NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi

Ketika acara dimulai, Sean lebih sering menatap Ara di bawah panggung. Pacar kecilnya itu sangat excited mengambil foto Sean, bahkan beberapa kali menyuruh Sean berpose.

Dukungan Ara membuat Sean menjadi percaya diri dan berjalan tanpa keraguan.

......

Pada acara puncak, Sean berdiri di atas panggung didampingi kedua orang tuanya dan juga Shania untuk menyampaikan beberapa program dan mega proyek rancangan perusahaan.

"Ternyata hidup bukan hanya perihal cinta, tetapi juga soal kualitas ketika berdiri di sampingnya," ucap Ara yang jadi memiliki tekad untuk rajin belajar agar memiliki banyak pengetahuan supaya tidak malu-maluin nanti kalau berdiri di samping Sean.

"Daddy," kaget Ara ketika tiba-tiba Daddy duduk di sampingnya.

"Putri Daddy terlihat sangat senang?" tanya Daddy sambil mengelus kepala Ara yang sedari tadi hanya tersenyum.

"Daddy, lihat Tante itu. Dia sangat hebat," puji Ara tulus dari hatinya. Ia terpaku melihat *public speaking* yang dimiliki Shania sampai bisa mengambil perhatian seluruh orang ketika dia menjelaskan.

Daddy menatap keempat orang di atas panggung itu sambil tersenyum, lalu merangkul putrinya ke dalam pelukan.

"Kamu ingin menjadi hebat juga sepertinya agar bisa berdiri mendampingi Sean dalam setiap acara nanti?" tanya Daddy.

"Iya, Ara juga mau seperti Ibu Kak Sean," kata Ara yang mengagumi Nyonya Besar keluarga Brisbane yang selain anggun ternyata juga sangat jenius ketika memberikan ide.

"Lihatlah, Daddy. Mereka berempat sangat keren," takjub Ara melihat Sean, Ayah, Ibu, dan Shania yang berkolaborasi di atas panggung menyampaikan segala ide terbaik mereka yang begitu menarik perhatian publik.

"Ehhhh, kenapa Daddy tiba-tiba ada di sini? Bukannya tadi ada urusan?" tanya Ara.

"Urusan Daddy sudah selesai dan Daddy teringat belum sempat bertemu dengan Sean. Jadi, Daddy datang ke sini sekalian menemani putri Daddy yang cantik ini karena duduk sendiri di antara ribuan tamu," ucap Daddy menatap Sean dan orang tuanya yang mulai menyadari kehadiran Daddy.

"Ara duduk sendiri karena ini tempat duduk khusus yang disiapkan," kata Ara yang diangguki Daddy-nya.

"Ehhhh, ngomong-ngomong, kok Daddy bisa masuk? Katanya yang bisa masuk ke sini hanya yang memiliki undangan?" tanya Ara lagi.

"Tidak tahu. Saat Daddy datang, langsung dipersilakan masuk," kata Daddy dengan senyum kecilnya.

"Mungkin Sean mengatakan pada pengawalnya untuk membiarkan keluarga kita masuk, seperti hak istimewa yang dia berikan pada kamu di perusahaannya," ucap Daddy ketika melihat putrinya yang polos itu terlihat berpikir keras.

"Wahhhh, benarkah begitu, Dad?" kata Ara sampai bertepuk tangan.

"Mungkin saja," ucap Daddy seolah-olah benar-benar tidak tahu alasan kenapa dia dibolehkan masuk.

"Nanti kita tanya, Dad, setelah acara selesai, kepada Kak Sean. Sekalian Daddy berkenalan dengannya," kata Ara yang diangguki Daddy.

"Ohhhh, iya. Daddy mau bilang hal penting sama kamu," ucap Daddy terlihat menjelaskan sesuatu panjang lebar pada Ara.

Dari atas panggung, Sean menatap Ara yang berbicara dengan Daddy-nya seperti sedang mendiskusikan sesuatu dengan perasaan remuk redam.

"Permisi, Tuan," pengawal tiba-tiba naik ke atas panggung dan membisikkan sesuatu pada Ayah.

"Sean, siapa yang bersama Ara itu?" tanya Ayah yang sebenarnya juga sudah memperhatikan sejak tadi orang yang duduk bersama Ara.

"Daddy-nya," jawab Sean dengan suara kecil sambil meremas jari-jarinya.

"Ayah, kenapa mereka pergi?" ucap Sean yang langsung kehilangan ketenangan melihat mereka berjalan menuju pintu keluar.

"Tunggu beberapa saat. Acara akan selesai," ucap Ayah yang juga memiliki firasat tidak enak, namun kondisi tidak memungkinkan mereka untuk meninggalkan panggung karena berada di penghujung acara.

Dedikasi dan kerja keras mereka akan sia-sia, bahkan merusak citra perusahaan jika mereka meninggalkan acara ini.

.....

"Ayo, Sean," kata Ayah langsung menggenggam tangan Sean, menuruni panggung, dan mengajaknya mencari Ara.

"Ayah, kenapa begitu buru-buru? Mungkin mereka ke toilet," ucap Sean karena baru berselang tiga menit.

"Tidak, Sean. Percepat langkahmu. Jika lebih lama lagi, bodyguard tidak akan bisa menahan Daddy Ara di pintu keluar," kata Ayah yang sampai berlari, diikuti Sean yang masih bingung dengan sikap tiba-tiba Ayahnya yang sangat cemas.

Sesampai di pintu keluar, yang mereka lihat hanyalah Daddy yang berdiri bersama beberapa bodyguard. Namun, di mana Ara?

"Selamat malam, Tuan Ferdinand," sapa Ayah menghampiri Daddy Ara yang juga menatap mereka.

"Malam," kata Daddy sambil menatap Sean dengan detail.

"Malam, Om," sapa Sean walaupun dengan sedikit kaku.

"Aku boleh keluar sekarang?" tanya Daddy sambil menepuk pundak Sean beberapa saat.

"Tuan, saya tidak bermaksud untuk mencegat Anda pergi, tetapi karena membawa Ara tiba-tiba, jadi—" ucapan Ayah belum selesai, Daddy Ara sudah menyambung.

"Aku tidak boleh membawa putriku pergi?" Daddy Ara mengangkat sebelah alisnya.

"Bukan begitu, Om. Aku adalah orang yang membawa Ara ke sini, jadi aku bertanggung jawab penuh terhadapnya," kata Sean dengan hati-hati.

Sean memang tidak cukup mengenal karakter Daddy Ara seperti apa, namun Sean juga tidak pernah melihat Ayahnya menghadapi seseorang dengan rasa segan sampai sedikit kaku.

"Ngomong-ngomong, di mana Ara?" tanya Sean melihat ponsel dan tas Ara ada di tangan bodyguard-nya.

Ibu juga datang diikuti Shania untuk menghampiri Daddy Ara setelah turun dari atas panggung.

"Ara ikut Mommy-nya," jawaban singkat Daddy Ara.

"Ke mana, Om?" tanya Sean lagi. Bahkan, pacar kecilnya belum berpamitan kepadanya jika harus pulang duluan.

"Belajar, agar bisa berdiri di sampingmu dengan kualitas yang setara seperti wanita yang mendampingimu," jawab Daddy yang membuat mereka semua terdiam dan bisa menyimpulkan apa yang Daddy Ara pikirkan.

"Om, tidak begitu. Aku sudah meminta Ara untuk mendampingiku, tapi dia—" Daddy memotong ucapan Sean.

"Aku tahu putriku tidak memiliki kualitas seperti yang kau harapkan, Tuan Brisbane. Sebab itulah aku mengirim putriku untuk belajar agar pantas menjadi menantumu," ucap Daddy.

"Jika bukan Ara yang mencintai Sean, sudah aku nikahkan dia dengan bodyguard," kata Daddy Ara yang mengejutkan semua orang sampai bodyguard-nya pun kaget.

"Maaf sebelumnya, tetapi kenapa?" tanya Ibu, kaget mendengar pernyataan itu.

"Agar putriku bisa hidup dengan tenang dan tidak perlu mengikuti standar orang-orang," kata Daddy menyindir tepat pada sasaran sebagai bentuk keberatannya.

Mungkin bagi Ara itu tidaklah menyakitkan karena bagi anak polos itu yang penting hanyalah cinta Sean. Namun, ayah mana yang akan menerima putrinya diperlakukan seperti itu?

"Tapi sudahlah, karena putri kesayanganku itu sepertinya sangat mencintaimu, Sean, sampai mau belajar menjadi wanita pebisnis agar bisa berdiri setara denganmu," kata Daddy sambil menepuk-nepuk pundak Sean sekali lagi.

"Maksud, Om?" kata Sean dengan tatapan kosongnya.

"Biarkan Ara belajar dulu agar menjadi wanita yang pantas berdiri di sampingmu. Kau akan bertemu dengannya tiga tahun lagi," ucap Daddy sambil memeluk Sean yang tiba-tiba segala persendiannya goyah sampai berdiri gemetaran.

1
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
wawawawak.....nakal sih ara🤣🤣🤣
Arin
Kalau sudah tau kebenarannya, jangan sampai Ara meninggalkan Sean lagi. Jika sampai terjadi..... Sean gila beneran
Yel
ribet amat peraturan kek keluarga kerajaan aja ya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!