NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 1

Malam itu, Zayna Carmen pulang lebih awal dibandingkan biasanya. Kondisi ekonomi yang serba kekurangan memaksanya bekerja melampaui batas kemampuan tubuhnya.

Sejak pagi hingga menjelang siang, Zayna menghabiskan waktunya bekerja di sebuah kafe kecil. Siang hingga sore hari, ia berpindah tempat untuk bekerja di restoran cepat saji. Dan ketika senja mulai tenggelam, Zayna kembali melanjutkan pekerjaannya di restoran malam sebagai buruh pencuci piring sekaligus petugas kebersihan, hingga larut malam.

Rutinitas melelahkan itu telah menjadi bagian dari hidupnya, sebuah siklus yang nyaris tak pernah memberinya waktu untuk beristirahat, namun tetap ia jalani demi bertahan hidup.

Zayna Carmen, yang kini baru berusia 21 tahun, memilih menikah muda bersama kekasihnya.

Wajahnya yang sejatinya cantik, dengan rambut panjang dan kulit putih, kini tertutup pakaian-pakaian kumal yang telah lama ketinggalan zaman. Kehidupan keras perlahan mengikis pesonanya, bukan karena ia tak merawat diri, melainkan karena hidup tak memberinya kesempatan.

Pria yang Zayna nikahi bernama Drake Franco, usianya sama dengannya, sosok yang telah menemaninya sejak kecil. Hubungan mereka terjalin begitu dalam, sebab Zayna dan Drake tumbuh di lingkungan yang sama sejak masih bayi.

Mereka besar bersama, bersekolah di tempat yang sama, dan berasal dari desa yang sama, seolah hidup telah menautkan takdir mereka sejak awal.

Hubungan pertemanan itu perlahan berubah menjadi ikatan sepasang kekasih yang begitu kuat. Kedekatan yang telah terjalin sejak kecil membuat mereka merasa tak membutuhkan siapa pun selain satu sama lain.

Hingga pada akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan memilih jalan hidup yang berbeda, menikah di usia muda.

Padahal, Drake dan Zayna dikenal sebagai siswa yang cerdas dan berprestasi di sekolah mereka. Keputusan itu membuat banyak orang terkejut. Guru-guru yang pernah membimbing mereka, begitu pula teman-teman sebaya, tak henti menyayangkan pilihan tersebut.

Namun bagi Drake dan Zayna saat itu, cinta terasa cukup untuk menantang masa depan, seolah dunia akan baik-baik saja selama mereka tetap bersama.

Hingga akhirnya, pada tahun ini, Zayna mulai merasakan perubahan pada diri Drake.

Pernikahan yang telah berjalan selama dua tahun itu mendadak goyah, seolah retakan kecil yang selama ini diabaikan kini berubah menjadi jurang yang menganga.

Suaminya, pria yang dahulu begitu hangat ketika masih menjadi kekasih, kini menjelma menjadi sosok yang sering acuh. Sikap Drake semakin kasar, dan hinaan kerap meluncur dari mulutnya, melukai hati Zayna sedikit demi sedikit.

Tak hanya itu, Drake juga terjerat hutang dalam jumlah yang nyaris mustahil mereka lunasi seumur hidup. Pria itu meminjam uang kepada lintah darat, dan seluruh uang itu habis begitu saja untuk berjudi serta menenggak minuman keras.

Sebagai istri, Zayna kembali mengambil peran, ikut bekerja lebih keras demi menutupi hutang-hutang yang bukan ia ciptakan.

Meski demikian, Zayna selalu memilih memaafkan. Setiap kesalahan Drake ia telan dengan sabar, meski itu berarti dirinya harus terus berkorban, lebih dari yang sanggup ia tanggung.

Selama satu tahun terakhir sejak mereka pindah ke kota, kecanduan Drake terhadap perjudian dan minuman keras semakin menjadi. Bersamaan dengan itu, perangainya pun kian berubah, lebih keras, lebih gelap, dan semakin menjauh dari sosok pria yang dulu pernah Zayna cintai sepenuh hati.

Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Jika biasanya Zayna baru melangkah pulang pada pukul 12 malam, kini kaki kurusnya sudah menyusuri trotoar menuju rumah sejak pukul 7 malam. Langkahnya tertatih, seolah setiap pijakan menuntut tenaga yang tersisa dari tubuhnya.

Zayna sedang tidak enak badan, ia sadar betul, demam sedang menggerogoti tubuhnya. Namun seperti hari-hari sebelumnya, ia tetap memaksakan diri untuk bekerja, seolah berhenti berarti menyerah pada keadaan.

“Sepertinya demamku semakin parah.” Gumamnya lirih sambil membenarkan mantel usang berwarna cokelat yang melekat di tubuhnya.

Wajah Zayna memerah dan terasa panas, sementara seluruh tubuhnya justru menggigil kedinginan. Angin malam berembus tajam, menusuk hingga ke tulang-belulangnya.

Sandal tipis yang ia kenakan tak mampu memberi kehangatan di aspal yang penuh genangan air dari hujan.

Dengan tubuh gemetar, Zayna terus melangkah, memaksakan dirinya bertahan hingga akhirnya tiba di rumah usang yang ia sewa bersama sang suami.

Rumah itu bukan miliknya, ia dan Drake mendapatkannya setelah berkeliling cukup lama mencari tempat tinggal dengan harga yang sanggup mereka jangkau.

Dengan tangan kecil yang sedingin es, Zayna menekan beberapa angka pada kunci pintu. Pintu pun terbuka. Namun begitu ia melangkah masuk ke dalam rumah, sebuah suara tiba-tiba terdengar, memecah kesunyian malam.

“GLOTAK…!!”

“GLOTAK…!”

Zayna pun bergegas pergi mengeceknya. Suara itu berasal dari dapur. Zayna takut ada pencuri. Meskipun tidak ada barang berharga yang bisa di curi, namun jaman sekarang orang akan tetap tega mencuri bahkan jika itu hanya sebatas mencuri bahan makanan, melihat bagaimana kehidupan kota begitu keras dan juga kejam.

“Ahh… Ternyata jendelanya terbuka. Seingatku sudah aku tutup tadi pagi setelah mengambil jemuran di belakang rumah.” Kata Zayna.

Perlahan Zayna menutup pintu jendela namun ketika Zayna menutup pintu jendela terdengar suara pin pintu di tekan.

“Apa Drake pulang cepat? Tapi, dia bilang akan ada lembur.” Kata Zayna.

Namun saat Zayna hendak keluar dari dapur, ia mendengar suara seorang wanita.

“Kau yakin istrimu belum pulang sayang?”

“Aku yakin, dia bekerja hingga tengah malam, kadang sampai pukul 1 pagi baru pulang. Wanita seperti itu kalau pulang pun langsung tidur tidak akan ingat dengan suaminya.”

“Tapi sayang, kau benar-benar mencintaiku kan? Kau benar-benar akan menceraikan istrimu kan?”

“Iya aku mencintaimu. Aku akan menceraikannya sesuai kemauanmu. Lagi pula dia sudah tidak cantik. Jadi, kau mau masuk atau tidak?” Tanya Drake.

Kepala Zayna mendadak terasa sepanas lahar, sementara dadanya bergemuruh seolah hendak meledak dari dalam. Kedua kakinya melemas seketika ketika obrolan itu menembus telinganya tanpa ampun.

Berulang kali Zayna berharap semua ini hanyalah mimpi buruk. Ia mencubit tangannya sendiri, berkali-kali, hingga kulitnya memerah dan membengkak. Namun yang ia rasakan bukanlah terbangun, melainkan rasa perih yang menjalar di dadanya, sakit yang jauh lebih menyiksa daripada cubitan di kulitnya.

Air mata segera mengalir deras di kedua pipinya, jatuh tanpa bisa ia cegah.

Dengan langkah nyaris tak bersuara, Zayna berjalan perlahan. Dalam hatinya, ia masih menyimpan harapan terakhir, bahwa pria yang ada di depan sana bukanlah suaminya. Ia ingin percaya bahwa itu hanyalah orang asing yang salah memasuki rumah mereka.

Namun harapan itu runtuh seketika.

Dari ujung rambut hingga ujung kaki, semuanya jelas menunjukkan bahwa pria itu adalah Drake, suaminya sendiri. Kemeja yang ia kenakan adalah kemeja yang dibeli Zayna dengan kerja keras siang dan malam, agar Drake dapat berangkat bekerja dengan pakaian yang layak.

Sepatu hitam di kaki pria itu pun sangat ia kenali. Zayna sendiri yang memungutnya dari tempat pembuangan barang bekas karena tak sanggup membeli sepatu mahal. Dengan tangan mungil yang penuh luka, ia menyemir sepatu itu satu per satu, semata-mata demi suaminya.

Bahkan suaranya, suara itu adalah suara khas Drake. Tak mungkin keliru.

Dengan napas tertahan, Zayna melangkah mendekati ruang tengah. Ia mengintip dari balik dinding yang menjadi sekat ruangan dan mengintip dari balik tirai.

Di sana, suaminya masih berdiri di ambang pintu. Zayna hanya bisa melihat punggung besar Drake, namun di balik tubuhnya yang kokoh itu, tampak sosok seorang wanita bertubuh mungil, tampaknya masih sangat belia.

Rambut wanita itu panjang, parasnya cantik, dan raut wajahnya dipenuhi kecemasan. Ia merengek pelan, seolah takut sewaktu-waktu Zayna pulang ke rumah.

Dan saat itu, Zayna tahu, ia sedang menyaksikan kehancuran hidupnya sendiri.

“Aku tidak mau sayang, nanti kita ketahuan istrimu.”

“Tidak akan! Kalau kau tidak mau masuk aku akan menggendongmu! Hahahha…!!”

Terlihat Drake langsung memanggul wanita muda tersebut di atas bahunya yang kokoh.

Drake memang pria yang memiliki tubuh cukup kuat dan atletis, wajahnya juga tampan, dia juga selalu menjadi siswa yang populer di sekolah, semua siswi selalu berebut ingin bersama Drake.

Melihat suaminya menggendong wanita lain, segera Zayna pun menutup mulutnya, tubuhnya terpaku, mendadak kedua kakinya tak bisa bergerak, air matanya terus mengucur deras di pipinya. Dadanya seperti di timpa bom atom yang meledak-ledak.

Tiba-tiba sebuah tangan kekar yang besar menutup mulutnya dengan sangat rapat dan menyeret tubuhnya masuk ke dalam kamar dengan sangat cepat, saat itu pintu kamar memang terbuka lebar.

Jarak antara kamar dan ruang tamu pun memiliki sekat dan tirai sehingga tidak akan ada yang menyadari jika Zayna sedang mengintip Drake.

“GLUDAK…!”

“Apa itu!” Sahut si wanita.

Drake juga langsung menoleh ke arah suara tersebut.

“Jangan-jangan istrimu…” wajah wanita muda itu mendadak pucat.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!