NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Paman Chen memberi isyarat kepada asistennya untuk memindahkan sayuran itu ke dalam keranjang plastik berpendingin milik mereka dengan sangat hati-hati, seolah mereka sedang memindahkan artefak kaca yang rapuh.

Setelah semua barang dimuat ke dalam truk, Paman Chen mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna cokelat dari tas punggungnya dan menyerahkannya kepada Lin Ye.

"Ini adalah pembayaran tunai sebesar empat belas ribu yuan, Tuan Lin. Uang muka yang kemarin tidak kami potong, itu murni sebagai modal tambahan dari Direktur Tang. Kami akan datang lagi hari Senin depan. Kami harap Anda bisa menjaga kualitas yang luar biasa ini," kata Paman Chen.

"Anda bisa mempercayakan hal itu pada saya, Paman Chen. Sampaikan salam saya untuk Direktur Tang," Lin Ye menerima amplop itu. Ketebalan amplop itu terasa sangat memuaskan di tangannya.

"Pasti akan saya sampaikan. Kami permisi dulu, Tuan Lin."

Paman Chen dan asistennya kembali ke dalam truk. Mesin menderu, dan truk pendingin itu perlahan mundur meninggalkan pekarangan Lin Ye, melaju kembali ke arah jalan raya menuju kota.

Setelah truk itu pergi, kerumunan warga desa langsung menjadi riuh. Kepala Desa Wang berjalan mendekati pagar Lin Ye dengan wajah berseri-seri.

"Lin Ye, apakah itu tadi benar-benar pembeli dari Hotel Grand Yushan? Truk mereka sangat besar," tanya Kepala Desa Wang dengan antusias.

"Benar, Kepala Desa. Mereka baru saja mengambil panen sayur saya hari ini. Kerja sama kami berjalan dengan sangat lancar," jawab Lin Ye sambil tersenyum.

"Luar biasa. Ini adalah berita besar untuk desa kita. Sudah sangat lama tidak ada hasil bumi dari Qingshui yang berhasil masuk ke pasar kelas atas kota. Kamu benar-benar membawa kebanggaan untuk nama keluargamu, Nak," puji Kepala Desa Wang, menepuk pundak Lin Ye dari balik pagar.

Beberapa warga lain yang tadinya sering bergosip buruk kini menatap Lin Ye dengan pandangan kagum dan hormat. Di pedesaan, kesuksesan finansial yang nyata adalah cara terbaik untuk membungkam segala keraguan.

"Kepala Desa Wang benar. Saya sudah melihatnya sendiri, cara kerja Lin Ye sangat luar biasa. Kalian semua jangan pernah meremehkan pemuda dari kota ini lagi," timpal Zhao He yang tiba-tiba bersuara dari arah kerumunan, memenuhi janjinya untuk membangun citra baik bagi Lin Ye.

"Terima kasih atas dukungannya, Paman Zhao, Kepala Desa. Saya hanya bekerja keras mengurus peninggalan kakek," balas Lin Ye merendah. "Saya permisi masuk dulu, masih banyak bibit yang harus saya siapkan hari ini."

Lin Ye mengunci gerbangnya dan masuk ke dalam rumah. Duduk di kursi kayu meja makannya, dia membuka amplop cokelat tersebut dan menumpuk lembaran seratus yuan di atas meja. Uang tunainya kini berjumlah sangat banyak.

Sring.

Layar hijau sistem kembali muncul memberikan notifikasi yang paling dia tunggu-tunggu.

"Transaksi Komersial Berhasil."

"Volume barang kualitas premium dikonversi menjadi Koin Alam."

"Anda mendapatkan tambahan 150 Koin Alam."

"Saldo Koin Alam saat ini: 233 Koin."

"Dua ratus tiga puluh tiga koin. Ini jumlah terbanyak yang pernah kumiliki. Ini saatnya meningkatkan peralatanku agar aku bisa membuka lahan lebih luas dan menambang lebih dalam," kata Lin Ye dengan mata berbinar.

"Sistem, tampilkan syarat untuk Cetak Biru Modifikasi Cangkul Level 2 yang kudapatkan semalam."

Layar hijau berganti menampilkan sebuah gambar rancangan cangkul yang ujungnya memancarkan pendaran cahaya kemerahan.

Syarat Modifikasi Cangkul Level 2:

1x Bijih Besi Hitam (Terkumpul 1 dari 1 - Terpenuhi)

5x Bijih Tembaga Kualitas Rendah (Terkumpul 3 dari 5 - Kurang 2)

50x Potongan Kayu Solid (Terkumpul 0 dari 50 - Kurang 50)

Biaya Perakitan: 50 Koin Alam.

"Aku masih kekurangan dua bijih tembaga dan lima puluh kayu solid. Tembaga bisa kucari nanti malam di tambang, tapi lima puluh kayu solid? Di mana aku bisa mendapatkan kayu sebanyak itu dengan cepat?" Lin Ye mengerutkan keningnya.

Layar sistem memberikan penjelasan tambahan.

"Kayu Solid dapat diperoleh dengan menebang pohon liar yang tumbuh di sekitar batas area sistem, menggunakan alat Cangkul Kayu Besi Hitam dalam mode Kampak. Sistem akan mengonversi satu pohon berukuran sedang menjadi sepuluh Potongan Kayu Solid di dalam inventaris."

"Tunggu, cangkulku bisa berubah menjadi kampak?" Lin Ye sangat terkejut.

Dia segera berdiri dan mengambil Cangkul Kayu Besi Hitamnya yang bersandar di dinding.

"Sistem, aktifkan mode Kampak," perintah Lin Ye.

Klak. Sring.

Sesuatu yang ajaib terjadi di depan matanya. Gagang kayu cangkul itu sedikit menyusut, sementara bagian mata besi hitamnya bergeser dan mengubah bentuknya secara mekanis, melengkung dan menajam hingga membentuk mata kapak bermata ganda yang sangat tebal dan mengerikan. Seluruh proses transformasi itu hanya memakan waktu dua detik.

"Ini benar-benar benda ajaib yang melanggar semua hukum fisika. Dengan alat ini, menebang lima pohon di batas bukit belakang hanya akan memakan waktu sebentar," kata Lin Ye sambil mengayunkan kapak hitam itu. Keseimbangannya sangat sempurna di tangannya.

Lin Ye menatap ke luar jendela belakangnya. Matahari bersinar cerah. Lengan kirinya sudah sembuh total, dan staminanya sedang berada di puncaknya berkat air sumur abadi.

"Hari ini aku akan fokus mengumpulkan kayu. Besok lahan pertanianku harus diperluas dua kali lipat, dan Toko Sistem akan kukuras isinya untuk benih-benih baru," tekad Lin Ye.

Kehidupan bertaninya kini bukan lagi sekadar bertahan hidup, melainkan mulai bergerak menuju monopoli agrikultur kelas atas. Dia melangkah keluar dari rumah, berjalan menuju rimbunnya pepohonan liar di batas perbukitan dengan kapak di bahunya, siap untuk menaklukkan alam.

1
Heri Susanto8246
😄😄 jadi ingat novel nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan saat memancing.
Gege
bukannya ada ruang penyimpanan sistem ya tor.. simpan saja sampe menggunung didalamnya...
Junior Ian
Bgus
Manusia Biasa
keren thor mekanik Sistem nya🤣 benar benar kaya game rpg
Manusia Biasa
jir kirain dapat ikan grade s atau gede🗿
Yui: harus out of the box kak/Smile/
total 1 replies
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Manusia Biasa
jir ada fitu memancing juga asik🤣
Manusia Biasa
wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!