Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
...18...
Hari ulang tahun yang seharusnya menjadi salah satu hari yang membahagiakan tiap tahunnya bagi Kanaya, malah menjadi hari yang terburuk bagi Kanaya bagaimana tidak acara kejutan ulang tahun Kanaya hancur berantakan begitu saja dan untuk pertama kali dalam hidupnya Kanaya mendapatkan tamparan.
Kanaya memegang bagian pipinya yang baru saja ditampar, nyeri dan sedikit kaget itulah yang dirasakan Kanaya. Namun bukan Kanaya namanya yang akan diam saja atau tidak melawan setelah mendapatkan tamparan. Kanaya menyeringai sambil memegang pipinya
“ternyata begini bentukan asli lu, pantas ka Rima lebih milih ninggalin lu” ucap Kanaya
lalu mengambil tas tangannya dan segera bergegas keluar kamar. Melihat Kanaya yang keluar kamar dan menutup pintu dengan keras menyadarkan Bryan dengan apa yang baru saja dia lakukan, dia merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa mengontrol emosi hingga menampar Kanaya. Bryan pun segera mencoba mengejar Kanaya untuk meminta maaf dan menyesali segalanya
“nay.. nayy” teriak Bryan.
Kanaya yang sudah menuruni anak tangga mendengar teriakan Bryan dan segera mempercepat langkah kakinya.
Garry, Felix, Mila, asisten Jo dan juga Bi ijah yang tadinya masih berada di ruang tamu melihat Kanaya yang sedang berlari menuruni tangga.
“ayo kita pergi dari sini” ajak Kanaya kepada ketiga sahabatnya itu
“nona, mau kemana?”
“bukan urusan lu, mending sana urusin tuan muda lu aja”
ucap Kanaya lalu segera pergi menuju keluar rumah. Bryan yang awalnya memang sudah sedikit mabuk mulai merasakan pusing dikepalanya sehingga dia tidak bisa berlari dengan cepat.
“tuan muda, anda baik-baik saja?”
tanya asisten Jo kepada Bryan yang hampir saja terjatuh ketika menuruni anak tangga terakhir lalu memegangi tangan Bryan.
“kejar Kanaya” teriak Bryan kepada asisten Jo
“tapi tuan muda..”
asisten Jo merasa ragu untuk meninggalkan Bryan dengan kondisi mabuk seperti ini apalagi tadi dia melihat Bryan yang hampir jatuh
“cepat kejar dia” perintah Bryan lagi
“emm.. baik tuan muda”, namun baru saja asisten Jo meninggalkan Bryan beberapa langakah terdengar suara ringisan dari Bryan
“aauu”
sambil memegangi kepalanya yang merasakan pusing begitu hebat. Asisten Jo pun segera berlari ke arah Bryan
“tuan mudaa, sebaiknya tuan muda istirahat dulu dikamar”
lalu menuntun Bryan menuju kamar untuk beristirahat.
Kanaya menyandarkan kepalanya dibangku mobil, dia duduk dibagian belakang bersama dengan Mila sedangkan Felix menyetir dan Garry duduk disebelahnya.
“nay, maafin gue ya gara-gara gue semuanya jadi berantakan dan Bryan juga jadi marah” ucap Garry membuka pembicaraan.
Kanaya menarik nafasnya dalam-dalam lalu menegakkan kepalanya
“it’s oke ger, atas nama kak Bryan gue minta maaf ya ger udah buat muka lu bonyok gitu”
“ gue gapapa kok nay cuma luka dikit doang” ucap Garry
“lu gapapa kan nay, suami lu gak ngapa-ngapain lu kan” tanya Felix yang khawatir dengan sahabatnya
“hehe gue gapapa kok lix”
“lu yakin kan gapapa beb” tanya Mila
“i’am oke beb, malam ini gue nginap di apartemen lu ya beb”
“iya beb”. Sesampainya di apartemen, Mila langsung mengobati luka di wajah Garry dan setelah selesai Felix dan Garry pamit untuk pulang.
Pagi hari Bryan terbangun dari tidurnya, dilihatnya Kanaya tidak ada disampingnya lalu dia mencoba bangkit dari kasur sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing untuk mencari keberadaan Kanaya
“nay.. nay”
panggil Bryan namun tidak mendapatkan jawaban, Bryan membuka kamar mandi namun Kanaya juga tidak ada disana. Tiba-tiba sepenggal kejadian kemarin terlintas di ingatannya dan membuat Bryan semakin cemas dan khawatir apalagi dia tidak menemukan keberadaan Kanaya pagi ini.
Bryan mencoba untuk tetap berpikir positif
“mungkin Kanaya ada dibawah lagi nyiapin sarapan” batin Bryan
lalu memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu agar merasa jauh lebih segar. Setelah selesai mandi dan berpakaian Bryan turun ke bawah untuk mencari Kanaya, saat Bryan sudah di dapur hanya bi Ijah yang terlihat disana
“bi Kanaya dimana?” tanya Bryan
“em..em itu tuan, non Kanaya pergi dari semalam dan sampai sekarang belum pulang”
mendengar ucapan bibi jantung Bryan tiba-tiba berdetak cepat dan merasakan darahnya berdesir, bagaimana tidak dialah yang menyebabkan Kanaya pergi sampai tidak pulang
“papa belum pulang?”
“belum tuan tapi tadi tuan bilang akan pulang siang ini”
“makasih bik”
Bryan berlalu menuju taman belakang untuk menjernihkan pikirannya dengan menghirup udara pagi. Di taman belakang Bryan melihat pak Jaka yang tak lain adalah satpam dirumah Kanaya sedang membersihkan sisa dekor dan balon untuk kejutan ulang tahun Kanaya semalam
“ada acara apa pak semalam disni kok banyak balon?” tanya Bryan
“ah ini tuan, semalam temannya non Kanaya ngasih kejutan ulang tahun buat non” jawab pak Jaka
“Apa Kanaya ulang tahun?” tanya Bryan kaget
“iya tuan”.
Bryan terdiam sejenak
“bagaimana bisa aku tidak tau Kanaya semalam ulang tahun akkh” batin Bryan,
seketika itu hati Bryan semakin dipenuhi perasaan bersalah dan menyesal atas kejadian semalam yang benar-benar diluar kendalinya.
“dasar bodoh lu Bryan, bisa-bisanya lu nampar Kanaya dihari ulang tahunnya, bodoh” batin Bryan memaki dirinya sendiri.
Bryan mencoba menghubingi Kanaya namun tidak diangkat oleh Kanaya.
Di Anugerah Group, Bryan tetap masih mencoba untuk menghubungi Kanaya tapi hasilnya tetap sama Kanaya tidak menjawab panggilan atau pesan dari Bryan sebelum ke kantor tadi Bryan juga sudah ke restoran namun Kanaya tidak berada disana, dan itu membuat Bryan semakin frustasi dan bingung kemana dia harus mencari Kanaya apalagi Bryan juga belum mengenal siapa teman-teman Kanaya dan dimana mereka tinggal. Akhirnya Bryan memutuskan untuk menyuruh asisten Jo untuk mengumpulkan beberapa anak buah mereka dari akademi bodyguard yang memang kebetulan juga dinaungi oleh Bryan untuk mencari Kanaya. Akademi itu dibuat untuk melatih dan mendidik orang-orang menjadi bodyguard yang profesional dan berkualitas. Asisten Jo yang mendapat perintah dari Bryan untuk mengumpulkan para bodyguard merasa heran dengan tuan mudanya yang baru kali ini sebegitu khawatirnya dengan seorang perempuan bahkan saat Rima meninggalkannya pergi, Bryan tidak pernah sekalipun menggerakkan para bodyguard untuk mencari Rima
“sepertinya tuan muda memang benar-benar mencintai nona Kanaya, saya berjanji akan membawa nona Kanaya pulang tuan muda” batin asisten
Saat para bodyguard yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Kanaya sudah berkumpul, Bryan masuk untuk memberikan perintah
“ segera temukan istri saya dan ingat jangan sampai kalian menyakiti ataupun menakuti dia, kalian paham”
para bodyguard pun mengangguk paham dengan apa yang diperintahkan Bryan dan tiba-tiba ponsel para bodyguard berbunyi secara bersamaan
“foto istri saya sudah dikirimkan ke ponsel kalian masing-masing, agar memudahkan kalian untuk mengenali istri saya”
sambung Bryan.
“segera jalankan perintah tuan muda” ucap asisten Jo memerintahkan kumpulan bodyguard untuk segera bergerak melakukan pencarian.
Saat Bryan sedang cemas memikirkan keberadaan Kanaya, namun lain halnya dengan Kanaya yang berada di apartemen Mila, masih tertidur dengan nyenyak
“beb hp lu tu, berisik amat” ucap Mila setengah sadar yang merasa terganggu kaena ponsel Kanaya yang terus berbunyi sambil menggoyang-goyangnya tubuh Kanaya yang sedang tertidur disampingnya,
“em iyaiya” jawab Kanaya dengan kesadaran yang belum penuh lalu meraba nakas disamping kasur mencari keberadaan ponselnya, setelah mendapatkannya Kanaya menada diam kan ponselnya dan kembali menyusul Mila kedunia mimpi. Hari ini mereka memutuskan untuk pergi kerestoran siang hari karena masih merasa sangat ngantuk diakibatkan semalam mereka tidur sudah menjelang pagi.
......................
jangan lupa like dan vote
stay healthy