NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Matang

Terjerat Cinta Pria Matang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

SQUEL TERNYATA AKU ORANG KETIGA

Kisah tentang ketulusan ....
Dan sungguh setelah kesulitan terdapat kemudahan.

Sebuah peristiwa nahas mempertemukan dua sosok terpaut usia 20 tahun.

Keduanya patah hati dan merana sebab kehilangan orang tercinta. Hingga kekosongan itu saling melengkapi ...

Kebersamaan perlahan menumbuhkan benih-benih cinta itu ...
Rasa yang sekian lama seolah mati, kini memiliki tempat berlabuh.

Mampu kah hubungan itu mudah ditempuh?

"Setiap melihatmu aku seakan sedang melihat Dia ... Dan darimu aku kembali tau ada ekspresi wajah bernama senyum dan ada sebuah rasa bersama bahagia ...." (Dimas)

"Siapa sebetulnya pemilih wajah ini? Apakah ia begitu berarti untuk Om?" (Shofie)

Selain kisah kedua tokoh di atas, kisah anak-anak Dimas juga akan ditampilkan di sini❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBUKA KEBENARAN

Hatinya semakin kacau. "Bukankah sudah kubilang kamu harus menungguku, Shof! Tapi mengapa kamu pergi dengan Aldo?" monolog Dimas. Ia dengan cepat meraih teriosnya.

Setir itu mengarah ke kanan ke kiri, menembus malam yang semakin dingin, tampak beberapa pertokoan mulai menutup hingga cahaya lampu jalan menjadi primadona Bandung saat ini.

Mata itu mengarah ke kanan, kiri, mungkin saja dua insan yang dicarinya berhenti dan berada di sana. Namun tidak! Kedua raga itu tak jua tertangkap netranya. Dimas gusar, kebersamaannya dengan Shofi selama ini membuat satu bagian hatinya menganggap Shofi miliknya, bersama Shofi ia merasa Lyra ada, Lyra di dekatnya dan kini ia tak siap jika Shofi berada dekat pria lain selain dirinya.

Berbagai hal berkecambuk di otak Dimas, bagaimana ia meninggalkan Shofi tadi dalam kondisi kurang baik, ia bahkan belum menanyakan apa yang terjadi namun kini Shofi sudah tak ada.

Terios itu melaju menerjang dingin malam hingga Villa berdominasi putih itu tertangkap netranya. Ia gusar tak mendapati Alya milik Aldo, yang menandakan keduanya belum tiba.

"Ke mana mereka berdua, mereka meninggalkan Sentra Duta lebih dulu harusnya mereka lebih dulu sampai dariku, tapi mengapa justru aku yang lebih dulu sampai? Tidak! Pasti sebentar lagi keduanya tiba! Ahh ... andai Viona tak muncul, waktuku takkan terbuang menanggapinya tadi!" monolog Dimas.

_______________

Shofi yang kalut meminta Aldo membawanya ke tempat yang nyaman untuk menenangkan diri. Hingga di kawasan perbukitan Aldo menghentikan Alyanya.

Keduanya duduk di tepi tebing menatap langit malam dengan berjuta bintang, juga kerlap-kerlip lampu pemukiman penduduk yang juga membuat suasana Bandung menjadi gemerlap.

Aldo yang menatap Shofi terus terdiam bingung, terlihat pula Shofi terus mendekap tubuhnya menandakan hawa dingin itu mulai menyeruak masuk pori kulitnya. Aldo berdiri mengambil sebuah jaket di mobil dan meletakkan di bahu Shofi, Shofi tersenyum.  "Terima kasih ...!"

"Boleh kutahu apa yang terjadi padamu?"

"Bukan hal yang penting, Mas!"

"Bagaimana jika kukatakan semua yang kamu rasa penting untukku!" Tatapan Aldo tak terlepas dari wajah Shofi.

"Rasa? Apa aku berhak merasa sesuatu? Kadang aku lupa jika rasa hanya bagian hidup yang menyesakkan, dan bodohnya aku selalu terjatuh dalam lingkaran rasa itu!"

"Kamu sedang menyukai seseorang, kah?"

Shofi menatap Aldo dan tersenyum, ia bergeming kembali setelahnya.

"Kamu bisa menceritakan bebanmu padaku, Shof! Sebetulnya aku berharap lebih, tapi jika kehadiranku cukup menjadi temanmu aku tak apa!"

Lagi-lagi Shofi menatap Aldo dan tersenyum. "Mas Aldo baik!"

"Sayangnya baikku tak cukup untuk merebut hatimu!"

"Hatiku kotor, Mas! Penuh debu ... hingga hati baikmu tak pantas untukku!"

"Aku akan membersihkan debu itu jika kamu mengizinkannya! Boleh?"

Shofi menatap ketulusan di wajah Aldo. Batinnya berbisik. "Mungkin saja aku bisa membagi sedikit sesakku padanya. Mas Aldo tidak buruk dan aku butuh teman!"

"Aku pernah menikah sebelumnya, Mas! Aku bukan gadis! Bahkan aku pernah merasakan memiliki anak, namun sayangnya Sang pencipta lebih menyayanginya!" Shofi menunduk setelah kalimatnya selesai.

Aldo yang kaget mencari kebenaran dari wajah itu, ia terus menatap Shofi dan berujar setelahnya. "Dan di mana suamimu? Bagaimana tiba-tiba bisa terfikir tinggal bersama Ommu, mas Dimas?"

"Omku? Mas Dimas bukan kerabatku!"

"Tapi kamu kerabat mbak Lyra, kan?"

"Bahkan aku tak kenal dengan wanita bernama Lyra itu!"

"Tapi wajah kalian serupa! Bagaimana itu mungkin?" Aldo semakin bingung mendengar pernyataan Shofi.

"Ceritanya panjang, Mas! Yang jelas jika waktu dapat diputar aku tak ingin wajah ini! Aku tak ingin jadi bayang-bayang! Aku Shofi bukan saudari Lyra, terlebih bukan bayangan Lyra!" Shofi yang selama ini memendam perih sebab hadirnya selalu disangkutkan dengan Lyra menumpahkan kesahnya.

"Shoff??"

"Inilah kebenarannya Mas! Ini bukan wajah asliku! Wajahku rusak dalam sebuah kecelakaan yang menimpaku setahun setengah lalu!"

Aldo menatap lekat Shofi. "Kecelakaan?"

Shofi mengangguk.

"Suamimu tau?"

"Ia mengira aku meninggal. Seseorang dimakamkan dengan nisan tertulis namaku."

"Lalu status kalian?"

"Entah ia sudah menjatuhkan talak padaku atau belum, tapi sebelum kejadian naas terjadi aku meminta ia mengakhiri hubungan kami!"

"Alasannya?"

"Untuk hal itu aku tidak bisa menceritakannya, maaf!"

"Oke! Aku yang harusnya minta maaf!"

"Sekarang kamu pasti muak melihatku dengan topeng ini kan, Mas! Aku membohongi banyak orang! Jati diriku telah hilang!"

"Katakan! Apa mas Dimas yang memberi wajah itu padamu?" Shofi mengangguk. Aldo membuang napasnya kasar. Merasa ia sudah kalah sebelum berperang.

"Mas Dimas pasti memiliki alasan memberi wajah orang tercintanya pada Shofi. Dan aku sungguh tak bisa memasuki celah itu!" batin Aldo.

"Katakan! Sekarang aku harus bagaimana? Aku ingin pergi, sungguh ingin lepas dari bayang-bayang wajah ini!"

"Boleh kutahu apa yang begitu menyesakkanmu, Shof? Apa benar karena kehilangan jati diri karena wajah itu atau karena seseorang yang terpaut hatinya dengan wajah itu yang membuatmu sesak seperti ini?"

Shofi menatap lekat Aldo. "Mass ...?"

"Sebetulnya sejak kehadiranmu di toko bersama mas Dimas aku sudah curiga, tak mungkin tak ada sesuatu antara kalian, entah mas Dimas menganggapmu mbak Lyra atau bukan, tapi aku melihat rona berbinar itu, hasrat orang yang mencintai. Cara bicara dan tatapan kalian satu sama lain mengusikku, namun saat itu segera kutepis mengingat ada hubungan kekerabatan antara kalian. Juga saat di vila, rona cemburu mas Dimas terlihat jelas malam itu, pembicaraan kalian di toko, saat di mobil yang tak sengaja aku melihatnya dari luar, tatapan demi tatapan yang kutangkap menggambarkan isi hati kalian! Dan setelah kebenaran yang kamu ungkap, aku semakin yakin kalian tidak baik-baik saja!"

Dada Shofi seketika sesak mengetahui Aldo menyadari segalanya. Ia masih menatap wajah itu dengan rona pilu. "Maaf Mas ... aku yang salah tak bisa mengontrol hatiku! Harusnya aku sadar hadirku hanya sebab rasa kasihan!"

"Tunggu dulu, Shof! Jawab aku dengan jujur!Apa sikapmu seperti tadi karena melihat mas Dimas bersama Viona?"

"Viona?"

"Nama wanita itu Viona, sejak mbak Lyra masih hidup ia memang menyukai mas Dimas. Aku juga tak habis pikir bagaimana Dirga bisa membawa wanita itu malam ini. Tapi agar kamu tahu, mas Dimas tak pernah menanggapi wanita itu!"

"Tapi tadi mereka----

"Apa yang mereka lakukan?" Shofi menggeleng tak sanggup mengutarakannya.

"Aku tidak tahu kejadian apa yang kamu lihat, tapi aku bisa memastikan mas Dimas tidak mungkin memalingkan hatinya dari mbak Lyra kepada Viona!"

"Maksudnya?"

"Viona bukan tipe mas Dimas!" Tiba-tiba Aldo mengarahkan pandangannya ke arah Shofi, ia melihat dari atas ke bawah bagian diri Shofi. "Kalau kamu yang menggeser mbak Lyra, itu bisa saja!"

"Aku?"

"Iya. Kenapa tidak? Model-model wanita lembut dan berhijab sepertimu yang mas Dimas suka! Terlebih kau juga memiliki wajah itu ...!"

"Hampir saja kamu melambungkanku, Mas. Namun kata-kata terakhirmu sungguh menghempaskanku! Ya, menyadarkan posisiku yang hanya sebatas bayang-bayang. Karena keserupaan wajah kami."

"Ahh Cinta ...! Mengapa mas Dimas begitu mujur!" Setelah diam beberapa saat Aldo berucap. "Sudah ayo kita pulang! Mas Dimas pasti sedang gelisah menunggumu di Vila!"

"Kenapa kamu seolah begitu yakin, Mas?"

"Karena aku cukup mengenal lelaki yang telah mencuri hatimu itu!"

"Mungkinkah Om Dimas menyukaiku sebagai Shofi?"

"Hal itu kamu yang harus memastikannya! Atau kamu membutuhkan bantuanku?" Sebelah alis itu terangkat membuat Shofi bingung.

"Mas Dimas tak perlu tau aku mengetahui kebenaran tentangmu! Kamu cukup bilang padanya, 'Aku akan membuka hatiku untuk mas Aldo!' Thats it! Lalu kita lihat reaksi pria tua itu!"

"Om Dimas belum tua, Mas!"

"Haaa ... aku menunggu sanggahanmu itu. Iya mas Dimas memang tak terlihat tua sesuai usianya. Aku jadi heran, mungkinkah itu pengaruh udang-udang yang selalu ia singkirkan ke tepi itu? Ahh ... sepertinya suatu hari nanti perlu mengikuti cara makan seperti itu!" Aldo terus tersenyum sembari memasukkan ujung kunci dalam genggamannya, hingga seketika pintu mobil itu terbuka dan keduanya masuk.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

 ⛅Happy reading😘

1
Dewa Rana
mantan suami shofie banyak
Dewa Rana
Semoga Dimas yg terakhir buat Shofie
Dewa Rana
Luar biasa
Dewa Rana
mestinya Sofie punya rumah, kan sebelum nikah dia wanita karir, dokter lagi
Dewa Rana
mestinya setelah ganti wajah, sofi juga ganti nama dan identitas
Batriani
Luar biasa
Surati
bagus
Jessica
Luar biasa
Mirfa Linda
dari yg pertama sampai yg ketiga knp buruk terus nasib shofii Thor...selalu jadi yg kedua dihati suaminya
mentari: karena sofie penggambaran wanita bodoh,tipe2 pelakor .orang nikah kayak mau beli cireng..satset ngga jelas . asal jabat tangan, ijab sah.. pdhl ada pacaran atau kalo mau mode syar'i ya taaruf.. masa dimana kita mengenal calon dan keluarganya..
total 1 replies
Mirfa Linda
malang betul nasib shofii...
makanya jadi orang jgn lemah gitu
Najwa Sahida Lukman Hakim
setelah terjebak dengan 2 orang munafik sekarang terjebak dalam wajah orang yang sudah meninggal ,sabar ya sof semoga ada bahagia untuk mu kelak
Ummi Lestari
sukaaaa
Bundanya Pandu Pharamadina
masih nyimak, alurnya belum paham👍❤
Aliya Jazila
aku juga agak bingung baca nya
EndRu
berat juga jadi ayafiq
EndRu
maklum juga klo Dirga begitu. karena sang anak sangat mencintai bundanya
EndRu
biarin Syafiq tersiksa. rasain
EndRu
suasananya mencekam banget.
EndRu
beneran nyesek lagi inget penderitaan Shofi karena Syafiq
EndRu
pria matang yang manis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!