NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Hendra Meninggalkanku

Didalam kantor yang pagi ini hiruk pikuk dipenuhi oleh karyawan yang sedang mempersiapkan pameran tahun baru. Bahkan ada beberapa karyawan yang sedang berbisik-bisik membicarakan kejadian kemarin bila melihat sesosok Hendra yang tengah melintasinya.

Dengan langkah berat berpenampilan tidak secerah dan semangat seperti biasanya, Hendra seperti sedang memikul beban yang berat sekali. Tubuhnya pun lemas tidak gairah dalam dirinya.

Tekanan dari seluruh Anggota keluarga besarnya pun yang memaksa ia untuk resign dari kantor ini dan memilih kembali kepada Lastri. Hendra tidak punya pilihan lain.

Ia pun dipaksa untuk resign dari kantornya untuk meneruskan usaha milik om nya yang berada di Jogja. Tapi wanita ini sedang hamil anaknya. Keluarga besar menyuruhnya setelah anak itu lahir agar tes DNA. Bila memang hasilnya positif anaknya baru dinikahkan namun bila bukan anaknya maka segera meninggalkan wanita murahan itu.

Berita resign nya Hendra pun terdengar sampai ke telinga Winda. Ia tidak menyangka bahwa kepergian Hendra dari rumah kontrakannya untuk pulang kerumahnya. Bukan untuk menceraikan istrinya, Hendra lebih memilih istrinya dan meninggalkan aku sendirian dengan calon anaknya.

"Hendra... kamu resign dari kantor ini dan kamu meninggalkan aku sendirian keadaan aku sedang hamil, tega sekali kamu sayang". Ucap Winda kepada Hendra memohon agar ia tidak pergi meninggalkannya. Winda pun sesegukan airmatanya tumpah juga dipipi lembutnya itu.

Lelaki itu... hanya bisa terdiam menatap dalam dan penuh kasian wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang membuatnya lupa akan anak dan istrinya. Kedua tangan Hendra pun memegang pipi Winda. dan perlahan mengusap tetesan airmatanya.

Hendra berjanji akan kembali lagi denganku. Ia sama saja ternyata dengan lelaki lain. Tidak mau bertanggung jawab dan hanya mau menikmati tubuhku saja.

Hendra menatap mata Winda dalam-dalam, karena cinta mereka berdua lah, yang membuat Hendra lupa akan kewajibannya dan tanggung jawabnya kepada istri dan anaknya.

Wanita dulu yang sangat Hendra cintai, karena Dia lah membuatnya terjerumus kedalam lembah hitam yang penuh dosa dan maksiat. Cinta dan nafsunya yang telah membutakan segalanya.

Siang hari di jam istirahat, Hendra mulai mengemasi pakaian dan barang-barangnya yang berada dikontrakan tanpa sepengetahuan Winda, Ancaman Om dan Tante nya membuat nyalinya ciut.

Winda pun di jam istirahat pulang ke kontrakannya ada barangnya yang tertinggal disana. Melihat pacarnya itu mengemasi barang-barang miliknya.

Winda pun murka dan marah-marah dengannya. Banyak tetangga kontrakan yang berdatangan memisahkan mereka berdua. Lalu Winda pun ke dapur untuk mengambil pisau niatnya untuk membunuhnya. Namun qadarullah ada tetangga yang melihat Winda membawa pisau ingin menusuknya.

"Gue udah banyak berkorban buat loe, sampai gue rela ceraiin laki gue. Tapi loe pergi gitu aja ninggalin gue. Gue lagi hamil anak loe,tau". Ucap Winda kepada Hans dengan nada tinggi, marah dan kecewa meluapkan amarahnya..

"Maafkan aku Sayang...Maafkan aku... Aku tau aku salah aku yang memulai semua ini". Balas Hendra dengan tatapan penuh penyesalan kepada Winda.

"Terus loe pergi gitu aja, ninggalin gue. Inget ya... Gak akan pernah gue lupain ini semua, Hendra". Teriak Winda dengan nada sakit hati dan kecewa terhadap lelaki yang sangat ia cintai.

Winda pun melempar semua barang-barang miliknya keluar rumah kontrakannya. "Inget Hendra, Gue gak mau lihat muka loe lagi". Ucap Winda kepada Hendra dengan nada tinggi dan ucapan yang penuh murka.

Ia harus kuat mengandung dan melahirkan serta membesarkan anak ini sendirian tanpa ada pendamping hidup disisinya. Setelah Hendra memutuskan untuk keluar dari kontrakannya bagiku, cinta untuknya sudah mati.

"Maafkan aku Winda, aku tidak punya pilihan lain sayang". Ujar Hendra kepada Winda dengan meneteskan airmata perpisahan.

Ia tidak tega melihat Winda menangis seperti ini apalagi dalam keadaan hamil muda. Hendta menyakini bahwa janin yang ada dalam kandungan dia adalah anaknya. .

Aku tidak menyangka bahwa Hendra lari dari tanggung jawab selama ini janjinya sangatlah manis sampai diriku dibuat terbuai olehnya.

Habis Manis sepah Dibuang.

"Sakit hati banget gue sama loe Hendra. Gue lagi hamil Loe tinggalin gue gitu aja". Batin Winda yang sedang terluka dan sakit hati.

Prita pun tidak kembali lagi ke kantornya. Ia ijin ke bagian HRD bahwa sedang sakit. Kepergiannya membuat Winda sangat terpukul, sakit hati, kecewa, dan dendam. Semua campur aduk jadi satu didalam hatinya.

Tangisannya seharian membuat mataku aku sembab. Aku tidak mungkin menangisi kepergiannya terus-terusan. Sampai diri ini belum lapar padahal dari tadi siang perut ini belum masuk makanan sama sekali.

Bersyukurnya ada tetangga kontrakan yang baik bernama Pak Rio, ia mengirimkan makanan buatku. Istrinya Bu Sekar pun tidak kalah baiknya. Bu Sekar bekerja sebagai tukang sayur di Pasar. Ia sudah seperti ibuku sendiri.

Pada malam hari, Pak Rio yang sendirian dirumah sering menemaniku karena istrinya dari jam 9 malam sudah mulai berjualan sayuran dipasar.

Pak Rio sering sekali memberikan nasihat dan wejangan kepadaku, ia tau bahwa rumah tanggaku sedang ada masalah. Tak sungkan bila dikontrakan ada lampu atau listrik yang rusak. Aku sering meminta bantuan Pak Rio.

Setelah seharian aku sibuk bekerja dikantor, Pak Rio pun kembali menemani dan menghiburku, Pada malam hari kami berdua sama-sama sendirian.

Tapi malam ini Bu Sekar berangkatnya lebih awal jam 7 malam sudah berada di Pasar, Aku kembali merepotkan Pak Rio lagi, ketika aku sedang mati, tiba-tiba lampu kontrakan mati. Aku pun langsung mencari handuk dan meminta. bantuan Pak Rio lagi.

"Pak Rio, maaf ganggu ya Pak. Bisa tolong saya gak pak. Lampu rumah kontrakan mati". Ucap Winda kepada Pak Rio dengan nada ketakutan.

Pak Rio pun sampai buru-buru mandi dan berlarian langsung membantuku. Melihat aku sedang menggunakan handuk doang. Muka Pak Rio pun seketika menjadi tegang dengan menahan air liurnya, lirikan matanya pun tidak menoleh kemana-mana.

"Maaf ya pak, saya lagi mandi, pak". Ucap Winda dengan tidak enak hati karena merepotkan.

"Gapapa Bu, Mari saya bantu, Bu. Balas Pak Rio dengan muka kesenangan dihatinya.

Setelah lampu kontrakan rumah Bu Winda sudah nyala kembali. Winda pun mengucapkan terimakasih kepada Pak Rio.

Tangan Pak Rio pun memegang pundak Winda, Ternyata Winda tidak marah pundaknya dipegang olehnya. Ia pun mulai mendekati Winda untuk mengajaknya memadu kasih.

Winda pun tak menolak ajakan dari Rio yang usianya terpaut jauh oleh Winda. Pak Rio sudah tua usianya sudah hampir mendekati 50 tahun.

Mereka berdua pun malam ini sedang menikmati hubungan terlarang ini. Dengan sisa-sisa tenaga seabis pulang kerja. Pak Rio pun masih kuat dan bersemangat apalagi Bu Winda sedang hamil.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!