NovelToon NovelToon
The Sincerity Of Love

The Sincerity Of Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Nathan adalah seorang petani stroberi dengan pribadi yang taat dan takut akan Tuhan. Ia selalu berdoa agar segera menemukan seorang istri dalam hidupnya.

Hingga suatu hari ia bertemu dengan Bella, seorang penghibur pria hidung belang sehingga membuatnya sangat membenci dirinya sendiri. Ia merasa memiliki hidup yang berantakan, sehingga membuat Bella merasa tidak pantas untuk mencintai Nathan. Namun siapa sangka, Nathan hadir dengan ketulusan tanpa memandang masa lalu Bella.

Meski memiliki perasaan yang sama terhadap Nathan, Bella kerap dihantui rasa oleh bersalah jika ia bersama dengannya. Hal tersebut membuat Bella kerap mengalami konflik batin hingga memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Nathan.

Namun, sejauh apa pun Bella pergi dan menghindarinya, Nathan selalu menemukannya kembali. Seberat apa pun cobaan yang Bella hadapi, Nathan selalu berusaha untuk meyakinkannya dengan segenap cinta yang dimilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Bella bangkit dan pergi ke westafel untuk membasuh wajahnya tapi kesejukan tidak membuatnya lega. Dia mengelap wajahnya dengan handuk, kemudian ia duduk di meja kecil di samping jendela dan melihat keluar melalui tirai.

Ia melihat papan kosong di jalan di bawah dan memikirkan Nathan. Kenapa dia harus memikirkannya sekarang? Bagaimana jika aku pergi bersamanya? Apakah semuanya akan berbeda?

Nathan mengingatkan Bella pada saat ia melarikan diri dengan seorang pria, pada saat usianya empat belas tahun. Mereka mencari tiket dan ingin pergi dari Madam. Tapi ternyata usahanya gagal. Bella menutup matanya rapat-rapat karena kengerian yang dilakukan Madam ketika, madam membawa mereka kembali. Jordy yang malang, dia meninggal di tangan Morgan.

Bella tak ingin hal itu terjadi pada Nathan, ia mencengkeram tirai. "Aku harus keluar dari sini." ia tidak peduli bagaimana caranya.

Seharusnya uang hasilnya bekerja cukup untuk membangun rumah kecilnya sendiri dan berhenti bekerja untuk sementara waktu. Yang dia butuhkan hanyalah keberanian untuk turun dan menuntutnya dari Madam, Bella tahu risikonya, tapi sepertinya itu tidak masalah lagi.

Pipit, si bartender, sedang memoles dan menumpuk gelas shot ketika Bella turun. “Pagi, Nona Angel. Anda ingin pergi jalan-jalan? Anda ingin aku memangil Morgan untuk Anda?"

"TIDAK," ia duduk di bar.

"Kamu lapar? " tanya Heny yang baru saja keluar dari ruangan Madam setelah ia menyiapkan makan untuk Madam.

”Aku mau makanan yang bisa menghilangkan rasa pusingku."

Heny mengangguk, dan ia meninggalkan gelas dan keluar dari pintu di ujung bar. Ketika dia kembali, dia membawa nampan berisi sepiring kentang goreng serta kopinya suam-suam kuku. Heny meminta maaf dan mengatakan karena hanya itu makanan yang ada.

"Tidak masalah," ucap Angel lagi pula ia tidak bisa makan banyak, ia mulai memasukan makanan ke mulut, tapi makanannya tersangkut di tenggorokannya. Bella menyesap kopi sebagai gantinya dan mencoba menenggelamkannya rasa takut.

Pipit mengawasinya. “Ada yang salah, Angel?”

"TIDAK. Tidak ada masalah apa-apa." Angel mendorong piringnya, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar Madam yang berada di lantai pertama di belakang kasino.

Angel berdiri di depan pintu kayu yang berat, telapak tangannya berkeringat. Dia menyeka tangannya di roknya, mengambil napas dalam-dalam, dan mengetuk.

"Siapa disana?"

"Angel."

"Masuk." Madam menyeka mulutnya dengan hati-hati, dan Angel melihat sisa ikan salmon dengan saus keju di piringnya.

Ikan Slamon bisa mencapai harga tiga ratus ribu, dan saus keju premium pasti sangat mahal harganya, Angel bahkan tidak pernah makan ikan salmon seumur hidupnya.

Dasar penipu, batin Angel. Ketakutan berkurang, kebencian tumbuh.

Madam tersenyum. “Kenapa kamu belum tidur? Kamu terlihat mengerikan. Apakah kamu kesal tentang sesuatu?"

"Anda sudah membuatku bekerja terlalu keras."

"Omong kosong, kamu hanya berada di dalam kamar." Madam merapikan sutra merah yang di kanakannya. Pakaian yang di kenakannya tidak bisa menyembunyikan gulungan daging yang berkumpul di sekitar pinggangnya. Pipinya bengkak, dan terlihat mengembang.

“Duduklah, Angel. Aku bisa melihat kamu memiliki masalah yang mengganjal di pikiranmu. Morgan memberitahuku kamu tidak turun untuk sarapan. Apa kamu makan sesuatu sekarang?” Madam melambaikan tangannya malas, dengan murah hati ia menyodorkan sebuah muffin untuk Angel.

"Aku ingin uangku," ucap Angel

Madam sama sekali tidak terkejut, ia justru tertawa dan bersandar di kursinya. Kemudian ia maju untuk menuangkan kopi lagi untuk dirinya sendiri, lalu ia menambahkan krim.

Angel bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan kopi seharum ini dan berapa harganya, karena kopi yang ia nikmati bersama teman-temannya aromanya sangat berbeda.

Madam mengangkat cangkir dan menyeruput. “Kenapa kamu mau uang?" ia bertanya, seolah hanya ingin tahu.

"Ya, karena itu adalah hakku."

Madam memberinya tatapan lembut "Mari minum kopi bersama, kita bicarakan baik-baik."

“Aku tidak ingin kopi, dan aku tidak ingin membicarakannya. Aku ingin uangku dan aku menginginkannya sekarang.”

Madam sedikit memiringkan kepalanya. “Kamu mungkin bisa bertanya sedikit lebih sopan kepadaku. Apakah kamu memiliki pelanggan yang mengganggu tadi malam?" Madam menyipit, ia meletakkan cangkir itu kembali ke piringnya. "Kenapa Anda membutuhkan uangmu, Angel? Apa yang bisa dibeli di sini? Gorengan?” Ekspresinya geli, tapi matanya menyimpan peringatan. "Beritahu aku apa yang kamu inginkan, dan aku akan berusaha memenuhinya."

“Aku ingin rumah, dan aku ingin sendiri,” ucap Angel.

Seketika wajah Madam berubah, menjadi gelap. “Jadi kamu mau membuat bisnis untuk dirimu sendiri? Apakah sekarang kamu menjadi ambisius?" ia mencurigai jika Angelmakan membuka tempat prostit*si sendiri.

"Aku tidak akan membuat bisnis seperti ini, aku hanya ingin keluar dari sini. Aku ingin ditinggal sendirian.”

Madam menghela nafas dan memberinya tatapan kasihan. “Angel, kamu tidak bisa berhenti, semuanya sudah terlambat." ia mencondongkan tubuh ke depan dan meletakkan cangkirnya lagi. “Aku sudah merawat dengan baik kamu, bukan? Jika kamu memiliki keluhan, tentu saja aku akan mendengarkan dan mencarikan solusi untukmu, tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja. Ini kota besar, kamu tidak akan aman di luar sana sendiri. Segala macam hal mengerikan bisa terjadi pada cantik gadis ketika dia sendirian. Kamu membutuhkan seseorang yang melindungimu.”

Angel sedikit mengangkat dagunya. "Aku bisa menyewa pengawal."

Madam tertawa rendah. “Seseorang seperti Morgan? Saya tidak berpikir Anda menyukainya caraku.”

"Aku bisa menikah."

"Menikah?" Madam tertawa.

"Aku telah dilamar oleh seorang pria."

“Oh, aku yakin kamu pernah di lamar dengan banyak pria. Bahkan temanmu yang pemabuk itu, Lucyana pun pernah di lamar, tetapi dia juga cukup pintar untuk mengetahui bahwa pernikahan itu tidak mudah. Tidak ada seorang pria yang menginginkan pelac*r untuk seorang istri. Pria mengatakan hal itu hanya karena mereka kesepian dan merindukan seorang wanita dan tidak ada orang lain di sekitarnya."

"Pernikahan memang tidak mudah, tapi setidaknya aku hanya akan melayani untuk satu orang."

Madam tersenyum. “Pernikahan bukan hanya sesedarhana melayani di ranjang, tapi kamu juga harus membersihkan pakaian kotornya, memasak makanan untuknya dan membersihkan kamar mandinya? Bagaimana apa kamu bisa melakukan itu semua? dan bukan hanya itu kamu juga harus memberikan apapun yang dia inginkan, dia akan berbaring sepanjang hari karena dia memiliki pelayan untuk mengurus semuanya. Jika kamu cerdas, tentu kamu akan lebih memilih untuk tetap di sini seperti seorang ratu tanpa harus memasak dan mencuci."

Madam menggelengkan kepalanya. “Terkadang kalian membuat Aku merasa seolah-olah aku berurusan dengan anak-anak manja. Baiklah, Angel. Ayo kita selesaikan masalah ini. Berapa banyak uanh yang kamu inginkan? Tiga puluh persen?”

“Aku hanya menginginkan bagianku sesuai dengan kontrak di awal."

Madam menghela nafas berat. “Baiklah, kalau begitu, jika memang harus begitu. Tetapi kamu harus menunggu karena aku telah mendepositokan uangmu."

Angel duduk diam, frustrasi dan amarahnya memuncak. Dia mengepalkannya tangan. “Batalkan deposito itu. Aku tahu Anda memiliki cukup uang di brankas, jadi berikan itu padaku.” Angel menunjuk ke piring. “Anda punya cukup uang untuk membeli daging, ikan salmon dan keju dan krim untuk Anda sendiri." Angel pun menunjuk pada pakaian yang di kenakan Madam. "Anda juga bisa mengenakan pakaian darimsutra terbaik, mengapa tak bisa memberiku uang seratus hingga dua ratus juta saja?"

Madam memelototinya. “Kamu, berbicara seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, bodoh." ia berdiri dengan harga diri yang terluka. “Kau melupakan semua yang kulakukan untukmu, aku yang mengurusmu dari kecil."

1
kalea rizuky
kasih lah bella sakit HIV biar tau rasa ini. pelacur
kalea rizuky
astaga emosi Q beri jodoh lain lah thor. biar angel nyesel nolak nathan
kalea rizuky
hadehh si. pelacur g bs nyari kerja halal menjijikan
kalea rizuky
sekali pelacur ttep pelacur menjijikan najis
kalea rizuky
bebass apanya tolol yg ada qm. bakalan si jadiin pelacur lagi aduh nama aja angel apaan angel bosok
kalea rizuky
gemes bgt sama ne pelacur uda lah Nathan qm berhak dpet gadis baik bkn pelacur sok kayak bella biarin aja dia kena HIV dan mampusss di prostitusinya
kalea rizuky
pelacur kayak qm g usa jual mahal bukan perawan sok sok an nolak bodoj
kalea rizuky
bella iki goblok mau balik lagi ya di sekap qm sadar pelacur bogoh
kalea rizuky
si pelacur sok jual mahal
kalea rizuky
madam ne bkin kena karma
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
lengkap sudah kebahagiaan Nathan dan Bella,meski harus terseok-seok melawan badai menjalani kehidupan mereka.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bella yang insecure yang dari awal perjalanan hidupnya berkubang dengan lumpur hitam akan terus berpikir jika dirinya tidak akan pernah pantas bersanding dengan Nathan.ada hikmah di balik perpisahan Bella dan Nathan yang membuat Bella menjadi orang yang lebih baik.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
saking setianya Nathan pada Bella,2 tahun berpisah hatinya masih tetap untuk Bella.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kan seperti dugaanku...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
itu kan hanya dugaan Bella.siapa tau Mariam nikah sama Paul.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Happy ending.... Terima kasih banyak ka Irma selalu memberikan cerita yang keren, bikin emosi dengan konflik²nya, bikin baper pokoknya paket komplit. Sukses selalu untuk semua karya²nya❤❤❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh gagal kejutannya dong 🤭
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Jangan berkecil hati Bella... kalaupun nanti anakmu laki-laki lagi nanti tinggal berusaha lagi biar dapat anak perempuan 😁 Tapi yang terpenting, baik laki-laki ataupun perempuan, anak²mu tumbuh dengan sehat, pintar dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Karena keadaanlah Bella harus menjadi wanita penghibur, sejatinya dia ingin hidup layak dan dicintai. Dan Tuhan kirimkan Nathan untuknya yang membawa ke arah yang lebih baik meskipun prosesnya tidaklah mudah.
Akhir yang bahagia, kamu berhak mendapatkannya Bella.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Nathan begitu yakinnya kalau Bella akan kembali pulang. Dan sekarang harapanmu terwujud.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!