Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinasti Yong
Setelah hujan tiba mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor desa.
“Nanti kalau ditanya kita jawab apa?”
“Bilang aja, untuk tugas kuliah kau.”
“Tapi, aku kan udah libur kuliah.”
“Bilang aja, penelitian untuk semester depan.”
“Okelah…semoga kita gak ditanya.”
“Semoga!”
Mereka pergi dengan motor revo tua milik ayah Dania. Jalanan becek itu hampir membuat ban motornya tergelincir.
“Pelan-pelan,coi!”
“Dah pelan ni!”
Jalan licin itu membuat Dania kesulitan mengendalikan motor kombetnya itu.Setelah menghadapi rintangan jalan becek itu, mereka akhirnya sampai juga di kantor desa.
“Tanya gih!”
“Kau yang tanya!”
“Malu aku!”
“Sama lah, aku juga!”
Mereka malah berdebat di depan pintu itu.
“Mia, Dania… kenapa?”
Seorang sekretariat desa bertanya pada mereka.
“Itu bu, Mia mau nanya soal penelitian makam!”
“Makam?”
“Iya, makam yang ada di hutan di tepi sawah itu. Yang dekat rumah pak Arman bu…”
“Oh itu…kalau mau nyari info, ada di perpustakaan. Sana coba tanya mbak Niken, kalau gak salah dia tau dimana arsipnya itu.”
“Oke bu, makasih!”
Mereka langsung ke perpustakaan desa.
“Mbak!”
“Astaghfirullah!Ish kalian ni, bikin kaget aja. Ada apa?”
“Mbak, mau nyari arsip.”
“Arsip apa? Banyak Arsip disini…”
“Arsip kuburan mbak, kuburan di tepi sawah itu.”
“Oh… yang itu, coba cari di rak ujung itu. Kalau gak salah pak kades nyimpennya disana.”
“Oke,mbak!”
Mereka mencari Arsip itu, mereka mencari dengan seksama.
“Ketemu!”
Akhirnya mereka menemukan Arsip itu. Mbak Niken menghampiri mereka.
“Untuk apa kalian nyari Arsip ini?”
“Untuk dibaca lah mbak…”
“Ooohhh, cuma dibaca?”
“Iya,kami cuma penasaran.”
“Kalian berdua ini aneh, pantes jadi temen.”
“Hehe”
Mereka berdua cengengesan.
Mereka berdua membuka Arsip itu, Arsip yang berisi mengenai penelitian tentang asal usul makam itu.
“Zhang Rui…”
Mia menyebut nama itu.
“Zhang Rui, namanya Zhang Rui!”
Dania senang saat mengetahui nama orang yang terkubur dalam makam itu.
“Yang satunya siapa?disini tidak ada namanya…BTW itu dia apa bukan?”
Mia berbisik pada Dania.
“Yo ndak tau, kok tanya saya…”
“Tunggu, ku catat dulu namanya supaya aku gak lupa, setelah sampai dirumah…kita akan menyelidiki lebih lanjut.”
“Gimana caranya?”
“Pakai google lah coi…”
“Oh iya ya,ide bagus, ide bagus.”
Setelah selesai membaca mereka mengemaskan kembali Arsip itu ke tempat semula.
“Mbak! Makasih!”
“Oke!”
Mereka keluar dari perpustakaan itu dengan tergesa-gesa. Bahkan, mbak Niken penjaga perpustakaan itu sampai heran dengan tingkah mereka.
Setelah sampai di rumah Dania. Dania membereskan bajunya dan memasukkan baju itu ke tasnya.
“Kok kau bawa baju? Mau nginep kah?”
“Yoi!”
“Oghey! Gaskan!”
Mia membantu Dania berkemas. Kemudian mereka berdua berjalan untuk pergi ke rumah Mia. Rumah mereka tidak terlalu jauh,jika jalan kaki pun mereka tidak akan merasa lelah.
“Eh, apakah mimpi kita itu berhubungan dengan makam itu?”
“Yo ndak tau saya, mangkanya kita cari tau dulu…”
“Okelah…”
Mereka berdua berjalan,setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di rumah Mia.
“Teh, tadi teteh pergi kenapa gak bilang sama bapak? Bapak nyariin teteh… pagi-pagi udah ilang.”
“Hehe, pa tadi teteh main tempat Dania.”
“Oh tempat Dania…”
“Iya wak,tadi Mia tempat Dania…kami belajar tadi.”
“Oh, baguslah. Uwak pergi ke sawah dulu ya…”
“Oke,Wak!”
Dania dan Mia masuk ke rumah.
“Ayo, ayo cepat!”
Mia mengeluarkan laptopnya. Mereka melakukan pencarian di google.
“Siapakah Zhang Rui?”
Namun, mereka tidak menemukan satupun artikel mengenai Zhang Rui itu.
“Ndak ada,gimana ini?”
Mia berpikir sejenak, dia mencoba mencari cara lain.
“Coba kita buka Facebook, biasanya di Facebook ada.”
Mereka pun langsung membuka Facebook. Mereka mencari di kolom pencarian.
“Hahaha, malah yang keluar Zhang Linghe.”
“Haha, tak apalah. Zhang Linghe ganteng, lumayan cuci mata awokawok.”
Mereka berdua tertawa geli karena saat mencari di pencarian Facebook bukannya mendapatkan informasi mengenai Zhang Rui, malah yang keluar berita mengenai Zhang Linghe dan juga foto-fotonya yang terbaru.
“Kemana lagi ya nyarinya… di youtube ndak mungkin ada…”
Mia berpikir keras. Dia mulai mencari-cari tempat mendapatkan informasi.
“Eh, coba kau cari pakai bahasa China.Mungkin ada kalau pake bahasa China.”
“Eh bener juga, Oke,oke ku coba.”
Dia mulai mengetik dengan kata kunci”Zhang Rui jiang jun”.Secara beruntun google memberikan jawaban atas pertanyaan itu dengan bahasa China dengan aksara tradisional.
“Waduh,yang mana ini?”
“Pilih yang paling atas aja.”
“Oke…”
*klik
Mia mengklik bagian teratas.
“Mmm ini bacaannya apa?”
“Mana aku tau, aku kan ndak pandai baca hanzi.”
“Coba kita terjemahkan, bisa ndak ya?”
“Coba dulu lah…”
Mia mencari fitur penerjemah yang ada pada google.
Setiap kata mulai google terjemahkan.
“Hah!udah!”
Akhirnya terjemahan selesai diterjemahkan.
“Zhang Rui… jendral besar yang berkhianat. Dia dan adiknya Zhang Lin mengkhianati negara pada era dinasti Yong…”
Mia membaca poin penting pada artikel itu. Dia kemudian menoleh pada Dania.
“Dia pengkhianat?”
“Dia berkhianat disana, mengapa makamnya ada disini?”
Mereka lanjut membaca artikel itu.
“Dua jenderal itu bekerja sama dengan negara musuh untuk menghancurkan dinasti Yong.Pamannya yang setia terhadap negara Zhang Wei menghentikan tindakan mereka sehingga dinasti Yong dapat bertahan…”
“Mereka berdua dikirim ke negeri asing untuk dijadikan budak dan tidak diperbolehkan kembali ke negeri ini…”
“Mereka menikah dengan pelacur…”
“Skip saja bagian itu, itu tidaklah penting.”
“Baiklah, baiklah…mereka kemudian di bawa ke negeri asing,kabar mereka tidak terdengar sampai saat ini.Setelah kejadian pembongkaran kasus pengkhianatan itu…Zhang Wei, paman dari Zhang Rui dan juga Zhang Lin menerima penghargaan dari kaisar dan jabatannya di naikan menjadi Duke…”
“Oalah… ternyata itu kuburan pengkhianat. Pantas saja sangat seram…”
“Kau benar…”
“Coba cari foto wajahnya.”
Mia pun mencari gambar wajah dari Zhang Rui. Mia mengklik bagian “gambar” pada google.
“Jeleknya…”
Mia menghina wajah Zhang Rui.
“Sudah jelek, pengkhianat pula!”
Mereka berdua mencemooh Zhang Rui.
“Coba cari Zhang Lin…”
“Oke…”
Mereka menemukan gambar wajah Zhang Lin. Mereka menggelengkan kepala mereka berdua.
“Mereka berdua jelek…”
“Ya, kau benar…”
“Coba cari wajah Zhang Wei…”
Mia mengetik lagi dan menemukan gambar wajah Zhang Wei.
“Ini baru ganteng!”
“Ya! Aku setuju!”
“Pahlawan memang selalu tampan dan gagah.”
“Kau benar!”
“Eh, tapi ngomong-ngomong,ini asli atau palsu?”
“Apanya?”
“Gambar wajah mereka, kau tau lah… internet ini kadang memberikan gambar palsu. Apalagi di grup Facebook timpa teks itu… isinya hoax semua.”
“Kau cobalah telusuri kebenarannya.”
“Baiklah.”
Mia menelusuri kebenaran dari gambar-gambar itu. Ternyata gambar-gambar itu memang valid dan dapat dibuktikan keasliannya.