HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Pagi ini ada beberapa layar yang di tempatkan di beberapa sudut kampus, untuk melihat upacara wisuda yang di gelar di dalam aula utama kampus.
Di deretan kursi paling depan, terlihat Ronald duduk dengan memakai toga, dari sekian banyak nya mahasiswa yang di wisuda, hanya Ronald yang selalu menjadi pusat perhatian.
Dan di deretan kursi satunya di tempati oleh para wali, dan juga beberapa tamu undangan, termasuk kedua orang tua Ronald yang duduk di kursi paling depan.
Upacara wisuda kali ini memang sengaja di gelar sangat mewah, dari dekorasi hingga cemilan yang di sediakan, di karnakan upacara wisuda kali ini di hadiri oleh seseorang yang menjadi donatur utama sekaligus donatur tetap universitas Pamela.
Di asrama Luna bangun kesiangan, hari ini dia memang libur, tapi dia berencana untuk mengucapkan selamat pada Ronald, sekaligus ingin menceritakan apa yang dia lihat semalam tentang Hazel.
Luna bergegas mandi dengan sangat cepat, setelah itu dia sedikit memakai make up untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matanya, karna semalam dia tidak bisa tidur, dan baru tidur di jam empat pagi.
Setiba di kampus acara wisuda sudah di mulai, dengan ucapan sambutan sambutan yang di sampaikan oleh Rektor, dosen dan beberapa petinggi kampus.
Luna memilih duduk di area halaman aula kampus, sembari menyaksikan acara wisuda dari layar besar, di samping Luna juga ada David dan Kenzo yang juga sama sama menyaksikan upacara wisuda sahabatnya.
''Kak David'' sapa Clara yang baru datang, dan langsung saja duduk dan bersandar di bahu David.
''Aku enggak di sapa nih'' ujar Kenzo.
Clara memutar bola matanya malas. ''Aku masih kesal sama Kak Kenzo, jadi enggak usah nyapa nyapa aku dulu'' cetus Clara.
Dengan tangan bersedekap, Kenzo terkekeh pelan melihat Clara yang masih kesal padanya.
Di samping mereka Luna hanya diam saja, dia juga tidak ada niatan untuk menyapa Clara.
Tapi setelah beberapa saat kemudian Luna di buat penasaran, karna Hazel belum terlihat batang hidungnya, apa mungkin Hazel masih di hotel bersama pria paruh baya itu pikirnya.
''Cla, Hazel mana?'' tanya Luna basa basi.
Clara menoleh pada Luna yang duduk di sebelah kiri Kenzo.
"Hazel lagi jemput Ibunya di bandara'' jawab Clara.
''Apa dia gak akan datang, lihat Ronald di wisuda?'' tanya David.
''Katanya sih datang, mungkin agak telat'' jawab Clara.
Luna hanya diam mendengarkan, tapi dia penasaran apa Clara tidak tahu kalau semalam Hazel menemui pria paruh baya di hotel pusat kota.
Saat ini semua yang sedang menonton upacara wisuda, di buat heboh ketika ketua rektor memperkenalkan seorang pria paruh baya yang menjadi satu satunya donatur di universitas Pamela, tak hanya itu ketua rektor juga memperkenalkan orang itu sebagai satu satunya alumni universitas Pamela yang paling sukses di dunia bisnis, yang semakin membuat heboh para mahasiswa dan mahasiswi, di tambah postur wajahnya yang masih terlihat tampan dan gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi, membuat para mahasiswi banyak yang terkesima.
Tapi yang lebih kaget saat ini adalah Luna, dia ingat betul kalau pria itu yang semalam masuk hotel bersama Hazel.
"Oh, jangan jangan Hazel masuk ke universitas ini di biayai oleh orang tua itu" batin Luna yang semakin menganggap murah harga diri Hazel.
Di atas podium di dalam aula Ronald tersenyum dengan sopan, saat orang yang di sebut sebagai donatur utama itu memberikan plakat penghargaan sebagai lulusan terbaik summa cumlaude untuk Ronald, dan masih banyak lagi yang di dapatkan oleh Ronald.
''Paman bangga sekali denganmu'' ucap pria paruh baya itu sembari menepuk nepuk bahu Ronald.
''Terimakasih Paman'' balas Ronald dengan tersenyum menatap pria paruh baya di depannya.
Tepat jam sebelas siang upacara wisuda sudah usai, para orang tua yang menghadiri upacara wisuda putra atau putrinya, banyak yang mengambil gambar sebagai kenang kenangan termasuk Ronald.
''Hazel sama Ibunya kok belum datang ya'' gumam Ibu Ronald sedikit khawatir.
''Barusan Hazel kirim pesan, katanya macet, tapi sudah hampir sampai kok'' tukas Ronald.
Saat Ronald keluar dari aula, kedua sahabatnya, Clara dan juga Luna bergegas menghampirinya untuk mengucapkan selamat atas kelulusannya sebagai sarjana S1.
''Sorry, kami enggak bawa buket seperti yang lain'' tukas David.
''Enggak perlu juga, ucapan selamat dari kalian itu sudah cukup'' sahut Ronald.
Tapi berbeda dengan Luna, dia memberikan sebuah kotak kecil pada Ronald.
''Nald, nih buat kamu, sebagai ucapan selamat atas kelulusanmu, tolong di terima ya'' ucap Luna.
Ronald agak ragu untuk menerimanya, tapi dia juga tidak enak jika menolak pemberian Luna, bagaimanapun juga mereka juga berteman, dan akhirnya Ronald menerimanya.
''Terimakasih''
''Sama sama'' balas Luna.
David dan Kenzo saling senggol melihat Luna memberi hadiah pada Ronald.
''Kak Ronald''
Semua orang menoleh dan melihat Hazel berjalan menghampiri Ronald, lalu memberikan sebuah paperbag dengan logo dari brand ternama.
''Selamat atas kelulusannya, maaf aku terlambat'' ucap Hazel.
Ronald menerima hadiah dari Hazel dengan tersenyum, tapi sebelum itu dia lebih dulu memberikan hadiah yang di berikan oleh Luna pada David, lalu Ronald mengusap pucuk kepala Hazel dengan lembut.
''Terimakasih atas ucapan selamatnya dan juga hadiahnya'' ucap Ronald.
''Sama sama'' balas Hazel
Luna yang melihat kemesraan Ronald dan Hazel sudah tidak tahan lagi, lalu dia mendorong bahu Hazel dengan kasar, untung saja Ronald dengan sigap menarik tangan Hazel, dan mendekapnya di pelukannya.
Akhhh
''Apa yang kamu lakukan, ha!'' bentak Ronald marah suaranya menggelegar, membuat semua orang yang berlalu lalang menoleh karna terkejut, begitu juga dengan David, Kenzo dan Clara mereka juga tak kalah terkejutnya, karna ini kali pertamanya mereka melihat Ronald membentak orang.
Luna sendiri juga tercengang, karna Ronald membentaknya.
''Nald, asal kamu tahu, Hazel dia tidak sebaik itu, dia sudah berselingkuh di belakangmu'' ucap Luna lantang, membuat semua orang menatap ke arah Hazel.
Dan perlahan satu satu orang yang berkerumun di sana mengeluarkan ponselnya masing masing untuk merekam pertengkaran Hazel dan Luna, mereka berfikir kalau Luna yang menyukai Ronald dari dulu pasti sedang berusaha memisahkan Ronald dari Hazel, apa lagi tadi pagi berita pertunangan Ronald dan Hazel yang akan di gelar malam nanti sudah tersebar di komunitas kampus.
Mendengar tuduhan Luna padanya, Hazel langsung melepaskan diri dari pelukan Ronald dan menampar Luna.
Plakk
''Kenapa kamu bisa bicara seperti itu tentangku?, aku enggak pernah selingku, jangan menyebar fitnah'' tukas Hazel dengan tatapan dinginnya.
Luna terkekeh pelan. ''Aku tidak menyebar fitnah, tapi itu kenyataan yang aku ketahui semalam, sayangnya semalam ponselku kehabisan batrai, jadi aku tidak bisa ambil gambar saat kamu dengan pria itu masuk ke hotel'' ucap Luna dengan menatap jijik Hazel.
Seketika Hazel mengerutkan dahinya mendengar apa yang di katakan oleh Luna, apa semalam Luna melihatnya datang di hotel.
''Luna, kamu jangan menuduh Hazel sembarangan'' ucap Ronald dengan marah.
''Aku tidak menuduh sembarangan, aku semalam melihat dengan mata kepalaku sendiri, dan kamu tahu pria itu donatur kampus kita'' ucap Luna membuat Hazel, Ronald dan Clara melongo.
Sedangkan David dan Kenzo terkejut bukan main, bagaimanapun juga mereka tahu kalau Luna bukan tipe orang yang suka berbohong.
''Ada apa ini?''
Semua orang menoleh, dan melihat ketua rektor, orang tua Ronald, dan juga orang yang menjadi donatur kampus yang bergandengan dengan wanita paruh baya yang sangat cantik.
''Ini Clara'' sapa pria yang di kenal sebagai donatur kampus itu.
''Halo Paman William, halo Bibi Rahel'' sapa Clara tersenyum.
Luna terkejut ternyata Clara dan pria yang di panggil Willliam itu saling kenal satu sama lain.
''Ada apa kalian ribut ribut?'' tanya ketua rektor lagi.
Clara langsung bersuara dengan lantang. ''Ini Pak, Luna nuduh Hazel berselingkuh dengan Paman William''
William seketika membulatkan matanya, dan menatap Luna dengan tajam.
''Kamu tahu siapa Hazel, dia itu putri kandung saya'' tukas William dengan tegas.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....