NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Laki - Laki Gila

"Hape hampir tiga hari gak aktif, kemana aja kamu, Kal?" Cicit Oji.

"Tracking." Jawab Kalandra

"Tumben lama banget. Muncak berapa gunung emangnya?" Tanyanya lagi.

"Cuma Gunung S aja." Jawab Kalandra.

"Masak satu gunung doang sampe tiga hari? Sambil nyari pesugihan ya?" Kekeh Wildan yang baru bergabung.

"Sembarangan banget kalo ngomong." Kata Kalandra sambil memukul bahu Wildan.

"Ya gak biasanya, gitu. Waktu itu kamu ke Gunung S juga cuma satu malem, kan? Tracking sore, siang udah di Basecamp." Kata Oji.

"Kamu gak nyasar kan, Kal?" Tanya Wildan.

"Enggak. Buktinya aku ada di sini sekarang." Jawab Kalandra.

Saat sedang asyik mengobrol, tiba - tiba sirine di Markas berbunyi nyaring. Sirine yang menandakan jika ada kebakaran di suatu tempat.

Tanpa di komando, para personil Pemadam Kebakaran langsung berlari dan menyiapkan semua keperluan. Setelah mendapat informasi mengenai lokasi kebakaran dan detil lainnya, mereka pun segera berangkat menuju ke lokasi.

Sirine mobil Pemadam Kebakaran terdengar meraung - raung di jalanan. Tiga mobil Pemadam Kebakaran yang di kerahkan itu membelah jalanan padat, berusaha secepat mungkin untuk sampai di lokasi kejadian.

Begitu sampai di lokasi, mereka segera turun dan mempersiapkan semua keperluan untuk bertempur dengan Si Jago Merah yang berkobar dengan garangnya.

Seperti biasa, Kalandra akan memberikan instruksi pada semua anggotanya. Mereka juga berdoa bersama sebelum memulai tugas mereka.

Saat para anggota mulai berusaha menjinakkan api, Kalandra juga memastikan apakah masih ada korban di dalam gedung itu, atau tidak.

Dentuman keras kembali terdengar saat mereka sedang menjinakkan api. Di saat itu juga, semburan api tiba - tiba keluar, seolah hendak menyambar para petugas yang sedang menembakkan air ke arah bangunan.

Dari laporan si pemilik, gedung ini adalah gudang rongsokan yang jarang beroperasi. Namun, mendengar dentuman keras dan sambaran api yang terjadi tak hanya satu kali, tentu membuat Kalandra curiga jika ada praktik lain di belakangnya.

Kalandra pun mengambil alih salah satu nozzle gun dan mulai menembakkan air bertekanan tinggi itu ke arah api yang berkobar.

"Kal, ada yang mencurigakan." Kata Wildan yang berada di belakang Kalandra untuk membantu menahan air bertekanan tinggi yang di semprotkan oleh nozzle gun di tangan Kalandra.

"Iya, makanya aku ambil alih di sini." Jawab Kalandra.

Perlahan tapi pasti, para pemadam terus maju untuk memadamkan api yang masih berkobar.

Setelah berjuang selama dua setengah jam, akhirnya perlahan api mulai meredup. Kalandra kemudian menyerahkan nozzle gun pada salah satu anggotanya.

"Kal, mau kemana?" Tanya Oji saat melihat Kalandra bersiap dengan baju pengaman lengkap.

"Mau cek ke dalam." Jawab Kalandra.

"Yakin kamu, Kal?" Tanya Oji yang di jawab anggukan oleh Kalandra.

"Ada dentuman lebih dari empat kali yang berasal dari dalam. Kita harus tau, ada apa di sana." Jawab Kalandra.

"Tunggu, Kal! Aku ikut." Kata Oji yang segera memakai baju pengaman. Ia tak mau membiarkan Kaptennya sendirian masuk ke dalam sana.

Kalandra berjalan tanpa ragu menuju ke dalam gedung yang masih terasa sangat panas. Di belakangnya, Oji menyusul dengan setengah berlari menghampiri Kalandra.

Anggotanya yang lain, masih terus menyiram air ke sekitarnya agar Kalandra dan Oji yang masuk ke dalam tak terlalu kepanasan.

Ia dan Oji menyisir juga memperhatikan setiap ruangan yang ada di sana. Dengan jeli, mereka memeriksa satu persatu ruangan di sana sedetil mungkin.

"Gak ada apa - apa, Kal." Kata Oji.

"Kamu periksa ruangan itu, aku ke belakang, Ji." Kata Kalandra yang di jawab anggukan setuju oleh Oji.

Mereka kemudian berpencar sesuai dengan instruksi Kalandra. Oji memeriksa salah satu ruangan besar yang ternyata kosong.

Karena kosong dan sama sekali tak ada apapun di sana, Oji pun segera keluar untuk menyusul Kalandra yang berjalan ke belakang.

Duuuaaarr!!!!

Suara ledakan besar terdengar hingga membuat dinding bangunan itu bergetar. Semburan api pun kembali nampak di sana.

"Kalandra! Kal!" Seru Oji panik.

Ia segera mencari keberadaan Kalandra yang jelas - jelas berjalan ke belakang tadi. Oji berlari ke belakang sambil meneriakkan nama Kalandra.

Tak hanya Oji, semua anggota Pemadam Kebakaran pun turut panik setelah mendengar suara ledakan dan melihat semburan api dari sana.

"Kalandra di sana! Cepat tembak air ke arah sana." Seru Oji yang semakin membuat anggotanya panik dan khawatir.

"Kal! Kalandra!" Mereka semua meneriakkan nama Kalandra. Berharap Kapten mereka itu akan menjawab atau meminta tolong.

Wildan yang memegang nozzle gun, berusaha memadamkan api secepat mungkin agar bisa menyelamatkan Kalandra.

Ledakan yang kembali terjadi dan semburan api yang kembali membesar, membuat mereka semua kehilangan harapan bisa menyelamatkan Kalandra. Beberapa anggota yang berada di sana tampak terduduk lemas, sementara yang lain masih berjuang memadamkan api.

Oji segera menghubungi Komandan mereka untuk memberi tau apa yang terjadi pada Kalandra. Dengan tangan gemetar, ia mengabarkan kondisi yang terjadi di TKP.

Tak berselang lama, mereka melihat api yang berlari mendekat ke arah mereka. Wildan langsung menghujani dengan air ketika melihat seragam yang terbakar itu.

"Kalandra! Itu Kalandra!" Seru Wildan.

Kalandra sendiri menggulingkan tubuhnya di tanah agar api yang membakarnya segera padam. Wildan juga terus menghujani tubuh Kaptennya itu dengan air.

Setelah api padam, Kalandra pun bangkit dan melepas pakaian pengamannya yang terbakar. Ia kembali mengguyur tubuhnya yang terasa panas dengan air.

Semua anggotanya sampai meneteskan air mata melihat Kalandra yang baik - baik saja dan berhasil keluar dari kepungan api.

Semangat mereka pun kembali, terlebih saat Kalandra memberi kode kalau ia baik - baik saja dan meminta anggota untuk fokus memadamkan api.

Pria tampan itu bahkan kembali mengambil alih nozzle gun dan membantu memadamkan api meski tanpa pakaian pelindung lengkap.

Setelah api kembali padam, para anggota yang ada di sana tiba - tiba menghambur dan memeluk Kalandra. Tentu mereka merasa terharu karena Kapten mereka itu selamat.

Komandan Salim yang datang tergopoh - gopoh karena panik pun sampai terduduk lemas saat melihat Kalandra sudah berada dalam pelukan rekan - rekannya.

Tentu, ia merasa lega karena anggota yang selalu ia andalkan itu baik - baik saja dan selamat.

"Ndan!" Kalandra menghampiri Komandan Salim.

"Gila, kamu!" Kata Komandan Salim. Ia meninju perut Kalandra sebelum memeluk erat Kalandra dan menepuk - nepuk bahu anggotanya itu.

Kalandra sendiri hanya bisa tersenyum karena sadar sudah membuat panik semua rekannya sampai - sampai Komandannya pun langsung datang menghampiri.

"Bangunan ini kemungkinan menjadi tempat penimbunan dan pengisian elpiji secara ilegal, Ndan." Kata Kalandra yang melaporkan.

"Kita akan melakukan penyelidikan esok. Tolong amankan semua bukti penting. Jangan lupa ajak pihak berwenang untuk mengamankan bukti." Pinta Komandan Salim yang di jawab anggukan mengerti oleh Kalandra.

"Lebih baik kamu ke Rumah Sakit dulu, Kal. Barang kali ada luka bakar di tubuhmu." Kata Komandan Salim yang nampak khawatir.

"Aku gak apa - apa. Komandan tenang saja." Jawab Kalandra dengan yakin.

"Memang dasar laki - laki gila!" Kata Komandan Salim sambil meninju lengan Kalandra yang justru terkekeh.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!