asuhan yang saya dukung terbakar?"

Klien dan Clarissa saling menatap, penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Kliennya terlihat mengejutkan, tapi Clarissa tidak memiliki waktu untuk menjelaskan lebih lanjut. "Saya akan menghubungi Anda nanti untuk membicarakan lebih lanjut tentang produk ini," katanya dengan cepat sebelum bergegas keluar dari restoran.

Clarissa langsung menuju ke panti asuhan yang terbakar, hatinya berdebar dengan kecemasan. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan anak-anak di sana.

Saat dia tiba, dia melihat api yang masih berkobar dan anak-anak yang sedang dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran. Rachel langsung mencari manajer panti asuhan, wajahnya penuh dengan kekhawatiran.

"Apa yang terjadi? Di mana anak-anak?" dia bertanya dengan napas yang terengah-engah.

Manajer panti asuhan, seorang wanita tua, terlihat lega melihat Clarissa. "Kami tidak tahu apa yang terjadi, Ms. Clarissa Api tiba-tiba muncul dan..."

Clarissa tidak mendengar lagi, dia langsung menuju ke arah anak-anak yang sedang duduk di trotoar, wajah mereka yang kecil penuh dengan ketakutan.

"Semua anak-anak aman?" dia bertanya kepada petugas pemadam kebakaran.

Petugas itu mengangguk. "Semua anak-anak sudah dievakuasi, Ms.Clarissa Tapi, panti asuhan sudah rusak parah."

Clarissa mengembuskan napas lega, tapi dia tahu bahwa ini belum berakhir. Dia harus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran ini.

Clarissa menelepon Jhon.

"Halllo,Jhon cepat cari tahu dalang dari kebakaran di panti asuhan Cemara" ucap Clarissa.

(siap segera laksanakan Bu Clarissa) jawab Jhon.

Clarissa memandangi anak-anak yang selamat, hatinya yang lembut merasa sangat sedih melihat mereka yang kehilangan tempat tinggal. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka.

Tiba-tiba, dia ingat tentang kliennya yang sedang dia tinggalkan di restoran. Dia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada asistennya untuk membatalkan pertemuan dan meminta maaf kepada klien.

Clarissa kemudian beralih ke manajer panti asuhan. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu anak-anak ini. Saya akan menyediakan tempat tinggal sementara dan biaya hidup untuk mereka."

Manajer panti asuhan itu tersenyum, mata yang berlinang. "Terima kasih, Ms. Clarissa. Anda adalah berkat bagi anak-anak ini."

Rachel memandangi anak-anak lagi, hatinya yang lembut merasa sangat peduli. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian, anak-anak. Jangan khawatir, aku ada di sini untuk kalian."

Saat itu, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan dia dari kejauhan, dengan mata yang membara dengan dendam.

#bersambung...

#Selamat membaca semuanya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!