Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.
Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.
Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.
Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6.
Cindy Magnolia Buchanan, adik tiri Lara yang dibawa Ayahnya, setelah Ibunya meninggal dunia.
Saat ia masih duduk di bangku semester pertama Universitas, Cindy dan Ibu tirinya menjadi bagian keluarga Buchanan.
Cindy memiliki sifat yang sangat pencemburu.
Adik tirinya itu selalu menginginkan apa yang menjadi miliknya.
David mencintai Cindy, karena adik tirinya itu penyelamat David.
Sejak Cindy mengetahui ia mencintai David, adik tirinya itu tanpa terduga, tiba-tiba menjadi penyelamat David, yang selama ini selalu di cari David.
Sudut bibir Lara menyunggingkan senyuman dingin melihat pemandangan di depannya.
Ia sama sekali tidak merasa sakit hati, atau pun cemburu seperti biasanya.
Rasa yang sudah ia pertahankan selama ini tetap setia, dan mencintai David hilang secara perlahan.
Bertahun-tahun ia melihat kemesraan David dan Cindy, sehingga ia pun menyadari cintanya bukan untuk David.
"Aku tahu cinta kalian tidak akan terpisahkan, jangan menunjukkan kemesraan kalian di depanku! aku tidak akan cemburu! aku menyadari kesalahanku karena menjadi penghalang bagi kalian untuk bersatu! Ayo segera kita akhirnya kemelut yang membelenggu kita selama ini!" kata Lara dengan nada yang begitu tenang.
Wajahnya terlihat datar, tidak memperlihatkan emosi sama sekali saat berbicara.
David mendengus dingin mendengar perkataan Lara, yang terdengar biasa saja tanpa merasa tertekan sama sekali.
"Huh! sudah bertahun-tahun berlalu, barulah sekarang kamu sadar diri! kamu pikir aku ini apa? pria yang seenaknya kamu permainkan?!!" nada suara David yang dingin terdengar penuh rasa geram.
David tidak tahu entah kenapa merasa geram mendengar apa yang dikatakan Lara.
Nada suara Lara yang terdengar begitu tenang, seakan kesalahan Lara menjadi penghalang cintanya dengan Cindy hanyalah lelucon saja.
"Akh!!" mata Lara seketika membulat.
David tiba-tiba mencengkram leher Lara dengan tangannya dengan tekanan yang kuat.
Wajah David tampak penuh amarah memandang dengan benci pada Lara, "Dasar perempuan murahan! kamu penjara aku dalam pernikahan sialan ini! sepuluh tahun kamu menahanku, agar tidak bersama dengan wanita yang sangat kucintai! kamu pikir bisa hidup tenang setelah perceraian ini, Hah?!!"
"Akh!!" Lara mencoba melepaskan tangan David, yang terasa semakin kuat mencengkram lehernya.
Sementara Cindy, diam-diam menyunggingkan senyuman senang pada sudut bibirnya.
Ia merasa bahagia melihat wajah kesakitan Lara, yang ia harapkan segera mati di tangan David.
"Kak, kalau memang kamu tahu sebenarnya menyadari penghalang cinta kami! kenapa dulu kakak memaksa David menikah, dengan cara menjebaknya? kakak sangat kejam sekali padaku!"
Dengan nada yang dibuat selembut mungkin, dan terdengar begitu sedih, Cindy memprovokasi David semakin naik darah.
Cengkraman tangan David semakin kuat mencekik leher Lara, sehingga Lara semakin kesulitan bernafas.
"Hei! apa yang anda lakukan, Tuan? kalau Tuan tidak mencintai istri anda, segera ceraikan saja!!!"
Terdengar suara seorang wanita berteriak pada David, dan David pun seketika melepaskan cengkraman tangannya pada leher Lara.
"Anda tidak apa-apa, Nyonya??" tanya wanita itu menahan tubuh Lara yang terhuyung kebelakang.
"Sa.. saya baik-baik saja!" jawab Lara dengan susah payah.
Beberapa pria dan wanita yang berada pada lobby kantor sipil itu mendekat pada mereka bertiga.
"Apa anda ingin membunuh istri anda, Tuan? kalau memang sudah tidak cinta lagi, segera cepat urus perceraian kalian!!" sahut yang lain menimpali, karena melihat bagaimana David mencekik Lara.
"Nyonya, lebih baik anda segera bercerai dengan pria model seperti ini! lelaki yang suka main tangan, tidak layak dipertahankan!!" sahut yang lain menimpali dengan nada tidak suka melihat David.
Cindy yang tadi diam-diam tersenyum bahagia, perlahan cemberut mendengar beberapa pria dan wanita, yang mungkin baru saja mengesahkan akta nikah mereka memarahi David.
Ia tanpa sadar merapat pada David, dan merangkul lengan David dengan manja.
"Ohh.. jadi anda yang berselingkuh rupanya, Tuan!!" kata salah satu wanita yang masih muda.
"Laki-laki memang bajingan! ternyata dia sudah punya wanita lain, makanya dia ingin membunuh istrinya, agar dapat menikah dengan selingkuhannya!!"
Yang lain pun menjadi berpikiran menurut pandangan mereka sendiri, melihat Cindy merangkul lengan David.
Lalu wanita itu menoleh kepada pasangannya yang berdiri di sampingnya, "Kalau kamu seperti dia suka selingkuh, lebih baik kita tidak jadi menikah saja!!" katanya tajam.
"Hah?! sayang, kamu ini bicara apa? aku tentu setia sama kamu! aku menyukai kamu dari sejak SMP, mana mungkin aku menduakan kamu!!" kata pasangan wanita itu dengan nada cemas.
Mereka kemudian berlalu dari sana.
Wajah David semakin terlihat dingin mendengar perkataan beberapa pasangan, yang tidak tahu permasalahan mereka seperti apa sebenarnya.
Lara yang masih merasakan sakit pada lehernya, bergegas menuju bagian pengurusan perceraian.
Dengan wajah yang masih terlihat tidak senang, David melangkah mengikuti Lara.
Cindy yang tidak memiliki kepentingan, menunggu David segera memproses perceraiannya dengan Lara.
Ia tersenyum senang melihat David melangkah ke arahnya, setelah David dan Lara menyelesaikan proses perceraian mereka.
Lara tanpa mengatakan apa pun, dengan wajah datar melangkah melewati David dan Cindy begitu saja.
"Ayo, sekarang kita mengurus surat nikah kita!" kata Cindy dengan nada yang begitu bahagia.
Sudut bibir Lara menyunggingkan senyuman dingin mendengar nada bahagia Cindy, sembari melangkah keluar dari lobby kantor sipil tersebut.
Setelah sampai di vila David, Lara mengemas sisa barangnya yang belum ia kemas.
Lalu setelah itu ia membakar semua barang-barang yang berkaitan dengan David.
Begitu juga barang-barang yang pernah ia berikan kepada David, yang satu pun tidak pernah David sentuh.
Lidia dan Giana hanya diam saja melihat Lara membakar semua barang, yang dulunya selalu Lara rawat dengan baik.
"Nyonya, apakah foto pernikahan ini juga harus di bakar?" tanya Lidia melihat foto pengantin berukuran besar Lara dan David.
"Ya!" jawab Lara.
Giana dan Lidia mengangkat foto berukuran besar itu ke dekat api yang menyala.
Foto itu bersama dengan foto album pernikahan Lara dan David, perlahan mulai di lahap api yang semakin membesar.
Lara menghela nafas dengan lega melihat semua barang, yang ada ikatannya dengan David sudah musnah menjadi debu.
"Nyonya, kami juga sepertinya akan mengundurkan diri, karena anda tidak lagi menjadi Nyonya di vila ini!" kata Lidia.
"Iya, kami hanya ingin anda yang menjadi majikan kami!" kata Giana ikut mengutarakan isi hatinya.
Lara tersenyum mendengar apa yang dikatakan ke dua pengasuh Lorenzo, yang sudah ia anggap keluarga itu.
"Terimakasih, tapi aku tidak mampu membayar tenaga kalian, kalau ikut denganku!" jawab Lara mendengar perkataan Giana.
Raut wajah ke dua pengasuh Lorenzo itu tampak sedih mendengar jawaban Lara.
Mata mereka tampak berkaca-kaca, saat Lara membawa dua kopernya setelah memastikan tidak ada satupun barangnya tertinggal.
Ia tadinya mengatakan pada David, akan pergi tiga hari ke depan setelah surat perceraian mereka selesai diurus.
Ternyata ia sudah tidak tahan lagi berlama-lama untuk tinggal di vila tersebut.
Bersambung.........