NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Arabella

"Minggu depan aku pulang ke negaraku. Apa... Kamu mau ikut?" Tanya Sean pada Natasha.

Kini Sean tengah berada di apartment Natasha. "Aku tidak bisa ikut mungkin nanti saat liburan aku bisa menyusulmu." Jawab Natasha lembut.

"Natasha!"

"Hmm.."

"Meskipun kita baru kenal beberapa hari ini, aku merasa nyaman bersama mu dan_" Ucap Sean terhenti.

"Dan apa?" Lanjut Natasha.

"Aku ingin memiliki mu sayang." Tutur Sean dengan suara seraknya di telinga Natasha.

Bulu kuduk Natasha seketika merinding. Ia menatap lekat mata Sean. Dirinya bukan bocah, ia sudah tahu kemana arah omongan Sean.

Natasha menolaknya dengan halus, ia tidak ingin menyakiti dan mengecewakan Sean. "Aku bukan wanita baik baik Sean. Benar apa yang di katakan Dylan. Aku wanita murahan." Lirihnya dengan berlinang air mata.

DEG

Sean berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Natasha. "Aku tidak perduli seperti apa masa lalu dirimu, yang aku yakini, aku sangat menyukaimu dan ingin bersama mu Natasha. Aku percaya jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Sean dengan raut wajah serius.

Bibir Natasha semakin keluh, tangisannya tiba tiba pecah. Ia jujur apa adanya tentang keadaan dirinya pada Sean. Hingga wajahnya sembab.

Tangan Sean menarik Natasha dalam dekapannya. "Aku tahu! Itu bukan masalah buatku! Kalau pun kamu hamil anak dari pria brengsek itu, aku akan tetap di sisimu. Kamu wanita baik baik, hanya saja cinta sudah membutakan mata hatimu." Ucap Sean sambil menciumi seluruh wajah Natasha.

"Menikahlah dengan ku, Natasha!"

DEG

"Sean, aku_hmmpt_"

Sean menyambar bibir Natasha dengan penuh nafsu. Satu tangannya dengan liar menjalar ke setiap tubuh Natasha. Hingga suara desahan keluar dari bibir wanitanya.

"Ouch f*ck s*ksi..." Tangan Sean bermain di dada yang putih membuncah setelah tadi ia merobek kemeja yang dipakai Natasha.

"Sean ja-jangan aahh.." Natasha semakin mendesah tak kala ciuman Sean semakin panas. Sentuhan nakal itu tak bisa ia tolak.

Kedua tangan Natasha membuka pakaian Sean dan melemparnya. Sean membawa Natasha ke kamar dan menidurkannya.

Sean melakukan hal sama, ia juga melepaskan semua pakaian Natasha yang sudah ia robek tadi, juga rok yang wanita ini pakai. Hanya tersisa pakaian dalam Natasha yang sangat menggoda batin Sean.

Seperti menemukan berlian langka, Sean dengan rakus melahap dua gundukkan putih milik Natasha. "Aaah Sean..." Ucap Natasha yang mendesah di bawah kukungan Sean.

Semakin lama mereka semakin menjadi. Sean berhasil menggempur Natasha. Kamar itu menjadi saksi bisu percintaan mereka.

"Oh shit...! Kamu nikmat sekali sayang." Sean terus meracau saat terus memasukinya tanpa henti.

Hingga keduanya berkeringat dan terasa lengket akibat pergumulan mereka. Natasha juga sangat menikmatinya, kali ini ia yang memimpin jalannya pertempuran.

Tubuh Sean sudah berada di bawah Natasha. "Aaah...Sean!" Natasha terus merintih diatasnya, kepalanya mengadah ke atas.

Bagi Natasha bercinta dengan Sean lebih indah daripada dengan Dylan yang sama sekali tidak menghargainya. Meskipun Sean sedikit absurd dengan gayanya yang berantakan namun sangat modis, tapi Sean sangat menghargainya sebagai wanita.

"Aku akan menikahi mu, Natasha!" Celetuk Sean di sela sela desahannya.

Natasha tiba tiba terdiam menatap dalam Sean. "Apa?"

"Kita akan menikah sayang. Aku akan bicara nanti malam dengan Dariush dan Arabella." Ucap Sean.

"Oke kita menikah." Natasha dan Sean melanjutkan lagi peraduan mereka di atas ranjang.

-

-

-

Lain halnya dengan Dylan yang menunggu Bella di depan rumahnya. Ia sedang mencari kesempatan untuk menemui Bella.

"Aku tidak bisa diam saja! Bella harus jadi milikku!" Geram Dylan.

Yah! Dylan merencakan sesuatu yg licik dan jahat pada Bella. Ia tengah menghubungi seseorang untuk menjalankan rencana tersebut.

Sampai kapan pun Dylan tak rela jika Bella bersama Dariush. Baginya, Bella hanya miliknya. Ia akan melakukan segala cara untuk merebut Bella.

Setelah menghubungi seseorang, benar saja Bella keluar bersama pelayan di rumah itu. Entah ingin pergi kemana wanita yang tengah hamil muda ini.

Dylan mengikutinya sampai ke ujung komplek perumahan. Rupanya Bella dan pelayannya sedang membeli rujak di sekitaran rumahnya.

Perlahan Dylan menghampiri Bella. "Astaga! Kamu ngagetin aja." Ucap Bella yang tersentak akan kehadiran Dylan yang tiba tiba muncul.

"Ii-iya tadi aku lihat kamu kesini ya udah aku kesini. Bell, bisa kita bicara sebentar? Sebentar saja, lima menit aku janji." Lirih Dylan dengan wajah memelasnya.

Bella melirik dulu mbok yang menemaninya. Dengan sedikit ragu, ia menganggukkan kepalanya pelan. Keduanya berjalan ke taman di dekat rumah Bella.

Disinilah mereka berada, duduk di kursi taman. "Kenapa?" Tanya Bella.

"Aku minta maaf atas segala sikap ku kemarin. Aku...hanya takut kehilangan kamu, Bell." Lirih Dylan tanpa menatap Bella di sampingnya.

"Hmm, aku kecewa sama kamu. Aku pikir kamu benar menyayangi ku, tapi melihat sikap kamu kemarin aku_"

Tangan Dylan memegang tangan Bella lembut. "Kamu marah sama aku, kamu benci sama aku. Iya kan?" Tanya Dylan.

"HHMM."

Dylan dan Bella menoleh ke arah suara, ternyata Dariush ada di belakang mereka. Bella melepaskan tangannya dari Dylan, ia berdiri menghampiri suaminya.

"Jaga sikapmu! Jika ingin bertemu istriku, bertamulah selayaknya tamu." Tegas Dariush penuh penekanan.

"Kami bersahabat dari kecil, kau tidak berhak mengatakan itu padaku tuan kejam." Seringai Dylan, ia pergi melengos begitu saja.

Tangan Bella menahan tubuh suaminya yang sudah terpancing emosi. Ia menggeleng pelan. "Oke baiklah! Aku mengalah demi istriku ini, kita pulang." Ucap Dariush.

Keduanya pulang kembali ke rumah. Tentunya raut wajah Dariush masih masam seperti tadi. Kali ini Bella juga mengalah, ia mengajak suaminya untuk berjalan jalan mengelilingi kota ini.

"Hmm, oke!" Jawab Dariush singkat.

Saat Bella akan masuk di kursi kemudi, Dariush dengan cepat mengambil alih. "Tidak! Kamu duduk si samping!" Kata Dariush.

"Tapi kan kamu enggak tahu jalan di kota ini." Gerutu Bella.

Jari Dariush menunjuk monitor gps di dashboard mobil istrinya. "Let's go."

Dariush dan Bella pergi sore itu. Di dalam mobil Dariush meluapkan kekesalannya pada istrinya. "Aku tidak suka kamu menemui pria badj*ngan itu di belakang ku." Ucap Dariush tanpa menoleh.

"Aku tidak sengaja ketemu dia. Tadi Dylan minta maaf_" Bella menceritakan pertemuannya dengan Dylan pada suami posesifnya ini.

"Aku mencintaimu, jangan pernah khianati aku!" Tutur Dariush sambil mengecup tangan istrinya.

"Aku juga mencintaimu, justru aku takut kamu yang mengkhianati ku. Apalagi aku sedang hamil, bentuk badan ku pasti berubah." Lirih Bella dengan tersenyum getir.

Dariush menghentikan mobilnya di pinggir. Ia menangkup wajah istrinya yang meneduhkan. "Susah payah aku mendapatkan mu lalu aku harus menyia-nyiakan mu? Begitu? Tidak akan pernah terjadi sayang."

Entah kenapa semenjak hamil, Bella memendam keraguan yang begitu besar pada suaminya ini. Begitu banyak ketakutan dan kegelisahan di dalam dirinya.

Tiba tiba air mata Arabella mengalir begitu saja di pipinya. "Hey sayang, lihat aku! Tidak ada yang perlu di takutkan, aku di sini bersama mu dan menjagamu." Ucap Dariush dengan serius.

"Semoga saja." Lirih Bella.

"Stop bicara sembarangan, Arabella!"

Saat Arabella melirik kaca spion tengah di dalam mobil, ia merasa ada mobil lain yang mengikutinya. "Tunggu disini." Ucap Dariush.

"Jangan! Kamu mau apa? Aku enggak mau kamu pergi." Lirih Bella yang menahan suaminya.

"Tenang saja, suami mu ini hebat dalam melenyapkan orang. Kunci pintunya jangan di buka!"

"Tapi_"

"Love you Arabella."

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!