NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjalin cinta dengan Althara

Esok pagi di sekolah aku terlihat sekali tak bersemangat. Aku tak menceritakan cerita Lusi kemarin kepada ketiga teman ku. Aku hanya ingin diam memikirkan Althara.

“Al lo kenapa sih? Dari masuk sekolah kok muka lo kusut gitu” tanya Venna.

“Iya nih, lo ada masalah lagi? Cerita sama kita dong Al kali aja kita bisa bantu” ujar Tata.

“Kita cerita di kantin aja yuk, gue laper” ajak Ghea mengelus perutnya.

Sebuah ide muncul di kepalaku. Aku langsung berdiri membuat kaget semua teman-teman ku.

“Gue mau ke kantin belakang” ucap ku membuat syok ketiga teman ku ini.

“What ?! Kantin belakang? Lo ga salah?” Ucap Tata tak percaya.

“Gila kali ya lo, ngga gue ga mau” tolak Venna.

“Gue ga ngajak kalian, gue mau sendirian, dan Ghe, gue boleh minta tolong sama Lo buat bilang ke Edo kalo gue ke kantin belakang ya”

“Hah ngapain gue bilang ke Edo?” Bingung nya.

“Pokok nya lo bilang aja ya” ucap ku sambil pergi.

“Kok suruh bilang Edo sih” ucap nya yang masih aja bingung.

“Udah lo nurut aja napa sih” kesal Tata.

“Iya,lagian Alhena ga mungkin rebut Edo kali Ghe gila aja kali lo. Palingan dia lagi bikin rencana buat Althara” ujar Venna begitu mengerti.

Aku tahu apa yang aku lakukan ini sangat konyol. Namun ini adalah ide terbaik ku, tak ada lagi cara lain.

Aku berjalan menuju kantin belakang sendirian dengan rasa takut dan panik. Belum sampai di kantin sekolah aku sudah melihat segerombol siswa nakal itu berjalan di depan ku.

Mereka mulai mendekat.

“Hay cantik” ucap salah satu siswa itu menghadang langkah ku.

“Mau kemana?” Tanya nya. Aku terus mencari celah untuk melanjutkan langkah ku.

“Permisi ya aku mau ke kantin” ucapku dengan ketus.

“Kamu kok sendirian aja? Ga takut makan disana sendiri? Mending aku temenin ya” ucap nya berusaha memegang tangan ku.

“Ih apaansih, jangan macem-macem ya” ucapku menghempaskan tangan nya.

“Loh kok galak sih, aku bener loh, disana itu jahat-jahat kamu harus ada yang ngelindungin biar ga di gangguin” siswa siswa ini mulai mengelilingiku dan memojokan ku ke tembok.

“Kalian mau apa?” Tanya ku mulai panik.

“Wess jangan nanya mau apa dong, kita suka seneng kalo di tanya kaya gitu”

Keberanian yang ada dalam diriku seketika telah hilang. Perasaan takut ku berhasil mengalahkan rasa berani ku.

Tiba-tiba Salah satu siswa terhempas ke belakang dengan cepat di samping ku.

Althara.

Dia sudah menarik dengan kencang pundak salah satu siswa yang menggangguku.

“Mau apa kalian?” Tanya Althara dengan tatapan dingin nya.

Semua yang menggangguku tiba-tiba menjauh.

“Kita cuma main-main kok Al” jawab siswa menjengkelkan ini dengan tenang.

“Udah main-main nya? mending kalian pergi” ucap Althara dengan wajah yang mengancam.

Semua siswa itu terlihat kesal namun tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan sang ketua osis ini untuk pergi dari pada mereka terkena masalah.

Althara menatap ku dengan kesal. Dan aku terus menundukan wajah ku tak ingin melihat wajah nya yang sudah marah seperti ini.

“Ngapain pergi kesana lagi?” Tanya nya. Aku masih menundukan kepalaku tak berani menatap nya langsung.

“Mau gabung sama mereka?” Aku menggelengkan kepalaku dengan pelan.

“Terus mau apa?” Tanya nya lagi.

Aku masih terus diam tak berani menjawab. Althara hanya terus memandang ku dengan kesal dan tak lagi marah-marah, lalu dia terdengar menghela kan nafas nya dan hendak pergi meninggalkan ku. Aku menahan tangan nya. Althara kembali menatap ku, aku memberanikan diri untuk menatap nya juga. Namun entah mengapa mataku mulai basah ketika melihat nya.

“Maaf” lirih ku menahan tangis.

Aku menatap nya begitu dalam. Aku begitu menyesal telah meminta nya untuk pergi padahal aku selalu merindukan nya. Dan aku tak sanggup lagi menahan rasa rinduku ini.

“Aku..” Althara menarik ku kedalam pelukan nya sebelum aku menjelaskan apapun kepadanya.

Dia memeluk ku begitu erat dalam diam. Dan air mata ku akhirnya keluar di dalam dekapan nya, sudah tak bisa terbendung lagi. Tanpa menjelaskan apapun Althara sudah tahu aku begitu menyesali perbuatan ku. Aku membalas pelukan nya dengan erat.

Dia sudah memaafkan ku.

Aku tidak akan pernah lagi melakukan hal bodoh yang akan melukai perasaan ku sendiri dan perasaan nya. Aku akui, aku memang begitu mencintainya.

Althara menghapus air mataku dan membawa ku ke kantin untuk membeli makan disana. Kita akhirnya membaik dan aku menceritakan semua masalah ini kepada ketiga teman ku. Mereka begitu terharu dengan apa yang telah dilakukan Althara kepada ku. Ghea juga meminta maaf karena telah mengira yang tidak-tidak kepada Althara. Aku bahagia karena semua nya menjadi seperti yang aku harapkan.

Keesokan harinya dia menjemput ku pergi sekolah. Namun ada yang berbeda di hari itu. Althara menjemputku dengan masuk ke dalam rumah dan mengobrol dengan Papa. Aku tersenyum melihat Althara akhirnya bertemu dengan Papa dan Mama.

“Pagi Pa” sapaku menghampiri mereka.

Althara tersenyum kepadaku.

“Pagi sayang, udah mau berangkat sekolah? Althara ga sarapan dulu?”

“Ngga om, saya udah sarapan tadi dirumah” jawab nya.

“Jangan panggil om, panggil aja Papa sama kaya Alhena biar kita lebih deket ya”

Papa melirik ku dengan tatapan yang aneh.

Aku menggelengkan kepalaku.

“Haha iya Pa” jawab Althara sambil tersenyum.

“Mama mana?” Tanyaku.

“Mama di kamar dulu ada kerjaan ketinggalan sebelum kerja”

“Ya udah Alhena pergi dulu ya pah” pamit ku mencium punggung tangan Papa.

“Iya sayang” jawab papa sambil mengelus rambutku.

“Saya juga pamit ya Pa,salam untuk mama”

Aku melirik Althara yang sudah terlihat so akrab dengan orang tua ku.

“Nitip Alhena ya, jangan sampe dia kenapa napa”

“Pasti Om,euh maksudnya Pah”

Aku tersenyum melihat Althara yang begitu manis ini.

Lalu aku dan Althara pun pergi ke sekolah.

Di sepanjang berjalan di koridor sekolah Althara memang tidak menggandeng tangan ku. Namun dengan dia berjalan di samping ku seperti ini saja sudah pasti semua orang yang melihat akan tahu jika aku dan Althara manjalin hubungan. Aku tidak lagi merasa malu atau pun risih dengan semua tatapan yang memperhatikan ku seperti ini.

Biarkan mereka tahu jika kita sudah bersama.

“Nanti istirahat tungguin aku di kantin” ucap nya ketika kita sampai di depan kelasku. Dia mengacak acak lembut rambut ku sambil tersenyum.

“Iihh” manja ku sambil membenarkan rambutku. Lalu dia pergi sambil melambaikan tangan nya.

Aku masuk ke dalam kelas dengan hati yang begitu berbunga bunga.

“Ciyeeee yang lagi kasmaran. Bikin kita ngiri aja nih” ucap Venna ketika ku menghampiri mejaku.

“Selamet ya lo udah baikan sama Althara” Ghea memeluk ku ikut bahagia.

“Walaupun dia dingin tapi dia so sweet banget ya kalo sama lo, gue jadi ngiri deh” ucap Tata.

Aku hanya bisa tersenyum dan tersipu malu di ledek oleh mereka.

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!