Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.
Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.
Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.
Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.
Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.
"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."
Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.
Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?
Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16: KUIL TERTINGGAL DAN JURUS PALING RAHASIA
Malam itu, bulan bersinar sangat redup dan pucat, seolah-olah sang bulan pun takut untuk menyinari tempat angker dan mengerikan itu. Di tengah reruntuhan Kuil Terbengkalai yang penuh dengan jaring laba-laba raksasa, puing-puing batu, dan suasana yang mencekam, Mo Fei berdiri tegak bagaikan pedang yang siap mencabik lawan-lawannya.
Ia dikelilingi rapat-rapat oleh puluhan pembunuh bayaran tingkat tinggi dari Istana Kematian. Aura membunuh yang dipancarkan oleh mereka begitu pekat dan gelap, membuat udara di sekitar sana terasa berat dan sulit untuk bernapas.
"Aku sudah datang. Keluar kalian semua!" seru Mo Fei lantang. Suaranya tidak gemetar sedikitpun, justru penuh dengan wibawa dan kekuatan yang luar biasa. "Jangan bersembunyi seperti tikus busuk di dalam lubang! Tunjukkan wajah kalian jika kalian benar-benar punya nyali!"
HEHEHEHE... HAHAHAHA!
Tawa menyeramkan dan gila terdengar bergema dari segala arah—dari atas atap yang bolong, dari balik pilar-pilar besar yang retak, dan dari balik bayang-bayang pohon-pohon kering yang menyeramkan!
Tiba-tiba...
WUSSSSS!!!
Dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata telanjang, puluhan sosok bayangan hitam melompat turun dari segala penjuru! Mereka mendarat dengan sempurna di tanah, menimbulkan debu yang beterbangan, dan dalam sekejap mata mereka sudah membentuk formasi mengepung Mo Fei rapat-rapat!
Tidak ada celah sedikitpun untuk melarikan diri. Ini adalah lingkaran maut yang sempit dan mematikan!
Di tengah barisan musuh-musuh itu, berdiri seorang pria yang sangat tinggi besar dan kekar. Ia mengenakan jubah ungu tua yang panjang hingga ke tanah dan wajahnya tertutup oleh sebuah topeng wajah iblis yang sangat mengerikan, dengan mata yang menyala merah menyeramkan.
Dia adalah Pemimpin Divisi Satu Istana Kematian, salah satu orang terkuat di organisasi itu.
"Selamat datang, Tuan Mo Fei... Kami sudah menunggumu dengan sangat sabar dan antusias sekali," ucap pria bertopeng itu dengan suara berat, garau, dan serak yang terdengar seolah datang dari dalam kubur atau dari dunia lain. "Kau benar-benar berani sekali datang sendirian ke sini. Atau... kau memang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa ini adalah kuburan terakhirmu?"
Mo Fei hanya tersenyum sinis menatap mereka satu per satu.
"Kalian bicara banyak sekali. Mulut kalian lebih busuk daripada bangkai yang membusuk berbulan-bulan," jawab Mo Fei dingin. "Cepat katakan apa yang kalian inginkan! Dan di mana guruku?! Jangan buang waktu lagi!"
Pemimpin itu tertawa lagi, suara tawanya membuat bulu kuduk merinding.
"HAHHAHAHA! Sombong sekali bocah ini! Baiklah kalau kau ingin cepat mati, kami akan penuhi! Dengar baik-baik! Yang kami butuhkan hanyalah dua hal darimu: Pertama, serahkanlah seluruh catatan dan teknik rahasia 'Jarum Emas Langit dan Bumi' yang kau warisi itu. Kedua... serahkanlah kedua matamu yang memiliki kemampuan Tian Yan itu kepada kami!"
Suaranya berubah menjadi sangat kejam.
"Dengan teknik itu dan mata itu, Tuanku yang Agung akan bisa membuka segel kuno dan menguasai kekuatan tertinggi! Dan kau... kau tidak akan butuh itu lagi karena kau akan mati di sini! Jadi serahkan sekarang juga! Mungkin kami akan membiarkanmu mati dengan cepat dan tidak terlalu menyakitkan!"
"JAHANAMM!!"
Amarah Mo Fei meledak seketika! Bagaimana mungkin mereka berani menuntut hal semacam itu?! Bagaimana mungkin mereka berani menginjak-injak kehormatan lembahnya?!
"Kalianlah yang menghancurkan Lembah Naga Tidur! Kalianlah yang membunuh saudara-saudaraku! Dan sekarang kalian berani meminta mataku dan ilmunya?! Dasar sampah-sampah rendahan!"
Wajah Mo Fei berubah menjadi sangat dingin dan mematikan. Aura emas yang luar biasa kuat mulai memancar keluar dari seluruh pori-pori tubuhnya!
"Kalau begitu... jangan salahkan aku kalau aku bertindak kejam! Hari ini aku akan membasmi kalian semua sampai akar-akarnya! Siapa pun yang menghalangi jalanku dan menghina lembahku... harus mati!"
"HA! Berisik! Kalian semua dengar?! Bocah ini ingin bermain pahlawan!" teriak Pemimpin Bertopeng itu dengan nada mengejek. "SERANG!! BUNGKAM DIA!! JANGAN ADA YANG BISA HIDUP MENINGGALKAN TEMPAT INI!! CINCANG DIA JADI DAGING GILING!!"
WUSSSSS!!!
Ratusan senjata tajam—pedang, tombak, pisau lempar, rantai—semuanya meluncur serentak ke arah Mo Fei dengan kecepatan kilat! Serangan itu begitu padat dan rapat hingga menutupi seluruh ruang gerak! Seolah-olah ada dinding besi yang datang menghancurkan!
Bagi pendekar biasa, melihat serangan sepadat itu saja sudah pasti pingsan atau mati ketakutan. Tidak ada cara untuk menghindar, tidak ada cara untuk menahan.
NAMUN...
Mo Fei justru tersenyum lebar, matanya berbinar penuh semangat bertarung!
"Kalian ingin melihat ilmu terhebatku?! Kalian ingin tahu apa itu kekuatan dewa?! BAIKLAH!! HARI INI AKAN KUPERLIHATKAN PADA KALIAN SEMUA!!"
Mo Fei menarik napas dalam-dalam hingga dadanya mengembang penuh. Ia menutup matanya sejenak, lalu...
BUK!!
Kakinya menginjak tanah dengan kuat hingga lantai batu di bawahnya retak berkeping-keping!
"TEKNIK TERTINGGI SERIBU JARUM EMAS: PUSARAN NAGA EMAS!!"
WIBBBBBBB!!!
Suara mendenging yang sangat keras dan nyaring terdengar bagaikan guntur yang menggelegar!
Tiba-tiba, ribuan jarum emas yang tersembunyi di dalam lengan baju, ikat pinggang, dan sepatu Mo Fei meluncur keluar semua!
Semua jarum itu berputar mengelilingi tubuh Mo Fei dengan kecepatan yang tidak masuk akal! Sangat cepat hingga membentuk sebuah badai tornado emas yang rapat dan mematikan! Cahaya yang dipancarkan oleh badai jarum itu begitu terang dan menyilaukan hingga menerangi seluruh area kuil yang gelap itu menjadi secerah siang hari bolong!
"Ini... ini kekuatan level apa?!" teriak salah satu pembunuh dengan wajah pucat pasi dan gemetar hebat. "Aura ini... ini bukan level manusia! Ini level Dewa Pembunuh!"
Mereka semua merasakan tekanan maut yang begitu dahsyat hingga kaki mereka gemetar dan tidak bisa bergerak sama sekali! Rasa takut yang luar biasa menyergap hati mereka!
"TERLAMBAT UNTUK TAKUT!! MATILAH KALIAN SEMUA!!"
SYUUUUUUUUUTTTTTT!!!
Dengan satu gerakan tangan Mo Fei yang diayunkan ke depan...
Badai emas itu meledak!
Ribuan jarum ditembakkan ke segala arah dengan kecepatan yang melampaui suara! Tidak ada yang bisa menghindar! Tidak ada yang bisa menahan!
TRANG! DOR! AKH! ARGHH!
Jeritan kesakitan dan teriakan ketakutan bergema di mana-mana!
Satu per satu musuh-musuh itu roboh tersungkur! Baju besi mereka yang tebal tembus bagaikan kertas! Senjata mereka hancur berkeping-keping! Dalam hitungan detik, puluhan orang itu sudah tergeletak tak berdaya di tanah!
Hanya tersisa satu orang...
Sang Pemimpin Bertopeng yang kini sudah mundur beberapa langkah, tubuhnya gemetar hebat, dan tangannya gemetar tak percaya!
"Mustahil... Tidak mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan sebesar ini..." bisiknya ketakutan.
Mo Fei berjalan perlahan mendekatinya, setiap langkah kakinya terasa bagaikan palu godam yang memukul jantung lawannya.
"Sekarang... giliranmu. Bilang siapa bos kalian yang sebenarnya! Dan di mana guruku?!"
✅