Dia membagi kehangatan Ranjangnya bersamaku dengan Ranjang lainnya, tapi ia tak bisa membagi hatinya meski hanya sedikit untuk ku.
Aku adalah Istri sahnya menurut hukum agama dan negara, namun baginya, aku tidak lah lebih dari sekedar Istri Partner Ranjangnya.
Mana lagi yang lebih menyakitkan? Dari pada Hidup bersama dengan orang yang tidak mencintai kita, dan merelakan pergi orang yang kita cintai.
Bagaiman dengan kehidupan Ayla esok jika ia terus menjalani hidupnya dalam ikatan rumit seperti ini? Akankah Ayla mampu bertahan? Atau kah ia harus menyerah.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMBUNYI....
Melihat Aryan datang dengan mengedarkan pandangan nya celingukan, Jho langsung teriak menghampirinya.
..."Aryan,...
..."Jho."...
..."Kamu kenapa Aryan? Kamu terlihat, sangat berantakan. Kenapa? Ada apa sama kamu?"...
..."Aku lagi nyari Ayla Jho, apa dia datang Kemari?"...
..."Tidak, hari ini dia tidak datang kemari, tapi entah kemarin apa kemarin lusa ya,? Aku lupa, aku melihat dia disini sama Ineke. Kelihatanya, mereka sedang membicarakan hal yang sangat penting, bahkan ku lihat, Ineke sampai menangis keras, tersedu-sedu, dan Ayla juga terlihat menangis sedih, wajahnya sendu sekali, tapi aku tidak berani untuk mendekat meski sekedar menyapa, aku takut itu adalah pembicaraan rahasia antar perempuan. sebenarnya ada apa bro?"...
Alih alih menjawab, Aryan justru kembali bertanya.
..."Ineke? Siapa dia Jho?"...
..."Dia sahabatnya Ayla. Temanku juga."...
..."Apa kamu punya nomor nya? Atau alamat tempat tinggalnya?"...
Aryan mendapatkan kedua nya yang dia tanyakan pada Jho, hal pertama yang Arya lakukan adalah menghubungi nomor Ineke. Dan panggilan pertama itu mendapat jawaban.
..."Halo, siapa ini?"...
Angkat Ineke yang terdengar malas.
..."Halo, dengan nona Ineke?"...
..."iya, saya sendiri."...
..."Saya Aryan, suaminya Ayla, bisa kita bicara sebentar,? Ada yang ingin saya tanyakan."...
Mendengar nama Aryan di sebutkan, Ineke naik pitam, emosinya seketika memuncak, ia mengeluarkan seluruh kata-kata mutiaranya untuk mengumpat habis Aryan.
..."Kamu,? Berani beraninya kamu menghubungi ku? Hah? Dasar pria b*jingan, pria BRENGS*K, terkutuk, kurang ajar, B*Bi, Anj*Ng kau Aryaaaann.."...
Untuk sesaat Aryan merasa kaget, baru pertama kalinya ia menelfon gadis yang bernama Ineke ini, dan mereka juga belum saling kenal sebelum nya, tapi umpatan umpatan yang di layang kan Ineke kepada dirinya dengan lancar itu seakan menggambarkan betapa bencinya gadis bernama Ineke itu terhadap dirinya. Dan setelah mengumpat kasar, panggilan itu langsung di putus sepihak oleh Ineke.
Kini yang harus di lakukan Aryan adalah langsung datang menemui Ineke ke tempat tinggal gadis itu berada, sebuah alamat kos kosan.
..."Bagaimana dia bisa mendapatkan nomorku ay?"...
Ayla masih menangis di depan Ineke aahabatnya. Ayla hanya menggeleng. Tapi sejurus kemudian Ayla yang tengah menangis sambil telungkup di atas ranjang Ineke bangkit dan duduk.
..."Ke', jika Aryan bisa mendapatkan nomor telfon mu,,,, itu artinya, dia juga pasti bisa mendapatkan alamat tempat tinggal mu ini ke..."...
..."Aku harus pergi sekarang ke, dia pasti sedang menuju kemari sekarang,"...
Ayla bergegas bangun, namun tiba-tiba dia terjatuh, ia merasa perutnya seperti kram, tapi sakitnya luar biasa.
..."Ay, kamu tidak apa-apa? Ay. kamu kenapa? Apanya yang sakit?."...
Jelas saja Ineke ikut panik dengan keadaan Ayla.
Ayla terlihat meringis menahan sakit, tangannya menggenggam erat ke area perutnya, tiba-tiba pintu kamar kos Ineke di ketuk dari luar, kos Ineke memang terbilang kos kosan terbuka, tamu pria maupun wanita bisa berkunjung hanya dengan bermodalkan menunjuk kan KTP pada scurity depan. Ineke menghampiri, tapi sebelum ia membuka pintu, ia memeriksa lewat jendela dengan sedikit membuka tirainya.
..."GAWAT"...
..."Ay, Aryan di depan, apa tidak sebaiknya kamu menemui dia ay, lagi pula, keadaan mu saat ini, biar dia membawamu ke rumah sakit."...
...Ayla menggeleng cepat,....
..."Sembunyikan aku ke, plis,"...
Terdengar berat saat Ayla mengatakannya karna ia tengah menahan sakit rasa sakit di perutnya.
Ineke sangat panik, ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari tempat paling aman untuk persembunyian Ayla.
..."Lemari, di dalam Lemari gantungan baju."...
Ineke menunjuk sebuah lemari yang terbuat dari kayu. Ayla mengangguk, dan Ineke membantunya bangun.
Dari luar terus terdengar ketukan pintu yang lebih tepatnya seperti sebuah gedoran.
Setelah dirasa Ayla aman dalam ruang persembunyian. Ineke mulai mengatur nafas, ia mencoba se netral mungkin sebelum akhirnya membuka pintu dan berhadapan langsung dengan yang namanya Aryan.
..."Iya, bisa sabar gak sih? Bertamu ke rumah orang gak ada sopan santunnya."...
Teriak Ineke yang juga kesal saat membuka kan pintu.
Saat Ineke berada tepat di hadapan Aryan, ia terkagum dengan sosok pria tampan, di depannya, kepalanya mendongak karna tinggi tubuh Aryan yang jauh lebih tinggi darinya. (dengan Ayla saja Ineke sudah kalah tinggi).
Meski saat ini penampilan Aryan bisa di bilang penampilan terburuknya, dengan rambut acak-acakan, baju yang Kumal, muka kusut, mata sembab, tapi pesonanya sebagai pria tampan di atas rata-rata sama sekali tidak luntur.
..."Subhaanallah, ada pangeran."...
Lirihnya hampir berbisik yang masih bisa di dengar telinga Aryan.
..."Maaf nona, saya Aryan, apakah? Anda nona Ineke?"...
Aryan mencoba bicara se sopan mungkin.
Ineke kembali tersadar saat Aryan memperkenalkan dirinya.
..."Iya, saya Ineke, ada keperluan apa kamu datang ke tempat saya?"...
..."Maaf sebelumnya nona, saya sedang mencari Ayla istri saya, saya tahu anda adalah teman nya, apakah dia datang kemari?"...
..."Istri??? Istri kamu bilang??? Istri seperti apa yang kamu maksud hah? Istri yang hanya kamu anggap sekedar partner ranjang? Apakah kamu tahu apa itu seorang istri tuan? Apa anda sudah memperlakukan sahabat saya layaknya seorang istri? Jangan anda fikir karna anda adalah pria yang sangat tampan, anda bisa berbuat seenaknya menyakiti hati dan perasaan teman saya.!"...
..."Sekali lagi maaf nona, itu adalah urusan rumah tangga kami, tapi tolong, jika Ayla datang kemari, saya ingin bertemu dengannya, saya ingin membawanya pulang."...
Aryan yang nyelonong masuk ke dalam kamar kos Ineke. Ineke buru buru menyusul dengan panik.
..."Dia tidak datang kemari, dia tidak ada disini. Suami macam apa kamu yang tidak tahu di mana keberadaan istrimu.! Lagi pula untuk apa kamu masih mencarinya, jika dia sudah pergi meninggalkanmu?"...
..."Nona, aku mohon, bantulah aku, aku tahu aku memang salah, aku telah melukai Ayla begitu kejam nya. tapi plis, bantu saya Nona, saya tidak bisa kehilangan Ayla, saya tidak mau jika dia pergi meninggalkan saya."...
kini Aryan sudah menangis di depan Ineke. Sebenarnya Ineke kasihan dengan keadaan Aryan yang seperti itu, tapi melihat Ayla tidak ada pergerakan dan di tambah dengan cerita Ayla kemarin tentang Nesa yang mengandung, keputusannya yang harus mundur. Ia hanya diam tak berani memberitahu Aryan keberadaan Ayla.
..."Kenap kamu harus menangis tuan? Untuk apa air mata anda itu? Anda sudah memiliki istri lain selain Ayla. Dan anda juga akan segera menjadi ayah dari bayi wanita itu. Kenapa anda masih menginginkan Ayla untuk berada di samping anda? Untuk apa tuan? Jika hanya untuk memuaskan nafsu anda? Bukan kah itu sangat egois tuan. Kenapa anda tidak melepas kan Ayla. Dan biarkan dia melanjutkan kehidupannya agar dapat menemukan bahagia tanpa lagi merasakan sakit hati.? Untuk apa anda masih menginginkan nya jika anda saja sama sekali tidak mencintainya?"...
Ineke teriak ke arah Aryan dan kini dia juga sudah ikut banjir menangis.
Sedangkan, dari balik pintu lemari, Ayla menahan mulutnya agar Isak tangisnya tidak terdengar oleh Aryan. Ia bisa mendengar semua perdebatan antara sahabatnya, Ineke, dengan suaminya, Aryan.
INEKE harusnya bahagia
Walaupun kecewa dgn kelaukuan Rain yg selalu menyakiti
Beritahu Rain dia sdg mengandung anaknya, stlh Rain tahu barulah Ineke balas menyakiti Rain agar ga semena2 mentang2 Bos Mafia mau seenaknya.
Misalnya dgn tinggal serumah tp ga sekamar biar Rain merasa tersiksa berdekatan tp hanya bs memandang Calon Anak n Istrinya tp g bs menyentuh atau berbincang
Agar Rain berjuang menggapai cintanya
Walau sebenarnya Ineke hanya pura2 dingin acuh ga mudah disentuh saat berhadapan n berdekatan dgn Rain
Ternyata Ayla nyanyi Aryan n Nesa asyik mojok 2 an untung Ayla ga lihat tp walau gt kasihan Aylanya
Berkorban meninggalkan cintanya demi dijodohkan oleh Ayahnya kpd Aryan anak shbtnya
Tp Aryan mau menang sendiri enak sendiri