Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19. Pertengkaran
Sesampainya di kamar, Reza mengunci kamar itu setelah melepas genggaman tangannya.
"Kenapa kamu mencelakai Sella" Reza menatap Gadis dengan intens kini keduanya bertatap muka.
"Sudah aku katakan, aku tidak melakukan apa apa kak", Gadis itu sedikit demi sedikit melangkah mundur karna Reza terus melangkah maju dengan tatapan Kesal.
Ayo Fania,, Kamu harus berani melawan Lelaki ini, karna kamu gak salah ~ Fania
"Kamu mendorongnya, sama saja kamu mencelakai Sella"
"Asal kakak tau, Justru dia yang telah mendorong aku kak", Fania makin emosi karna Reza masih terus membela Sella dan tidak mempercayainya.
"Apa kamu marah, karna tadi aku selalu bersama Sella,mangkanya kamu mendorongnya,, bukannya kamu juga bersama laki-laki tadi " .
Pertengkaran terjadi di antara keduanya, Untung kamar tersebut Kedap suara jadi tidak ada yang mendengarnya.
Karna Gadis itu terus mundur,akhirnya punggungnya kebentur tembok dan ia tidak bisa bergerak lagi, karna Reza menguncinya dengan tangan menempel ke tembok.
"Kenapa kak Reza terus belain dia, Apa karna Kakak mencintai dia? iya? ,kenapa gak menikah dengan dia saja, kenapa harus menikah denganku, bukannya yang kak Reza lakukan tadi dengan tidak mengenalkanku sebagai istri karna permintaan Om bimo,Sekalian Nikahin dia,lalu ceraikan aku" , Fania sungguh merasa kesal,sekarang ia sudah bisa melawan perkataan suaminya,
CUUPP
Reza mencium bibir gadis itu beberapa detik ,karna sudah berbicara panjang lebar.,Fania mendorong tubuh Reza dan menutup mulutnya dengan tangannya,Wajah gadis itu makin tersulut emosi karna Reza menciumnya.
ini orang gila apa gimana sih, bisa bisanya menciumku dengan situasi seperti ini ~ Fania
Beraninya mengatakan kata cerai kamu fania ~ Reza
"Aku tidak membela siapapun,aku hanya membela kebenaran di sini, dan berani sekali kamu mengatakan kata Cerai" Reza memegang dagu gadis itu
Dengan Cepat Fania menepis tangan suaminya.
"Kamu yakin apa yang kamu lihat itu benar, kamu tidak melihat dengan detail kebenarannya, kamu hanya melihat aku saat Sella jatuh ,apa itu bisa di sebut kebenaran" Kini Fania menyebut Reza dengan kata KAMU, mungkin karna ia tersulut emosi hingga tidak menyadarinya.
"Kamu bilang apa,,jaga bahasamu Fan" Reza menekan Kalimatnya, Ntah kenapa Reza tidak menyukai nya Fania mengatakan Kata Kamu.
Fania hendak melangkah ke kamar mandi, ia bermaksud ingin menyudahi pertengkarannya walau Reza masih belum mempercayainya, ia sudah merasa lelah, karna ini baru pertama kalinya dirinya melawan seorang laki laki.
"Tunggu,,mau kemana kamu?,, Apa ini caramu menyelesaikan masalah,", Reza mencegah Fania pergi ke kamar mandi.
Gadis itu hampir membuka pintu kamar mandi tapi ia urungkan niatnya ,posisinya ia sekarang berdiri di depan kamar mandi dengan membelakangi Reza .
"Aku harus menjelaskan Gimana lagi,Kak Reza tidak akan pernah mempercayaiku". ucapnya lirih,, kini mata gadis itu mulai berkaca kaca.
"Tapi aku lihat dengan mataku sendiri Sella jatuh di depan mu", Bentak Reza
Gadis itu menghirup nafas dalam, dan membuangnya pelan, air mata yang tadinya jatuh ia cepat hapus.
lalu gadis itu membalikkan tubuhnya mengadap Reza yang tidak jauh dari tempatnya ia berdiri saat ini.
"Apa Kamu, juga melihat Kalau aku mendorong Sella saat itu?,Kenapa Kamu lebih percaya sama gadis Ular itu" , saut Fania dengan manaikkan intonasi suaranya.
Lagi lagi Fania mengucapkan kata KAMU ke Reza.
Hal tersebut membuat darah Reza makin mendidih, Reza sangat kesal dengan bahasa yang di gunakan Fania,terlebih lagi gadis itu berbicara ketus terhadapnya.
"Apa ini yang di ajarkan orang tuamu saat bersikap pada orang yang lebih tua". ucap Reza kesal dengan alis tertaut.
Fania memegang vas bunga yang terbuat dari kaca yang ada di sampingnya,,ia remat kuat kuat vas itu lalu membantingnya.
Gadis itu menatap Reza dengan membendung buliran air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya, wajah cantik gadis itu terlihat sekali sedih dan kecewa,semburat sakit hati terlihat jelas di matanya, Reza telah mengucapkan kalimat yang bikin Fania sangat sakit hati,kenapa Reza membawa bawa Orang tua Fania di masalah ini., sedangkan gadis itu sudah tidak mempunyai orang tua sejak kecil,saat ini Fania sungguh kecewa terhadap suaminya.
"Iya aku memang tidak pernah di ajari, karna aku tidak mempunyai orang tua, PUAASSS",
Reza melihat jelas mata dan ekpresi Fania,Gadis itu masuk kamar mandi dengan mambanting pintu.
Reza merasa menyesal atas apa yang ia katakan kepada Fania, ia merasa bersalah telah mengatakan itu,Gadis malang itu sudah di tinggal orang tuanya dari kecil dan hanya Ricko lah kaka yang setia menjadikan dirinya ayah sekaligus ibu bagi Fania,dan dengan kejamnya Reza malah mengatai Fania kurang didikan orang tua.
Seandainya Reza bisa manarik lagi Ucapannya,Pria itu tidak akan mengatakan hal tersebut. Reza ambruk duduk di Sofa dengan mengacak rambutnya frustasi.
Maafkan aku fania,,maafkan aku ~ Reza
Fania menangis sejadi jadinya di dalam kamar mandi, iya sangat kecewa terhadap suaminya, Pria itu telah memfitnahnya lalu yang bikin lebih sakit hati Suaminya telah mengatakan hal yang membuat Fania teringat kepada almarhum orangtuanya.
"Aku memang tidak mempunyai orang tua,,aku rindu mama papa,,aku rindu kalian,aku ingin ikut mama, aku benci kehidupan ini, aku benci,,aku benci" ucap Fania sambil terisak.
Gadis itu berbicara sendiri di kamar mandi dengan duduk sambil memeluk kedua kakinya,menangis tersedu sedu.
"Kak Ricko,, Aku benci kakak, aku benci kak Ricko". Ucap gadis itu sambil sesenggukan.
Reza yang mendengarnya langsung menghampiri berdiri di luar pintu kamar mandi, ia yang mendengarnya ikut merasakan nyeri di hatinya, ingin sekali ia mengetuk pintu itu, tapi niatnya ia urungkan.
_____________
Sampai 2 Jam lebih gadis itu belum keluar dari kamar mandi, dan suara tangisannya sudah tidak terdengar lagi, Reza Frustasi di buatnya, mondar mandir di kamarnya menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.
Akhitnya Pria itu mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban dari dalam sana.
lalu ia memegang knop pintu untuk membuka pintu tersebut, tapi sia sia ternyata pintu itu terkunci.
Dengan Cepat Pria itu mencari kunci cadangan yang ada di dalam laci, dan menemukannya
Terbukalah pintu kamar mandi tersebut, Fania tertidur dengan posisi duduk menekuk kaki sambil memeluknya.
Reza memopong Gadis itu,berniat memindahkannya ke Ranjang,Gadis itu tidak terbangun walau Reza menggendongnya.
Saat Reza membaringkannya di Ranjang,saat Reza hendak berdiri Fania dengan cepat memeluk tangan Reza.
"Kak Ricko, jangan tinggalin Nia, nia takut kak", gadis itu ternyata mengigau seperti ketakutan.
Terlihat sekali matanya sangat sembab masih mengeluarkan air mata, tapi tidak membuat Fania terbangun.
Reza sangat menyesali perbutannya, ia biarkan tangannya di peluk Fania, Reza membaringkan tubuhnya tidur di samping istrinya, Pria itu menatap lekat wajah gadis itu, tanganya menghapus air mata di pipi yang masih keluar dari mata gadis itu.
Kenapa aku sangat bodoh, tidak mencari kebenarannya terlebih dahulu, kenapa aku langsung menuduhnya, aku bisa kan cek cctv hotel itu untuk mencari keberannya.
Aku percaya kau tidak melakukannya Fan.
Maafin Aku , aku tidak akan mengulanginya lagi
Reza mencium dalam kening gadis itu beberapa detik.
Lalu tidur dengan memeluk tubuh istrinya.
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣