NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Koridor menuju kelas 11 IPS 5 di SMA Lentera Cendekia tampak ramai oleh siswa yang berlalu-lalang.

Dindingnya dipenuhi papan pengumuman, sementara jendela-jendela tinggi membiarkan cahaya pagi masuk, menerangi lantai yang mengilap. Suara langkah kaki, tawa kecil, dan percakapan santai bercampur menjadi satu, menciptakan suasana khas sekolah yang hidup.

Di antara keramaian itu—

dua sosok berjalan berdampingan.

Ryuga dan Quinn.

Namun langkah mereka terasa berbeda.

Tidak seperti biasanya.

Ada jarak yang dekat, tetapi juga canggung.

Ada keinginan untuk berbicara, tetapi tertahan oleh rasa malu yang baru pertama kali mereka rasakan.

Quinn beberapa kali melirik ke arah Ryuga.

Lalu cepat-cepat memalingkan wajahnya.

Sementara Ryuga tetap berjalan tenang, tetapi sesekali pandangannya jatuh pada Quinn—lebih lama dari biasanya.

Akhirnya, mereka sampai di depan kelas.

Pintu kelas 11 IPS 5 terbuka, beberapa siswa sudah berada di dalam, sementara yang lain masih berdiri di depan kelas.

Quinn berhenti.

Ryuga juga berhenti di sampingnya.

Beberapa detik—

hening.

Hingga akhirnya Ryuga berbicara.

“Ra.”

Quinn menoleh.

“Hm?”

Ryuga menatapnya.

Tatapannya tidak dingin seperti biasa.

Lebih lembut.

Namun tetap dalam.

“Mulai sekarang…”

Ia berhenti sejenak.

“…jangan pakai ‘lo-gue’ lagi ke gue.”

Quinn mengerutkan dahi.

“Hah?”

Ryuga melanjutkan dengan nada tenang.

“Pakai ‘aku-kamu’.”

Quinn langsung mematung.

“Apaan sih…”

Ia menatap Ryuga, wajahnya mulai memerah.

“Ngapain tiba-tiba kayak gitu?”

Ryuga menjawab singkat.

“Kayak dulu.”

Quinn terdiam.

Kenangan masa lalu itu langsung muncul.

Masa di mana semuanya terasa lebih sederhana.

Lebih jujur.

Dan tanpa jarak.

Ryuga menatapnya lagi.

“Bisa?”

Quinn menggigit bibirnya.

Jantungnya berdebar tidak karuan.

Dengan suara pelan—

dan sedikit terbata—

ia mencoba.

“…ka… kamu…”

Ryuga mengangkat alis.

Quinn langsung menutup wajahnya.

“Ya ampun aneh banget!”

Ryuga justru tersenyum.

Tipis.

Namun tulus.

Ia mengangkat tangan—

lalu mengusap kepala Quinn dengan lembut.

Gerakan yang sederhana.

Namun membuat Quinn semakin salah tingkah.

“Bagus.”

Satu kata itu membuat Quinn hampir meledak karena malu.

“Aduh…”

Ia menginjak pelan lantai.

“Jangan gituin aku di depan orang-orang…”

Ryuga menatapnya.

“Biasain.”

Quinn langsung melotot.

“Enak aja!”

Namun senyumnya tidak bisa ia sembunyikan.

Ryuga kemudian melirik ke arah kelas.

“Masuk.”

Quinn langsung menggeleng cepat.

“Nggak mau.”

Ryuga mengernyit.

“Kenapa?”

Quinn memeluk lengannya sendiri.

“Aku masih mau di sini…”

Nada suaranya dibuat dramatis.

“Pisah sama kamu itu berat…”

Ryuga menaikkan alisnya tenang.

“Masak?”

Quinn mengangguk cepat, dan menatapnya dengan wajah lebay.

“Kenapa dunia sekejam ini misahin kita…”

Ryuga menahan senyum.

“Cuma beda kelas.”

Quinn menggeleng dramatis.

“Tapi rasanya kayak beda dunia…”

Ryuga akhirnya mencubit gemas pipi Quinn.

“Masuk.”

Quinn meringis.

“Iya, iya!”

Namun tetap saja, ia melangkah mundur pelan dengan ekspresi tidak rela.

Tepat saat itu—

sebuah suara terdengar.

“Najis banget sih lo.”

Vexa muncul di samping Quinn dengan ekspresi datar.

Quinn langsung menoleh.

“Apaan sih lo?!”

Vexa menyilangkan tangan.

“Baru pacaran sehari udah kayak sinetron 300 episode.”

Ya, Vexa sudah tahu bahwa Quinn dan Ryuga sudah resmi pacaran.

Flashback...

Malam itu, kamar Quinn terasa lebih hangat dari biasanya. Lampu tidur berwarna kuning temaram menyinari ruangan dengan lembut, sementara tirai tipis yang setengah terbuka membiarkan angin malam masuk perlahan. Di atas ranjang, Quinn berguling ke kanan dan ke kiri, memeluk bantal sambil sesekali menatap langit-langit dengan senyum yang tak bisa ia tahan.

Jantungnya masih berdebar sejak kejadian di danau sore tadi. Ada perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—campuran bahagia, gugup, dan… tak percaya.

Ponselnya bergetar.

Vexa calling…

Quinn langsung menyambar ponselnya.

“HALO?!” suaranya langsung tinggi.

Vexa di seberang sana langsung mengernyit.

“Anjir, santai napa. Gue bukan debt collector.”

Quinn nyengir lebar, tapi berusaha menahan.

“Ya… biasa aja gue.”

“Biasa aja pala lo. Suara lo kayak abis dapet undian berhadiah satu truk mie instan.”

Quinn menggigit bibir, mencoba menahan senyum, tapi gagal. Ia akhirnya menutup wajahnya dengan bantal, lalu mengeluarkan suara teredam.

“AAAAAAAAA!”

Vexa langsung menjauhkan ponselnya.

“WOI! Lo kenapa sih?! Kesurupan apa gimana?!”

Quinn bangkit duduk, rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah.

“Gue… gue jadian.”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

“...HAH?!”

Suara Vexa menggema sampai Quinn meringis.

“LO JADIAN?! SAMA SIAPA?! JANGAN BILANG—”

Quinn langsung menyela dengan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan.

“Sama Ryuga.”

“AAAAAAAAA—”

Sekarang giliran Vexa yang teriak.

Quinn langsung menjauhkan ponselnya sambil meringis.

“Lo lebih lebay dari gue, sumpah.”

“GILA LO, QUINN! LO BENERAN?! Ryuga?! Ketua Ravenix?! Yang mukanya kayak dosa tapi ganteng itu?!”

Quinn mendengus.

“Apaan sih ‘muka kayak dosa’.”

“Ya emang! Dingin, galak, tapi bikin orang pengen dideketin. Itu definisi dosa, woy!”

Quinn tertawa kecil, lalu tanpa sadar tangannya menyentuh bibirnya, mengingat momen tadi.

Senyumnya perlahan melembut.

“Dia… nembak gue, Xa.”

Vexa langsung diam sejenak, kali ini lebih serius.

“Terus?”

Quinn menarik napas panjang, lalu berbaring lagi sambil menatap langit-langit.

“Gue kira dia bercanda… tapi ternyata nggak. Dia serius banget. Tatapannya… beda.”

Nada suara Quinn berubah. Lebih pelan. Lebih dalam.

“Dan gue… nerima dia.”

Vexa mendecak pelan.

“Ya iyalah lo terima. Dari dulu juga lo nunggu dia.”

Quinn terdiam.

Kata-kata itu seperti menampar pelan hatinya.

Ia memeluk bantal lebih erat.

“Iya… gue nunggu dia, Xa.”

Suaranya nyaris berbisik.

“Tiga tahun… gue pikir dia udah lupa. Gue pikir semuanya cuma perasaan sepihak.”

Vexa tersenyum tipis di seberang sana, meski tak terlihat.

“Terus sekarang gimana rasanya?”

Quinn menutup mata.

Jantungnya kembali berdetak cepat hanya dengan mengingatnya.

“Kayak… mimpi.”

Ia tertawa kecil.

“Tapi mimpi yang gue nggak mau bangun.”

Vexa langsung nyeletuk.

“Cieee… Quinn yang barbar jadi puitis.”

Quinn langsung membuka mata dan mendengus.

“Najis lo.”

“Eh tapi serius,” lanjut Vexa, nada suaranya kembali jahil, “dia romantis nggak sih? Atau tetep dingin kayak kulkas dua pintu?”

Quinn terdiam sebentar, lalu tanpa sadar tersenyum lagi.

“Dia… masih dingin sih.”

“Tuh kan—”

“Tapi…”

Vexa langsung diam.

“Tapi dia posesif banget.”

“HAHAHA... KELIHATAN BANGET SIH !”

Quinn memukul bantalnya.

“Dia tuh kayak… nggak mau gue jauh dikit aja. Bahkan tadi dia—” Quinn berhenti, pipinya memerah.

“Dia kenapa?!” Vexa langsung semangat.

Quinn menutup wajahnya dengan bantal.

“Dia cium gue duluan…”

“WOY?!”

“Terus… pas gue bales…” Quinn makin kecil suaranya.

“LO BALES?!”

“YA IYALAH!”

Vexa langsung ketawa ngakak.

“Gila sih lo, Quinn. Dari yang galak jadi bucin level dewa.”

Quinn langsung bangkit duduk lagi, kesal.

“Gue nggak bucin!”

“Terus ini apa? Senyum-senyum sendiri, teriak-teriak, cerita panjang lebar…”

Quinn terdiam.

Lalu pelan-pelan… tersenyum lagi.

“Iya sih…”

“NAH KAN!”

Quinn melempar bantal ke arah kosong seolah Vexa ada di depannya.

“Berisik lo!”

Vexa masih tertawa.

“Tapi gue seneng sih, sumpah. Akhirnya lo sama dia.”

Quinn terdiam lagi.

Kali ini senyumnya lebih tenang.

Lebih tulus.

“Iya… gue juga seneng.”

Ia menatap jendela kamarnya, melihat langit malam yang gelap dengan beberapa bintang yang samar.

“Dan kali ini… gue nggak mau kehilangan dia lagi.”

Vexa terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada lebih lembut.

“Ya jangan dilepas.”

Quinn mengangguk, meski Vexa tak bisa melihatnya.

“Iya.”

Lalu tiba-tiba—

“Eh bentar, bentar!” Vexa kembali heboh. “Berarti besok gue punya bahan buat ngecengin lo di sekolah dong?!”

Quinn langsung melotot.

“LO JANGAN MACEM-MACEM YA!”

“Siap-siap aja, ‘Ibu Ketua Ravenix’—”

“TUTUP MULUT LO, VEXA!”

Tawa mereka berdua memenuhi malam itu.

Namun di balik semua candaan dan kehebohan, ada satu hal yang tak bisa Quinn pungkiri—

Hatinya akhirnya pulang… ke orang yang sejak dulu tak pernah benar-benar ia lupakan.

Kembali ke saat ini...

Quinn mendengus.

“Biarin.”

Lalu ia menyeringai sinis.

“Makanya punya pacar.”

Vexa mengangkat alis.

“Kenapa? Lo mau nyumbangin cowok lo buat gue?”

Quinn langsung menatapnya galak. "Ogah!"

Lalu ia menunjuk ke arah belakang.

“Tuh! Elric lagi nganggur.”

Secara kebetulan—

Elric memang baru lewat bersama Zayden dan Keano.

Elric menaikkan alisnya.

Quinn melanjutkan santai.

“Biar hidupnya yang lempeng kayak jalan tol ada tantangan dikit kalau pacaran sama lo.”

Keano langsung tertawa keras.

“ANJIR KENA!”

Zayden menyeringai.

“Ini menarik.”

Vexa langsung melotot ke Quinn.

“LO NGGAK WARAS, QUINN6J!”

Ia menunjuk Elric.

“Gue disuruh sama kulkas hidup itu?!”

Elric menatap Vexa.

Beberapa detik.

Diam.

Namun ada sesuatu yang berbeda di matanya.

Biasanya datar.

Sekarang…

sedikit tertarik.

Vexa yang masih ngomel terlihat—

hidup.

Ekspresif.

Dan entah kenapa—

menggemaskan.

Zayden melirik Elric, menyadari perubahan itu.

“Wah…”

Ia berbisik pelan.

“Bahaya nih.”

Sementara itu, Quinn menyeringai puas.

“Makanya jangan julid.”

Vexa mendengus.

“Lo tunggu aja ya.”

Quinn menjulurkan lidah.

“Takut banget.”

Ryuga yang sejak tadi diam akhirnya menarik tangan Quinn.

“Udah.”

Ia menatapnya.

“Masuk kelas.”

Quinn menghela napas.

Kali ini benar-benar pasrah.

“Iya…”

Namun sebelum masuk—

ia menoleh lagi pada Ryuga.

Dengan senyum kecil.

“…nanti ketemu lagi ya?”

Ryuga menatapnya.

Tatapannya dalam.

“Iya.”

Satu kata.

Namun cukup membuat Quinn tersenyum lebih lebar.

Lalu ia akhirnya masuk ke dalam kelas.

Dan untuk beberapa detik—

Ryuga masih berdiri di sana.

Menatap pintu kelas itu.

Dengan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—

tenang.

Hangat.

Dan penuh.

Karena kini—

Quinn bukan lagi seseorang yang harus ia jaga dari jauh.

Melainkan seseorang yang benar-benar ada di sisinya.

...****************...

1
Nur Halida
oke naomi ... kamu nyerah aja gak usa deket2 lagi ama ryuga karena ryuga udah cinta mati sama quinn
Nur Halida
gilirannya vexa sama elric nih🤭🤭😁
Angelia nikita Sumalu
karena kamu menghalu bisa memiliki ryuga .. dalam mimpi sekalipun ryuga gak akan pernah memilih kamu.. dalam keadaan apapun perempuan yang akan selalu dipilih ryuga hanya quiin seorang meskipun bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya 😂😂😂
Bu Dewi
lanjut 😍😍😍
Nur Halida
kan emang ryuga gak pernah suka sama elo naomi... jadi yang waras ya 🤣🤣jangan gangguin quinn lagi😁
Nur Halida
cieee ... akhirnya jadian juga 😁😁😁
Nur Halida
mangkanya ga baca dulu tuh undangan biara gak salah paham lagi😄
Angelia nikita Sumalu
salah paham jilid 2..
Nur Halida
eh.. jangan2 ryuga pergi karena parah hati dan salah paham ama quinn kek dulu quinn pergi karena salah paham ama ryuga.. .
baca dong ga nama di undangannya biar kamu gak kecewa dan nama quinn masih ada di hatimu
Nur Halida
udah mulai gak salah paham lagi .. syukurlah😁
Yudi Chandra: aku seneng kamu selalu hadir....💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘😘
makaciiiiiih🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Halida
lope you ryuga . .😍😍😍😍😍
Yudi Chandra: love you toooooo🤭🤭🤭🤭😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
udah deh ga kalo kamu emang beneran suka sama quinn jauhi naomi .. jangan masukkan dia pada circle pertemananmu lagi biar quinn gak salah paham terus .. dari dulu quinn salah paham karena naomi yg nempelin kamu mulu
Yudi Chandra: betul tuh betul.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
jangan berani berharap apa2 ren karena quinn punya ryuga..
Yudi Chandra: Hahaha....jangan gitu dong...kasian dia🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
modus terus buat dapat viuman pipi dari quinn😁😁
Yudi Chandra: lumayan kaaannn🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak🤭🤭🤭🤭
Yudi Chandra: siiippppp👍👍👍👍😘😘😘😘
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
maksa banget sih....
tebal muka banget...
berapa lapis tuh... macam kue lapis aja... 🤣🤣🤣
Yudi Chandra: Hahahha....tapi kue lapis enak tauuuuu🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Heyy cewek gila...
Jangan berani²...
Yudi Chandra: dihhhh....mana peduli dia...😅😅😅🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Ternyata oh ternyata..
ada perempuan yang gak tahu malu mengatasnamakan teman masa kecil.. yg segitu gak tahu malunya segitu terobsesinya makanya mengaku ke quinn kalau dia pacarnya ryuga... hidup lu macam pemeran dalam drama cina si pemeran cewek manipulatif yg mengatasnamakan teman masa kecil tapi didepan wanita yg disukai sahabat mu mengakui kalau kamu sama sahabatmu itu pacaran padahal dekat kamu aja sahabatmu itu risih... bangun woyy Naomi... percuma nama cantik tapi kelakuannya minus
Yudi Chandra: hadeeehhh....cinta itu buta saayyyyyy🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
banyak saingan ya ryuga ???
semangat ga....aku pendukung setiamu😁😁😁
Yudi Chandra: Hahahha...bisa aja lu🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya karena kamu ada rasa sama ryuga quinn🤭🤭
Yudi Chandra: Hihihihi......masih denial diaaa🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!