NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 18

Rayhan sedikit merasa bersalah karena telah membuat keluarga nya menunggu. Ia lupa bahwa hari ini keluarganya yang di Jepang datang berkunjung. Dan ia malah datang terlambat.

Lampu lalu lintas berganti merah. Rayhan sedikit memukul stir mobil karena kesal. Ia tak mau membuat keluarganya menunggu lebih lama lagi.

Drrt Drrt

Ponsel itu kembali berdering. Rayhan segera memakai airpods dan menghubungkan telepon itu via bluetooth.

"Halo Rayhan?" Terdengar suara seorang wanita dari seberang sana yang berbicara dengan bahasa Jepang.

"Iya, Ma? Maaf Rayhan telat." Ujar lelaki itu.

Rambu lalu lintas berganti hijau dan Rayhan segera kembali menjalankan mobilnya.

"Kau darimana saja? Apa kau sedang di club malam?" Goda sang ibu.

"Mana ada! Aku tidak pernah datang ke tempat yang seperti itu. Mama jangan mengada-ada." Seru Rayhan dongkol. Sejak dulu sang ibu memang selalu menggodanya.

Sang ibu tertawa, "Kesana juga tidak apa-apa kok, kau sudah cukup dewasa juga."

"Mama~~ Meski aku sudah dewasa, aku tidak akan pernah melakukan hal tidak senonoh seperti itu hanya untuk kesenangan sesaat. Aku tadi habis berdiskusi bersama Tuan Arsene di kediamannya."

"Haha, kau memang selalu seperti itu. Tidak apa-apa jika kau terlambat, jangan terburu-buru. Ini hanya acara makan bersama saja." Ujar sang ibu.

"Hmm, baiklah kalau begitu."

Mata sipitnya seketika menoleh ke arah trotoar saat ia melihat seseorang yang familiar. Orang itu menunduk dengan pundak yang bergetar.

Orang itu membuat Rayhan penasaran.

"Ma, aku tutup dulu teleponnya." Setelah mematikan telepon sepihak, Rayhan segera menepikan mobilnya.

Dibukanya kaca mobil saat orang itu berjalan melewatinya.

"Grisha?"

Seseorang yang dipanggil Grisha itu seketika terlonjak saat seseorang tiba-tiba memanggil namanya. Benar saja, itu Grisha. Gadis itu tampak linglung dengan wajah yang basah karena air mata. Melihat itu, Rayhan mengerutkan keningnya.

Ia merasa ada yang tak beres.

"Rayhan?" Grisha segera menghapus air matanya lantas memasang senyum lebarnya. Namun sayang, Rayhan tak dapat tertipu lagi kali ini.

Lelaki yang selalu tersenyum itu kini hanya diam dengan sorot mata yang Grisha belum pernah lihat sebelumnya.

"Masuklah."

"T-tidak usah..aku mau--aku mau kesana--"

"Kau tidak punya tempat tujuan, bukan?"

Grisha bungkam. "Bagaimana ini? Rayhan pasti sudah curiga!" Batinnya was-was.

"Tidak, aku mau ke---"

"Masuklah, aku tau kau berbohong. Tidak usah mengelak dariku."

Grisha kembali diam. Percuma pikirnya, Rayhan pasti sudah mengetahuinya.

Dengan lesu, Grisha pun masuk ke dalam mobil tersebut. Grisha hanya menunduk sembari sesegukan. Ia rasa, ia tak perlu lagi menunjukkan senyum palsu lagi pada lelaki disampingnya. Karena ia yakin, Rayhan sudah menyadarinya.

"Kau mau kemana?" Tanya Rayhan dengan nada yang lembut. Mendengar suara halus penuh perhatian itu, entah kenapa membuat mata Grisha kembali memanas.

"Aku...tidak tau..." Lirih Grisha, dan lelehan air mata itu turun juga.

Rayhan menghela nafas sejenak, "Kau...kau kabur kan?" Tanya nya yang mana membuat Grisha reflek mendongak dengan mata sembab yang terbelalak.

"Tidak usah khawatir, aku tidak akan memberi tahu siapapun." Entah keberanian dari mana, ia berani mengusap surai panjang Grisha yang sedikit berantakan karena tertiup angin malam.

"Apa Tuan Xeno berbuat sesuatu padamu?" Tanya Rayhan sehalus mungkin. Ia tak ingin membuat gadis yang tengah menahan tangis itu semakin terluka.

"Dia mengurungku..."lirih Grisha. Kedua tangannya gemetaran.

Rayhan melirik ke arah tangan gadis itu dan seketika berjengit terkejut. Kedua telapak tangan Grisha memerah dan lutut kanan gadis itu terluka!

"Astaga! Apa yang terjadi padamu?"

Rayhan segera mencari kotak P3K dan tanpa banyak bicara langsung mengambil tindakan untuk mengobati luka itu.

Grisha hanya diam, ia tak punya tenaga untuk menolak maupun berpura-pura baik-baik saja. Ia tak sanggup lagi.

"Darimana datangnya luka-luka ini? Kenapa kau berkeliaran dengan keadaan seperti ini?" Tanya Rayhan beruntun.

"Aku mencoba kabur lewat jendela pakai untaian kain tapi aku terjatuh." Sahut Grisha sesegukan. Kedua mata gadis itu sembab, sepertinya ia sudah lama menangis.

"Astaga..." Rayhan hanya bisa geleng-geleng saja.

Lelaki itu meminta izin untuk melipat sedikit celana training Grisha agar lebih mudah mengobati luka dikakinya. Gadis itu hanya mengangguk sebagai respon, namun Rayhan tak mempermasalahkannya.

Namun saat ia melihat tulang kering Grisha yang terdapat ruam ungu yang pekat, ia merasa ngeri sendiri. Semua luka ini tidak wajar!

"Luka apa lagi ini Grisha?!" Rayhan tanpa sadar telah meninggikan suaranya.

Grisha melirik ke arah luka yang dimaksud Rayhan dan berujar dengan enteng, "Oh, itu bekas luka kaki ku yang patah ringan karena Xeno yang mematahkannya."

Rayhan membolakan matanya, kaget bukan main. "Apa?? Tuan Xeno yang mematahkannya?!" Tanya nya yang hanya dijawab anggukan oleh yang bersangkutan.

"Astaga...."

Rayhan bersandar pada jok dibelakangnya seraya mengurut pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening.

"Sudah kuduga ada yang tak beres!"

Grisha sedikit terkejut karena baru pertama kali melihat Rayhan yang biasanya sangat sopan bisa berseru nyaring seperti itu.

"Aku sudah merasakan kejanggalan semenjak masuk kerumah kalian. Gerak-gerik kalian cukup untuk membuktikannya."

Lelaki itu menghela nafas berat lalu menoleh pada Grisha yang tampak masih shock.

"Jika kau tidak keberatan. Maukah kau menceritakan semuanya padaku? Aku tak bisa mengabaikan ini begitu saja. Kau temanku, dan aku tak bisa membiarkanmu terus terluka seperti ini. Tolong jelaskan padaku, Grisha!" Ujar Rayhan bersungguh-sungguh.

Grisha menggigit bibir bawahnya. Air matanya turun juga. Entahlah, Grisha tak bisa menahan diri bila bersama lelaki itu. Grisha tak mampu berpura-pura lagi pada lelaki yang sudah berbaii hati cemas padanya.

Pada akhirnya, Grisha menceritakan semuanya. Bagaimana awal orang tua Xeno memilihnya dan menjodohkannya dengan Xeno yang ternyata bermuka dua dan egois. Bagaimana kesehariannya yang terkurung dan dikekang. Dan bagaimana Xeno menyakiti hati dan fisiknya...

Setelah Grisha selesai bercerita, Rayhan hanya terdiam.

"Itulah kebenarannya. Aku dan Xeno hanya berpura-pura menjadi pasangan yang bahagia. Kau bisa pulangkan aku sekarang."Ujar Grisha seraya sesekali menggosok hidungnya yang berair.

Ia sudah pasrah jika Rayhan akan menyuruhnya pulang.

"Tidak."

Ucapan singkat Rayhan membuat Grisha kebingungan.

Lelaki itu menoleh dengan tatapan tegas, "Aku tidak bisa membiarkanmu kembali ke rumah itu saat ini."

Mobil itu tiba-tiba melaju entah kemana, Grisha pun tak tau.

"Kita akan kemana?"

"Hotel."

"Hah?!!" Grisha terbelalak dengan wajah sembab yang menggemaskan. Membuat Rayhan terkekeh..

"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku hanya memesankan kamar untukmu lalu pulang. Aku tau, kau butuh waktu untuk sendiri saat ini. Maaf, aku tidak bisa membawamu ke rumahku karena keluargaku sedang berkumpul. Aku juga tak yakin kau mau menginap dirumahku, karena ku tau kau wanita baik-baik." Ujar Rayhan panjang lebar.

"Terima kasih."

Grisha merasa lega. Entah kenapa ia merasa seolah ada beban yang sedikit terangkat setelah menceritakan masalahnya pada seseorang.

Gadis itu menoleh keluar jendela mobil. Ia menatap langit malam yang mana mengingatkannya pada sang suami.

"Sepertinya besok riwayatku akan habis." Lirihnya mengingat ancaman Xeno yang tak pernah main-main.

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!