NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Edgar Hadinata

"Maaf, pertemuan kita diundur saja minggu depan. Kakek saya pergi dari rumah." Edgar, ceo yang diundang Richi sekaligus temannya itu mohon diri. Edgar dan asistennya bergegas meninggalkan Richi dengan pikiran kalut. Dia sangat berharap bisa bekerja sama dalam binis fashion dengan Edgar.

Namun, semua rencananya tertunda karena Ameera yang hendak dia perkenalkan malah tidak hadir. Padahal jadwal Edgar sangat padat, butuh waktu lama hanya untuk membuat janji temu dengannya.

Saat dia berhasil membujuk Edgar, malah kejadian seperti ini. Kalau sama orang lain, mungkin Edgar sudah membatalkan pertemuan. Untunglah tadi dia bilang pertemuan ditunda. Jadi masih ada harapan untuk mereka.

"Suster, boleh saya pergi sebentar, ada urusan penting yang harus saya lakukan. Nanti saya kembali lagi kemari." bujuk Ameera pada suster jaga.

"Maaf, Bu. Ibu belum boleh pergi, sebelum pasien selesai dioperasi." ucap suster itu tegas. Ameera mendengus kesal tidak menduga akan terjebak dengan kejadian seperti ini. Ameera kembali duduk di ruang tunggu.

Lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Richi.

"Mas, maafkan Ameera, tidak bisa hadir. Karena kakek yang saya tolong harus menjalani operasi. Saya tidak bisa meninggalkan rumah sakit sebelum operasi selesai," desah Ameera pasrah bila dimarahi Richi karena telah mengecewakannya.

"Tidak apa-apa. Pertemuannya ditunda karena Pak Edgar juga mendadak ada urusan." Richi menenangkan hati Ameera

"Oh, ditunda ya, Mas?" sahut Ameera lega.

"Iya, bagaimana keadaan kakek yang Mbak tolong? Apa keluarganya sudah datang?" ucap Richi lagi.

"Itulah masalahnya, Mas. Si kakek tidak ada tanda pengenal. Jadi tidak tau gimana menghubungi keluarganya."

"Ya udah, tenang aja Mbak. Bentar lagi saya nyusul Mbak ke rumah sakit."

Dikediaman kakek Edgar

"Bi, bisa-bisanya kakek pergi tanpa ada yang tau. Saya 'kan sudah wanti-wanti agar kakek diawasi  terus. Kakek itu sudah pikun, beliau pasti lupa jalan pulang." Edgar memarahi para ART di rumah kakeknya.

Semuanya menunduk diam tidak satupun yang berani menatap Edgar. Terlebih dalam keadaan emosi yang memuncak seperti saat ini.

"Gimana ceritanya sampai kakek bisa keluar dari kamarnya?" ucap Edgar lagi karena penasaran. Biasanya kakeknya menghabiskan waktunya seharian dalam kamar.

"Tadi kakek meminta duduk-duduk di teras. Bosan katanya di kamar terus." jelas Bi Asih kepala ART. "Bibi dan Ijah mengawasi kakek sampai kakek minta makan siang. Tapi katanya makan di teras saja. Bibi dan Ijah pergi sebentar mengambil makan siang kakek. Tapi, kakek sudah tidak ada saat kami kembali. Kami cari disekitar taman tidak ada. Padahal pintu gerbang terkunci, bagaimana bisa kakek keluar." Bi Asih menuturkan kronologi menghilangnya kakek.

"Apa ada tamu yang datang? Trus siapa yang bukain pintu gerbang? Kakek tidak mungkin mampu membukanya kecuali ada yang bantu." Ungkap Edgar penasaran.

Edgar bergegas memeriksa CCTV. Memang terlihat dilayar monitor ada seseorang membuka pintu gerbang. Tapi cuma tangan yang nampak. Sementara wajahnya sepertinya sengaja disembunyikan.

"Apa memang ada yang sengaja menculik kakek? " monolog hati Edgar melihat rekaman itu. Terlihat di layar monitor kakek turun dari teras menghampiri pintu gerbang dan keluar. Tidak ada mobil yang melintas terlihat di jalan. Berarti kakeknya jalan kaki meninggalkan rumah.

Edgar meremas rambutnya hingga acak-acakan. Wajah kusut memikirkan nasib sang kakek. Ini kali ketiga kakeknya pergi dari rumah tapi segera ditemukan tetangga dan diantar ke rumah. Kakeknya juga tidak akan sanggup jalan jauh karena radang sendi di lututnya.

Lantas kenapa tidak ada yang menemukan kakeknya. Ini sudah berjam-jam lamanya.

Drrrtttt

Ponsel di kantong jas Edgar berdering. Dengan sigap Edgar mengeluarkan benda pipih itu dan membuka aplikasi berlambang telepon hijau. Dokter Rio memanggil.

"Halo, Gar. Kamu dimana? Kamu pengen sekali ya kakekmu mati!" sebuah hardikan menyambar telinga Edgar. Edgar menjauhkan ponselnya dari telinganya.

"Eh, Dokter Rio ngomong apaan. Apa dokter bersama kakek saya sekarang. Bagaimana keadaan kakek?" Edgar menjejali Dokter Rio bertubi tanya.

"Terlambat sedikit saja, kakekmu sudah pindah alam. Untung saja wanita itu membawa kakek ke rumah sakit tempat aku kerja. Kami sudah melakukan tindakan operasi kecil karena ada penyumbatan dalam jantungnya. Beliau belum sadar dan sudah dipindahkan ke ruang rawat."

"Terimakasih Rio, telah menolong kakek."

"Berterimakasih saja sama wanita itu dan Tuhan."

Hem, sepertinya Dokter Rio marah besar karena keadaan kakek. Menganggap dirinya lalai mengurus kakeknya.

"Aku segera kesana, dimana ruangan kakek dirawat?" Rio menyebut ruang rawat kakek Edgar.

"Bi Asih, kakek telah ditemukan dan sedang dirawat di rumah sakit."

"Astaga, Tuan. Apa yang terjadi dengan kakek?" Bi Asih menangis  begitu mendengar keadaan kakek yang masuk rumah sakit.

"Kakek kena serangan jantung ringan, sudah dioperasi oleh Dokter Rio. Seseorang menemukan kakek pingsan di trotoar. Sudah Bi, aku mau bezuk kakek di rumah sakit."

Edgar menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah besarnya. Karena terburu-buru tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Ameera yang hendak keluar dari rumah sakit.

Merasa langkahnya terhalang Edgar kesal dan membentak Ameera.

"Woi, jalan jangan sambil melamun!"

"Eh, situ yang nabrak aku, kok malah balik marah."  protes Ameera karena ucapan kasar Edgar. Bukannya meminta maaf malah marah-marah tak tentu arah.

"Makanya klo jalan matanya dipake," umpat Edgar sesaat sebelum berlalu. Ameera memandangi punggung Edgar sambil geleng kepala.

"Dasar pria sombong!" maki Ameera dan masih sempat terdengar Edgar. Edgar tidak peduli makian Ameera, dia harus segera tahu keadaan kakeknya.

Sebenarnya Edgar sadar kalau dialah yang salah telah menabrak Ameera. Entah kenapa Ameera  jadi sasaran kemarahannya. Mungkin karena tekanan yang dia hadapi saat mendengar kakeknya menghilang. Sehingga tanpa sadar Ameera jadi sasaran pelampiasan emosinya.

Sesampai di ruang rawat kakek, Edgar mengetuk pintu. Dokter Rio yang tengah mengawasi keadaan kakek Edgar paska operasi menoleh ke pintu. Memberi kode agar Edgar masuk saja.

"Bagaiamana keadaan kakek saya, Dok?" Edgar mengamati layar monitor.

"Sudah stabil tadi sempat tekanan darah beliau naik."

"Ayo ke ruangan saya. Ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan." Dokter muda itu mengajak Edgar ke ruangannya.

"Kok bisa kakek sampai meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kalian." Dokter Rio menatap lekat ke arah Edgar.

"Aku juga heran. Tapi sepertinya ada yang sengaja memancing kakek keluar rumah. Aku sudah periksa rekaman CCTV. Ada yang membuka pintu gerbang. Kebetulan kakek berada di teras. Bi Asih menyiapkan makan siang kakek. Saat kembali kakek sudah tidak ada."

"Aneh, lebih aneh lagi lokasi kakek saat ditemukan pingsan. Puluhan kilometer dari rumah. Gak mungkin 'kan kakek sanggup jalan sejauh itu. Beruntung kakek ditolong wanita itu dan membawanya ke rumah sakit ini."

"Apa kakek sengaja diculik? Saat melihat kakek sakit lalu ditinggalkan di jalan." ungkap Edgar berspekulasi. ***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!