NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOXIC AND CONTROL`* *`BAB 3: TAMPARAN UNTUK SANG TUAN MUDA`*

*`TOXIC AND CONTROL`*

*`BAB 3: TAMPARAN UNTUK SANG TUAN MUDA`*

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, namun atmosfer di kepala Kinara Jose sama sekali tidak terasa lega.

Langkah kakinya terasa berat saat menyusuri koridor lantai tiga gedung sekolah yang mulai sepi. Pikirannya berkecamuk antara rasa takut, kesal, dan kewajiban untuk segera pergi ke toko es krim tempatnya bekerja paruh waktu.

Namun, dia tidak punya pilihan. Kacamata utamanya ada di tangan Rian Pradifta. Benda itu terlalu berbahaya jika dibiarkan di tangan cowok manipulatif seperti dia.

"Kinara?"

Kinara menghentikan langkahnya pelan. Di depannya, Randy berdiri sambil menyandang tas basket di bahunya. Kakak kelasnya itu menatap Kinara dengan raut wajah heran, lalu melirik ke ujung koridor—arah menuju area belakang sekolah yang terisolasi.

"Kamu mau ke mana? Arah sana kan cuma menuju gedung tua," tanya Randy lembut, namun ada nada khawatir dalam suaranya.

"Ada... urusan sebentar, Kak," jawab Kinara bohong, mencoba menghindari tatapan Randy.

Wajah Randy seketika berubah tegang saat menyadari sesuatu. "Jangan bilang kamu mau ke basecamp anak-anak tingkat tiga? Kinara, dengar aku. Jangan pernah ke sana. Apalagi kalau urusanmu itu berkaitan dengan Rian Pradifta."

Randy melangkah mendekat, mencoba memperingatkan gadis di depannya dengan sungguh-sungguh. Di matanya, Kinara hanyalah siswi beasiswa yang polos dan tidak berdaya.

"Rian itu bukan orang yang mudah dihadapi. Dia bisa melakukan apa saja di sekolah ini tanpa tersentuh hukum. Jangan pernah berurusan sama dia, Kinara."

Di dalam hatinya, Kinara meringis. `Aku juga tahu dia berbahaya, Kak. Jangankan berurusan, melihat mukanya saja aku tidak sudi,` batin Kinara.

Namun, dia tidak bisa menceritakan rahasianya kepada Randy.

"Terima kasih peringatannya, Kak. Tapi aku harus pergi," ucap Kinara final. Dia membungkuk pelan lalu berjalan melewati Randy yang hanya bisa menatap punggungnya dengan perasaan cemas.

 

Langkah kaki Kinara akhirnya berhenti di depan sebuah pintu kayu ek tebal di ujung lorong gedung tua.

Bahkan dari luar, bau pekat asap rokok sudah tercium menyengat, menusuk hidung Kinara hingga membuatnya terbatuk kecil. Sayup-sayup, suara tawa riang beberapa siswi dan obrolan berisik khas anak-anak nakal terdengar dari dalam.

Kinara meremas tali tasnya. Rasa ragu dan takut mendadak menyergap dadanya. Dia berbalik badan, berniat mengurungkan niatnya dan merelakan kacamata itu. Bagaimanapun, dia masih punya kacamata cadangan.

Cklek.

Belum sempat Kinara melangkah menjauh, pintu kayu itu mendadak terbuka dari dalam. Seorang cowok jangkung berambut sedikit berantakan melangkah keluar. Kinara mengenalnya—Rama, anak kelas tiga sekaligus sahabat dekat Rian.

Rama menghentikan langkahnya, menunduk untuk menilai penampilan Kinara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tatapannya dipenuhi kilat meremehkan saat melihat kacamata tebal yang bertengger di hidung Kinara.

"Kamu... cari siapa?" tanya Rama, nadanya terdengar malas dan angkuh.

"Kak Rian," jawab Kinara tegas, mencoba menutupi kegugupannya.

Rama menaikkan sebelah alisnya. Sejak kapan seorang Rian Pradifta yang seleranya setingkat model papan atas, mendadak dikunjungi oleh cewek cupu bin jelek modelan anak beasiswa ini?

"Biarkan dia masuk."

Sebuah suara bariton yang berat terdengar memotong dari dalam ruangan, bahkan sebelum Rama sempat menanyakan maksud kedatangan Kinara. Rian rupanya sudah tahu siapa yang datang sejak awal.

Rama mendengus, lalu menggeser tubuhnya, memberikan jalan. Kinara menarik napas dalam-dalam, menegakkan bahunya, lalu mendorong pintu itu dan melangkah masuk ke dalam sarang serigala.

 

Pemandangan di dalam ruangan itu membuat Kinara mengernyit jijik. Asap rokok mengepul tebal di udara. Di atas meja kaca panjang, beberapa botol minuman keras yang sudah kosong tergeletak berantakan bersama puntung rokok.

Kinara benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa pihak sekolah diam saja dan tidak mendisiplinkan anak-anak orang kaya ini. Mereka bertindak seolah sekolah ini adalah wilayah kekuasaan pribadi mereka.

"Sudah puas lihat-lihatnya?"

Suara Rian memecah lamunan Kinara. Cowok itu duduk santai di sofa kulit besar di tengah ruangan, dikelilingi oleh beberapa temannya dan dua orang siswi yang berpakaian ketat. Tatapan mata elang Rian langsung mengunci sosok Kinara.

"Aku mau ambil kacamata," ucap Kinara tanpa basa-basi. Dia tidak ingin berlama-lama di tempat kotor ini.

Rian diam saja. Dia tidak langsung menjawab, melainkan hanya menyunggingkan senyum miring yang penuh arti.

Mata jernih Kinara di balik lensa cadangannya langsung bergerak cepat menyapu ruangan, hingga akhirnya menangkap keberadaan kacamata utamanya yang tergeletak di atas meja kaca, tepat di depan Rian.

Tanpa memedulikan tatapan heran orang-orang di ruangan itu, Kinara berjalan cepat mendekati meja, mengulurkan tangannya hendak mengambil kacamata itu. Dia ingin segera pergi.

Namun, seperti yang sudah-sudah, gerakan Rian selalu satu langkah lebih cepat. Sebelum jemari Kinara menyentuh benda itu, tangan kekar Rian sudah menyambarnya terlebih dahulu, mengamankannya kembali ke dalam genggaman.

"Kenapa buru-buru? Kita bisa mengobrol sebentar, kan?" ujar Rian santai, menyandarkan punggungnya ke sofa sambil memutar-mutar gagang kacamata tebal itu.

Teman-teman Rian yang ada di sofa saling berpandangan dengan wajah melongo. Mereka bingung setengah mati. Untuk apa seorang Rian Pradifta repot-repot menggoda dan mengerjai cewek cupu yang tidak ada menarik-menariknya sama sekali?

"Tolong balikin kacamata aku sekarang," tekan Kinara, suaranya naik satu oktav karena emosi yang mulai tersulut.

Rian perlahan berdiri dari duduknya, membuat tubuh jangkungnya menjulang tinggi di depan Kinara, mengintimidasi ruang gerak gadis itu. Rian mengangkat kacamata itu ke udara, memainkannya di depan wajah Kinara.

"Aku kan sudah bilang..." Rian melangkah maju satu kali, mengikis jarak hingga Kinara bisa mencium aroma tembakau dan parfum mahalnya.

"...kamu itu enggak cocok pakai kacamata bodoh ini. Kamu jauh lebih cantik kalau tidak pakai kacamata."

Sembari mengucapkan kalimat itu dengan suara rendah, jemari panjang Rian bergerak maju, menyentuh dagu Kinara. Kulitnya terasa dingin, namun gerakannya begitu dominan.

Rian tertegun sejenak. Gadis di depannya ini memiliki tatapan mata yang sangat angkuh dan berani menatap langsung ke dalam matanya, tidak seperti gadis-gadis lain yang selalu tunduk ketakutan padanya.

Plak!

Kinara menepis tangan Rian dengan kasar. "Jangan lancang!" desis Kinara tajam.

Didorong oleh rasa kesal yang sudah mencapai ubun-ubun, Kinara melompat maju, mencoba merebut kacamata dari genggaman Rian. Namun, Rian yang menyadari pergerakan itu langsung mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara.

Kinara tidak mau menyerah. Dia terpaksa berjinjit, meraba-raba ke atas mencoba meraih benda itu. Tubuh Rian terlalu tinggi, membuat Kinara harus memajukan tubuhnya hingga hampir menempel pada dada bidang cowok itu.

"Balikin—"

Ktang!

Kaki Kinara yang sedang berjinjit tidak sengaja menyenggol sebuah kaleng bir kosong yang tergeletak di lantai ubin. Bunyi nyaring itu disusul dengan hilangnya keseimbangan tubuh Kinara. Tubuhnya limbung ke depan.

Dalam hitungan detik yang krusial, insting Kinara berteriak agar dia tidak jatuh menimpa tubuh Rian. Dia mencoba menggeser tumpuan badannya ke arah samping, lebih memilih untuk jatuh menghantam lantai yang keras daripada harus bersentuhan dengan cowok gila kontrol ini.

Namun, Rian tidak membiarkannya. Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, tangan kekar Rian terjulur, mencengkeram pergelangan tangan Kinara dan menariknya dengan kuat agar tidak terjatuh ke lantai.

Tarikan yang terlalu kuat itu justru membawa dampak yang tidak terduga. Tubuh Kinara tertarik masuk ke dalam dekapan Rian, membuat mereka berdua kehilangan keseimbangan dan...

Bruk!

Pendaratan yang sembrono itu terjadi. Tubuh Kinara menindih tubuh Rian di atas sofa kulit. Namun yang membuat seluruh pasokan udara di dalam ruangan itu mendadak menguap adalah... bibir mereka berdua saling bertabrakan dengan keras.

Detik itu juga, ruangan basecamp mendadak sunyi senyap seolah waktu telah dihentikan. Teman-teman Rian menahan napas dengan mata melotot sempurna.

Sentuhan selembut beludru di bibirnya membuat mata Rian melebar karena syok. Jantungnya berdentum gila-gilaan karena sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dari gadis mana pun.

Sementara Kinara, otaknya mendadak kosong.

Detik berikutnya, kesadaran Kinara kembali. Rasa syok dan murka bergolak menjadi satu di dalam dadanya. Dengan sekuat tenaga, Kinara mendorong dada Rian, menegakkan tubuhnya, dan...

PLAKKK!!!

Satu tamparan keras dan luar biasa nyaring mendarat tepat di pipi mulus Rian Pradifta, meninggalkan bekas kemerahan yang kontras di wajah tampannya. Kepala Rian sampai terlempar ke samping akibat kuatnya hantaman tangan Kinara.

"Dasar pria mesum!" desis Kinara tajam dengan napas yang memburu karena amarah.

Sret!

Semua orang di dalam ruangan itu spontan berdiri dari duduk mereka dengan wajah pucat pasi. Suasana yang tadinya senyap mendadak berubah menjadi kepanikan massal.

Tidak ada satu orang pun di sekolah ini, bahkan kepala sekolah sekalipun, yang berani menyentuh seujung kuku Rian Pradifta. Dan hari ini, seorang anak beasiswa baru saja menampar wajah sang tuan muda dengan sangat keras.

"Rian! Kamu enggak apa-apa?" Rama langsung melangkah maju dengan panik, menatap ngeri ke arah bekas tamparan di pipi sahabatnya.

"Dasar cewek gila! Berani banget dia nampar kamu! Mau mati apa ya?!" seru salah satu teman Rian yang lain, bersiap untuk mengejar Kinara.

Namun, Kinara tidak memedulikan hawa membunuh dan kegaduhan yang mulai menguar di ruangan itu. Dengan tangan yang gemetar, dia menyambar kacamata utamanya yang sempat terlepas dari tangan Rian dan jatuh di sofa.

Tanpa menoleh lagi, Kinara berbalik dan berlari keluar dari basecamp secepat yang dia bisa.

 

Sementara itu, Rian masih terpaku di sofa. Dia mengangkat tangannya perlahan, menyentuh pipinya yang terasa panas dan berdenyut

Bukannya mengamuk, Rian justru menunduk dan terkekeh rendah—sebuah kekehan dingin yang membuat teman-temannya merinding.

Tatapan matanya perlahan menggelap, dipenuhi dengan kilat obsesi yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.

--

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!