NovelToon NovelToon
Rumah Tangga

Rumah Tangga

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:173k
Nilai: 5
Nama Author: MinNami

Binar tak menyangka ujian cintanya bersama sang suami hadir setelah menikah, masalah bertubi-tubi silih berganti menghampiri rumah tangga mereka.

Mertua dan ipar yang selalu mengganggu kenyamanannya, masalah orang ketiga pun juga ikut mendekati biduk rumah tangganya. Mereka selalu mencari celah, agar bisa merusak hubungan yang selama ini ia bangun bersama sang suami.

Saat batas kesabaran mulai di ambang batas dan tidak satupun orang percaya padanya, pantaskah Binar bertahan dengan semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MinNami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Rencana Buruk -

Albiru baru  saja sampai dan sang Ibu menyambutnya dengan wajah masam. Sepertinya dia belum dimaafkan, pikirnya.

“Assalamu’alaikum Bu,” sapa Albiru menyalimi Ibu Siti dengan sopan.

“Waalaikumsalam, mana istri kamu?” Ibu Siti menengok kearah mobil bermaksud mencari menantunya, namun dia tidak menemukan siapa-siapa.

“Masih di rumah orang tuanya Bu, ini rencananya Biru mau ngambil baju, kami mau tinggal disana sampai minggu depan.” Albiru menjawab dengan pelan takut Ibunya salah paham lagi.

“Apa? Mau tinggal disana? Kamu ini gimana sih Biru, main tinggal disana seenaknya saja. Kalian kan tinggalnya disini, sudah tidak ada acara kamu tinggal disana.” Ibu Siti menatap marah pada Albiru, dia tidak suka usulan itu.

Albiru menghela napas, dia sebenarnya sudah tahu akan jadi seperti ini. “Binar masih kangen orang tuanya Bu, kami juga disana sampai minggu depan saja.”

“Ya sudah kalau Binar masih mau disana, kamu nggak usah ikut-ikutan. Rumah kamu itu disini, Ibu nggak habis pikir kemarin sudah tidak mengabarin sekarang malah seenaknya mau tinggal disana.”

“Bu, tolong ngerti Binar kangen sama oran tuanya jadi dia masih mau menghabiskan banyak waktu disanda, dan soal Biru sudah jelas Biru ini suaminya Binar jadi wajar Biru menemani istri Biru.” Usai mengucapkan kalimat itu Albiru segera masuk ke dalam rumah, berusaha tidak menghiraukan protesan Ibunya.

Albiru bukan tidak sopan atau tidak menghargai Ibunya, dia hanya lelah dengan semua drama ini. Melihat Binar yang terus menerus mendapat masalah tentu saja membuat Albiru tidak tega. Dia hanya ingin Binar bahagia dan sekarang kebahagiaan Binar adalah tinggal bersama orang tuanya.

Ibu Siti yang melihat kepergian Albiru semakin marah. Menurutnya semenjak menikah Albiru banyak berubah, dia bahkan tidak peduli lagi dengan keluarganya. Ibu Siti jelas tidak suka hal itu, dia merasa semua ini karena Binar yang mendominasi putra sulungnya itu. Dalam hati dia berjanji akan membuat Albiru berubah seperti dulu.

...****************...

 

“Gimana Bi?” Binar bertanya begitu melihat suaminya datang. Wanita itu sudah tidak marah lagi karena Albiru memenuhi keinginannya.

“Apanya yang gimana?” Albiru balik bertanya, meletakan barang bawaanya yang berisi baju dan perlengkapan lainnya.

Binar merengut lucu, “ya Ibulah. Gimana sama Ibu? Ibu setuju kan kita nginap disini?”

Albiru tersenyum kecil tidak menjawab pertanyaan Binar. Melihat suaminya yang diam saja membuat Binar yakin pasti Ibu Siti tidak suka mereka menginap disini.

“Sudah nggak usah dipikirkan, ya hitung-hitung Ibu latihan sebelum kita pindah beneran di rumah baru kita.” Albiru mengusap sayang rambut Binar memberi ketenangan pada istrinya itu.

Sebenarnya apa yang dikatakan Albiru benar tapi Binar hanya takut Ibu mertuanya itu melakukan hal aneh lagi. Dia masih ingat betapa kejamnya gosip yang dilontarkan para tetangga karena ucapan Ibu Siti dan jangan lupakan soal Ella.

“Loh Biru sudah datang? Bunda kira nanti sore baru balik.” Bunda Ina yang baru keluar dari dapur sedikit terkejut melihat menantunya itu.

Albiru tersenyum sambil menyalimi Bunda Ina, “kalo lama-lama nanti Biru keburu kangen sama anak Bunda ini.”

Binar merona malu sedangkan Bunda Ina tertawa bahagia. “Kamu apaan sih Biru,” tegur Binar malu.

Melihat wajah malu-malu Binar membuat Bunda Ina malah menggoda putrinya itu, “cieee Binar malu-malu.”

Albiru merangkul pundak Binar yang kini sibuk menyembunyikan wajah meronanya. Ayah Ibra yang baru datang ikut tersenyum melihat wajah bahagia istri dan anaknya. Dia sangat merindukan senyum bahagia itu.

“Bunda, jangan digoda dong Binarnya,” tegur Ayah Ibra pada istrinya.

“Ayah nih nggak asik, kan seru lihat wajah malu-malu Binar. Kapan lagi coba buat Binar malu-malu gini,” balas Bunda Ina yang masih belum puas menggoda putrinya.

“Bunda...” rajuk Binar malu.

Semuanya tertawa merasa lucu dengan tinggah malu-malu Binar. Binar yang mereka kenal adalah sosok tangguh yang sangat jarang menampilkan ekspresi malu-malu seperti ini, dan sekarang mereka menikmati moment langkah ini. Keempatnya terlihat begitu bahagia seolah tidak ada beban dipundak mereka, seperti keluarga rukun yang harmonis.

...****************...

“Eh Bu Siti, kok sedih begitu wajahnya?” Sapa Bu Rini saat Ibu Siti melintas di depan segerombolan Ibu-Ibu penggosip.

Ibu Siti tersenyum sedih berisap memulai drama baru, “gimana nggak sedih Bu, Biru nggak pulang semalaman dan nggak ngabarin.”

Serentak Ibu-Ibu menoleh kaget, “kok bisa Bu?” tanya Bu Ani.

“Dia di rumah mertuanya Bu, Binar bilang kangen sama orang tuanya jadi Biru bawa kesana. Eh nggak taunya mereka lupa ngabarin orang rumah sampai saya khawatir.” Curhat Ibu Siti sedramatis mungkin.

“Mas Biru kok bisa begitu sih Bu, ke rumah mertua sih boleh tapi ya jangan lupa ngabarin biar nggak buat orang khawatir.” Sahut Bu Rini menggebu-gebu.

Ibu Siti tersenyum sedih, “saya juga heran Bu, bisa-bisanya lupa ngabarin saya sampai saya semalaman nggak bisa tidur. Tadi datang cuma mau ambil baju buat menginap disana, bahkan nggak singgah lama di rumah.”

“Kalau saya sudah saya marah-marahin itu Bu, bisa-bisanya bersikap seperti itu. Mbak Binar juga tega banget.” Kali ini Bu Wiwi menimpali seolah dialah yang diperlakukan seperti itu.

“Biru ini semenjak menikah banyak berubah Bu, sudah jarang mendengarkan saya. Yang dia turuti cuma istrinya,” Ibu Siti lanjut bercerita membuat kisah sesedih mungkin.

Bu Ani tersenyum sinis sebelum menimpali, “mbak Binar ini sepertinya membawa pengaruh buruk ya Bu, sudah sepantasnya Bu Siti bersikap tegas.”

“Benar itu Bu,” sahut Bu Rini dan Bu Wiwi bersama-sama.

“Ya nggak bisalah Bu, nanti dia mengadu sama Biru malah saya yang dibenci.”

“Jangan takut Bu ada kami yang siap membantu,” Bu Wiwi mengibaskan tangan seolah masalah yang akan mereka tangani adalah hal kecil.

“Caranya gimana Bu?” tanya Ibu Siti penasaran.

Bu Rini tesenyum licik, bersikap seperti dia adalah penjahat kelas kakap. “Nanti kita kompori lagi seperti waktu itu, kita nasehati sampai dia jera Bu.”

“Kalau nggak bisa berubah juga?” Ibu Siti kembali bertanya.

Bu Rini mengangkat tangan dimulut seolah-olah membisikan sebuah rahasia besar. “Ya pakai cara lain, buat mas Biru pelan-pelan tahu sifat asli istrinya nah nantikan mas Biru bisa sendiri mendidik mbak Binar supaya jadi menantu dan istri yang baik.”

“Saya ikut Ibu-Ibu saja,” jawab Bu Siti seperti dia sudah pasrah dengan keadaan.

Keempat Ibu-Ibu itu saling tersenyum penuh arti, dulu mereka berhasil mendidik Dinda sehingga menjadi istri dan menantu yang menurut dan sekarang giliran Binar. Meski mereka yakin untuk mendidik Binar sudah pasti lebih sulit karena pemikiran wanita itu begitu modern dan cerdik berbeda dengan Dinda yang masih lugu.

TBC

Halo semua...terima kasih sudah mampir dan jangan lupa dukungannya biar tambah semangat nulisnya.

Sambil menunggu cerita ini update aku punya rekomendasi novel menarik karya Ummi Asya.

Judul : Akulah Malaikat Penolongmu

Alisa adalah gadis biasa yang berwajah jelek dan cacat. Dia juga mempunyai saudara kembar bernama Alena yang rupa dan wataknya berbeda dengan Alisa. Karena suatu kejadian sewaktu masih kecil, wajah Alisa jadi cacat dan jelek. Semua teman kampusnya tidak ada yang mau berteman dengannya, namun Alisa selalu percaya diri meski berwajah jelek, meski perlakuan ibunya selalu berbeda jauh padanya di banding kembarannya yang berwajah cantik. Apakah Alisa bisa merubah dirinya menjadi cantik, setelah dia bertemu dengan Richard sang bintang kampus? Bagaimanakah jadinya jika Alisa benar-benar berubah jadi cantik

1
kalea rizuky
rio nikah ma siapa
Dewi Dama
iklan novel baru..terus...setiap episode iklan.
lagiiii...
Dewi Dama
baru episode awal sdh ada iklan aja
Safa Almira
yey
Lala Al Fadholi
kalo ella tau jika bapaknya selingkuh ma bu siti dan buat ibu kandungnya pergi dia pst akan marah
VhIe OrLand
biru gk bisa tegas sbgaii anak lelaki yg sudah menikah aturannya pikirkan perasaan istrinya... itu mah dalilil ibu Siti aja
Mam Lilu
istrinya rio nih bikin penasaran 😁
Ayi
Thor siapa istri Rio?? bukannya Rio bakal nikahi Ella ?? pinasaran Thor 🤔🤔
Neneng Hernawati
ending nya bikin pinisirin siapa istrinya Rio belum terjawab🤔🤔
Kod Driyah
lawan trus Binar jngn takut
Kod Driyah
punya mertua sm ipar jahat di cekek aja biar mampus
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Kod Driyah
intan sm ella wanita licik
Sarifah azzamalfatih
Thor ko saya gak ketemu cinta untuk Gabriella
MinNami: belum terbit, masih proses 😊
total 1 replies
Kod Driyah
Biru ga tegas lbh condong membela adiknya
Mam Lilu
wah udah mau tamat
Ayi
smngaat Thor 🤗
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Neneng Hernawati
akhirnya Mila wanita ular ketangkap juga...tinggal Ella yg segera di jemput karmanya😏😏
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍nungguin Ella dpt karma😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!