NovelToon NovelToon
Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romansa
Popularitas:583.9k
Nilai: 5
Nama Author: Neen@

Kamisha Naeswari seorang gadis dari Jogja yang sudah lama merantau di Bandung. Setelah selesai kuliah ia bekerja di sebuah EO dan memiliki toko kue yang kecil.

Dalam waktu satu hari hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat karena pengkhianatan kekasih yang sudah dua tahun menjalin hubungan. Setelah itu ia harus merawat seorang bayi yang bukan darah dagingnya di usia yang masih muda.

Takdir memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan. Semula ingin berkelana ke utara tapi malah terbang ke selatan bahkan berpindah dengan sukarela.

Banyak hal yang harus dikorbankan Kamisha termasuk hidupnya, kebebasannya, tapi akan indah pada waktunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neen@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cooking With Love

Alex membantu Xander memakaikan jasnya kembali.

"Bapak mau mandi?"

"Tidak perlu, nanti saja."

"Baik pak."

"Oya Alex, ada berapa CCTV di tempat ini."

"Kalau di tempat ini ada lima."

"Coba kau cek, siapa yang sudah menyabotase mobil untuk tim dua. Belum pernah mobil hotel sampai accu rusak."

"Baik pak, saya juga akan menyelidiki karena kita ada pengeluaran untuk penggantian accu secara berkala."

"Bagus, aku tunggu sampai siang, laporan itu harus sudah ada di mejaku."

"Baik pak."

Sementara itu..🍁

"Hmm Sha, wajahmu kok merah."

"Ah yang bener?"

"Iya, kamu sakit?" tanya Laras sambil memegang kening Kamisha. "Adem," gumamnya. "Jangan - jangan gara - gara lihat tubuh pak Xander ya?"

"Nggak lah, kamu ini aneh - aneh aja. Jangan berpikiran kotor ya neng geulis."

"Aku nggak berpikiran kotor, ini kenyataan, wanita yang normal pasti akan mengagumi pak Xander."

"Aku biasa saja."

"Berarti kamu yang nggak normal, hahahahhh.."

"Enak aja."

"Bercanda Sha, Eh aku tadi kalau tidak kamu suruh cari sopir bisa jadi aku sudah mimisan. Tubuhnya pak Xander memang seksi."

"Sudah... sudah... pak Xander terus yang kamu sebut, ayo kerja."

"Eh Sha, kira - kira Kyara keponakanmu sudah pernah ehem ehem sama pak Xander belum ya."

"Tau ah! sudah... sudah... ayo kita persiapkan acara yang buat besok."

"Ah kamu nggak asyik, bisa buat fantasi tau."

Kamisha nyelonong pergi dari Laras, pembicaraan mereka sudah sampai kemana - mana. Jujur sih tubuh Xander memang bagus dan seksi malahan, siapapun yang melihatnya pasti kagum tapi Kamisha berusaha membatasi diri, Xander adalah kekasih keponakannya. Ia tidak mau ada salah paham antara ia dan Kyara hanya karena laki - laki.

Laras segera mengejar Kamisha kemudian berjalan bersama menuju ruang kerja mereka. Sesampainya di sana mereka di sambut Doni ketua tim satu.

"Hebat... hebat... sebagai anak baru kamu termasuk hebat," ucap Doni. "Kamu bisa mengatasi mobil yang rusak karena accu nya dengan cepat,"

Kamisha hanya diam dan kemudian pergi menuju mejanya.

"Hei! jangan sombong kau anak baru!"

Kamisha menghentikan langkahnya "Terima kasih atas pujiannya, tapi tidakkah kau ingin minta maaf padaku?"

"Minta maaf buat apa? kita baru kenal dan aku rasa tidak mungkin aku berbuat salah padamu."

"Yakin?"

"Tentu saja yakin, apalagi kalian tim dua aku anggap sebagai kerikil pengganggu dalam bagian marketing," ucap Doni meremehkan.

"Lantas darimana kamu tahu mobil kami rusak karena accu nya? aku dan Laras tidak memberi tahu siapa - siapa bahkan kami tidak meminta bantuan ke bagian perawatan, kecuali kamu orang yang mengganti accu mobil kami."

"Hei jangan menuduh tanpa bukti!" mata Doni menatap tajam Kamisha.

"Sudahlah, kita bekerja di tim kita masing - masing dan aku minta bersaing secara sehat. Permisi aku masih banyak pekerjaan."

"Sialan! awas kamu ya!" teriak Doni geram. Kamisha sama sekali tidak mempedulikannya dan kembali ke meja berkutat dengan laptop dan beberapa berkas.

Laras menggeser kursinya mendekati meja Kamisha "Gila! kamu berani dengan Doni?"

"Kita tidak salah, Ras. Kenapa mesti takut?"

"Doni itu orang yang penuh ambisi dan smart, baru kerja dua tahun disini sudah menjadi ketua tim."

"Iya aku akui ia orang yang smart, cekatan, teliti. Tapi jangan sampai ambisi kita merugikan orang lain."

"Benar juga sih."

"Ya sudah kita kerja lagi, oya besok kita akan mengenalkan seluruh keindahan di resort kita. Rencananya aku akan membuat semacam kegiatan membuat kue untuk mereka."

"Hmm ya aku sudah meminta chef bagian desert untuk membantu kita."

"Bagus, mereka ada sepuluh pasang. Itu artinya kita butuh meja lebih dari sepuluh."

"Tenang sudah aku siapkan. Ada dua belas meja."

"Bagus, syukurlah kalau ada lebihan bisa kita buat cadangan."

"Mejanya juga sudah kita hias dengan taplak dan renda. Kita bisa membuat semacam video tentang kegiatan mereka."

"Sepertinya semuanya sudah sembilan puluh persen siap, mudah - mudahan tidak ada kejadian seperti tadi lagi."

"Aamiin."

"Oya Ras, aku akan menemui chef dulu. Memastikan acara untuk besok."

"Oke."

Kamisha mengambil handphone nya dan keluar menuju ke kitchen bakery section untuk menemui chef di sana.

"Mbak..! mbak Misha..! tunggu..!" panggil Kyara.

"Ya, ada apa Ra," Kamisha menghentikan langkahnya.

"Mbak Misha bertengkar dengan Pak Doni."

"Aku tidak bertengkar."

"Tadi temen - temen di bagian marketing bergosip seperti itu."

"Biarkan saja mereka bergosip seperti itu Ra.. yang penting kan tidak."

"Lebih baik mbak mengalah saja dengan pak Doni."

"Kenapa harus mengalah? dan juga dalam hal apa?"

"Semuanya mbak, tentang pekerjaan, tamu, transportasi dan fasilitas yang lain."

"Ra, semua yang kau sebutkan tadi setahuku sudah di bagi ke masing - masing tim. Pak Xander memberi keleluasaan pada kita untuk memberikan kerja sama dan penawaran pada tamu. Jadi apa maksud mengalah dari yang kamu sebut tadi."

"Mbak, maksudku baik. Aku tidak ingin mbak di pecat lagi."

"Yah aku tahu maksud kamu. Kamu menyuruhku berhati - hati bukan?"

"Ya maksudku itu."

"Baiklah aku akan berhati - hati. Tapi jika ini sudah menyangkut tamu yang aku bawa aku tidak bisa mengalah. Kita semua membawa nama baik hotel dan tamu adalah raja."

"Terserah kalau itu pemikiran mbak, yang penting aku sudah mengingatkan jangan membuat gara - gara dengan pak Doni. Jika terjadi sesuatu dengan mbak, maaf aku tidak bisa bantu."

"It's okey, aku tidak apa - apa. Kau bebas bekerja untuk tim mu dan aku juga bebas bekerja untuk tim ku. Terima kasih sudah memperingatkan aku."

Kyara diam. "Kalau begitu aku permisi dulu mbak."

Kamisha melihat kepergian Kyara. Persaingan kerja seperti ini memang terjadi di semua perusahaan. Apalagi di bagian marketing yang diharuskan memenuhi target. Tapi Kamisha ingin persaingan yang sehat.

"Maaf mbak," seorang pria setengah baya memanggilnya.

"Iya pak, ada yang bisa saya bantu," jawabnya tersenyum ramah. Kamisha melihat pria itu dengan seksama, sepertinya ia pernah melihat tapi dimana ya.

"Mbak masih ingat saya?"

"Maaf saya memang seperti pernah melihat bapak, kalau saya boleh tahu bapak tamu disini?"

"Bukan, saya bukan tamu disini. Mungkin kalau anda melihat nyonya saya, akan ingat."

"Nyonya?"

"Iya, itu di sana. Mari silahkan," pria itu mengantar Kamisha menemui seorang wanita yang duduk di lobby.

Melihat wanita itu ia jadi teringat. Itu adalah seorang ibu yang pernah dia tolong karena asma nya kambuh. "Ibu, apa kabar? apa sudah sehat kembali?" Kamisha menjabat dan mencium tangan wanita itu.

"Kau masih ingat padaku?"

"Tentu saja bu," jawab Kamisha. "Tapi saya minta maaf karena saat di rumah sakit tidak bisa mengantar."

"Kenapa?"

"Saat itu saya baru pertama kali bekerja disini. Saya takut kena marah atasan," jawab Kamisha. "Sepertinya ibu sudah sehat."

"Dari mana kamu tahu?"

"Hmm tentu saja saya tahu, anda terlihat cantik, awet muda dan segar hari ini."

"Ah jangan terlalu memujiku," jawabnya.

"Saya berkata yang sesungguhnya bu."

"Sebenarnya aku ingin mengucapkan terima kasih karena waktu itu sudah menolongku. Tapi aku tidak tahu kamu siapa, rumahmu di mana. Sepertinya tuhan berpihak padaku, dengan mempertemukan kita di sini. Oya siapa nama kamu?"

"Saya Kamisha, saya bekerja di sini di bagian marketing," jawab Kamisha. "Soal menolong itu sudah kewajiban kita bu,saling tolong menolong."

"Oh panggil aku mama Attalia."

"Baiklah mama Attalia," ucap Kamisha. "Apakah anda menginap di sini atau sedang mencari seseorang? mungkin saya bisa membantu."

"Nyonya ini adalah___" jawab sopir tapi langsung terpotong dengan perkataan mama Attalia.

"Aku tamu disini," jawab Mama Attalia dan memberi kode pada sopirnya agar tidak melanjutkan perkataannya.

"Oh benarkah? hmm bagaimana tanggapan anda saat menginap di sini?"

"Menyenangkan."

"Oya kebetulan besok tamu saya akan keliling resort dan ada kegiatan cooking bersama."

"Menarik sekali. Aku baru mendengarnya."

"Tentu saja, saya jamin anda akan suka. Ini memang baru pertama kali dilakukan sebagai bukti pelayanan kita kepada tamu. Apa besok mama Attalia ada waktu?"

"Ada, aku akan ikut acaranya."

"Anda akan menjadi tamu kehormatan nanti."

"Ah jangan terlalu berlebihan. Aku jadi malu nanti."

"Tidak apa - apa ma," jawab Kamisha. "Baiklah kalau begitu saya akan permisi dulu, karena ada beberapa hal yang harus saya kerjakan. Pimpinan disini sangat disiplin," bisik Kamisha.

"Pergilah, aku juga tidak ingin kamu kena marah atasanmu."

"Baiklah, saya permisi. Sehat terus mama Atta."

Mama Attalia memandang kepergian Kamisha dengan tersenyum.

"Maaf nyonya kenapa anda melarang saya berterus terang mengenai identitas anda?"

"Aku tidak ingin setelah dia tahu dia akan sungkan padaku," jawab mama Attalia. "Ayo kita pulang."

"Bukankah anda ingin menemui tuan Xander?"

"Ya aku hanya ingin tahu saja siapa wanita yang saat ini sedang di dekati, tapi sudahlah toh nanti dia juga akan mengenalkannya padaku."

"Baik nyonya akan saya siapkan mobil."

Mama Attalia berjalan keluar dari hotel. Dia mengurungkan niatnya untuk menyelidiki siapa kekasih Xander. Karena berdasarkan informasinya yang dia terima wanita itu bekerja di hotel.

"Mama, apa yang mama lakukan disini?"

"Xander? hmm mama hanya ingin jalan - jalan saja."

"Jangan bohong, mama ingin menyelidikiku kan?"

"Ah percuma bohong padamu pasti akan ketahuan."

"Ya karena mama juga tidak pandai berbohong," jawab Xander. "Tapi kenapa tidak jadi menemuiku?"

"Aku tidak tahu, tiba - tiba saja aku malas bertemu denganmu."

"Ayolah ma, aku ini putramu satu - satunya."

"Aku mau istirahat karena ada penawaran kegiatan dari karyawanmu."

"Penawaran apa?"

"Besok kamu akan tahu."

"Ayolah ma jangan main teka teki denganku."

"Sudah ah, mama mau pulang. Persiapan buat besok."

Mama Attalia segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Xander yang masih binhung dengan sikap mamanya.

"Alex besok kau awasi mama, ikut kegiatan apa disini."

"Baik pak."

🍁🍁🍁🍁

Pagi yang cerah..

Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, membuat kue, Kamisha mengantarkan Axel ke sekolah dan berangkat kerja. Kali ini ia tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi. Ia berangkat lebih pagi.

Laras sudah menunggunya di hotel karena tempat kosnya sangat dekat dengan hotel.

"Ayo kita cek perlengkapan yang kita butuhkan?"

"Meja - meja sudah di tata dan buggy car juga sudah siap untuk kita keliling nanti."

"Bagus, aku lega karena tidak ada masalah sampai saat ini."

Kamisha masuk ke dalam ruangan. Di sana sudah ada Doni.

"Kamu terlalu percaya diri Sha."

"Kita memang harus percaya diri bukan?"

"Yakin tour keliling ini akan lancar?"

"Tentu saja, aku sudah memastikan semuanya.. kecuali kalau ada sabotase."

"Kau menuduhku?!" teriak Doni emosi.

"Hei tenang, tidak ada yang menuduhmu," jawab Kamisha. Ia mengatur emosinya sebaik mungkin agar tidak terpancing. Kalau masalah mengatur emosi ia termasuk pandai karena sudah terlatih menangani ibu tiri nya. "Dari pada kita berdebat hal yang tidak penting. Aku lebih baik keluar. Permisi."

Kamisha keluar ruangan. Ia menunggu rombongan pak Bonar selesai makan pagi untuk melakukan tour di sekitar resort.

Tampak rombongan keluarga pak Bonar sudah siap.

"Selamat pagi bapak ibu semuanya. Bagaimana tidurnya hari ini? apakah nyenyak?"

"Sangat nyenyak mbak Misha. Memang menginap disini sangat menyenangkan, terutama pelayanannya," jawab pak Bonar.

"Syukurlah kalau begitu. Baiklah hari ini kita akan mengadakan tour keliling resort. Seperti yang bapak ibu ketahui bahwa resort kami ini sangat luas dan memiliki daya tarik tersendiri," jelas Kamisha. "Hari ini saya di temani Laras akan menemani bapak ibu untuk tour bersama, silahkan naik buggy car terlebih dahulu."

Semua tamu naik buggy car dan segera melakukan perjalanan. Pertama ada taman aneka bunga. Banyak tamu yang turun dan melakukan foto bersama karena viewnya sangat bagus.

Setelah taman bunga rombongan menuju ke kebun binatang kecil yang di isi oleh rusa, aneka burung, kelinci, ikan, kuda. Mereka bisa memberi makan binatang yang ada disana.

"Bapak ibu, selanjutnya kita akan memerah susu sapi. Yang mana susu ini nanti yang akan kita olah menjadi kue. Silahkan ikuti arahan dari petugas," perintah Kamisha.

Semuanya melakukan dengan senang hati. Walaupun terkesan sederhana tapi kalau pelayanan dan fasilitas memuaskan akan berbeda nilainya. Semua rombongan telah mendapatkan susu sapi murni masing - masing satu botol.

"Nah selanjutnya kita akan memetik buah stroberry yang nanti juga akan kita gunakan untuk bahan membuat kue. Silahkan mengambil keranjang yang disebelah sana dan ikuti pemandunya."

Drrtt... drrt... drrt... handphone Kamisha berdering.

"Ras aku angkat telepon dulu."

"Oke," jawab Laras sambil terus stand by di sana mengawasi kegiatan memetik stroberry.

Kamisha mengangkat panggilan di handphone nya. "Ya halo."

"Maaf Misha hari ini chef Andi sedang ijin."

"Loh, kenapa mendadak.?"

"Aku kurang tahu, katanya beliau sakit."

"Sakit? apa tidak ada chef lain untuk menggantinya.?"

"Maaf Misha, tidak ada. Kami semua sibuk membuat hidangan untuk tamu tim satu. Mereka sudah reservasi jauh hari."

"Baiklah kalau begitu, terima kasih."

Kamisha menarik napas panjang, ia berusaha berpikir tenang.

"Ada apa Sha?"

"Chef Andi sakit."

"What?! chef pengganti gimana?"

"Semua sibuk, apalagi hotel sedang ramai."

"Lantas siapa yang akan menggantinya."

"Aku."

"Hah kamu yakin?"

"Yakin, kamu siapkan beberapa musik gembira."

"Buat apa?"

"Sudah lakukan saja. Kamu nanti juga tahu."

Rombongan sudah selesai memetik buah stroberry dan siap untuk mengikuti kelas memasak. Kamisha kembali dulu untuk mempersiapkan semuanya. Ia juga mencari mama Attalia yang sudah berjanji akan datang.

"Kamisha."

"Mama Atta, maaf lama menunggu."

"Tidak apa - apa, jadi kelas memasaknya?"

"Jadi dong ma, tapi saya mau minta tolong?"

"Siap, mama Atta akan menolongmu."

🍁🍁🍁🍁

Kegiatan selanjutnya dari rombongan adalah memasak menggunakan bahan yang tadi sudah diambil dari resort sendiri. Semuanya antusias mengikuti kegiatan itu.

"Bapak ibu sebelum kita memulai akan saya jelaskan terlebih dahulu. Mari kita sebut kelas ini dengan cooking with love karena kita memasak bersama pasangan kita sendiri dan tentunya dengan cinta.. nah karena saat ini saya sendiri maka saya akan di temani oleh seseorang yang spesial. Mari kita sambut mama Attalia!"

Semua yang ada bertepuk tangan menyambut kedatangan mama Attalia. Dengan penuh percaya diri mama Attalia melambaikan tangan pada seluruh keluarga pak Bonar dan bu Indri.

"Nah sekarang kita pakaikan apron pada pasangan kita masing - masing. Kali ini kita akan membuat pie stroberry yang garing tapi lembut di dalam," jelas Kamisha. "Di depan kita ada bahan - bahan yang sudah di sediakan. Untuk kulit pie nya masukkan tepung terigu, mentega, gula, telur dan susu," Kamisha memberi isyarat ke Laras untuk menyalakan musik. "Nah mari kita aduk adonan sambil bergoyang," perintah Kamisha.

Semua rombongan dengan suka cita membuat adonan sambil bergoyang. Mama Attalia juga tidak mau kalah dengan yang muda. Ia beradu goyangan dengan Kamisha.

"Ayo ma, tambah lagi goyangannya," ucapnya sambil menggeleng - gelengkan kepala dan mengangkat tangannya bergerak - gerak sesuai irama musik.

"Wow... mama berasa muda kembali," teriak mama Attalia sambil terus bergerak.

Dari jauh tampak dua pasang mata sedang memperhatikan kegiatan mereka yang sederhana tapi berkesan dan meriah.

"Alex, apa pinggang mama ku akan aman setelah bergoyang seperti itu dengan Misha?"

"Saya kira masih aman tuan."

Xander tersenyum senang. Apalagi melihat mamanya dan Kamisha yang bergoyang tanpa beban. Matanya melihat mereka tanpa terlepas sekali pun.

"Cantik." gumam Alex

"Ya cantik." jawab Xander

"Seksi." gumam Alex lagi

"Hmm sangat seksi," jawab Xander. Sepersekian detik dia sadar akan ucapan di bawah alam sadarnya. "Kau menjebakku lagi, Alex."

"Tidak pak, sama sekali tidak."

"Yang aku maksud tadi adalah mama bukan Kamisha."

"Ya pak saya tahu, tapi kalau saya tetap mbak Misha. Cantik dan sangat seksi." jawab Alex sambil menirukan nada Xander ketika mengatakan seksi.

Tak berapa lama kemudian kelas memasak selesai. Mama Attalia mengatur napasnya setelah memasak sambil bergoyang.

"Nah kue siap di panggang, sambil menunggu matang silahkan bapak ibu makan siang terlebih dahulu di resto hotel.. pie stroberry yang matang akan kami hampers terlebih dahulu dan dapat di ambil disini lagi. Terima kasih."

Semua rombongan keluarga pak Bonar, dipandu Laras menuju ke resto.

"Mama Atta istirahat dulu di sana, nanti akan saya bawakan pie nya kalau sudah matang.."

"Terima kasih Misha, hari ini aku senang sekali.."

"Sama - sama ma," ucap Kamisha sambil membelai lembut tangan mama Attalia.

Mama Attalia segera duduk karena usia yang sudah tidak muda lagi. Sedangkan Kamisha masih mempersiapkan kue yang sudah matang akan dimasukkan ke dalam hampers.

"Capek ma?" tanya Xander yang kemudian duduk di sebelahnya.

"Eh tidak, mama tidak capek justru mama benar - benar happy.. kenapa kamu tidak pernah cerita kalau ada kegiatan seperti ini di hotel?"

"Ini baru pertama kalinya ma. Kalau banyak yang suka bisa kita buat jadi kegiatan rutin." jawab Xander. "Mama kenal Misha?"

"Ah ya mama sampai lupa cerita. Dia itu yang nyelamatin mama waktu asma mama kambuh."

"Jadi itu Kamisha?"

"Yah benar, dia sangat cekatan menolongku bahkan memanggilkan ambulance juga."

Ternyata banyak yang tidak aku tahu dari dirimu Misha batin Xander.

🍁🍁🍁🍁

1
Sugiharti Rusli
wah akhirnya dapat sepasang anak yah🥰
Sugiharti Rusli
karena obsesi seseorang bisa jadi gila yah
Sugiharti Rusli
hampir jadi korban sasaran si Misha nih
Sugiharti Rusli
waduh apa ada unsur kesengajaan dari seseorang yah itu
Sugiharti Rusli
lha si Sofi rumahnya ga dikunci apa
Sugiharti Rusli
walah malah disangka pacar si Matteo lagi di Misha,,,
Sugiharti Rusli
pasti shock lha walo ga ada yang terjadi yah Sof,,,
Sugiharti Rusli
oh seperti itu ternyata si Matto dah notice sama Sofi rupanya
Sugiharti Rusli
jiahh kerjaannya berdua yah,,,
Sugiharti Rusli
semoga kamu konsisten deh sama ucapan kamu Sof,,,
Sugiharti Rusli
kalo playboy mah kasihan Sofi yah
Sugiharti Rusli
siapa laki" itu
Sugiharti Rusli
sakitnya sang mama membawa berkah yah Xan ternyata,,,
Sugiharti Rusli
namanya suami sendiri, kalo dicemburuin sebatas normal wajar ko Sha,,,
Sugiharti Rusli
mang kalo sama" ego yah harus ada yang jadi korban dulu tuk meruntuhkannya, dan dalam hal ini sakitnya Enzio
Sugiharti Rusli
apa berhasil kali ini usaha mama Xander😁
Sugiharti Rusli
sepertinya memang sang mama yang harus turun tangan tuk menyatukan mereka b-2 yang terlalu mengutamakan ego masing" yah,,,
Sugiharti Rusli
terus aja main kucing" an yah Xan😆😆
Sugiharti Rusli
nih mereka ke setealn awal sebelum nikah, sama" gengsi da ga ada yang mengalah🤭
Sugiharti Rusli
apa Misha mau menerima Xander lagi sekarang,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!