NovelToon NovelToon
Cinta Butuh Utang

Cinta Butuh Utang

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:39.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: El Geisya Tin

#penghianatan
Dia pergi meninggalkan keluarganya karena sakit hati, wanita yang dicintainya menikah dengan pria lain yang usianya jauh di atas dirinya. Setelah kembali, dia menyadari jika semua yang terjadi pada kekasih hatinya tidaklah seperti yang dinilainya selama ini. Padahal dia sendiri sudah menikahi wanita lain, bahkan memiliki banyak hutang.Apakah benar, hidup sebercanda ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Bukan Ustadzah

Kamu Bukan Ustadzah

“Bukannya aku nggak bersyukur, Mas, tapi kalau dari awal mau poligami ya harus mau berbuat adil, dong!” kata Usfi, masih sambil berjalan.

“Tahu apa perempuan soal adil, soalnya, adil itu urusan laki-laki, Fi. Tanggung jawabnya juga tanggung jawab laki-laki! Jadi, kamu nggak perlu pusing mikirin tanggung jawab!”

“Loh, bukannya suami istri itu satu jiwa, bahkan seperti baju yang kita pakai? Kalau aku memikirkan dirimu itu berarti aku sayang sama kamu, Mas!” Usfi berkata penuh semangat, seperti biasanya kalau memberikan petuah atau mengingatkan suaminya itu, agar tak salah jalan,sebagai qowwam atau pemimpin, dalam membimbingnya.

“Harusnya, Mas juga peduli karena dipedulikan ... kalau kita terus berpikir bahwa semua orang yang peduli dianggap ikut campur urusan orang, lalu, bagaimana dengan dasar ukhuwah dalam agama, yang mengatakan bahwa semua muslim ibarat satu tubuh?”

“Kamu ini, terus saja cerewet seperti biasa, aku bukan mustamik, orang yang mendengar ceramah, kamu juga bukan ustadzah!”

Usfi tidak menimpali ucapan Anwar yang menyudutkan, karena hal seperti itu, sudah biasa baginya. Setiap kali ada masalah dan Usfi memberikan pandangannya maka, setiap kali itu pula Anwar selalu mengabaikannya. Pria itu akan membantah, menolak dan menyepelekan pendapat Usfi dengan lembut atau diam. Namun, yang terjadi akhir-akhir ini, adalah hal yang berbeda, Anwar sering berkata kasar padanya.

Sementara itu, dia sudah berada di tempat kerja suaminya yang, sedang menerima telepon dari dirinya dan tampak menghindar dari wanita asing itu, saat bicara.

“Mas, ada siapa saja yang kerja di sana?” tanya Usfi sambil menoleh ke sana kemari memastikan tidak ada orang yang dikenal dan merusak rencananya kali ini.

“Ada, banyak orang di sini, makanya aku sibuk!”

“Iya, kah?”

Saat berkata demikian, Usfi sudah berada di hadapan Anwar dan tentu saja pria itu begitu terkejut dan segera menutup telepon.

“Usfi? Kamu!” kata Anwar setengah berjingkat karena begitu herannya.

“Ya! Ini aku, Mas! Apa kamu lupa sama istri sendiri?” kata Usfi.

“Bagaimana kamu bisa tahu aku di sini, untuk apa kamu ke sini segala, sih? Bikin repot saja!”

Usfi Dan Anwar saling berpandangan penuh pertanyaan, sekaligus menyiratkan bagaimana perasaan masing-masing. Usfi dengan perasaan marah karena suaminya berbohong, sedangkan Anwar kesal karena dipergoki dalam situasi yang tidak tepat.

Tiba-tiba wanita yang bersama dengan Anwar berjalan mendekat, karena melihat kedatangan Usfi dan menatapnya penuh selidik.

“Siapa dia, Mas!” tanyanya, penuh keheranan.

“Siapa dia, Mas?” tanya Usfi juga.

Anwar diam di melihat ke arah Usfi dan Marini, nama wanita itu, secara bergantian.

“Kenapa bingung? Mas nggak mau jujur sama dia kalau aku istri kedua? Takut kalau jujur, terus nggak bisa adil sama istri lainnya?” tanya Usfi lagi dengan tegas, sambil melirik perempuan itu dengan sinis.

Sebenarnya, Usfi dan Nafisa sudah melakukan penyelidikan selama satu pekan, guna mengetahui siapa gadis itu bagi Anwar. Dia adalah keponakan seorang laki-laki yang dianggap pintar atau sering di sebut sebagai orang hebat di sana, dia bisa meramal dan sebagainya.

Pria itu mengatakan jika Anwar punya seorang musuh dan Marini adalah penangkalnya. Kalau mereka selalu bersama, maka teluh, atau guna-guna yang dikirim musuh tidak akan mempan.

Usfi sangat kecewa ketika mengetahui Anwar selalu bersama wanita lain yang, bukan mahromnya, tapi, dia lebih bersedih setelah mengetahui, Anwar begitu percaya pada hal seperti itu. Dia juga heran, kenapa suaminya itu mau meninggalkan dua istrinya hanya karena menuruti ucapan seorang pria yang, belum tentu kebenarannya.

Ramalan dari pria yang dikatakan pintar itulah yang, kemudian membuat Anwar takut bila terlalu lama berjauhan dengan Marini. Sedangkan untuk menikahinya, dia musti berpikir lebih banyak, sebab dia tidak mungkin mengingkari janjinya.

Dia berjanji pada Maisha dahulu, jika diizinkan menikah lagi dan menemukan wanita, yang bisa diajak pergi setiap kali mengantar sayuran, maka dia tidak akan berbuat macam-macam lagi dengan wanita lainnya.

Anwar merasa senang saat Maisha akhirnya mengizinkannya juga, tapi, dia tidak tahu apa yang menyebabkan istrinya itu meminta untuk menikahi Usfi.

Awalnya dia tidak setuju karena Usfi berpenampilan terlalu biasa baginya, tapi, setelah menikah dengan Usfi, Anwar mendapatinya sebagai wanita yang lemah lembut, juga manis, menurut dan bisa diatur dengan mudah, termasuk permintaannya untuk tidak memiliki anak dan pembagian malam, dia tidak terlalu menuntut. Oleh karena itu dia bisa menerima dan mencintainya.

Usfi cukup tahu diri sebab dia lebih sering ikut Anwar jalan-jalan dari pada Maisha. Sebelum Anwar membuat pos baru, dia bisa pergi mengantar barang lebih dari tiga kali dalam sepekan, tapi hanya malam saja atau saat hampir menjelang subuh dan keesokan paginya Anwar pulang ke rumah, begitu juga dengan Usfi.

Satu hal yang tidak Anwar sukai yaitu Usfi selalu cerewet dalam hal agama, memintanya untuk sholat berjamaah dan juga ikut bersamanya mendengarkan pengajian atau pun ceramah.

Dia terlalu sibuk untuk hal seperti itu, tidak ada waktu. Lebih baik dia gunakan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran barang, jumlah pengeluaran uang atau memeriksa hal lainnya. Apalagi dia membuat pembukuannya sendiri, itu cukup menguras waktu dan pikiran dari pada mendengar pengajian.

Seperti sekarang, lagi-lagi Usfi mengingatkannya untuk berbuat adil, adil dan adil, dia sendiri heran, mengapa wanita selalu ingin keadilan, padahal dia sudah memberikannya sebaik yang dia bisa.

“Aku sudah bilang kalau adil itu urusan laki-laki dan bukan tanggung jawab perempuan? Soal siapa Marini, kamu nggak perlu tahu!”

“Oh, jadi namanya Marini? Dia mau Mas jadikan istri ketiga, gitu?”

“Aku nggak pernah bilang begitu!” tandas Anwar.

“Makanya, aku tanya?” Usfi kembali bertanya, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Apa? Mas Anwar sudah punya dua istri?” tanya Marini.

“Ya!” tegas Usfi, seraya meliriknya, “Aku istri kedua dan Mbak Mai, istri pertamanya sekarang lagi sakit, tapi kalian malah di sini santai-santai saja! Katanya kerja, Mas, kerja apa? Buat senengin dia? Terus gimana istri-istri Mas yang lain pada sedih? Itu urusanmu, Mas!”

“Sudah, kita bicara di dalam saja!” kata Anwar sambil menggandeng tangan Usfi, lalu, dia bicara pada Marini, “Kamu pulang aja dulu ya, Dek. Nanti aku ke sana lagi!”

“Iya, Mas ....” kata Marini dengan nada manja sambil mengusap bahu Anwar lembut, lalu mengedipkan sebelah mata. Usfi memalingkan muka dengan jijik, saat melihatnya.

Anwar mengajak Usfi masuk ke dalam ruko yang terdapat sisa banyak sayur yang belum di kemas. Lalu, naik ke lantai atas, tempat yang biasa digunakan untuk beristirahat pria beristri dua itu. Usfi yang melihat sayuran merasa terbetik tanya dari mana sayuran ini berasal, pasti dari petani sayur yang sangat jauh.

“Dengar, Fi!” kata Anwar setelah berada di lantai dua, “Kamu memang istriku, tapi nggak berhak sama sekali berbuat seperti ini, buat apa kamu ke sini? Hah!”

Anwar heran dengan kemampuan Usfi yang bisa mengetahui tempatnya, padahal, semua anak buahnya yang bekerja di tempat itu, sama sekali orang yang berbeda. Jadi, tidak mungkin kalau mereka yang mengatakan semuanya pada istri keduanya ini.

“Ya buat ketemu suamilah, istri kangen sama suami, apa itu salah?”

“Kamu ini, kayak aku nggak pernah pulang, aja ... kan, yang penting aku tetap pulang walaupun seminggu sekali, kamu harusnya ngerti dong, Fi ... aku belum punya pegawai, nah, rencanaku, Marini yang mau aku jadikan pegawai, sebulan ini aku sibuk karena ngajarin dia!”

“Alasan kamu saja itu kan, Mas? Biar bisa deketan terus sama perempuan itu? Aku tahu kalau Mas itu takut sama sesuatu yang belum tentu benar!”

1
Barcelona
luar biasa cerita yang bagus semoga sukses
Nagumi
luar biasa
Hajime02
tamat ternyata
Hajime
lebih seru novel baru
Sedang mengetik...
yahh kok tamat... semangat berkarya kak El.. sukses terus
El_Tien: makasih sayang, semangat buat dirimu juga yaa....🥰🥰🥰 dan jangan lupa jaga kesehatan
total 1 replies
Sedang mengetik...
Alhamdulillah akhirnya usfi bisa merasakan nikmatnya hamil..
Sedang mengetik...
Tanta Tanta usfi sedang berbadan dua itu
Sedang mengetik...: wkwkwk 🤣🤣 kok typo
total 1 replies
⭕ BluJoker
Karya yg bagus.... semangat selalu, Author El!
Ghiie-nae
juragan mah bebas ya cari bini baru...
Ghiie-nae
ceritanya keren abis...

lanjut baca dulu ya...
El_Tien: terima kasih dukungan rate nya
total 1 replies
Pangeran Matahari
💪💪💪💪
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Dede
iua pasti hamil
Sedang mengetik...
ikut aja usfi gak papa juga,, biar calon pelakor gak bermekaran
Sedang mengetik...
solusi nya ya harus ada yg mau mengalah dan berkorban kalau sama sama mempertahankan keinginan masing masing ya susah ,, gak akan ada solusi
Sedang mengetik...
wkwkwk 🤣🤣🤣 ngakak ihh typo nya kebangetan masa usfi jadi Upin..
Sedang mengetik...
bang Gani belum sadar kalau istrinya liat tadi dia di peluk sama cewek lain
Noviana Lestari𖣤᭄
tau2 udah tamat semangat ka author semoga sukses selalu karya-karyanya amin
Dede: siiip
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
Alhamdulillah akhirnya hamil jg semoga kedepannya sll bahagia y dak ad ulet bulu🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
tanda2 hamil kali🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
dak papa usfi ikut krj sama suami bosan dak papa nanti lama2 udah bisa dan semoga cepat hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!