aku juga butuh cinta dan kasih sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viona Zak Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nathan
ahirnya Tiara dan Sarah pulang ke rumah mereka, saat di perjalanan Sarah dan Tiara hanya terus saling diam satu sama lain dan tidak memperdulikan. karena terus diam satu sama lain, Tiara pun ahirnya membuka pembicaraan dan bertanya kepada Sarah perihal rencananya untuk menjadi nyonya besar keluarga Anggara
"Oh iya ka, aku ingin bertanya apa niatmu untuk mendapatkan hati Nicolas dan menjadi nyonya besar keluarga Anggara itu benar?! kau benar benar berencana seperti itu"tanya Tiara. saat Sarah mendengar ucapaan Tiara,dia hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun
"sialllll.... dia sudah mengetahuinya, apa yang harus aku lakukan sekarang. aku hawatir dia akan menghancurkan rencana yang sudah aku dan ibuku susun" ucap batin Sarah. dengan legok nya yang congkak, wajahnya yang sinis, Sarah mengibas kan rambutnya ke samping lalu menatap tiara dengan tatapan tajam
"memang kenapa hah! apakah aku harus memberitahu mu segala sesuatu yang aku lakukan?! mmmm... tidak bukan. Jadi, berhenti mengurusi urusan orang lain dan fokus saja pada hidupmu yang memperihatinkan itu" jawab Sarah dengan ucapan yang sombong sambil memegang erat dagu Tiara lalu menghempaskan nya
"lagi pula, jika aku mau mendekati Nicolas memang nya kenapa? bukankah itu bukan urusanmu"tambah Sarah. Tiara tidak mengatakan apapun, dia hanya diam sambil menatap Sarah dengan matanya yang sayu.
****************
setelah sesampainya mereka di rumah,Sarah segera turun lalu meminta Tiara untuk membawa semua barang barang masuk ke dalam rumah.sarah tidak memperdulikan Tiara yang baru saja sembuh, dia malah meminta Tiara untuk mengangkat barang yang cukup berat.saat Tiara hendak membawa 2 koper milik dirinya dan Sarah, tiba tiba datanglah seorang peria dengan baju kaos dan celana pendek di hiasi dengan kalung serta anting di telinganya. peria tersebut berjalan menghampiri Tiara dari belakang. karena tidak tau kedatangan peria tersebut,Tiara menjadi terkejut sampai terjatuh di tanah
"heii heii kau tidak papa Ra" ucap peria tersebut memanggil nama Tiara lalu mengulurkan tangannya. Tiara segera berdiri dengan wajah yang kebingungan
"emm.... kau siapa" tanya Tiara begitu saja sambil menatap bingung peria yang sedang berdiri di hadapannya itu. sambil menepuk kepalanya dengan tangan, peria tersebut mencubit pipi Tiara dan menariknya
"heiiii.... kau lupa padaku ya, apa sebegitu berubahnya diriku sampai kau melupakan aku teratai" Tiara baru tersadar dan teringat akan sesuatu saat peria tersebut menyebut kan kata teratai di hadapannya
"Nathan? apa kau Nathan" dengan wajah yang kaget, Tiara menatap lelaki di depannya, lalu peria tersebut membalas pertanyaan Tiara dan tersenyum hangat kepadanya.saat Nathan mengangguk kan kepalanya,mata Tiara mulai berkaca kaca sambil menatap peria yang ada di depannya tersebut. Tiara mengingat senyuman itu, dia ingat akan senyum hangat yang selalu menyapanya di pagi hari. sontak Tiara langsung memeluk Nathan dan menangis di pelukannya
"wahh kau masih saja cengeng seperti dulu! memalukan sekali" ucap Nathan lalu membalas pelukan am Tiara. sambil menyeka air matanya, Tiara tersenyum sambil memukul bahu Nathan dengan tangan kirinya
"kau tidak tau betapa terkejutnya aku ketika melihat mu muncul dari belakang. lalu... lalu bapa ini, penampilan macam apa yang kau kenakan? kau terbentur di mana sampai menjadi bodoh seperti ini" timpal Tiara sambil tersenyum melihat penampilan Nathan yang berubah derastis
"akhhh... iniiiii, cekkk ini adalah gaya jaman sekarang,apa kau lupa jika kita hidup di era kolonial yang moderen. ini adalah gaya yang aku dapatkan di Inggris" ucap Nathan lalu mengedipkan sebelah matanya. Tiara semakin tertawa bahagia melihat perubahan Nathan yang begitu derastis dimatanya, lalu Nathan langsung membantu Tiara membawa koper di depannya dan mengajak tiara masuk ke dalam rumahnya
"ayo silahkan masuk! aku akan ceritakan semuanya setelah kita masuk dan meminum secangkir teh" dengan sifatnya yang tidak berubah, Nathan langsung menarik kedua koper tersebut dan berjalan mendahului Tiara
"seharunya yang kau ucapkan tadi adalah kata kataku! kenapa ini malah terbalik dasar bodoh, lagipula ini adalah rumahku" teriak Tiara lalu segera mengikuti Nathan dari belakang
"ahh iya iyaaa.... aku tau ini adalah rumahmu, tapi apa kau lupa jika kau sendiri yang mengatakan kalau rumahmu adalah rumahku. jadi apa salahnya hahah" sambil tertawa bahagia Tiara dan Nathan pun masuk ke dalam rumah
NEXTT
JAN LUPA DI LIKE KOMEN RATE AND VOTE 🥰🥰🥰
Misalnya, huruf di awal kalimat harus pake kapital. Terus untuk penulisan nama juga huruf awalnya kapital.
Ceritanya bagus. Tapi aku sedikit terganggu dengan penulisannya yang kurang rapi.
Maaf thor, aku bukan julid. 😢