kehilangan seorang istri membuat Erlangga kembali lagi menjadi gunung es . Kekejamannya kembali semula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Part 19
Kondisi Suster Rani sangat memprihatinkan lukanya cukup lumayan serius di tambah lagi satu kakinya patah . Entah apa yang terjadi kepada wanita itu Hingga mendapatkan musibah seperti itu .
Tidak memungkinkan wanita setengah baya itu akan selamat .
Setelah Melihat Video yang di kirim dari dokter Ridwan hanya bisa mendoakan wanita itu .
" Hay Ner , Bengong aja kamu Nanti kesambet loh ." ujar Kinan menepuk pundak Nerin sehinga wanita itu cukup terkejut .
" Huff , Kehabisan . " kata Nerin kesel . " Aku baru saja mendapatkan kabar jika kondisi Suster sangat parah . Di tambah lagi tidak memungkinkan suster selamat . " Curhat Nerin
" Kasian sekali . kita doa akan saja Ner . Oh iya , Kamu titip apa . Aku aja yang keluar , kamu yang buat kopi ." Ujar Kinan .
" Aku bawa bekal kin . Oke ." jawab Nerin, keduanya pun berpisah kembali .
Nerin ke pantry membuat kopi , sembari menunggu air mendidih mengirim pesan Kepada sang suami .
Melihat Pesan masuk Alisnya bertaut tanda tak mengerti . kemudian dia membalas lagi
( Aku akan menghubungimu 15 menit lagi mas )
( oke )
Sementara itu Di Mansion Erlangga .
Sepanjang pagi bocah kecil itu lengket sekali di pelukan pria yang merupakan ayah kandungnya . Hingga siang hari tepat pukul 11.00 .
Arga tidak mau di tinggal , setelah sang istri pergi bekerja . baru 20 menit perjalan dia mendapatkan kabar jika sang putra menangis tidak kunjung berhenti . Maka dari itu dia merelakan semua jadwal hari ini berpindah tangan ke Deni dan Aldi .
" Anak deddy pinter sekali . hemmm ." Erlangga mengecup ujung kepala sang putra berulang kali . Mengelus punggung kecil itu agar bocah itu tenang .
Erlangga mengendong Arga di depan dada , Dia sekarang berada di ruang kerjaanya sekarang . Dan beberapa menit lagi akan ada Miting , Dan Dia sudah menyetujuinya .
Walau terlihat sangat kaku tetapi dia bisa menanganinya .
Arga sangat tenang bersama Deddy nya sama seperi kemarin saat bersama dengan uncle Rian .
( Tuan sekarang kita akan mulai ) pesan masuk dari Deni .
( ya ) Erlangga membalas
Setelah menjawab menyiapkan dua Laptop sekaligus , sambungan telah terhubung .
Semua orang terjengkang . Ketika melihat Seorang Erlangga sedang mengendong bocah sedang berdiri .
Deni menyunggingkan bibirnya tipis " Tuan apa ada yakin tetap melanjutkan ? " Tanya Deni di sebrang sana " Jika tidak . Akan saya undur ." kata Deni lagi .
" Lanjutkan ." Kata Erlangga tegas wajahnya sangat dingin .
Deni mengangguk mengerti Erlangga mendengarkan dengan cermat , walau pun pria itu tidak duduk melainkan berdiri .
" Cukup . Lanjutkan setelah jam makan siang lebih tepatnya Jam 1 . " Ujar Erlangga menghentikan Miting itu tiba tiba . baru 10 menit sudah berahir . Bener bener mempermaikan semua orang . Tetapi siapa yang bisa menegur seorang Erlangga . Tidak ada , hanya satu yaitu istrinya .
Setelah sambungan dari kantor terputus dia menyambungkan kembali ke ponsenya
" Assalamu'alaikum sayang ." sapa Erlangga tidak sabaran . Melihat wajah sayu sang istri tak terasa hatinya tercubit . Terlihat wanita itu sangat kelelahan
" WAlaikum salam mas . " Nerin tersenyum kala meliahat dua orang tersayang memenuhi layar ponselnya . " kamu pasti kerepotan ya menangani Arga ?
" sedikit , But it doesn't matter honey ( Tapi tidak masalah sayang ) ." Erlangga sambil mengulum senyum
Keduanya saling bercakap selama 3 menit saja .
" ya sudah mas , aku kembali bekerja . " Ujar Nerin mengakhiri sambungan telfon itu tak melepas senyum lebar .
" Udah punya gebetan aja lu . " Kata Franda menatap sinis Nerin
Franda tadi sempat melihat wajah yang berada di dalam latar ponsel Nerin . Lebih tepatnya dia mengintip sesaat dia terpesona dengan wajah tampan itu .
Mengejutkan Nerin yang akan memasukan ponselnya kembali , " ya tentu saja ." Jawab Nerin jujur serta mengembangkan senyum manis .
" Syukur deh , jadi kamu tidak akan mengoda lagi gebetanku . Fano ." ujar Franda penuh penekan mengatakan pria itu , setelah itu dia pergi meninggalkan Nerin dengan wajah acuh tak acuh .
" ngapain juga aku mau mengoda pria seperti dia ." gumam Nerin
Bersambung