NovelToon NovelToon
Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Badboy / Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Chanda Kirani

Sekarang bukan lagi zaman Siti Nurbaya yang harus menerima perjodohan untuk memiliki seorang pasangan.

Bagi Dewa, jangankan menikah apalagi di jodohkan, bahkan ia tak pernah mengenal yang namanya cinta. lebih tepatnya tak mau mengakui apa yang di sebut cinta.

Namun Dewa justru terperangkap dalam perjodohan yang dengan seorang gadis yang mengatas namakan cinta dalam syarat utamanya. Sedangkan dirinya pun tak mampu menolak karena itu adalah perintah mutlak yang menentukan masa depannya.

Menolak, bukan perkara yang mudah. Menerima, juga tak bisa di katakan mudah.
Pasrah, tetap harus berjuang.



Apa yang akan dilakukan oleh seorang gadis sehingga mampu membuat Dewa bertekuk lutut dan membuka mata tentang arti sebuah hubungan???

Bukan tentang CEO kejam sombong dan dingin tapi hanya kisah cinta manis yang di bumbui sedikit komedi.

Revisi bertahap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chanda Kirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan melelahkan

Happy Reading...

Cintya menatap kagum pada pemandangan yang tersaji di hadapannya.

Bagaimana tidak, hamparan laut biru yang sangat menakjubkan dengan ombak yang saling berkejaran menghantam karang.

Cintya menempelkan kedua telapak tangannya pada jendela kaca. dengan pandangan takjub saat manik matanya menangkap pemandangan sore dari kamar utama di lantai atas.

Ternyata ketakutannya beberapa saat lalu tidak terbukti. padahal Cintya sempat berfikir bahwa Dewa akan berbuat macam-macam padanya.

Ternyata kamar yang Dewa maksud adalah sebuah ruang santai merangkap ruang tidur dengan desain interior yang super mewah. jika di bandingkan dengan kamar hotel kelas VVIP, ruangan ini bisa di bilang lebih wow.

Sebuah ranjang King size yang berada di tengah ruang dan mini bioskop yang dapat di nikmati dari atas ranjang meski terdapat tempat duduk yang nyaman di depannya.

Sofabed yang begitu empuk dan nyaman teronggok di balkon kamar, dimana akan membuat siapapun betah dan nyaman menikmati angin laut yang berhembus lembut.

Kamar mandi yang bersebelahan dengan walk in closed yang memiliki akses masuk dari dalam kamar mandi maupun dari dalam kamar.

"Gimana, lu suka?" tiba-tiba Dewa berdiri di belakang cintya dengan jarak yang begitu dekat, hingga nafas Dewa menyapu leher belakang cintya.

Cintya yang tak pernah mengalami moment seperti itu menjadi kaku seketika. apalagi kini Dewa semakin mengikis jarak di antara mereka. kali ini bukan karena keisengan Dewa. namun mereka hanya tidak menyadari jika posisi mereka yang seperti itu akan membuat keadaan jantung mereka akan bekerja lebih keras.

Cintya menyadari posisi mereka yang sama sekali bukan perbuatan yang benar, segera ia menjauhkan tubuhnya dari Dewa.

"Bagus banget, apalagi jika bisa menyaksikan senja dari sini." ucap Cintya semakin takjub.

"Kalau begitu kita nginep aja di sini malam ini." celetuk Dewa sekenanya.

"Ngomong aja sono sama tembok." Cintya berlalu meninggalkan Dewa yang masih terbahak menuju lantai bawah.

***

Matahari telah benar-benar berpindah menyinari bagian bumi yang lain, saat Cintya sampai kerumah dengan di antar Dewa tentunya.

"Udah sampai cil! molor mulu" Dewa mengguncang tubuh mungil itu dengan pelan. kelelahan karena perjalanan dan perut yang kenyang menjadi satu membuat Cintya di kalahkan oleh rasa kantuknya.

"Iya" Jawab Cintya dengan malas. kantuk yang menderanya membuatnya menjadi lamban dalam membuka seatbeltnya. dan lagi-lagi Dewa lah yang harus bertindak.

"Makasih Om". ucapnya lagi sambil menurunkan kakinya dari dalam mobil.

"Makasih doang? gak ada peluk cium perpisahan gitu?" Dewa di sertai senyum nakalnya.

"Ogah!" sepertinya kata itu sudah melekat erat di mulut gadis itu.

"Belum tau aja lu ciuman gue semanis apa." tak juga mobil Dewa pergi dari sana karena sang supir sepertinya masih betah menebar senyum mesumnya.

"Cintya gak suka yang manis-manis. karena Cintya udah cukup manis." cicit si gadis sebelum tubuhnya sempurna keluar dari dalam mobil.

"Boleh kali nyoba dikit." Si setan mesum masih beraksi.

"Najis!" kembali kata-kata keramat itu keluar dari mulut manis berbibir pink yang membuat iman cetek Dewa meronta-ronta.

"Awas lu nanti!" ancamnya sambil melajukan mobilnya pelan.

Cintya masuk kedalam rumah yang sebagian lampunya sudah di matikan.

Gadis itu tak tau jika sejak tadi perdebatan singkatnya di saksikan oleh sepasang mata yang memandang tak suka ke arahnya.

"Dari mana lu dek?" suara orang yang begitu Cintya kenal keluar dari kegelapan ruang tamu.

"Kakak ngagetin deh!" Cintya memegang dadanya yang berdetak cepat lantaran mendengar suara tiba-tiba.

"Darimana jam segini baru pulang?" interogasi Leo.

"Dari kerja lah!" Cintya menjatuhkan tubuhnya pada sofa di sebelah Leo.

"Kerja apaan sampai lembur malam gini?" leo masih menyelidik.

"Entah kerja apa, yang pasti Cintya tadi dari proyek Villa milik kakek Wisnu." jujur Cintya.

"Dimana proyeknya, emang perlu sampai malam gini?"

"Di Luar kota. lagian ini juga belum terlalu malam. kakak tu yang kesorean pulangnya." Cintya berlalu menuju kamarnya untuk beristirahat melanjutkn mimpi yang sempat terpotong.

Leo mendesah setelah Cintya benar-benar meninggalkannya. ia tak habis fikir, bagaimana bisa kakeknya menjodohkan adiknya dengan pria brengsek seperti Dewa.

Jika mengingat bagaimana tingkah Dewa yang merupakan seorang casanova, tentu saja Leo tak akan rela melihat adik tersayangnya mendapatkan pria yang suka bergonta-ganti pasangan.

Namun terlalu tidak mungkin untuk mencegh perjodohan ini. karena ia sangat tahu bagaimana kakeknya yang sangat memegang teguh sebuah janji.

Leo berfikir, jika ia tak mampu membuat kakeknya menghentikan perjodohan ini, ia pasti bisa membuat Dewa sendiri yang membatalkan perjodohan tak masuk akal ini.

Jika dulu aku membiarkanmu, maka sekarang tak akan ku biarkan kau berbuat sesukamu.

Leo mengepalkan tangan penuh amarah. nada lembut saat bicara dengan adiknya beberapa saat lalu raib entah kemana.

***

Malam berlalu, dan pagi ini Cintya kembali bersiap untuk memulai aktifitas.

Hari ini ia telah resmi menyandang status sebagai seorang karyawan di perusahaan ternama. entah jabatan apa yang akan di terimanya nanti, Cintya belum tahu. karena kemarin kakek Wisnu hanya mengayatakan bahwa ia telah di terima. bahkan tanpa di interview.

"Selamat pagi" sapa para karyawan.

"Selamat pagi" Cintya balas mengucap salam. sepertinya setan PEDE tengah merasuki gadis berblazer abu-abu itu, sehingga ia merasa bahwa para karyawan mengucapakan salam padanya. padahal ia tak tau bahwa seseorang yang begitu tampan sedang berjalan di belakangnya.

"Pagi calon istri." suara berat dari belakang tubuhnya mengagetkannya. Cintya reflek menoleh. mendapati Dewa tepat di belakangnya.

"Pagi Om!" senyum manis gadis itu meleburkan segala penat. setidaknya itulah yang di lihat Dewa pagi ini.

Dewa dan Cintya berjalan beriringan menimbulkan tanda tanya dari tatapan para penghuni kantor.

Semakin mengkeret saja nyali seorang Cintya. mungkin para karyawan heran melihat gadis itu berjalan kedalam ruang sang pemimpin. atau mungkin saat ini mereka sedang menggosip yang tidak-tidak. karena bosnya yang memang tak pernah sekalipun terlihat terlibat asmara dengan gadis manapun.

"Cil, bisa gak lu gak panggil om sama gue. gue kan calon laki lu." pinta Dewa setelah pasangan itu menginjakkan kaki tepat di dalam kantor Dewa.

Untuk kesekian kalinya Dewa meminta hal itu pada Cintya, namun nampakanya gadis itu memang menganggap Dewa pria tua yang sangat mesum. sehingga panggilan itu memang pantas di sematkan di depan nama Dewa.

"Masih calon. belum resmi." celetuk gadis berkuncir kuda itu.

"Ck! dasar lu. calon istri biadab.!" Cintya melipat bibirnya keluar. mencibir ucapan Dewa.

Hey, tak tahukah dia bahwa perbuatannya itu membuat Dewa merasa kehausan dan kelaparan di pagi hari. bukan hanya tenggorokannya saja yang saat ini ingin di hangatkan oleh secangkir kopi. mungkin bagian lainnya juga. ah! Dewa benar-benar di buat klimpungan pagi ini.

"Om!"

"Hem." jawab singkat Dewa.

"Cintya kerja di bagian apa nih. kenapa Cintya berada di ruangan yang sama dengan Om?" Gadis itu mulai penasaran.

Kemana saja dia dari kemarin. bukankah yang merekomendasikannya adalah sang eyang paduka.

"Lu jadi bini gue aja udah cukup. gak yakin gue lu masih hafal letak huruf di atas keyboard."

"Ngehina banget deh!"

"Di bilangin juga, ngeyel!"

"Jangan mulai." mata Cintya menyipit.

"Ya elah cil, lu kagak usah kerja juga kagak ape-ape. cukup disini aja sama gue." Ucap Dewa sambil memainkan bulpoin dengan jari-jarinya.

"Iya, tapi kerja apaan?"

"Sebenarnya pekerjaan lu cukup melelahkan nantinya?" Dewa menghela nafas berpura-pura kasihan.

"apaan?" Cintya makin tak sabar.

"Nenenin gue." Dewa mengerling mesum.

"Dasar mesum!" Dan tas keren Cintya pun mendarat di punggung pria pemilik bahu lebar itu.

Alhasil, perdebatan mereka mengawali aktifitas mereka pagi ini.

***

jejaknya gengs

1
Chand
makasih udah mampir kak
Mei Wulandari
ak jg nangiss cintaa😭
Mei Wulandari
kelamaan luu waa...keburuu lair to twins dbawa kaburrr emaknyaaa waaa😂
Mei Wulandari
co cweett abang dewaa
Mei Wulandari
tinggalin aja cill...maless dewa ribet
Mei Wulandari
LEO
Ceisya Mahiyah
kalo nikah pake surat2
kalo kawin pake aurat
🤣🤣🤣
Chand: betul sekali /Facepalm/
total 1 replies
teti kurniawati
saya mampir kak. mampir juga yuk ke karya aku
perjodohan Arini
Marlin Joel
😂😂😂
Alidcantik Nurmaulidiah
kok gitu tok
Katibah Angel
pinisirin lah ini
Chand: silahkan mampir kak,
total 1 replies
Imas Maslahah
jalanin aja WA,, inget kata si nycim lama lama juga terbiasa.. ea ea ea 😁😁🤣🤣
Imas Maslahah
aku juga pengen jadi chintya nggak kerja tapi dapet gaji 😁😁
Chand: hayuk kak, ngelamar ke perusahaan om sableng
total 1 replies
Imas Maslahah
kalau dari awal namanya pendaftaran 😆😆😆
Ari Sulistyowati
kocak deh.. 😂
Jue Juliza Johnson
mmg ada ia spesis buaya cap cicak🤣🤣🤣🤣
Chand: ada kak, ya itu si dewa 🤣🤣 selamat datang selamat membaca semoga terhibur 😍😍
total 1 replies
Maizaton Othman
Sampai setakat ini,masih belum dapat menyelami alur cerita dan konflik sebenar.
Nani Nurhayani
amyuun aah di bikin gekeh aq.ampe keluar Ar mata.ngebayangin nya
Nurahmi Mammi
best
nurul nazmi
knp ada episode dewa dan elvira.. merusak keseluruhan cerita..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!