NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 Deklarasi Cinta

Suasana di bengkel "Juna Modifikasi" malam itu tidak seperti biasanya. Jika di hari-hari biasa tempat ini riuh oleh bunyi gerinda yang beradu dengan besi atau raungan mesin yang sedang di-tune-up, malam ini suasananya jauh lebih hangat—meskipun aroma bensin dan oli mesin masih setia menggantung di udara.

Cahaya lampu neon putih menyinari deretan motor sport yang tertata rapi di atas paddock, sementara di tengah ruangan, dua meja panjang telah disulap menjadi area prasmanan darurat yang dipenuhi tumpeng kuning, martabak telur, dan berplastik-plastik es teh manis.

Ini adalah malam syukuran kemenangan. Juna, si mekanik muda yang baru saja membungkam keraguan keluarga besarnya dengan kontrak kemitraan internasional, berdiri di tengah-tengah anak buahnya.

Wajahnya coreng-moreng oleh noda hitam oli, keringat membasahi kaos hitamnya yang ketat, namun matanya memancarkan binar kemenangan yang tak bisa dibeli dengan harta mana pun.

Di sampingnya, berdiri Cantik. Ia tidak lagi mengenakan gaun maroon elegannya yang sempat terkena noda oli di pelukan Juna sebelumnya.

Kini, ia mengenakan sebuah hoodie merah cerah—milik Juna yang kebesaran di tubuhnya. Rambutnya sedikit berantakan, dan matanya masih tampak sembap—sisa dari tangis haru saat Juna memberikan pidato singkat yang sangat menyentuh tentang perjuangannya membangun bengkel ini demi membuktikan diri kepada Cantik.

Proklamasi Sang "Nyonya Juna"

Juna berdeham keras, mencoba menenangkan keriuhan para mekaniknya yang sedang sibuk berebut potongan ayam goreng.

"Woi! Diem dulu, kampret! Gue mau ngomong sesuatu yang penting!" teriak Juna sambil tertawa lepas.

Suasana langsung hening. Para pemuda tangguh yang sehari-hari berkutat dengan kunci pas itu menoleh, menatap bos mereka dengan rasa hormat yang mendalam.

Mereka tahu, Juna bukan sekadar bos; dia adalah kawan seperjuangan yang tak ragu ikut tidur di lantai bengkel demi menyelesaikan sebuah proyek.

Juna menarik tangan Cantik lembut, membimbingnya untuk berdiri tepat di depan cermin besar yang terpasang di dinding gudang—cermin tempat para mekanik biasanya merapikan helm sebelum pulang.

"Kalian sering nanya kan, siapa bidadari yang bikin gue mendadak rajin mandi dan sering senyum-senyum sendiri liatin HP?" Juna merangkul bahu Cantik dengan protektif.

"Mulai detik ini, gue nggak mau denger ada yang panggil dia 'Mbak Cantik' lagi."

Juna menarik napas panjang, menatap satu per satu karyawannya dengan seringai nakal namun penuh kebanggaan.

"Kenalin, ini Nyonya Juna. Dia bos tertinggi di bengkel ini. Kalau dia bilang 'istirahat', kalian nggak boleh pegang kunci pas satu pun. Kalau dia bilang 'Juna jangan ngebut', ya gue bakal nurut kayak kucing."

"WAAAAAAOOOOOOO!!!!"

"SAH! SAH! SAH!"

"GOKIL BOS! BRONDONG MENANG BANYAK!"

Sorak-sorai dan siulan menggema di seantero bengkel. Para mekanik memukul-mukul meja plastik, menciptakan kegaduhan yang penuh suka cita.

Cantik hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang semerah hoodie-nya di dada Juna, merasa sangat malu namun hatinya membuncah oleh rasa bahagia yang tak terlukiskan.

Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak lagi menjadi "korban gagal nikah", melainkan seorang ratu yang baru saja menemukan tahtanya di tengah noda oli.

Momen Selfie yang Mengguncang Dunia

Di tengah sorak-sorai itu, Juna melihat pantulan mereka di cermin. Ia melihat Cantik yang tersenyum malu dengan mata yang masih sedikit berair karena haru. Juna merogoh ponsel dari saku celana kargonya.

"Kak... eh, Sayang, liat sini bentar," bisik Juna di telinga Cantik.

Juna mengangkat ponselnya, memosisikannya untuk sebuah mirror selfie. Ia memeluk Cantik dari belakang, membiarkan tangannya yang penuh noda oli melingkar di perut Cantik.

Ia ingin menangkap momen ini—momen di mana kemewahan (Cantik) dan kerja keras (oli Juna) menyatu dalam satu bingkai yang sempurna.

Klik.

Foto itu terambil. Juna melihat hasilnya: ia yang tersenyum lebar dengan wajah belepotan oli, dan Cantik yang bersandar padanya dengan hoodie merah, matanya sembap namun senyumnya sangat tulus.

Inilah foto yang akan menjadi sejarah.

Tanpa membuang waktu, Juna menekan tombol share ke semua akun media sosialnya. Caption-nya singkat namun mematikan:

"Ternyata barang orisinal emang paling cocok di tangan mekanik handal. Maaf ya yang kemarin gagal dapet berlian, sekarang berliannya udah aman di pelukan brondong. #BukanAdikLagi #NyonyaJuna #SorryBangSat"

Gempa Tektonik di Jagat Maya

Dalam hitungan detik, dunia digital seolah mengalami gempa bumi.

Grup WhatsApp Keluarga "Bani Sudirjo" langsung meledak.

Papa: "JUNA! Kamu ini... Tanganmu kotor gitu meluk Cantik! Dan 'Nyonya Juna'?! Kamu mau nikah minggu depan apa gimana?!"

Tante Mira: "Aduh Gusti... Cantik gemesin banget pake hoodie merah gitu. Tapi Juna, itu oli jangan sampe nempel di sprei ya nanti!"

Om Herman: "Wkwkwk! Juna bener-bener raja modifikasi! Modifikasi status tunangan jadi istri orang! Lanjutkan, Jun! Papa kamu cuma iri!"

Sementara itu, di sebuah kontrakan kecil yang panas, Satria sedang duduk termenung menatap keran air yang masih saja menetes. Sintia masuk ke kamar sambil membanting ponselnya ke atas kasur.

"LIHAT ITU! Adikmu pamer kecupan di depan orang-orang! Dia panggil Cantik 'Nyonya Juna'! Kita jadi bahan tertawaan netizen, Mas!"

Satria menyambar ponsel itu. Matanya merah melihat foto Juna memeluk Cantik. Ia melihat Cantik yang begitu nyaman berada di bengkel kumuh itu, memakai hoodie Juna, dan tersenyum seolah tidak pernah ada luka. Satria merasa seperti pecundang paling hina di dunia.

Ia mendapatkan "tanggung jawab" yang penuh tuntutan, sementara adiknya mendapatkan cinta yang tulus dan prestasi yang mendunia.

Kecupan di Tengah Sorak-Sorai

Kembali ke bengkel, Juna melihat Cantik yang sedang asyik tertawa mendengar celotehan Bambang, mekanik seniornya. Suasana sedang sangat cair. Melihat Cantik yang begitu bahagia, sisi ugal-ugalan Juna kembali bangkit. Ia ingin memberikan "cap" terakhir untuk malam ini.

Tiba-tiba, Juna menarik dagu Cantik dengan lembut namun cepat. Di depan seluruh karyawannya yang sedang gaduh, Juna mendaratkan sebuah kecupan singkat namun sangat tegas di bibir Cantik.

Cup!

Keheningan melanda sesaat, sebelum akhirnya bengkel itu meledak dengan suara yang lebih kencang dari sebelumnya.

"WAAAAAAA!!!! BOS JUNA NGEGAS!!!"

"SAH! SAH! FIX SAH!"

Cantik melongo, matanya membulat sempurna.

"Juna! Lu bener-bener ya!" bisiknya sambil mencubit pinggang Juna sekuat tenaga.

"Aduh! Ampun, Sayang!" Juna tertawa terbahak-bahak, mengangkat tangannya seolah-olah ia baru saja memenangkan balapan kelas dunia.

"Habisnya lu cantik banget pake hoodie gue. Gue mau semua orang di sini tau kalau bibir ini udah dipesan sama mekanik paling ganteng se-kecamatan."

Cantik tidak bisa lagi marah. Ia akhirnya ikut tertawa, membiarkan dirinya tenggelam dalam suasana ugal-ugalan yang dibawa Juna.

Ia menyadari bahwa hidup bersama pria ini tidak akan pernah membosankan. Akan selalu ada kejutan, noda oli, raungan mesin, dan yang paling penting: kejujuran rasa yang tidak pernah ia temukan sebelumnya.

Malam itu, "Nyonya Juna" resmi bertahta. Bukan di gedung mewah dengan beskap emas, melainkan di sebuah bengkel penuh oli dengan balutan hoodie merah—sebuah simbol bahwa cinta sejati tidak butuh kesempurnaan, ia hanya butuh keberanian untuk menjadi "nyata".

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!