NovelToon NovelToon
Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Office Romance / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.

Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!

Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 : Terikat Kesepakatan

“Ayo kita buat kesepakatan!” sergah Dharen buru-buru turun dari ranjang rawatnya.

Dharen sengaja menghampiri Alina.

“Maksudnya?” lirih Alina penuh tanya. Namun, Dharen mengangsurkan tangan kanannya. Dharen seolah ingin Alina menjabat tangan pemuda itu. Kesepakatan—ya, Alina yakin alasan Dharen melakukannya memang untuk itu.

“Setialah padaku, ... apa pun itu, aku akan membantumu. Maksudnya, meski nantinya kamu benar-benar sudah bercerai dan bahkan menikah lagi, ... kamu tetap wajib bekerja kepadaku. Kamu wajib berisik, jangan sampai diem apalagi mirip kayak kena guna-guna kayak tadi lagi.”

“Andaipun kamu sampai menikah lagi, kamu tetap wajib bekerja kepadaku. Syukur-syukur, kamu enggak usah menikah lagi lah. Lagian, nikah yang sekarang saja, sampai di zalimi. Cuma makan hati, kan?”

Dharen berbicara panjang lebar.

“Sembarangan minta anak orang enggak nikah lagi. Kasihan orang tuaku lah, mereka pasti pengin lihat aku menikah dengan laki-laki yang lebih baik dari yang sekarang. Syukur-syukur memang yang jauh berkali-lipat lebih baik. Good looking, good rekening, dan good attitude!” ucap Alina yang kemudian menyalami tangan kanan Dharen sambil meliriknya sebal.

Karena Dharen mendelik dan pemuda itu tampak akan memak.i Alina, Alina berkata, “Kalau aku sampai enggak menikah lagi, mantanku jadi kegirangan. Joged zumba setiap saat dia. Dia pasti merasa menang dan makin leluasa mengin.jak-in.jak aku.”

“Namun jika aku makin sukses bahkan dapat jodoh seperti target dengan yang jauh berkali-lipat lebih baik dari dia. Ini ibarat balas dendam paling elegan yang memang harus aku lakukan.”

“Jadi, meski nanti aku menjanda, aku akan menjadi Alina yang lebih baik lag. Aku akan menjadi Alina yang makin sukses. Termasuk level suami pun, wajib yang lebih berkelas lagi. Andai jadi banyak yang takut menikah denganku karena mereka merasa aku enggak layak dijadikan istri dan biasanya mereka khawatir, aku sulit diatur dan sok berkuasa. Maaf-maaf saja, itu ibarat seleksi alam yang Allah lakukan. Bahwa laki-laki bermental seperti mereka enggak cocok buat aku. Aku terlalu istimewa untuk mereka!”

Setelah berbicara panjang lebar, Alina berkata, “Kenapa Bos enggak menikahi aku saja? Biar aku makin setia ke Bos. Bos paham lah, aku wanita seperti apa!” Alina benar-benar serius.

Ketika Alina tetap dengan santai menghadapi Dharen. Tidak dengan Dharen yang langsung gugup. Dharen menggunakan tangan kirinya untuk menimpuk wajah Alina. “Ngajak nikah kok ke Aku. Aku masih di bawah umur!”

“Usiaku baru dua puluh tujuh tahun,” jelas Dharen.

“Namun di mataku, ... Bos memang masih embrio sih. Bibit cebong gitu. Masih di bawah umur banget!” ucap Alina mengakhirinya dengan menjerit lantaran Dharen membekapnya. Tangan kanan Dharen sampai mencubit gemas bibir Alina.

“Mulutmu kalau ngomong enggak pakai aturan!” kecam Dharen.

“Lah, ... aku kan terinspirasi dari Bos. Bos ini motivasi sekaligus inspirasiku!” yakin Alina yang lagi-lagi mendapat hukuman dari Dharen. Kali ini, Dharen meno.yor kepala Alina.

“Karena kamu sudah mirip manusia, aku pulang dulu.” Dharen sengaja pamit.

“Lah, aku kan manusia!” kesal Alina.

Dharen melirik Alina sebal. “Jangan khawatir, menjadi janda termasuk keluar dari kezaliman bukanlah sebuah dosa.”

“Iya. Yang dosa itu kalau kita zal.im. Termasuk zali.m ke diri sendiri. Sudah tahu disakiti, masih saja bertahan,” ucap Alina yang kemudian menatap Dharen. “Intinya, meski kita terikat dengan peraturan agama. Namun agama juga meminta kita untuk berakal. Jangan hanya menjadikan agama sebagai gaya apalagi kedok.”

Dharen tahu, Alina masih dalam keadaan serius. Namun dengan jailnya, ia berkata, “Lagi curhat yah, Buk? Suami sama mertua zalim dan menjadikan agama sebagai tameng? Awok awok!”

Sadar Alina akan melemparkan bantal kepadanya, Dharen yang langsung kabur, berkata, “Jangan zalim ke aku. Gini-gini aku yatim piatu! Dosa menyakiti yatim piatu bisa berkali-lipat dan langsung sampai malaikat Israil!”

“Tapi tawaran dan kesepakatan tadi?” seru Alina menagih kesepakatan mereka.

Detik itu juga, Dharen yang sudah sampai keluar dari kamar Alina berkata, “Selagi kamu masih setia, aku akan tetap bantu. Namun kalau aku sampai lihat kamu mirip orang diguna-guna lagi seperti tadi, aku enggak segan lempar kamu ke kolam!”

Akhirnya kebersamaan mereka diakhiri dengan kesepakatan yang benar-benar menjadi pengikat mereka.

“Rasanya selega ini, alhamdullilah,” batin Alina. Hal yang turut Dharen lakukan, meski Dharen tak sampai berkata “Alhamdullilah.”

Namun, Dharen sampai menitipkan Alina kepada suster yang jaga dan tiduran di ruang pendaftaran.

Kemudian, Alina mengecek ponselnya. Alina memang berniat mengabari pakdenya yang seorang pengacara, besok pagi. Alina hanya iseng mengecek ponsel. Sebab mengobrol dengan Dharen dan membuatnya menegaskan tekadnya menjadi Alina yang makin baik sekaligus makin sukses. Membuat Alina rindu orang tuanya.

Seolah kerinduan Alina langsung terhubung kepada sang mama. Di waktu yang memang sudah nyaris pukul setengah dua belas malam, ia mendapatkan pesan WA dari sang mama. Kemudian, juga ada notifikasi m-banking.

Mama 💗💗 : Assalamualaikum, Kak? Kamu sudah tidur? Enggak tahu kenapa, rasanya Mama kangen banget. Kamu bahagia, kan? Kamu masih tetap makan, kan?

Mama 💗💗 : Kuat-kuat ya, Sayang. Apa pun keputusanmu, Mama akan selalu dukung. Mama tahu ini enggak muda. Namun Mama percaya, tidak ada yang tidak mungkin, jika kamu sudah memiliki keinginan.

Mama 💗💗 : Kakak tidak perlu takut dengan perceraian. Jangan pernah berjuang untuk mereka-mereka yang hanya zalim ke Kakak. Kakak itu istimewa, dan Mama PERCAYA, YUSUF DAN MAMANYA SALAH CARI LAWAN!

Mama 💗💗 : Lakukan yang terbaik. Apa pun itu, Mama siap dukung kamu. Mama akan pantau dari jauh dan mengikuti semua usahamu!

Mama 💗💗 : Peluk dari jauh ya, Sayang! Mama, Papa, dan semuanya sayang kamu. Ini Mama kirim uang, kalau masih kurang, bilang saja. Kamu harus makan banyak makanan enak. Beli semua yang kamu suka. Beli baju baru karena Mama lihat, setiap foto yang kamu kirim, masih pakai baju itu-itu saja. Perawatan, kamu wajib jadi lebih cantik. Jaga penampilan, dan makin jadi berlian, biar Yusuf nyesel senyesel-nyeselnya!

Mama 💗💗 : ❣️❣️❣️

Untuk pertama kalinya, Alina tersedu-sedu. Dada Alina terasa sangat pegal. Alina sampai memuku.lnya beberapa kali menggunakan tangan yang mengepal. Berharap, caranya itu mampu membuat rasa pegal di sana berkurang.

“Oke, ayo jadi Alina yang lebih baik lagi!” tekad Alina sudah bulat. Alina langsung menyeka tuntas air matanya.

Jadi, ketika Alina bangun dan infusnya dilepas, Alina langsung mencari Binar. Alina siap mempercantik diri, termasuk membeli seperangkat kosmetik lagi. Lain dengan Rita yang pura-pura menangis tersedu-sedu, hingga Ucup alias Yusuf yang masib lelap, terbangun dan langsung syok.

(Aku ganti cover biar bisa lebih dapat karakter tokohnya ya. Itu Dharen, bukan si Ucup ya 😂)

1
Saya Sayekti
gugurlah itu sibunting, rasakan mantu idaman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙡𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙬𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙪𝙛 𝙨𝙪𝙛 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖.. 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙤𝙠𝙤𝙝 𝙮𝙪𝙖𝙪𝙛 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙜𝙚𝙡𝙞... 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙜𝙤𝙗𝙡𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙣, 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙎𝙪𝙛, 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙩𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖.. 😆😆
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙞𝙢... 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙗 𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙨𝙪𝙛 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙡𝙞𝙣𝙖 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚2 (𝙡𝙚𝙢𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙝𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖2 𝙗𝙖𝙚 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙤)🤭
Netty Netty
aku suka semua novel mu thorr, wanita tangguh, ketimbang sdh disiksa tp masih balik lagi sm pasangan nya, emang gk ada pasangan laen apa🤣🤣🤣
Netty Netty
semangat thorr💪💪💪
Netty Netty
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Netty Netty
semangat berkarya thorr💪💪💪💪💪
Nik momRiz&Ga
bener2 wonder women mb alina ini,,,
mboll
terbaik
mimief
nice ending
beautiful story'

mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan

ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi

ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
mimief
lagi bingung masalah Akina
jadi outo ngakak...dasar Darren
mimief
semangat berkarya Thor
tenang aja masih banyak yg menanti
mimief
wkwkwkwk
othor paling keren lah..pokoke
mimief
lah..kok masih pada komplain ya
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
mimief
yah.. begitulah Lin cara Tuhan menempa kita sebegitu keras nya
anggep aja ujian mau naik kelas
mimief
wkwkkwk
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia
mimief
mudah mudahan k3baikan mereka yg tak terbatas ga di salah guna6ya sama orang lain
mimief
ah..bahagia nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!