NovelToon NovelToon
Dokter, I Love U.

Dokter, I Love U.

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: cietyameyzha

Warning📢

Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌


Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.



Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.


Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.



Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?


Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?


Simak terus ya Say😉


Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5


Haturnuhun😁✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Angin malam berhembus menerbang setiap cerita di siang hari. Menyisakan rasa lelah dan penat yang berkecambuk dalam diri. Percakapan Ferdy dan Syasa di mobil nyatanya membuat gadis itu tersipu malu.

Mobil Ferdy tiba di halaman depan rumah Mamnya. Seperti biasa Mang Rahmat selalu menyambutnya dengan gembira.

Setelah memberikan kunci mobil dan oleh-oleh untuk Mang Rahmat. Ferdy, Nabila, Raka dan Syasa masuk ke dalam rumah.

Raka dan Syasa melongo melihat rumah orang tua tetangganya itu mewah layaknya istana. Mata Raka jelalatan menyusuri setiap inci rumah ini.

"Kak, rumah orang tua Dokter Ferdy cakep bener," bisik Raka.

"Iya, Kakaknya juga takjub liatnya. Kira-kira lantainya dipel pakai apa, ya? kok bisa lantainya kinclong gini kaya panci baru beli," jawab Syasa.

"Pake emas batangan kali, Kak," timpal Raka.

"Beda banget ma lantai rumah kita. Dipel lima kali juga tetap bae buluk! Kaya muka kamu, Dek," ledek Syasa.

"Sembarangan. Muka ganteng kaya Irwansyah kaya gini dibilang buluk! Kayaknya mata Kakak mulai rabun!" protes Syasa.

Syasa mencubit kecil pinggang Adiknya. Syasa heran kenapa ia ditakdirkan memiliki Adik yang mulutnya lemes seperti Emak-Emak.

"Assalamualaikum," ucap Ferdy.

Bu Indri dan Pak Gunawan menyambut hangat cucu kesayangan mereka. Nabila memeluk erat Oma dan Opanya.

"Kamu bawa siapa, Nak?" tanya Bu Indri pada Ferdy.

"Itu Tante Syasa sama Om Raka, Oma," pangkas Nabila.

"Mereka itu yang suka main sama Bila selama di rumah Papa," lanjut Bila.

"Oh. Mari duduk! Perkenalkan nama Tante Bu Indri, Ibunya Ferdy," tutur Bu Indri. " dan ini, Papanya Ferdy. Namanya Om Gunawan."

Syasa dan Raka mengangguk, kemudian menyalami satu per satu tangan orang tua Ferdy.

"Ayo duduk, Nak!" ajak Bu Indri.

"Iya, Tante," sambut Syasa.

Syasa, Raka, Nabila dan Pak Gunawan duduk di kursi, sedangkan Ferdy ke laintai atas menuju kamarnya. Bu Indri pergi ke dapur untuk membawakan minuman untuk mereka.

Syasa dan Raka sangat canggung berada di tengah-tengah keluarga ini. Apalagi Pak Gunawan tidak mengajak mereka berbicara.

Bu Indri datang dengan membawa nampan berisi minuman. Ia dengan sopan menyimpan gelas berisi minuman satu per satu di meja sambil berkata, " Ayo, diminum! Kalian pasti haus habis perjalanan jauh."

"Terimakasih, Bu," ujar Syasa dan Raka bersamaan.

Raka yang memang sedikit somplak, tanpa ragu-ragu menghabiskan satu gelas penuh es jeruk. Tenggorokannya sangat kering, Dokter tampan itu tidak menepi sekalipun selama di perjalanan tadi.

"Alhamdulilah, segarnya," celetuk Syasa.

Pak Gunawan dan Bu Indri hanya tersenyum melihat kelakuan seorang gadis, yang tidak berpura-pura anggun di depan orang lain.

"Pa, anak gadis ini siapanya Ferdy ya?" bisik Bu Indri.

"Mana Papa tahu, Ma. Kan, Ferdy baru membawanya kesini," jawab Pak Gunawan.

"Tapi kayaknya gadis ini ada hubungan spesial dengan anak kita,"

"Biar nanti kita tanyakan langsung ke Ferdy saja,"

Syasa menggigit bibir bawahnya, tatkala sadar es jeruk itu sudah tumpah masuk ke dalam perutnya.

"Yaelah, Sya. Angun dikit napa depan camer," batin Syasa.

Syasa tersenyum kikuk. Ia merasa malu melihat orang tua Ferdy memandangnya dengan tatapan tidak bisa diartikan.

"Maaf, Tante. Jangan salahin Syasa, ya karena langsung ngabisin minumannya. Salahin aja anak Tante, yang engga kasih minum Syasa selama dijalan," lontar Syasa.

Seketika Syasa membungkam mulutnya dengan kedua tangan. Ia mengutuk mulut yang tidak bisa diam ini.

"Kalau manusia. Udah Syasa kutuk ni mulut kaya maling kundang jadi batu," batin Syasa.

Bu Indri dan Pak Gunawan tidak kuat menahan tawa. Mereka baru melihat gadis sepolos dan sejujur Syasa.

"Tidak apa-apa, Nak. Kalau masih haus biar Nanti Tante Indri yang membawakannya lagi," sahut Pak Gunawan.

"Iya. Nanti biar Tante jewer anak Tante itu. Biar tahu rasa!" timpal Bu Indri.

Nabila yang mendengar Omanya akan menjewer Papanya tertawa. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Papanya saat dijewer.

Ferdy yang baru saja kembali dari kamar, dikejutkan dengan teriakan Nabila.

"Tuh, Papanya Oma. Katanya mau dijewer! teriak Nabila.

"Loh, kok Papa tiba-tiba mau dijewer. Memang Papa salah apa, Sayang?" tanya Ferdy kebingungan ..

"Papa udah bikin Tante Syasa kehausan," jawab Nabila.

"Kata siapa?".

"Kata Tante Syasa," sahut Nabila polos.

Syasa yang merasa menjadi tersangka, segera memperlihatkan deretan giginya. Ia takut Ferdy menatapnya seperti saat di kantin dulu.

Ferdy hanya menggelengkan kepala sambil menatap Syasa. Tatapannya tajam bahkan lebih tajam dibandingkan mulut netijen.

"Apa benar kamu membiarkan gadis semanis ini kehausan, Fer?" tanya Pak Gunawan pada Ferdy.

"Maaf, Pa. Ferdy takut kemalaman sampai sini, makanya Ferdy memilih jalan terus," tutur Ferdy.

"Lain kali jangan seperti itu! Kasian anak orang kamu siksa!" tegur Bu Indri.

Malam itu mereka berbincang-bincang. Menikmati perkenalan diantara mereka. Bu Indri sangat menyukai sikap Syasa. Mereka bahkan tidak segan-segan tertawa bersama.

Hingga tiba di mana Nabila merasa mengantuk. Ia merengek meminta Syasa menemaninya ke karmar.

Dengan sedikit malu, Syasa menemani anak kecil yang sudah terlanjut dekat dengannya itu. Syasa dengan telaten menyanyikan Nabila sambil tangannya mengelus rambut anak itu.

"Tante, " kata Nabila.

"Iya, Sayang," sahut Syasa.

"Bila seneng... banget bisa ketemu sama Tante Syasa. Tante orangnya baik dan selalu jaga Bila," kata Nabila dengan wajah polosnya.

"Tante juga seneng bisa kenal sama anak semanis, Bila." gadis itu mencubit pelan pipi cubby milik Nabila.

"Tante janjikan bakal nemenin Nabila terus? Kan, kata Papa nanti Tante sama Papa mau kasih Bila Adek Bayi,"

Syasa tersenyum. Anak ini seperti kesepian. Terlihat dari pancaran mata Nabila yang sangat merindukan sosok Ibu di dekatnya.

Setiap Syasa memeluk Nabila. Anak ini selalu membalas pelukannya dengan erat, seakan ia tidak ingin momen hangat ini cepat berlalu.

Seketika tidak terdengar lagi ocehan kecil dari mulut Nabila. Syasa menatap iba pada wajah imut tidak berdosa ini. Ia tidak tahu bagaimana perjalanan hidup Nabila. Siapa Ibunya, atau seperti apa wajah orang yang telah melahirkan Nabila.

Syasa hanya bisa memberikan sedikit kasih sayang, untuk sekadar melepaskan kerinduan Syasa akan sosok seorang Ibu.

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka. Ferdy masuk ke kamar Nabila, yang di dalamnya masih ada Syasa sedang termenung.

"Apa Bila sudah tidur, Sya?" tanya Ferdy.

"Astagfirullah. Pak Dokter kalau masuk ketuk pintu dulu napa!" ketus Syasa.

"Maaf," cicit Ferdy.

"Bila udah tidur, Pak Dokter," ucap Syasa. "kalau begitu, Syasa keluar dulu."

Gadis itu hendak berlalu, namun Ferdy menghentikannya dengan pertanyaan yang mengejutkan.

"Apa kamu mau menikah dengan saya?" tanya Ferdy.

...****************...

BERSAMBUNG~~~

Mohon dukungannya untuk Author dengan cara like, coment dan vote sebanyak-banyaknya😍😍

1
s e n j a✨
ga sesuai ama khayalanku visual syasa.. kirain yg kek gadis lugu polos gitu mukanya.. ini lbh cocok jd Bu mirna/Facepalm/
𝑆𝐸𝑁𝐺ᵟᴷᵁᴺᴵ
masuk rak.
Susi Andriani
Kecewa
@@Ayyaa@@
olahraga pipi ya.. Syasa
😆😆

saya mampir.. othor
Dharni Dharmawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aisya_
ciieee bakal ada yg CLBK nih... wkwkwk
aisya_
masih bingung sbnrnya kang gendong bnr tulus cinta gak sih sama syasa
Dewi Sartika Manalu
good
Endah Fitriyani Pipit
kayanyababang fei dech
Herta Siahaan
syasa hamidun pasti bang gendang geger dibuat
Herta Siahaan
duh Thor jgn biarkan manusia gila seperti Mila merusak Ferdy sekeluarga dan sasaya
Herta Siahaan
asli matai kutu babang dokter ama hon hon
Eka Widya
tambah satu lagi saingan kang kendang
Juarsih Putri
aku mampir Thor,,akang gendang ah baru pertama baca Udeh bikin sakit perut🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Cuhayanih
Kalo dok Ferdy jujur sama syasa apakah rasa cintanya akan berkurang pada kang gendang nya.ko aku jd ragu ya....
Yani Cuhayanih
Gadpol sya jgn bikin kendor ngejar dok Ferdy ....wkwkwk.....
Yani Cuhayanih
Aku pusing sama goyanganya syasa semoga bukan iklan pasta gigi kalo mo pamer senyum bukan pamer thor itu masalah BB.....maaf baru hadiiir jd masih mencerna ceritanya bukan masalah lambung .....
Intan Sistanti
baru jga bab 1 udah bikin gemes, hehhehe
abdan syakura
oohh kak Ciety dr Sunda yaaa
abdan syakura
aiiishhhh
akang Ferdy...
love love dah ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!