NovelToon NovelToon
Bulan Di Langit

Bulan Di Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda
Popularitas:208.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Heni Heni

Menjadi kaya sejak lahir, tak lantas membuat hidup seorang Langit Biru begitu sempurna. Nyatanya di usia yang ketiga puluh lima tahun, pria itu sudah harus merasakan menjadi orangtua tunggal bagi putrinya.

Apapun akan Langit lakukan demi kebahagiaan juga keselamatan sang putri. Termasuk di dalamnya ketika Langit harus memaksa seorang gadis ambisius juga keras kepala agar mau menjadi istrinya. Siapa lagi jika bukan Bulan Purnama. Wanita yang memang memiliki ambisi demi kemajuan bisnisnya.

Sebuah kisah kehebatan seorang Ayah tunggal yang mencintai putrinya dengan cara yang luar biasa.

Juga bagaimana seorang wanita tangguh dan mandiri yang harus terpaksa hidup bersama seorang duda dengan putrinya.

Ikuti kisah selengkapnya hanya di story Bulan di Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas

Pagi ini, dengan langkah penuh percaya diri, Bulan mendatangi Mars Property. Gadis itu tidak ingin terlihat lemah dan menyerah akan apa yang selalu diinginkannya. Tidak. Itu bukan tipe Bulan sama sekali. Menunjukkan kehebatan adalah hal yang selalu Bulan perlihatkan pada siapa pun juga yang melihat. Memberikan intimidasi dan inginnya semua orang melihatnya sebagai wanita yang tangguh juga pantang menyerah.

"Selamat siang. Bisa saya bertemu dengan Bapak Langit Biru. Saya Bulan yang kemarin sudah membuat janji temu," ucap Bulan pada seorang karyawan perusahaan yang duduk di balik meja front office. Satu senyuman tercetak di bibir wanita itu, menyambut kedatangan Bulan.

"Oh, baik, Bu. Mohon tunggu sebentar. Saya telepon sekretaris Pak Langit."

Bulan mengangguk. Menunggu karyawan Langit menelpon untuk beberapa menit kemudian. Begitu telepon sudah dikembalikan pada tempatnya, wanita tersebut kembali mengalihkan pandangannya pada Bulan.

"Silahkan, Bu. Pak Langit sudah menunggu Anda." Lalu karyawan di bagian resepsionis tersebut memberikan petunjuk pada Bulan di mana letak ruangan pemimpin tertinggi Mars Property berada.

Bulan mendengar dengan seksama lalu berjalan dengan anggun menuju lift. Jujur, ada rasa deg-deg an dalam hatinya. Bagaimana pun juga, sosok Langit sudah dia kenal. Dan Bulan tahu betul bagaimana Langit yang begitu arogan juga memiliki sikap yang kurang sopan. Lantas, apakah nanti dia bisa mendapat apa yang diinginkan. Makin ke sini Bulan merasa ciut nyali. Ke mana perginya kepercayaan diri yang sejak tadi selalu terpatri dalam dirinya.

Huft. Bulan membuang napas kasar. Mencoba menormalkan detak jantung yang sangat kencang. Menenangkan dirinya sebelum lift berhenti pada lantai yang dia tuju. Langit tidak boleh tahu jika dia sedang cemas takut andai penawaran itu kembali ditolak.

"Ayo, Bulan. Kamu pasti bisa. Semangat." Bulan mencoba menyemangati dirinya sendiri dengan sugesti dan keyakinan bahwa dia pasti bisa menaklukkan seorang Langit Biru.

••••

Di dalam ruang kerjanya. Pria dengan tubuh tinggi besar dan juga wajah tampan berhias cambang memenuhi rahang. Kelihatan sangar tapi sebenarnya hati seorang Langit sangat lembut jika itu berhadapan dengan orang-orang yang dicintainya. Seperti halnya Cahaya juga kedua orangtuanya. Langit adalah tipe pekerja keras, tapi juga penyayang keluarga. Sesibuk apa pun, Cahaya tetap menjadi prioritas utamanya dalam hidup. Kebahagiaan Cahaya di atas kebahagiaan dirinya sendiri. Ibaratnya, Langit hidup untuk Cahaya. Apa yang Cahaya mau sebisa mungkin Langit turuti asalkan Langit mampu. Namun, tidak dengan acara rujuk bersama sang mantan istri. Yaitu, Vivian. Berkali kali Vivian meminta padanya untuk rujuk. Berkali pula Cahaya merayu dan merengek agar dia mau menerima kembali mamanya. Akan tetapi, Langit tak mampu mengabulkan apa yang Cahaya minta. Karena kembali rujuk dengan Vivian adalah pilihan terburuk dalam hidupnya. Lebih baik Langit tidak kembali dengan Vivian, tapi mencoba dan berusaha mencarikan mama baru saja untuk Cahaya. Langit tahu semua tidak mudah karena wanita yang kelak dia nikahi harus mau menerima juga sayang pada putrinya itu.

Lamunan Langit buyar tatkala ketukan di pintu ruang kerjanya terdengar di telinga. Sosok wanita yang telah beberapa tahun menjadi sekretarisnya menyembulkan kepala ke dalam.

"Siang, Pak."

"Ada apa?"

"Ada tamu untuk Bapak."

"Siapa?"

"Ibu Bulan Purnama dari Bali."

Deg

Langit terkejut. Kenapa dia bisa lupa jika kemarin sore sekretarisnya sudah memberikan informasi jika hari ini akan ada tamu yang ingin bertemu dengannya. Dia adalah Bulan Purnama. Langit sudah paham apa maksud dan tujuan Bulan menemuinya.

"Biarkan masuk."

"Baik, Pak."

Langit masih mengawasi pintu ruangan menunggu sosok gadis yang kemarin siang dia temui di sebuah pusat perbelanjaan. Mengingat bagaimana interaksi yang tercipta di antara Cahaya dengan Bulan, tanpa terasa hati Langit menghangat. Cahaya dan Bulan tampak akrab sekali. Bulan Purnama yang juga terlihat tidak keberatan berhubungan dekat dengan putrinya padahal mereka belum lama kenal.

"Selamat siang, Pak Langit!"

Sapaan dengan suara merdu, menjadikan Langit tersentak. Kaget ketika netra bulatnya melihat sosok wanita yang tengah berdiri di ambang pintu ruang kerjanya. Wanita dengan penampilan yang jauh berbeda dengan beberapa kali pertemuan tak disengajanya.

Jika di pertemuan sebelumnya dengan gadis itu, yang bisa Langit nilai adalah seorang gadis manja dengan penampilan layaknya gadis belia. Namun, yang berdiri di hadapan Langit sekarang adalah sosok wanita dengan setelan kerja yang tampak cantik dan elegan. Tipe-tipe wanita karir pada umumnya. Satu hal yang membuat Bulan terlihat berbeda. Yaitu kedewasaan.

Langit yang masih terpana, berdehem demi menetralkan kembali dan mengubah suasana agar tidak canggung lagi.

"Silahkan masuk."

Langit berdiri, membenarkan letak jas yang dia pakai, lalu meninggalkan kursi kerja untuk dapat menghampiri Bulan Purnama.

Tangan Langit terulur memberikan sambutan pada tamu yang hadir menjumpainya. Hal yang memang selalu dia lakukan sebagai bentuk keramahan sebagai seorang pemimpin perusahaan.

"Selamat datang di Mars Property, Ibu Bulan Purnama."

Satu detik, Bulan sempat terpesona. Dengan sambutan ramah yang Langit berikan, menghalau rasa deg degan juga rasa tidak percaya diri yang sempat singgah dalam hatinya. Ditambah senyum Langit, memudarkan kesan arogan pada diri pria itu.

Tanpa ragu lagi, Bulan menerima uluran tangan dari Langit.

Mereka berdua saling berjabat tangan. "Senang dapat berkunjung di perusahaan ini dan bertemu dengan Bapak Langit."

Genggaman tangan yang Langit berikan, terasa hangat. Melupakan sejenak fakta bahwasannya Bulan sempat tidak menyukai pria itu. Lalu, ketika tersadar, maka Bulan segera melepas tangan Langit yang begitu besar melingkupi hampir semua permukaan punggung tangannya.

Langit salah tingkah. Menyadari juga jika apa yang dia lakukan salah. Bulan adalah tamunya dengan membawa nama perusahaan. Bukan gadis yang dia kenal dan akrab dengan putrinya.

"Silahkan duduk."

Bulan menganggukkan kepala. Melirik pada sofa sebelum wanita itu menuju ke sana. Duduk dengan posisi punggung tegak. Sementara Langit, pria itu tak langsung menghampiri Bulan, melainkan menuju sudut ruangan di mana terdapat sebuah lemari pendingin di sana. Tanpa menawarkan dulu pada Bulan, pria itu langsung saja mengambil dua kaleng minuman dingin dari dalamnya. Lalu membawa mendekat dan meletakkan di atas meja.

"Pak Langit, Anda tidak perlu repot-repot segala."

"Oh, tidak repot sama sekali karena ini hanya minuman."

Langit duduk di sofa yang berjarak dari Bulan. Namun, aroma parfum yang Langit gunakan begitu saja merasuk ke dalam indera penciuman Bulan. Hati Bulan berdebar-debar karenanya. Sial, kenapa dia jadi gugup begini. Padahal semua sudah dihafal oleh Bulan apa saja yang ingin dia sampaikan pada pria itu.

"Jadi, Ibu Bulan ... apa yang bisa saya bantu dari kehadiran Anda menemui saya sekarang?"

1
Trisni Trisni
suka bangat
Kh2103💙
Lanjut lg dong thor...🙏🙏
penasaran sm kehidupan rumah tangga bulan langit...
Kh2103💙
Ya ampun...aku baru baca lg, setelah sekian lama menunggu, sampe bolak-Balik ngintipin udah ada lanjutannya apa blm... akhirnya nongol jg.....
terimaksih kak, lanjut terus donk....🙏🙏
Nunung Sutiah
Thor, are you ok?
RAGIL RUKIATI
thor jangan lama2 dong up datex
Leeonyy Dewa
iseng2 buka ini kok ya d up akhirnya... semoga bisa benar2 tamat ya kak😍
Sumi Nar
Alhamdulillah Stlh sekian abad hehehe akhirnya up juga ... Terimakasih otor ku yg baik.semoga ada up slnjtnya ya
Sri Komalasari
Y ampun author kemana aja, aq sampe bulak balik liat lapak ini karna ingin trus baca lanjutan kisahnya, ka author semangat nulos trjs y ka, jangan PHP lagi soalnya serrruuuuu 🥰🥰sehat trus k author
Siti Rahmadhani
lanjut
Heni Heni
dilanjut sampai tamat setelah Bertahun-tahun bertapa cari inspirasi. do'akan ya saya betah balik ke sini. Terima kasih yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini
Yayoek Rahayu: harus tetap semangat...
total 3 replies
Reni Otta
ya ampun Thor,setelah sekian purnama diriku menanti dirimu baru muncul lagi.
petaba dimana thor?😁✌️
terima kasih ya Thor🙏
Anindita Azzahra
setelah skian lma crita ini gantung,,skrng ada notif..smngat kak lnjtkn critanya smpai slsai
Nunung Sutiah
Stlh vacum bbrp thn, akhirnya muncul lg.
Kirain g d lanjut...
Luna30
oh MG apakah aq mimpi,,, bulan kau kembali 😍😍
Luna30
berharap banget bulan ini up lagi,,, masih blm move on. author semoga semangat lagi nerusin bulan-nya,,😍
Reni Otta
aku sampe sekarang masih nunggu thor,up lagi donk 🙏
Reni Otta
kenapa nggak update lagi ce thor
Nurul Qomariyah
lho.....kok brenti ....tanggung lah....
Hanny Ticaya
ceritanya gimana nie,,,lanjut dong thour,
Sumar Sutinah
duh kasian ucle jupi, kalah cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!