Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Aneh
Beberapa saat kemudian ketika sebuah bel berbunyi, aku pun tersadarkan kembali kedunia yang normal. Anak-anak berpamitan untuk pulang, sepertinya dunia imajinasi ini memiliki waktu yang terbatas. Ketika sudah waktunya pulang maka semuanya berakhir dan dunia akan kembali normal sebagaiman yang seharusnya.
“Dadah kak Ikon, kak Nadin, kak Zen...sampai ketemu lagi” kata anak-anak.
“Iyah hati-hati yah pulangnya” balas Nadin
“Nanti KKN kapan lagi datang?” tanya Juna
“Besok lagi” jawab Ikon
“Horee” seru anak-anak
“Berarti kita main lagi nanti” ucapnya
“Iyah, tapi kalian harus tetap belajar yah. Tugasnya juga jangan lupa dikerjakan” ujar Ikon
“Siap kak” jawab anak-anak lalu mereka pulang.
Setelah itu aku, Ikon dan Nadin pun juga pulang. Kami berpamitan lebih dulu kepada para guru yang ada dikantor. Kami mengucapkan terima kasih lalu pulang. Hari itu menjadi hari yang penuh dengan imajinasi dan kesenangan namun ketika semuanya selesai, aku jadi kembali kosong dan kesepian lagi. Aku pulang keposko lalu tidur karena kelelahan.
...
Malam hari pun tiba, aku yang baru selesai mandi berjalan kembali menuju posko. Aku gak tau tapi entah kenapa waktu itu merasa sangat baik dari biasanya, aku lelah tapi sangat bersemangat.
“Uhhh” suaraku meregangkan tubuh ku lalu tiba-tiba terdiam. Aku pun langsung melihat sekitar ku tapi aku mencoba untuk mengabaikannya. Setelah itu aku pun kembali berjalan menuju posko.
“Huff” suara Ikon menggigil
“Malam ini dingin banget yah” ucapnya
“Umm” balas ku sambil melihat kearah langit yang cerah lalu masuk ke dalam posko.
“Makan...ayo makan dulu semuanya” panggil Zee lalu kami pun berkumpul untuk makan bersama. Saat itu aku memperhatikan wajah teman-teman ku sambil tersenyum.
“Jadi mereka yah teman-teman baru ku” gumam ku tapi malah ketemu mata Zee sehingga dia menegur ku
“Kamu kenapa Nal” ujarnya
“E-enggak kok” balas ku langsung mengalihkan pandangan dan kembali fokus makan.
“Makan Dani” bicara Eni melihat Dani yang baru saja datang
“Ntaran dulu” balas Dani
“Makan sekarang, baru habis itu kita evaluasi” celetuk Zee
“Iyah yah” jawab Dani lalu keluar lagi untuk membersihkan dirinya. Namun selang beberapa waktu Dani tak kembali, saat itu Zee pun keluar untuk mengeceknya dan melihat temanya itu sedang duduk sendirian diluar.
“Dan...Dani” panggilnya tapi sama sekali gak merespon lalu Zee pun menghampirinya
“Kamu ngapain disini” tanya nya dari dekat namun Dani hanya menatapnya kosong lalu Zee tiba-tiba memukul pundaknya
“Aduhh” desih Dani
“Maaf-maaf aku sengaja” kata Zee sambil tertawa kecil
“Buruan sini masuk dalam posko, ada sesuatu yang mau dibahas” lanjut perempuan itu lalu Dani pun mengikutinya dari belakang masuk kedalam posko. Namun ketika sudah berada didalam, suasananya itu hening. Teman-temannya saling bertatapan lalu Ruka menatap Zee dengan aneh.
“Ada apa ini?” tanya Zee
“Begini, jadi hari ini kami banyak mengalami kejadian aneh disini” bicara Anwar
“Kejadian aneh? Maksudnya?” tanya Zee
“Gini kejadianya, jadi itu ketika kami pergi kehutan bersama Agus. Awalnya semuanya itu baik-baik saja, tapi tiba-tiba aku hutan yang kami masuki itu berubah jadi perkampungan gitu dan banyak sekali orangnya disana. Padahal sebelumnya itu, aku lihat itu cuman hutan tapi saat memasukinya malah berubah” tutur Anwar
“Masa sih, kamu menghayal mungkin” bicara Putra
“Nggak, benaran. Tanya saja Dani kalau gak percaya, dia juga melihatnya sendiri” balas Anwar namun ketika melihat Dani, dia hanya diam saja.
“Aku juga, aku juga mengalami kejadian aneh hari ini” celetuk Eni
“Apa juga kamu?” tanya Putra lalu Eni pun menceritakan bahwa dirinya ketika masuk kerumah kepala desa untuk mengantar surat tiba-tiba saja suasanya itu berubah seperti dia berada dalam suatu istana yang megah.
“Awalnya ku pikir cuman perasaan ku saja, tapi ketika aku keluar maka semuanya kembali seperti semula lalu saat masuk lagi, tempatnya berubah lagi menjadi sebuah istana gitu” tuturnya
“Wati juga alamin, kami berdua sama-sama tadi sore” lanjutnya
“Jadi seperti ada dunia lain gitu yah” ujar ku
“Iyah, kayak dunia ghaib begitu seperti dicerita-cerita ghaib ” balas Eni
“Kota Saranjana” celetuk Nadin
“Iyah itu”
“Hmm...” aku pun juga memikirkan dunia imajinasi yang aku masuki saat disekolah
“Apa itu sesuatu yang aneh? Tapi kok aku merasa bias saja yah” batin ku
“Haha ayo lah teman-teman, masa kalian percaya sama yang begituan” bicara Zee
“Iyah nih ada-ada saja deh cerita kalian” ucap juga Ruka
“Masalahnya kami ngalamin sendiri, aku gak mungkin bohong atau halu” kata Anwar
“Kok tiba-tiba aku jadi rasa aneh gini yah” ketus Nadin
“Ada apa? Kamu merasa aneh bagaimana Din” tanya Ikon
“Nggak tau juga tapi—“ jawab Nadin lalu ucapanya dipotong oleh Anwar
“Ada yang menyembunyikan sesuatu kah diantara kita semua”
“Kenapa kamu bertanya begitu” balas Putra
“Aku cuman nanya doang kok, soalnya aku lihat beberapa dari kita reaksinya seperti biasa saja” Anwar melirik orang yang dia singgung
“Siapa yang kamu maksud” tanya Putra kembali
“Aku gak yakin”
“Yang jelas dong bicaranya, kamu laki-laki jangan setengah-setengah” celetuk Zee
“Kenapa jadi nyinggung laki-laki nih, emangnya perempuan selalu jelas yah” bicara Ikon
“Kenapa emangnya, iyah perempuan selalu jelas bicaranya” celetuk Tian lalu Fatin memegang pundaknya.
..Untuk sesaat suasana pun jadi hening, gak ada yang mau bicara. Hingga akhirnya Zee pun bicara, “Kalau gitu kita evaluasi aja nih malam”
“Boleh, ayo” jawab Anwar cepat
“Mau evaluasi tentang apa” tanya Ikon
“Masalah lah” celetuk Tian
“Masalah?Yang mana?” Ikon kembali bertanya
“Ada, kamu gak tau” balas Tian cepat
“An, sudah jangan” ucap Fatin menenangkan temanya itu lalu Ikon dan Anwar tertawa
“Kenapa kalian tertawa?” tanya Putra
“Ada yang lucu kah” sambung Zee namun Ikon dan Anwar tidak menjawab, mereka berdua saling melihat lalu tersenyum.
“Jangan begitu, nggak sopan” tegur Nadin
“Apa? kami cuman senyum kok” balas Ikon
“Teman-teman, jangan begini lah masa cuman gara-gara hal sepela kita jadi mau ribut” bicara Sulis
“Emang ada yang ribut” jawab Ikon
“Siapa” sambung Anwar
“DIAM KALIAN” bentak Ruka
“Sopan kah jawaban kalian begitu sama orang yang lagi bicara serius” lanjutnya
“Mungkin mereka nggak diajarin sopan santun” kata Zee
“Hah?Kamu bilang apa tadi”
“Jaga yah ucapan mu” ujar Anwar
“Kamu itu yang jaga mulutmu supaya gak bicara sembarangan. Kamu sebagai kordes disini harusnya paling baik komunikasimu tapi ini malah paling buruk” balas Zee
“Teman-teman” tukas Sulis, suaranya mengagetkan semua orang.
“Ayolah jangan begini, nggak baik” ucapnya lalu melanjutkannya lagi
“Kita ini sekarang sudah berbeda, kita hidup sama-sama satu atap. Jadi ayolah jangan lagi egois atau mau sendirian. Jaga ucapan dan perbuatan kita, jangan sampai menyakiti orang lain. Kita semua ini disini orang-orang baru yang baru akan saling kenal jadi saling menghargailah agar nanti setelah KKN selesai gak ada dendam diantara kita” tutur Sulis
“Ada pun mungkin, ada yang disembunyikan oleh teman-teman nggak apa-apa. Itu urusan kalian, tapi kalau memang perlu dan bisa membantu menjawab kebingungan kita semua disini maka beritahu lah supaya kita semua sama-sama tau bahwa ini begini penjelasannya” Sulis berhasil membuat kami diam lalu tiba-tiba Ikon bertepuk tangan sehingga yang lain pun ikutan.
“Baiklah teman-teman, aku minta maaf kalau ada perkataan ku sebelumnya yang membuat kalian tersinggung” bicara Ikon lalu menyuruh Anwar juga minta maaf
“Iyah aku juga minta maaf” kata Anwar menyebutkan satu persatu teman-temanya. Setelah itu Zee juga minta maaf lalu Ruka, Fatin, Tian.
“Baiklah teman-teman, sebenarnya ada yang mau kami katakan sama kalian” bicara Ruka lalu sebelum melanjutkannya dia melihat kearah Zee dulu seperti meminta persetujuan.
“Apa, katakan saja” ujar Anwar
“Ini sebenarnya alasan mengapa desa in—“ tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari luar yang mengagetkan kami semua.
“Aapa itu” celetuk Fatin lalu kami diam sejeka, saat itu Zee menyadari bahwa Dani gak ada didalam posko
“Dani—“ gumamnya lalu kami semua pun keluar untuk melihatnya dan benar saja kami melihat Dani berdiri didepan posko dengan gaya yang aneh.
“Dani” Ikon memanggilnya tapi pemuda itu gak menjawab lalu tiba-tiba dia menoleh
“Huh!” Tian terjatuh saat melihat Dani lalu tak lama terdengar suara lolongan hewan yang mencekam. Fatin pun berlindung dibelakang Zee lalu Dila memeluk Ruka karena merasa takut. Sementara itu Dani masih berdiri sambil melihat kami.
“Dani, apa yang kamu lakukan disitu” panggil Anwar lalu berjalan menghampirinya tap Putra segera menahanya.
“D-dia bukan Dani yang kita kenal” kata Putra
“T-tolong” ucapan itu keluar dari mulut Dani sesaat sebelum dirinya kehilangan kesadaran. Saat itu kami bisa melihat sesuatu keluar dari dirinya, mirip seperti bayangan putih melayang diudara lalu ketika kami melihat kembali kearah Dani, dia sudah berjalan sendirian menjauh dari posko.
“Dani, kamu mau kemana” panggil Zee tapi pemuda itu tak menjawabnya lalu aku pun berlari mengejarnya. Aku tidak tau apa yang ku lakukan saat itu, tubuh ku seperti bergerak sendiri. Aku pun menyentuh bahu Dani dan seketika menyadari sudah berada ditempat yang berbeda. Aku berada disebuah tempat yang aneh, disatu sisi penuh dengan rerumputan hijau dan bunga warna warni yang bermekaran indah. Namun disisi lain malah sebaliknya, gelap, banyak sampah dan bau—aku berada ditengah-tengah dua tempat tersebut. Saat juga itu ku melihat Dani sedang duduk sendirian ditempat yang paling ujung lalu aku pun berjalan menghampirinya.
“Dani” aku memanggilnya lalu pemuda itu melihat kearah ku dengan tatapan yang aneh—tersenyum seolah damai namun seperti menyimpan kesedihan yang dalam seperti ingin meminta pertolongan tapi dilain sisi juga menyuruh untuk pergi meninggalkanya sendirian. Dia terjebak diantara keduanya yaitu kebaikan dan keburukan.
Setelah itu aku langsung tersadar lalu semuanya kembali seperti semula, “Berhenti” ucap ku menarik tangan Dani lalu datanglah juga Putra
“Jangan kemana-mana dulu, bahaya” bicaranya lalu membawa Dani masuk kedalam posko. Teman-teman ku pun memperhatikan Dani yang aneh. Tatapanya kosong, wajahnya pucat sehingga membuat mereka khawatir. Zee terus mencoba untuk berkomunikasi denganya tapi Dani hanya membalas singkat bahkan kadang hanya diam saja.
Kemudian Ikon pun menjelaskan bahwa Dani sebelumnya telah melanggar aturan yang ada didesa ini. Ketika sore hari dia membuat keributan dengan melempari gedung balai desa menggunakan batu. Putra yang mengetahui itu pun langsung paham dan menyimpulkan bahwa Dani diganggu oleh makhluk gaib—Ruh nya sekarang terjebak didunia gaib dan yang sekarang yang diposko hanyalah tubuhnya.
“Terus bagaimana mengembalikan Dani seperti semula” tanya Sri
“Aku juga gak tau” jawab Putra.