🌺Felysia Inez Gianina * Bara Gustav Sgevano🌺
Bagaimana jika dirimu dinikahi hanya dijadikan sebagai istri keberuntungan?
Itulah yang dialami oleh Fely gadis polos yang rela dinikahi oleh Bara sang pengangguran abadi yang gila judi.
Simak kisah kocak mereka🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mengenal
🌸🌸🌸
Seperti biasa Fely bersiap ingin berangkat ke toko tapi lain dengan Bara yang menjadi pengangguran abadi tentu masih di alam mimpi.
Tapi, sebelum itu Fely sudah menyiapkan sandwich untuk sarapan Bara nantinya sambil menuliskan catatan kecil disana.
Bang, aku berangkat ke toko ya. Ingat jangan lupa berdoa sebelum makan ♥
Fely tersenyum melihat potongan sandwich dan catatan itu sampai lamunannya buyar karena ponselnya berdering.
"Mou, hari ini ku jemput seperti biasa ya," ucap Sky diujung telpon.
"Ngh, aku berangkat sendiri saja Sky. Kebetulan aku sudah dalam perjalanan ke toko," dusta Fely.
"Benarkah? kalau begitu nanti siang aku jemput ke toko untuk makan siang bersama ya," ucap Sky lagi.
"Tapi--"
Belum sempat Fely menjawab panggilan itu sudah terputus yang mana membuat Fely menghela nafas panjang disana.
Lalu dia memesan taksi seperti biasa untuk menuju toko. Sesampai di toko ternyata Oma sudah ada disana.
"Morning, Oma..." sapa Fely sambil memeluk dan mencium Oma seperti biasa.
Tapi kali ini Oma tidak merespon seperti biasa, biasanya Oma akan berontak jika Fely melakukan hal ini.
"Oma, masih marah?" tanya Fely tak enak hati.
Oma menghela nafasnya panjang sebelum berkata dengan Fely.
"Oma, sedikit kecewa dengan keputusan kalian menikah tanpa memberitahuku. Tapi, sudah terlanjur mau apa lagi, sekarang Oma berharap kau bisa mengubah sifat Bara yang seenak jidatnya itu."
Yang mana membuat Fely memeluk Oma kembali.
"Aku akan berusaha, Oma."
Lalu keduanya melakukan pekerjaan mereka mengurus toko bunganya yang semakin hari semakin ramai pesanan.
Seperti biasa Fely dengan cekatan merangkai bunga dan konsentrasi penuh saat melakukan itu. Baginya ini hobi yang dibayar jadi dia melakukannya dengan segenap hati.
Dan saat jam makan siang tiba seperti yang dikatakan Sky sebelumnya pria rupawan itu menjemput Fely untuk makan siang bersama.
"Kita makan dimana?" tanya Fely saat sudah duduk di mobil.
"Hmm, ada restoran baru dipusat kota. Mau mencobanya?"
"Boleh."
Akhirnya mereka menuju ke restoran itu, saat sampai Fely dan Sky segera makanan.
"Grilled Chicken 2 ya," ucap Sky.
Pelayan segera mencatat pesanan.
"Mau nambah lagi gak, Mou?"
Fely menggeleng.
"Itu saja sama 2 lemonade."
"Baik, Tuan."
Setelah pelayan restoran itu pergi, seperti biasa Sky terus memandang gadis cantik yang ada di depannya.
"Ck, hentikan Sky.. kau seperti ingin menghipnotisku," decak Fely tak suka.
Sky terkekeh mendengarnya.
"Kalau hipnotis beneran gimana? suka gak?"
"Gak ih. Nanti aku disuruh melakukan hal aneh."
"Gak kok, paling minta kiss aja!"
Fely memutar bola matanya malas tapi sejurus kemudian mereka tertawa bersama seperti biasa.
Hingga mata Fely teralihkan oleh dua sosok yang baru saja masuk dalam restoran.
"Abang Bara," ucapnya dalam hati.
Seperti yang dikatakan Lucille tadi malam yang ingin mentraktir Bara untuk makan siang, siang ini keduanya mendatangi sebuah restoran di pusat kota.
Saat masuk ke dalam restoran, mata Bara teralihkan oleh sosok tak asing baginya. Yang membuat tadi pagi tersenyum kecil melihat potongan sandwich dan sebuah catatan yang ditinggalkan gadis itu.
Karena Bara terdiam membuat Lucille heran dan mengikuti pandangan pria itu.
"Kau mengenalnya?" tanya Lucille.
Dan suara Lucille juga masih terdengar jelas ditelinga Fely karena jarak mereka cukup dekat.
"Tidak," sahut Bara.
🌸🌸🌸