Rania adalah seorang gadis kelas 3 SMA, berusia 17 tahun. Ia di utus oleh abangnya meminjam uang untuk keselamatan ibu mereka yang saat itu sakit parah, kepada pria pemimpin di perusahaan tempat dirinya bekerja. Pria yang di katakannya baik itu ternyata memiliki sifat asli yang sombong dan kejam. Namum, di balik semua itu ada alasannya mengapa ia seperti itu.
Rania harus menikahi pria itu untuk melunasi hutangnya, bukan karena pria itu mencintainya. Tapi Bagas menjadikan pernikahannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Rania rela berkorban demi keselamatan ibunya. Bahkan ia rela meninggalkan sekolahnya yang sudah ia pertahankan mati-matian sebelumnya, agar tidak pernah putus sekolah.
Ig: windyrahmawati26
Follow ya guys.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarapan Pagi
Sakit. Ini masih terasa sakit. Pipi ini harusnya di cubit dengan gemas. Bukan di cengkeram oleh tangan kejam itu. Kata-kata tuan Bagas yang akan meretakkan ginjalku terus saja terngiang di kepalaku.
Setelah Rania selesai menyiapkan stelan pakaian untuk kerja suaminya di atas tempat tidur, Rania memilih duduk di sofa, menunggu suaminya yang masih mandi. Tidak lama kemudian Bagas keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono. Ia berjalan menuju tempat tidur untuk memakai pakaiannya.
Seperti biasa, Rania harus keluar dari ruangan ketika suaminya akan memakai ataupun mengganti pakaian.
Ribet. Sungguh ribet orang ini. Sudah menjadi pasangan suami istri sah saja masih malu untuk memperlihatkan auratnya.
Rania menurut saja, ia menunggu di depan pintu kamar. Sampai ia di panggil lagi ketika di butuhkan. Dan benar, tidak lama kemudian Bagas memanggil Rania.
"Hey gadis bodoh" suara Bagas terdengar berteriak dari dalam sana.
Rania tidak segera menjawab, ia membuka pintunya terlebih dahulu dan kembali menutupnya. Rania berjalan mendekati Bagas yang duduk di sofa.
"Ada apa tuan?" jawab Rania dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Ambilkan sepatu!"
"Baik."
Rania segera mengambil sepatu kerja Bagas di rak sepatu kecil yang tidak jauh dari sana. Rania duduk berlutut untuk memakaikan sepatu uuntuk suaminya.
"Pakaikan dengan benar!" perintahnya lagi.
"Baik" jawab Rania dengan senyum yang memperlihatkan gigi gingsulnya.
Bagas melentikan telunjuknya di dagu Rania, membuat gadis itu mendongakkan kepalanya.
"Apa sejak kecil gigimu bertaring seperti vampir?"
Apa? Bertaring! Vampir! Hey, sadarlah. Ini gingsul. Banyak sekali orang yang menginginkan gigi gingsul seperti ini. Konon katanya, orang yang mempunyai gigi gingsul itu akan terlihat sangat manis ketika tersenyum.
"Ini gingsul, tuan." jawab Rania.
"Pagar gigimu. Segera pergi ke ahli gigi untuk membehel gigimu!" Bagas melepaskan jarinya yang ia lentikkan di dagu Rania. Gadis itu membelalakan matanya, merasa kesal dengan suaminya.
Apa kau tidak pernah menemukan orang yang mempunyai gigi gingsul sepertiku ini. Aneh. Gadis secantik diriku ia samakan dengan Vampir.
"Sepatunya sudah selesai." Rania bangun dari duduk berlututnya. Ia mengepalkan kedua tangan dan menghentakkan kakinya merasa kesal. Mana mungkin ia akan memagar gigi yang tidak layak di pagar.
Sepagi ini Rania sudah di buat kesal oleh suaminya. Selain menakutkan, ia juga menyebalkan. Di meja makan sudah ada ayah mertua dan kakak ipar. Rania berjalan di belakang mengikuti langkah suaminya menuju meja makan. Sampai di meja makan, salah satu pelayan akan menarik kursi untuk duduk Bagas, tuannya. Tapi, dengan cepat Rania menghentikan pelayan itu.
"Biar saya saja."
Kemudian Rania yang menarik kursi untuk duduk suaminya. Kakak ipar terus saja melayangkan tatapan tidak sukanya terhadap Rania. Setelah Bagas duduk, kini giliran Rania yang duduk.
Sekarang aku sudah tahu, sarapan untuk pria kejam ini.
Rania segera mengambil sepasang roti tawar yang ia oles dengan cokelat. Kemudian meletakkan di atas piring di hadapan Bagas.
"Untukmu suamiku." ucap Rania dengan senyuman hangatnya.
Sampai kapan aku harus berpura-pura menjadi istri yang romantis seperti ini, di hadapan ayah mertua. Tapi, ada untungnya juga jika ini di lakukan di hadapan kakak ipar.
Bagas mengambil roti yang baru saja Rania letakkan di atas piringnya. Ia mulai menggigit rotinya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Hehe.
Di tengah-tengah sarapan pagi mereka. Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu masuk utama rumah itu dengan keras. Sehingga suaranya sampai terdengar ke ruang meja makan. Semuanya tidak menggubris, tidak memperdulikan siapa orang yang bertamu di rumah mereka sepagi ini. Toh, banyak juga pelayan di rumah ini, dan ada juga yang bertugas membukakan pintu utama.
Salah satu pelayan yang bertugas membuka pintu utama segera membukanya. Seorang wanita berpenampilan cantik di baluti gaun sexy berdiri di sana.
"Maaf, nona. Tuan rumah sedang sarapan. Nona bisa menunggunya sebentar di ruang tamu." ucap pelayan.
Wanita itu tersenyum remeh kepada pelayan.
"Ok."
Kemudian pelayan mempersilahkan wanita itu masuk dan duduk menunggu di ruang tamu yang super mewah itu.
Penasaran kan siapa wanita cantik dan sexy itu? Nantikan kelanjutannya.
Bersambung...
Duo absurd and somplak
yang visual cowoknya hampir mirip Eza Gionino artis indo ya. 🤭😂
jangan biarkan pelakor merusaknya. Kak Wind ntar hempaskan pelakornya ya.
ngakak aku
Ginjalku bergetar thor, saat Arshilla menggebrak meja itu. kaget cuuyy.. 😱🤣🤣🤣🤣🤣