setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu berdua
Malam masih panjang, setelah orang orang yang di suruh ibunya pergi, Ifan tak mau melepaskan kesempatan nya bersama Tasya, dia berencana untuk memiliki tasya sepenuhnya malam itu juga
"Mas mereka sudah pergi, apa kita bisa keluar sekarang" ucap Tasya. Ifan langsung menarik Tasya dan mengatakan jika mungkin saja mereka meletakan sesuatu di rumah
"Maksudnya mas gimana, mereka meletakan apa" Ifan menepuk jidatnya melihat sifat Tasya yang sangat polos tersebut. Sambil menariknya perlahan ke bibir ranjang, Ifan mengatakan jika mungkin saja mereka meletakan sebuah kamera tersembunyi di sekeliling rumah. Setelah Ifan menjelaskan nya barulah Tasya faham dan mengerti
"Jadi malam ini kita akan tidur di sini, lalu besok barulah aku akan meminta hito untuk memeriksa apakah rumahnya aman atau tidak" Tasya mengangguk kan kepalanya. Sambil terdiam Ifan menatap Tasya dengan sandu di sampingnya, setelah itu Ifan mencoba mendekat kan tubuhnya pada Tasya
"Mas mau ngapain, jangan dekat dekat seperti itu" Ifan langsung tersenyum di buatnya, sambil mencoba menahan tawa Ifan mengelus rambut Tasya, ifan mengatakan mengatakan jika dia sangat lucu seperti anak Kecil
Tasya tersenyum kembali membalas senyuman Ifan. Lalu Ifan kembali mencoba mendekat kan dirinya dengan Tasya, dia tak mau membuang buang waktunya bersama dengan Tasya
"Mas kenapa menatap ku seperti itu, apa ada sesuatu di mataku" tanya Tasya. Ifan menggeleng kan kepalanya dan mengatakan jika Tasya sangat cantik dan manis. Suasana di sekitar mereka menjadi sunyi, hanya terdengar suara debaran jantung yang di dengar oleh Tasya
"Baiklah aku akan pergi tidur" Tasya berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Ifan yang terlihat bingung, Tasya berjalan lalu menghampiri sofa yang berada di kamar tersebut
"Hey, hey.. kau mau apa di sana" tanya Ifan ketika melihat Tasya berjalan mendekati sofa
"Mau tidur" jawab Tasya dengan polos nya. Ifan di buat bungkam dengan sifat Tasya, terlihat raut wajah yang sedikit kecewa dan kesal tersirat di wajahnya. Sambil membuang nafasnya Ifan meminta Tasya untuk kembali ke kasur dan tidur bersamanya
"Ahh.... Kemari kemari. Cepat kemari" panggil Ifan.
"Kenapa, kan kita harus tidur mas. Jadi aku akan tidur terlebih dahulu" jawab Tasya
"Iya, maksudnya kita tidur bersama di sini. Kau di sebelah sini dan aku di sebelah sana. Jangan tidur di sofa nanti tubuhmu akan sakit"
"Kita akan tidur bersama maksudnya di sini"
"Iya" jawab Ifan. Tasya langsung menyilang kan tangannya di atas dada dan melihat ke arah lain membuang mukanya. Ifan langsung terkekeh melihat reaksi Tasya yang begitu menggemaskan
"Bisa gila aku" ucap batin Ifan. Setelah itu Ifan kembali memanggil Tasya dan memintanya untuk tidur di sampingnya, Tasya pun kembali berjalan mendekati Ifan dan segera duduk di sebelah nya.
Tak henti di situ, Ifan kembali mendekatkan dirinya, dia tak mau melewatkan kesempatan berdua dengan Tasya. Sambil terdiam Tasya terus memalingkan wajahnya dan tak berani bertatapan dengan Ifan
"Kau melihat ke mana" ucap lembut Ifan lalu menyentuh dagu kecil Tasya. Mata yang begitu indah dan molek menatap balik dirinya, Ifan mulai menyondong kan tubuhnya dan membuat Tasya menyender di tepian tempat tidur
"Mas, mau ngapain" gumam Tasya. Ifan tak menjawab pertanyaan nya dan hanya tersenyum sambil terus mendekatkan wajahnya
"Em.. mas, kita akan meminta hito untuk memeriksa rumah kan" Ifan menjawab dengan lembut dan mengatakan jika dia akan memanggil nya besok. Tasya terlihat gugup ketika Ifan mencoba terus mendekati dirinya, lalu saat Ifan sedikit lagi hendak mencium bibir kecil Tasya, tiba tiba Tasya mendorong Ifan dan mengatakan kenapa tidak sekarang saja dia memanggil hito. Dengan wajahnya yang polos Ifan terdiam kesal menatapnya
"Tasya!" Ucap Ifan frustasi
"Iya mas" mendengar jawaban Tasya, Ifan terlihat sedih lalu membalikan tubuhnya dan langsung berbaring di sebelah Tasya
"Ah.... Sudahlah" ucap Ifan
"Mas kenapa sih"
"Sudah tidur lah, ini sudah larut" balas Ifan. Tasya merebahkan tubuhnya dan berbalik membelakangi Ifan. Dengan perasaan nya yang terus berdebar kencang, Tasya menutup mulutnya dengan wajah yang sangat merah karena tersipu
"Untung saja. Jika tidak pasti akan terjadi sesuatu" ucap batin Tasya. Bukan nya polos atau tak mengerti, Tasya hanya berpura pura saja di depan Ifan lantaran dia masih gugup dan tak bisa melakukan nya
"Kau tidur" ucap Ifan lalu mendekatkan kembali tubuhnya dan memeluk Tasya dari belakang
" Kau benar benar sudah tidur ya" karena Tasya tak menjawab perkataan nya, Ifan menggeser kan rambut panjang Tasya dan mencium tengkuk lehernya dengan lembut. Sambil menutup matanya Tasya merasakan hal aneh di tubuhnya, dia segera membalikkan tubuhnya dan menutup mulut Ifan dengan telapak tangannya
"Mas tidak boleh" Gumam Tasya sambil menundukkan kepalanya dan tak berani menatap nya. Ifan langsung tersenyum dan mencium kening Tasya lalu memeluk nya dengan erat
"Baiklah, ayo kita tidur saja" balas Ifan tersenyum
BERSAMBUNG....
Jan lupa di like komen and vote😊