NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Sejak malam pesta itu, Steven berubah. Pria itu menjaga jarak, dan bersikap dingin pada Freya.

Ia hampir tidak lagi menoleh pada Freya. Tatapannya lurus ke depan, seolah Freya hanya bayangan yang kebetulan berada di sekitarnya. Bahkan, Steven memerintah dengan suara datar, tanpa menatapnya.

"Aku pergi hanya dengan Miko."

"Kau tidak perlu ikut."

Itulah yang sering Steven katakan padanya.

Awalnya, Freya mengira itu kebetulan. Namun, hari demi hari berlalu, dan perintah itu selalu sama, membuatnya merasa tidak nyaman.

Seperti pagi ini, Ia berdiri di depan gerbang mansion, menatap mobil Steven yang baru saja pergi tanpanya dirinya.

Tangannya terkepal pelan. "Apa aku sudah melakukan kesalahan?"

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, menggerogotinya secara perlahan.

"Tidak, hari ini aku harus mendapatkan jawaban nya. Aku harus bertanya langsung padanya." Freya bertekad menyusul Steven. Tidak peduli dengan larangan pria itu tapi, rasa perih yang menumpuk terlalu lama membuatnya tidak sanggup terus diam.

Hari ini, semua harus jelas, ia harus tahu kenapa Steven bersikap dingin padanya?

Tidak membutuhkan waktu yang lama, taksi yang ia tumpangi berhenti di depan gedung perusahaan. Dia segera turun dari taksi, menatap lama gedung yang sudah lama tidak ia datangi.

Ia menarik nafas dalam. "Hari ini juga, aku harus mendapatkan jawabannya. Awas saja jika tidak memuaskan," gumam Freya.

Dengan langkah mantap, ia masuk ke perusahaan. Pandangannya menyapu lobby, hingga akhirnya menangkap sosok Miko yang berdiri sendirian.

"Tuan Miko!"

Pria itu menoleh, keningnya mengerut tajam. "Boy, apa yang kau lakukan di sini?" Ia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan Steven tidak ada di sekitar, lalu buru-buru menarik Freya ke arah kantin perusahaan.

"Tuan, ada apa? Kenapa kau menarik ku ke sini?" tanya Freya bingung.

"Aku tidak mau tuan melihatmu," jawab Miko sambil menarik kursi dan duduk.

"Apa maksudmu?" Freya ikut duduk di seberangnya, tatapannya penuh tanya.

Miko berdecak pelan. "Kau tidak merasa tuan bersikap dingin padamu, hah?"

Freya terdiam, menunduk dalam. "iya," lirihnya. "Aku memang merasa dia berubah sejak pulang dari pesta malam itu. Itu sebabnya, aku datang untuk meminta penjelasan darinya. Aku—"

"Sudahlah," potong Miko. "Tuan tidak akan mau berbicara denganmu. Lebih baik, sekarang kau pulang, daripada nanti kau di pecat."

"Tapi... Apa aku melakukan kesalahan pada Tuan Steven?" tanyanya lirih.

Miko menghela napas pelan. Wajahnya terlihat ragu, seolah terjebak di antara kesetiaan dan rasa iba.

"Tuan Steven, hanya berhati-hati," jawabnya akhirnya.

"Hati-hati?"

Miko mengangguk kecil. "Beliau tidak ingin informasi tentang dirinya bocor ke siapa pun."

Freya membeku. "Termasuk... aku?" tanyanya pelan. Dadanya terasa nyeri, seolah diremas tangan tak terlihat. "Oh... " Hanya itu yang keluar dari bibirnya. Satu suku kata kecil namun, cukup untuk menampung perasaan kecewa yang tiba-tiba terasa berat untuk ditahan.

Miko menatapnya cukup lama. Ia tidak ingin membencinya. Bahkan sejak awal, ia tahu Boy bukan tipe yang licik atau bermuka dua. Namun, posisinya memaksanya untuk tetap waspada.

"Aku tidak berpikir, kau akan mengkhianati Tuan Steven," ucap Miko akhirnya, dengan suara lebih rendah. "Tapi, kau harus mengerti. Situasinya tidak sesederhana itu."

Freya mengeryit, bingung. "Apa maksudmu, Tuan?"

Miko menghela napas, lalu berkata terus terang, "Tuan Steven melihatmu bersama nyonya Rena malam itu di balkon, saat pesta. Beliau juga mendengar sebagian pembicaraan kalian."

Freya tersentak, dunianya seolah berhenti berputar.

"Jadi... karena itu," gumamnya lirih. Tangannya mengepal kecil di atas meja. "Dia mengira, aku akan mengkhianatinya?"

Miko tidak menyangkal, dan mengangguk pelan.

"Tapi, tuan... Wanita itu... Ma-maksudku, Nyonya Rena memang mencoba menyuap ku. Dia menawarkan uang dan perlindungan agar aku mau bekerja untuknya."

Miko menegang. "Jadi, itu benar? Kau—"

"Ck, bukan begitu," sangkal Freya. "Dia memang melakukannya tapi, aku tidak pernah mengatakan iya."

Freya mengangkat wajahnya, sorot matanya tegas. "Aku memang sengaja tidak langsung menolak terang-terangan."

"Kenapa?" tanya Miko penasaran.

"Karena, permainan tidak akan seru jika aku langsung menolaknya," jawab Freya. "Aku ingin membuat mereka berpikir jika aku bisa diperdaya, supaya mereka lengah. Aku berencana memberi mereka informasi palsu atau, bahkan menjebak mereka."

Miko terdiam, tidak menyangka jika Boy berani mengambil risiko besar.

"Jadi, Kau... tidak pernah berniat mengkhianati Tuan Steven?"

"Tidak saja, tidak," jawab Freya tanpa ragu.

Miko menutup mata sejenak, lalu menghembuskan napas panjang. "Berarti Tuan Steven benar-benar salah paham," gumamnya pelan.

"Itu sebabnya aku di sini," ucap Freya sambil bangkit. "Aku akan menjelaskannya pada Tuan Steven." Ia berbalik hendak pergi, tetapi Miko segera menahan lengannya.

"Kau tidak boleh pergi."

"Kenapa? Aku harus menjelaskannya!" Freya menepis tangan itu dan bergegas.

"Tuan Steven sedang rapat sekarang. Kalau kau masuk begitu saja—" Miko terdiam, menatap punggung Freya yang sudah menjauh.

"Hah... Semoga kau tidak diusir sebelum sempat menjelaskan," gumamnya pelan.

Lorong menuju ruang CEO terasa lebih panjang dari biasanya.

Langkah Freya cepat, hampir berlari kecil. Beberapa karyawan menoleh heran saat melihatnya melintas, tetapi ia tidak peduli.

Freya berhenti tepat di depan pintu ruang CEO. Dia mengepalkan tangannya erat, menarik nafas dalam, sebelum akhirnya membuka pintu begitu saja tanpa mengetuknya.

BRAKH!

Semua kepala langsung menoleh. Ruang CEO yang luas, mendadak sunyi. Tiga orang asing yang ada di sana menatapnya dengan wajah terkejut dan tidak senang.

Dan, di sofa tunggal, Steven berhenti berbicara. Tatapannya terangkat perlahan, bertemu dengan mata Freya.

Freya melangkah masuk, napasnya sedikit terengah, namun matanya tidak lepas dari Steven.

"Ma-maaf sudah mengganggu. Tapi, saya hanya ingin bicara sebentar," ucapnya dengan suara bergetar tetapi, tegas. "Saya perlu menjelaskan sesuatu."

Ruangan tetap hening.

Steven menatapnya lama, hingga Freya hampir berharap, pria itu akan berdiri dan menghampirinya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Rahang Steven mengeras.

"Apa kau tidak bisa melihat, aku sedang rapat?" suaranya datar, dingin, menusuk.

Freya menelan ludah. "Ma-maaf, tuan. Tapi, ini penting. Tentang malam itu, Saya dan Nyonya Rena—"

"Cukup!" Satu kata itu memotong ucapan Freya tanpa ampun.

Steven berdiri dari sofa, menunjuk ke arah pintu. "Keluar!"

Freya membeku. "T-tapi, Tuan... "

"Aku bilang keluar!" potong Steven tegas.

"Sa-saya hanya ingin anda tahu. Saya tidak pernah mengkhianati anda," ucap Freya. "Saya bisa jelaskan semuanya..."

Tatapan Steven mengeras. "Aku tidak butuh penjelasanmu."

Kalimat itu menghantam lebih keras dari tamparan.

"Aku sudah memberimu cukup toleransi dengan membiarkanmu tetap di rumah. Jangan paksa aku mengulanginya dengan cara yang lebih buruk," ucap Steven.

Freya terhuyung, seolah baru saja didorong dari tepi jurang. Matanya memanas, tetapi ia menahan air mata itu jatuh.

"Jadi... bagimu, aku ini hanya ancaman?" bisiknya.

Steven memalingkan wajah. "Keluar sekarang, atau aku akan memanggil keamanan."

Detik itu juga, sesuatu di dada Freya runtuh. Dia berbalik, melangkah keluar dari ruangan itu dengan punggung tegak, meski dadanya terasa seperti dihancurkan perlahan.

Pintu tertutup di belakangnya, dan barulah saat langkahnya menjauh di lorong sepi, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

"Boy, bagaimana?" Miko menghampirinya dengan tatapan khawatir.

Freya buru-buru menghapus air matanya, dan berusaha terlihat tegar. "Aku yang salah, tuan. Seharusnya, aku tidak masuk begitu saja. Aku tidak tahu, jika tuan Steven sedang Rapat."

Miko menghela nafas. "Tuan mengusir mu, ya?"

Freya mengangguk pelan, menahan sesak di dada.

"Tenang saja, Aku akan membantumu menjelaskan padanya. Sekarang, lebih baik kau pulang," ucap Miko.

Freya mengangguk patuh. "Terima kasih, tuan."

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!