NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Dosa

Reinkarnasi Dewi Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre: Fantasi-Wanita, Reinkarnasi, Petualangan, Aksi, Supernatural, Misteri, Kultivasi, Sihir.

[On Going]

Terbangun di hutan asing tanpa ingatan, Lin Xinyi hanya membawa satu hal bersamanya—suara misterius yang menanamkan pengetahuan sihir ke dalam pikirannya.

Di dunia di mana monster berkeliaran dan hukum kekuatan menentukan siapa yang hidup dan mati, ia dipaksa belajar bertahan sejak langkah pertama.

Siapakah sebenarnya Lin Xinyi?

Dan kenapa harus dia? Apakah dia adalah pembawa keberuntungan, atau pembawa bencana?

Ini adalah kisah reinkarnasi wanita yang tak sengaja menjadi dewi.

2 hari, 1 bab! Jum'at libur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 — Hampa

Yan bawah.

Jiang Yun berdiri tenang tanpa sedikit pun tergoyahkan. Angin berhembus pelan menerpa wajahnya yang mulus, membuat helaian rambut dan pakaiannya berkibar ringan. Aura di sekelilingnya terasa hening, namun menekan.

Pandangannya lurus menatap tiga orang di depannya.

Xun Qian, Xian Huan, Xiao Peng.

Ketiganya menegang. Tangan mereka mencengkeram erat senjata masing-masing, seolah itu satu-satunya hal yang bisa memberi rasa aman.

"Kau, apa kau Keturunan Darah Berdosa?" Xiao Peng bertanya lebih dulu, suaranya bergetar meski berusaha terdengar tegas.

Di sampingnya, Xun Qian gemetar tanpa mampu menyembunyikannya. Ia tahu betul, sosok di hadapan mereka berada pada tingkatan yang sama sekali berbeda. Tingkatan yang mustahil ia lawan.

"Ya. Lalu kenapa?" Jiang Yun menjawab.

Jawaban singkat itu seakan menjadi pemicu.

Xiao Peng langsung menerjang maju tanpa memedulikan perbedaan kekuatan yang begitu jelas.

Kakinya menghentak tanah, lalu dengan satu dorongan kuat ia mempersempit jarak di antara mereka.

Pedangnya terangkat, siap menebas.

"MATILAH, KETURUNAN DARAH BERDOSA!"

Tubuhnya diselimuti cahaya biru samar. Energi itu bergetar di sepanjang lengannya saat ia mengayunkan pedang ke arah Jiang Yun yang berdiri tepat di depannya.

WUSHH!

Namun tidak ada perlawanan. Tidak ada benturan.

Xiao Peng membeku. Ia tidak merasakan apa pun. Pedangnya tidak mengenai apapun.

Ia mengangkat kepala perlahan. Di depannya sudah tidak ada Jiang Yun.

"Bagaimana bisa?"

Tap.

Langkah kaki terdengar jelas di sampingnya.

"Xiao Peng, awas!" Xun Qian memperingatinya.

Namun sudah terlambat.

Jiang Yun berdiri tepat di sisi Xiao Peng. Tangannya terulur dan menyentuh bahunya dengan ringan, hampir lembut.

"Kau saja yang mati," ucapnya datar tanpa perasaan.

Dalam sekejap, tubuh Xiao Peng hancur berkeping-keping. Darah memercik ke segala arah, membasahi tanah dan udara di sekitarnya. Sosoknya lenyap tanpa sisa bentuk, hanya noda merah yang tertinggal sebagai bukti keberadaannya.

Kaki Xun Qian melemah. Ia terjatuh ke tanah, napasnya tercekat saat menyaksikan rekannya dihancurkan begitu saja.

"Di—dia... terbunuh begitu saja..." suaranya hampir tak terdengar. Wajahnya pucat, matanya dipenuhi ketakutan yang tak mampu ia sembunyikan.

Di sisi lain, Xian Huan masih berusaha mempertahankan ketenangannya. Ia menepuk pelan punggung Xun Qian.

"Hei, berdiri. Kita bisa mati jika kau tidak bergerak," ucapnya pelan.

Meski terlihat lebih tegar, Xian Huan sadar ia pun tidak memiliki peluang menang melawan Jiang Yun. Namun ia belum ingin mati. Ia masih ingin hidup.

Satu-satunya pilihan adalah melarikan diri. Sayangnya, rekannya sudah tak sanggup berdiri. Kakinya terlalu lemas setelah menyaksikan kematian mengerikan Xiao Peng.

Jiang Yun melangkah pelan.

Tak ada belas kasihan di wajahnya. Ia hanya ingin menyelesaikan semuanya secepat mungkin.

Xian Huan mengangkat pedangnya lebih tinggi. Ia memantapkan pijakan, bersiap menerima serangan, meski dalam hati ia tahu kemungkinan untuk bertahan sangat kecil.

Tap. Tap. Tap.

Langkah Jiang Yun terdengar teratur, mendekat tanpa tergesa namun penuh tekanan.

"Ugh—"

Ia tiba-tiba terhenti.

Tubuhnya sedikit membungkuk saat darah merah segar menyembur dari mulutnya.

Ia terbatuk beberapa kali, napasnya tersendat sebelum akhirnya ia menyadari sesuatu.

"Xinyi... terluka?" gumamnya penuh kekhawatiran.

Darah terus menetes, membasahi pakaian putihnya yang kini ternoda merah. Kontras yang mencolok di tengah suasana yang sunyi.

Ia mengangkat tangan dan menyeka darah di sudut bibirnya, tatapannya mulai goyah.

"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Dia tidak mungkin mati 'kan?"

Pikirannya terjebak dalam kecemasan yang tiba-tiba menyeruak. Untuk pertama kalinya, fokusnya teralihkan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan.

Xian Huan melesat maju tanpa suara. Kakinya hampir tidak menyentuh tanah saat ia memotong jarak dengan kecepatan maksimal.

Dengan gerakan secepat kilat ia sudah berada dalam jangkauan serang.

"Aku bisa menang. Aku akan hidup!"

Pedangnya diselimuti cahaya kemerahan yang bergetar intens. Sihirnya terkonsentrasi sepenuhnya pada daya hancur tebasan. Energi itu memperkuat bilah pedangnya, membuatnya mampu membelah hampir segala sesuatu, baik benda mati maupun makhluk hidup.

"Teknik Tebasan: Crystal Cleave!"

Bilah pedang itu meluncur turun.

Sedikit lagi serangannya akan menyentuh tubuh Jiang Yun.

Namun dalam sepersekian detik yang nyaris tak terlihat, Jiang Yun mengangkat tangannya.

"Teknik Tebasan: Kai."

Tak ada kilatan besar, tak ada ledakan dahsyat.

Hanya satu hasil yang pasti.

Tubuh Xian Huan terbelah dua sebelum ia sempat memahami apa yang terjadi. Pedangnya terlepas dari genggaman, jatuh bersamaan dengan darah yang mencurat ke tanah.

Hal terakhir yang ia lihat adalah wajah Jiang Yun yang dipenuhi kekhawatiran. Namun jelas, kekhawatiran itu bukan untuknya.

Setelah itu semuanya menjadi gelap.

Ia mati.

Xun Qian yang menyaksikan kejadian itu kehilangan sisa harapannya. Ia tidak lagi memiliki keinginan untuk hidup. Atau mungkin, ia sudah tidak mampu lagi mempertahankannya.

Air matanya mengalir tanpa suara. Tangisnya sunyi, namun penuh keputusasaan.

Tangannya terangkat perlahan. Jemarinya meraba lehernya sendiri.

Lalu ia mencekik lehernya sekuat tenaga.

Ia ingin mati.

Wajahnya memerah, pembuluh darah di pelipisnya menegang. Matanya membelalak seolah akan terlepas. Pandangannya mulai kabur.

"Kai."

Xun Qian menutup matanya. Ia tidak merasakan sakit. Hanya sebuah rasa hampa yang terasa seperti kebebasan.

Tubuhnya tergeletak bersimbah darah. Kepalanya terpisah dan menggelinding perlahan hingga berhenti tepat di depan kaki Jiang Yun.

Jiang Yun tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Pikirannya hanya tertuju pada satu hal.

Xinyi.

Namun ia juga tidak bisa begitu saja meninggalkan tempat ini.

"Tetaplah bertahan, Xinyi. Kau tidak mungkin mati semudah itu."

Dengan satu gerakan pelan dari tangannya, api muncul dan langsung menyelimuti tubuh Xian Huan dan Xun Qian.

Dalam hitungan detik, keduanya terbakar habis menjadi abu yang tertiup angin.​

1
Kabuki
turut lega thor. akhirnya Xinyi berhasil ngalahin petaka petir ketiga 😭
Kabuki
aww co cwitt
Kabuki
ini klo di anime, lagu opening udh di stel nih🤭
Anindita Annazwa: bwahahaha😭 iya lagi
total 1 replies
Kabuki
ahh souka? agak kejam juga tetua Yuan xi. menyuruh orang luar yang tak tahu apa², untuk membebaskan kaum darah berdosa dari kutukan dengan ritual petaka petir/Frown/
Anindita Annazwa: karena dia di anggap sebagai 'orang itu' yg entah siapa🗿
total 1 replies
Kabuki
kecewa? buat apa penduduk asli kecewa terhadap orang luar? bukannya mereka cuma penasaran aja sama xinyi?😌
Anindita Annazwa: udh nyentuh petir ke 3 soalnya, satu2nya yg berhasil kesitu
total 1 replies
Kabuki
biasa gundule. dia imo jir
Kabuki
slurrppp ak jga mw😋
ユリ
sadis
ユリ
mengejutkan😱
ユリ
entah kenapa dia terlalu percaya diri
ユリ
terlalu op😱
元元
Masterpiece, dah gtu aj
元元
KOK BISA GINIII!
元元
bjirr, apa-apaan iniii
Panda
aku penasaran sama nama malingsheng ini deh kak

apa ada sejarah dengan nama itu?
Jing_Jing22
dia tangguh dan kuat kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan xinyi, sementara takdir dia tidak bisa mati
Jing_Jing22
xinyi masih bisa bertahan saja itu sudah keajaiban untukmu
CACASTAR
petaka petir apa itu
CACASTAR: iya dah, apa kata Thor deh, saya nyimak baca cerita aja
total 3 replies
putri bungsu
seperti nya dia terlalu bersemangat untuk menguji kekuatan nya sendiri
Kabuki
ganbatte Xinyi! teruslah bertahan. karena tinggal satu Sambaran petir lagi/Determined//Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!