NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Aqila

Pelangi Untuk Aqila

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Keluarga / Teen Angst / Bad Boy / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mukarromah Isn.

Mimpi Aqila hanya satu, mendapat kasih sayang keluarganya. Tak ada yang spesial dari dirinya, bahkan orang yang ia sukai terang-terangan memilih adiknya

Pertemuannya tanpa disengaja dengan badboy kampus perlahan memberi warna di hidupnya, dia Naufal Pradana Al-Ghazali laki-laki yang berjanji menjadi pelangi untuknya setelah badai pergi

Namun, siapa yang tau Aqila sigadis periang yang selalu memberikan senyum berbalut luka ternyata mengidap penyakit yang mengancam nyawanya

.

"Naufal itu seperti pelangi dalam hidup Aqila, persis seperti pelangi yang penuh warna dan hanya sebentar, karena besok mungkin Aqila udah pergi"

~~ Aqila Valisha Bramadja


.

.

Jangan lupa like, komen, gift, dan vote...🙏⚘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha bukan berjanji

Kirana menatap kearah Aqila yang memejamkan mata dan kembali menatap kearah hasil pemeriksaan rumah sakit ditangannya dengan bergetar

"Aqila"

"Bagaimana bisa kau seperti ini?"

"Menyembunyikan penyakit mematikan ini dan berjuang sendiri"

"Ayo bangun Aqila aku akan memarahimu" Kirana mengguncang-guncang tubuh Aqila yang tak bergerak sedikitpun

"AQILA" ia berteriak menumpahkan tangisnya, untungnya kamar tamu itu kedap suara dan pintu sudah dikuncinya

"Ini maksudmu? Aku yang akan jadi penolongmu?"

"Aqila sadarlah!"

Ia melihat keringat mulai membanjiri wajah Aqila, ia mendekat dan membuka hijab yang menutup rambut sepupunya, namun hal yang dilihatnya lagi-lagi membuat dirinya harus meneteskan air mata

Yang ia tau dari kecil diantara perempuan Bramadja, Aqila yang memiliki rambut paling tebal dan hitam pekat, namun sekarang lihatlah betapa tipisnya rambutnya dan ini semua karena penyakit itu

"AQILA!" Kirana menggoncang tubuh Aqila, hampir satu jam dan sepupunya itu belum sadarkan diri atau mungkin memilih untuk tak sadar karena sakit luar biasa yang dirasakan

"Kirana?" niat Kirana yang memarahi Aqila saat sadar langsung sirna begitu Aqila menyebut namanya, ia langsung memeluk Aqila dan menangis sejadi-jadinya

"Lo kenapa?" Kirana menggeleng menjawab pertanyaan itu, ia lebih mengeratkan pelukannya pada Aqila

"Kenapa? Kenapa lo nggak cerita?" Aqila mengerti sekarang alasan sepupunya bersikap seperti ini, terlebih saat ia melihat barang-barang dalam tasnya bercecer diatas kasur itu

"Kenapa harus cerita?"

"Kenapa?" Kirana mengulangi pertanyaan Aqila dengan nada marah, bisa-bisanya ia bertanya kenapa

"Lo tuh menderita penyakit mematikan Aqila dan lo tanya kenapa harus cerita?, lo sadar nggak sih lo ngomong apa?, kalau lo..." Kirana tak sanggup lagi melanjutkan ucapannya

"Akh sudahlah"

"Kalau gue meninggal kan maksud lo?" ucap Aqila tersenyum miris yang malah membuat air mata Kirana semakin mengalir deras

"Gue capek Kirana, gue capek..."

"Gue capek ngadu terus sama mereka, gue capek dituduh terus, gue capek berharap, gue capek iri terus liat mereka, gue capek dianggap kayak nggak ada, gue capek dilupain, jadi bilang sama gue, kenapa harus cerita?"

"Kenapa harus cerita kalau ujung-ujungnya nggak ada yang percaya?" tanya Aqila sekali lagi dengan air mata yang sudah tak bisa ditahan lagi, akhirnya ia bisa mengeluarkan beban hatinya kepada sepupunya

"Gue manusia, gue punya hati, nggak selamanya gue terus diam dan ngalah sama mereka"

"Gue capek ketawa kayak orang gila padahal hati gue terluka" Aqila meniru kalimat Naufal

"Gue nggak pernah netesin air mata didepan mereka, kecuali gue sendiri dan mengadu pada Allah tentang hidup gue"

"Stop Aqila, stop" Kirana sudah tak kuat lagi mendengar kata-kata yang diucapkan sepupunya

"Gue cuma capek Kirana, gue capek" Aqila menyandarkan kepalanya dibahu Kirana yang bergetar hebat karena terus menangis

"Kenapa lo nggak cerita sama gue?" Akhirnya setelah sekian lama menangis Kirana membuka suaranya

"Gue baru mengetahui ini dua minggu yang lalu, dan lo sedang bahagia saat-saat itu, bagaimana mungkin gue bisa ngerusak suasana hati lo?"

"Lo lebih buat hati gue hancur kalau nggak cerita"

"Maafin gue Kir" Kirana menggelengkan kepalanya dan mengenggam tangan Aqila

"Kalau lo mau gue maafin, lo harus sembuh dulu, lo harus berobat Aqila"

"Gue tau dan dua hari lagi jadwal kemoterapi gue di rumah sakit"

"Tapi Kir kanker otak itu termasuk penyakit yang kecil banget kemungkinannya buat sembuh, kemoterapi cuma sebagai cara biar kanker nggak membesar dan menjangkit organ tubuh lain"

"Justru karena itu lo harus berobat dan selalu do'a sama Allah"

"Gue tau, tapi jika Allah berkata lain tolong maafin gue dan bilang gue minta maaf sama keluarga yang lain kalau gue udah nggak punya waktu lagi, biar gue bisa pergi dengan tenang" ucap Aqila memegang bahu Kirana

"Jangan ngomong gitu Aqila, lo harus sembuh"

"Iya, tapi nggak janji"

"Gue akan ngasih tau Papa dan Kak Davin tentang masalah ini, biar mereka mencari dokter onkologi terbaik buat lo"

*onkologi : dokter khusus yang menangani kanker

"Jangan! Jangan beritau mereka dulu, dua hari lagi ulang tahun Reyna, gue nggak mau bikin pestanya hancur cuma karena gue, dan Kak Davin baru aja bahagia, jangan rusak dulu suasana hatinya"

"Baiklah, kalau gitu gue yang nemenin lo" Aqila hendak menolak namun ucapan Kirana selanjutnya membuatnya mengangguk pasrah

"Kalau lo nggak mau, gue cerita sama mereka sekarang juga"

"Pokoknya lo harus sembuh, lo harus janji sama gue Aqila"

"Gue nggak mau janji, tapi gue akan berusaha buat sembuh" balas Aqila, bagaimanapun juga hidup dan mati itu ditangan tuhan, jika ia berjanji bagaimana kalau ia pergi menghadap sang kuasa hingga janji itu tak bisa ia tepati?

"Jangan merasa sendiri, gue selalu dukung lo" ucap Kirana memeluk sepupunya itu erat dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Aqila

.

Sementara itu, puluhan kilometer dari sana, di depan gerbang sebuah pondok pesantren, seorang laki-laki berpakaian serba hitam masih terduduk diatas motornya tanpa niat untuk masuk kedalam

Ya, dia Naufal, kalau bukan Ibu Nia yang menyuruhnya ia mungkin tak akan kembali kesini hari ini, mereka menelpon ke panti asuhan dan mengatakan kalau penyakit jantung abi nya kembali kambuh

Karena tak ingin menjadi anak durhaka yang tak tau balas budi orang tua ia mendengar perkataan Ibu Nia, untuk kesini menjenguknya, hanya menjenguk

Naufal segera memakai helm dan masuk ke ponpes yang menjadi tempatnya menuntut ilmu selama dua belas tahun lamanya

Sontak saja kemunculannya kembali selain hari raya idul fitri, menjadi tanda tanya di benak para santri yang melihatnya, yang mereka tau hanya kalau putra bungsu pak kyai itu memilih fokus kuliah hingga pulang hanya satu kali setahun saat hari raya idul fitri dan tak sampai seminggu ia akan kembali lagi

Ia memarkirkan motor dan membuka helm dihalaman rumahnya, terlihat mobil putih yang sudah tak asing lagi baginya juga terparkir disana

"Assalamu'alaikum" ia mengucap salam dan langsung disambut Umi Sarah yang memeluknya erat

"Naufal akhirnya kau pulang nak" ucapnya bahagia

Naufal bukan anak durhaka yang lupa perjuangan kedua orang tuanya mendidik dan merawatnya, tapi hatinya sering berdebat mengingat mereka yang terlalu mengekangnya dulu, harus seperti ini dan seperti itu, karena itu ia berani melawan, melawan keinginan mereka yang bertentangan dengan hati dan pikirannya

"Naufal izin kuliah di luar kota bukan ke Mesir seperti Kak Hasan yang kalian inginkan, kami berbeda dan tak pernah sama, Kak Hasan adalah Kak Hasan, dan Naufal tetap Naufal yang ingin bebas dari tekanan dan tak ingin dibandingkan dengan siapapun, jadi tolong izinkan Naufal pergi daripada terus disini yang malah membuat Naufal semakin merasa berdosa karena berdebat dengan kalian"

"Maafkan Naufal, abi, umi, tapi Naufal akan buktikan kalau Naufal bisa"

Itulah ucapan Naufal saat memutuskan pergi kuliah keluar kota, ia bahkan sampai berdebat hebat dengan abi nya kala itu yang ingin ia melanjutkan kuliahnya di Kairo, tapi Naufal tetap Naufal yang memilih berontak untuk membuktikan ia bisa dan tidak untuk dibandingkan dengan siapapun

1
Rofik Aulian
niat mau grebek malah digrebek😭🤣
Rofik Aulian
akhirnya ada yg buat tertawa😭😄
Rofik Aulian
sudah ku duga kalo mimpi
Rofik Aulian
tanggung jawab tho besok mataku sembab😭😭😭😭
Rofik Aulian
sangat sangat bagus
Rofik Aulian
dari bab pertama author sudah membuatku sakit😭😭😭😭
Ananda Setiawan
si fadila nyanding nyrimpet mulu si,, dlu di kisah naufal,, sekarang di kisah gempano,,
greget bgt rasanya,,
andayani meme
Masya Allah, cerita yg alurnya sangat romantis, deg2an, mengharukan, kadang jg menyayat kalbu. Perjalanan cinta, perjalanan hidup dg berbagai liku-liku suka-dukanya. Kereeen banget.
tanpa nama
Ginilo.. Laki2 itu teges, bs ambil keputusan. Gk klowa klowo iya2 aja
tanpa nama
Gmn ini cara masukin air mataku lagi... Sia2 tadi nangis smpk sesenggukan
tanpa nama
😭😭😭😭😭😭 Novel apaan inii bikin org banjir air mataa
tanpa nama
😭😭😭😭
tanpa nama
Ini baca novel apa lagi ngiris bawang merah sih 😭 bikin nangis mulu
kalea rizuky
kapok
Nuri_cha: Halo sahabat pembaca,

Aku baru saja menulis novel terbaru. SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami. Penuh dengan teka-teki tentang kehidupan yang hilang.

Mampir yuk, semoga sesuai dengan genre kamu.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
kalea rizuky
laki yg berlindung di ketek ibunya uda ma fadila aja yg sok suci sok lembut idaman emak lu tuh dih najis
kalea rizuky
bodoh mending pergi kos kerja part time putusin hubungan keluarga bkin kk sendiri
bimar2627
bener bener yaa membuat mata bengkak nangis kayak apa gara gara nih novel 😭😭😭😭
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
bimar2627
kumenangis tak henti henti thor,,, 😭😭😭😭😭
Ismaini Azwar
betul betul menguras air mata thor../Cry//Sob/
Ismaini Azwar
air mata ku selalu mengalir.../Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!