NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Ayah dan Ibu Mertua

Menemui Ayah dan Ibu Mertuaku

Rizal maju lebih dekat padaku, “Memangnya kenapa?” katanya tanpa rasa bersalah, padahal aku merasa sudah menjadi semakin kecil di hadapannya.

“Nggak apa-apa, sih. Cuma senang aja, Abang sudah ngerjain semuanya.”

“Iyalah, nggak apa ... Kan, kamu sudah sering ngerjain semuanya setiap hari, tapi aku mah nggak pernah. Kalau di sana aku makan tinggal makan di warung, pakaian kotor juga aku bawa pulang,” kata Rizal lagi sambil mencolek daguku.

Seketika aku menghentikan tangisanku, dan merubah semuanya jadi rasa syukur. Memang apa yang dia katakan benar.

Sejak aku sudah kembali normal, dan Rizal ke luar kota, aku tidak memperkerjakan pembantu di rumah. Aku lebih senang mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Bukan karena aku rajin, tapi tidak ada aktivitas lain yang bisa aku lakukan. Rasanya jenuh kalau tidak melakukan kegiatan, sedangkan aku biasa bekerja.

Dilain waktu aku sering pergi ke rumah ibu dan menginap di sana atau Ibu yang datang ke rumahku dan menginap untuk menemaniku.

Semua yang dilakukan oleh Rizal itu selalu rutin ia lakukan setiap kali libur kerja. Oleh karena itu, aku tidak heran kalau alram ponselku selalu padam saat ia ada di rumah.

Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan kalau dia memiliki wanita lain di luar sana, aku pun bebas memeriksa ponselnya.

Namun suatu kali aku melihatnya menghubungi seseorang dan ketika bicara ia pergi menjauh, membuat aku heran karena tidak biasa.

Aku sering mendengar cerita dari beberapa temanku yang mendapati suaminya selingkuh. Salah satu cirinya seperti yang ditunjukkan Rizal tadi. Yaitu jika laki-laki bersikap tidak biasa, itu artinya dia memiliki seorang kekasih lain.

Oleh karena itu, kemudian aku pun ingin ikut bersamanya saat ia akan kembali bertugas keluar kota. Bukannya aku ingin merepotkannya, tetapi hanya ingin meyakinkan perasaanku sendiri. Ya, apakah benar yang dikatakan teman-temanku ataupun benarkah dia memang menyembunyikan sesuatu di belakangku.

“Benar, kamu mau ikut?” katanya antusias, waktu aku mengutarakan niatku. Sikap dan tanggapannya sungguh diluar dugaanku.

“Iya, memangnya kenapa, nggak boleh, ya?” tentu saja aku cemberut saat bicara dan menatapnya untuk menarik perhatian, juga agar ia mengizinkanku ikut bersamanya.

Lagi-lagi reaksinya di luar dugaanku sebab dia justru terlihat lebih senang, dengan tersenyum lebar dan mengangguk penuh semangat. Kenapa aku pikir kalau dia justru merasa keinginanku adalah kesempatan bagus baginya. Hmm ...

Saat ini yang ada di benakku adalah dugaan bahwa, orang yang mengatakan tentang perbedaan sikap laki-laki sebagai ciri telah terjadi perselingkuhan, bisa saja salah. Kalau menurutku, Rizal justru sangat gembira karena aku ingin ikut bersamanya.

Aku tidak lupa mengabarkan kepergianku, pada ibu serta, meyakinkan bahwa aku dan kandunganku baik-baik saja. Jadi, beliau tidak perlu khawatir.

Sebelum pergi, aku memindahkan beberapa pot bunga yang aku rawat dengan baik, ke halaman dan berharap agar hujan turun. Jadi, tidak harus disiram dan bisa tetap segar kalau aku pulang nanti.

Rizal mengajakku ke rumah keluarganya dahulu, dengan maksud berpamitan dan sekaligus silaturahmi. Sudah cukup lama, sejak mulai mengidam, aku tidak berkunjung ke sana. Jadi, aku datang dengan senang hati ke rumah besar itu.

“Kamu sudah sehat, Sal? Apa nggak masalah kamu pergi naik motor besar begini?” tanya Ibu mertuaku saat ia menyambut kami di depan pintu.

Aku menganggukkan kepala dengan senyum terbaik yang aku tunjukkan padanya.

“Tentu, nggak apa, Bu!” aku menjawabnya sambil mencium punggung tangan wanita berumur 50 tahunan itu.

Aku langsung duduk di ruang tamu, sedangkan Rizal langsung masuk ke kamar ayah mertua. Aku bisa melihatnya ke sana dengan langkah cepat. Aku kira ia akan langsung meminjam mobil, tapi sejenak kemudian ia keluar kamar itu lagi dan memanggil ibunya.

“Bu, Ayah mana? Kok nggak ada di kamar, apa ayah sudah sembuh?” tanya Rizal dari pintu kamar ayahnya.

“Alhamdulillah sudah mendingan, paling masih ada di kamar mandi!” sahut ibu mertua yang duduk di sampingku.

Aku langsung menoleh pada ibu, “Ayah sakit? Sakit apa? Kok Bang Rizal nggak ngasih tahu aku, sih?” pertanyaanku beruntun membuat wanita paruh baya di hadapanku ini tersenyum tipis.

“Ibu yang bilang sama Rizal, biar nggak usah bilang sama kamu kalau Ayah sakit, soalnya kamu juga masih sakit!”

“Sakit apa, sih? Bu, saya mah cuma ngidam biasa!”

“Biasa apanya? Kayak udah punya banyak anak saja!” Ibu mertuaku tertawa kecil setelah menjawabku.

Saat itu aku berpikir mungkin Rizal bicara di telepon kemarin karena ingin merahasiakan penyakit ayah dariku. Astaghfirullah, aku sudah berprasangka buruk pada suamiku sendiri.

Aku berdiri dan menghampiri Rizal yang menunggu ayah dengan duduk di tempat tidur.

“Memangnya, Ayah sakut apa?” tanyaku setelah duduk di sisinya. Sedangkan ibu aku abaikan di ruang tamu karena ia tadi sibuk dengan ponselnya.

Setelah Ayah keluar dari kamar mandi, Rizal menuntun tubuh pria yang terlihat masih lemah itu, dan membaringkannya di ranjang, ia tersenyum kecil padaku.

Aku dan Ayah mertua bertegur sapa sebentar, setelah mencium punggung tangannya. Lalu, ia menceritakan perihal penyakitnya yang sudah di rawat oleh dokter dan sekarang masih dalam pemulihan.

Tentu saja aku merasa bersalah dan segera aku meminta maaf padanya karena tidak menengok.

“Tidak apa, kamu juga lagi butuh istirahat!” kata pria tua itu sambil membenarkan selimut, “Padahal belum lama ini Ayah bisa kerja dan jalan-jalan sama teman-teman ... ya, kita kan nggak tahu kapan ujian Allah itu datang. Jadi, Ayah juga nggak ingat soal penyakit, makan tidak teratur akhirnya jadi begini!”

Pria itu sedikit curhat pada kami, tapi karena kepergian kamu tidak bisa di tunda lagi, akhirnya Rizal mengutarakan keinginannya. Ayah tanpa ragu-ragu pun langsung setuju dan memperbolehkan anak laki-laki satu-satunya itu membawa pergi kendaraannya.

Kali ini, Rizal memutuskan untuk membawa mobil karena aku, ya, dia beralasan karena akan membawaku ke tempat tugasnya. Awalnya aku tidak enak karena dijadikan alasan meminjam mobil, tetapi mau gimana lagi, memang begitulah yang sebenarnya.

“Gimana perutnya sekarang nggak pernah mual-mual lagi, kan?” Rizal bertanya saat sudah dalam perjalanan. Suaranya memecah keheningan karena sejak tadi aku diam, sibuk dengan pikiranku sendiri.

“Ya, Alhamdulillah sekarang nggak mual lagi!”

Aku bertanya-tanya tentang bagaimana keadaan di sana, walau sedikit banyak sudah punya gambaran bagaimana pekerjaan suamiku itu. Aku masih ingat kalau sebelumnya aku juga pernah bertugas di sana. Kegiatan Rizal mungkin sama juga dengan yang pernah aku lakukan dulu.

Selama kurang lebih tiga jam akhirnya Rizal menepikan mobil di salah satu rumah kecil tak jauh dari sebuah sekolah dasar dengan lapangan yang luas.

“Di sini rumahnya, bang?” tanyaku sambil membuka sabuk pengaman.

“Iya, ayo turun!” Rizal berkata sambil melepas sabuk pengaman.

Aku juga melepas sabuk pengaman juga dan turun untuk mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah, yang aku rasa cukup nyaman di jadikan tempat tinggal.

“Rizal! Aku sudah lama nunggu kamu!” tiba-tiba aku mendengar suara seorang wanita dari belakang, aku pun menoleh. Aku terkejut melihat siapa yang berjalan mendekati kami, sambil tersenyum manis.

❤️❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!