Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Buruk
Terkadang kita hanya bisa menasehati seseorang untuk bisa berdamai dengan masa lalu tapi orang orang itu tak pernah tau luka apa yang coba mereka kubur sekuat tenaga yang mereka bisa.
" akan mas usahakan tapi mas sendiri tak bisa menjanjikan kapan mas benar benar bisa berdamai dengan semuanya " ucap Wisnu apa adanya.
" Widya mengerti " ucap Widya yang tak bisa memaksa Wisnu karena dirinya tak pernah ada di posisi Wisnu.
" apa Widya boleh masak ?" tanya Widya saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore.
" baiklah " ucap Wisnu yang mengerti jika Widya juga punya tanggung jawab sebagai seorang anak pada ayahnya yang tak bisa lagi menyiapkan semuanya sendiri.
" hanya sebentar " ucap Widya yang tau jika Wisnu masih membutuhkan dirinya.
Setelah Widya pergi Wisnu pun duduk di tepi tempat tidur mengingat semua yang pernah iya alami di masa lalu dan mulai dari kenangan manis bahkan kenangan buruk terus berputar dalam benak Wisnu saat ini.
" maafkan Wisnu Bu, Wisnu masih belum bisa berdamai dengan semua luka yang terus bersarang di hati Wisnu " ucap Wisnu yang masih merasakan luka yang setiap hari menggerogoti hatinya.
" Wisnu, bisa kita bicara ?" tanya Abah dari ambang pintu kamar Wisnu dan Widya.
" iya bah " ucap Wisnu yang langsung bangkit dari duduknya dan mulai mengikuti langkah Abah yang menuju ruang keluarga.
"duduk lah " ucap Abah setelah Abah duduk lebih dulu dan langsung di ikuti oleh Wisnu.
" Abah tak tau rasanya luka yang kamu pendam selama ini " ucap Abah membuka suara.
" dan mungkin Abah juga tak bisa berkomentar banyak pada masalah mu dan ibumu " ucap Abah sambil menatap ke arah menantunya yang terlihat murung tak seperti biasanya.
" tapi satu yang pasti, bagaimana pun perlakuan ibu mu terhadap mu dia tetap ibu mu dan kamu harus tetap menghormatinya sampai kapan pun " ucap Abah menasehati.
" tetaplah berbakti pada ibu mu dan percayalah jika Tuhan pasti akan menyembuhkan setiap luka yang kamu rasakan saat ini dan yang akan datang " ucap Abah lagi.
" Wisnu paham bah "
" hanya saja terkadang Wisnu tak bisa mengendalikan rasa kecewa Wisnu pada ibu dan juga orang orang di masa lalu Wisnu " ucap Wisnu sedih.
" Abah mengerti tapi Abah harap saat kalian bertemu lagi nanti sikap mu pada ibu mu bisa berubah dan ada kehangatan yang terjalin antara ibu dan anak " ucap Abah menasehati.
" semoga saja bah " ucap Wisnu yang tak bisa menjanjikan apapun pada Abah apalagi pada dirinya.
" ternyata kalian disini " ucap Widya yang sempat mencari Wisnu ke kamar tapi tak bisa menemukan Wisnu di sana.
" apa makan malam sudah siap ?" tanya Abah yang sudah kangen masakan putri satu satunya itu.
" iya bah, ayo kita makan " ajak Widya sambil menatap ke arah Wisnu yang masih terlihat sedih.
Setelah meninggalkan rumah mertua Wisnu hati Bu Vira terasa sangat sedih tapi Bu Vira sadar jika apa yang iya rasakan saat ini adalah buah dari kesalahan dan keegoisannya yang terus membela Bram meski semua itu jelas jelas salah.
" ibu paham kenapa kamu bersikap seperti ini sama ibu " ucap Bu Vira sambil melihat Poto lama Wisnu sebelum Wisnu menjauh dari dirinya dan dari hidupnya.
" ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu dan semoga sebelum ibu pergi dari dunia ini, sikap mu pada ibu akan berubah " ucap Bu Vira yang kini sudah memejamkan matanya saat bis yang iya tumpangi melaju dengan cepat meninggalkan kota Kuningan yang mulai dingin dan berkabut.
Baru saja Bu Vira memejamkan matanya dering telepon kembali mengusiknya dimana di layar handphone miliknya tampak panggilan dari rumah sakit tempat dimana Bram di rawat hingga saat ini.
" rumah sakit ?" ucap Bu Vira sambil mengangkat sambungan teleponnya.
" halo " ucap Bu Vira yang tiba tiba saja tak tenang karena tak biasanya rumah sakit menghubungi dirinya seperti ini.
" apa benar ini nomor Bu Vira wali dari pak Bram yang berada di bangsal nomor 307 ?" tanya seorang wanita yang bisa Bu Vira tebak salah satu suster yang bekerja di rumah sakit itu.
" iya benar " ucap Bu Vira yang benar benar semakin tak tenang tapi entah untuk alasan apa.
" bisa ibu datang ke rumah sakit sekarang ?" tanya suster itu lagi.
" bisa tapi ada apa ?" tanya Bu Vira penasaran.
" kondisi pasien tiba tiba saja memburuk dan dokter meminta ibu untuk datang ke rumah sakit sesegera mungkin " ucap suster seperti yang dokter sampaikan pada dirinya tadi.
" baik saya akan langsung ke rumah sakit tapi saat ini saya sedang di luar kota dan butuh waktu lima jam untuk bisa sampai disana " jelas Bu Vira apa adanya
" tolong lakukan apapun yang terbaik untuk putra saya dan saya akan usahakan untuk bisa segera sampai di rumah sakit secepatnya " ucap Bu Vira.
" baik Bu, kami pasti akan melakukan yang terbaik " ucap suster itu yang langsung menutup sambungan teleponnya setelah mengatakan apa yang harus di katakan.
" apa aku harus memberitahu Wisnu tentang kondisi Bram saat ini ?" tanya Bu Vira yang bimbang apakah harus memberitahu Wisnu atau tidak.
" baiklah, aku akan tetap memberitahu Wisnu tentang kondisi Bram saat ini " ucap Bu Vira yang langsung mengirim pesan pada Widya dimana sebelum pulang tadi Bu Vira sempat meminta nomor Widya untuk menanyakan kabar tentang Wisnu putranya.
" assalamualaikum nak Widya ini ibu "
" ibu hanya ingin memberitahu jika ibu di hubungi rumah sakit tempat Bram di rawat selama ini jika kondisi Bram tiba tiba saja kritis dan ibu diminta untuk datang sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi "
" ibu tak memaksa Wisnu untuk datang melihat Bram tapi ibu minta doakan apapun yang terbaik untuk Bram karena bagaimanapun hubungan Wisnu dengan Bram kalian tetap kakak beradik dari satu rahim yang sama "
Pesan beruntun itu masuk ke nomor handphone Widya saat Widya baru saja duduk di samping Wisnu yang sedang duduk di ruang tv sambil terus mengganti ganti canel seolah Wisnu belum bisa menemukan apa yang sedang iya cari.
" pesan dari ibu " ucap Widya yang masih bisa di dengar oleh Wisnu yang langsung melihat ke arah Widya yang terlihat serius membaca pesan yang di kirim Bu Vira pada dirinya.
" ibu ?"
" ibu siapa ?" tanya Wisnu penasaran.
" ibunya mas " ucap Widya jujur.
" maaf tapi sebelum ibu pergi ibu meminta nomor Widya untuk menanyakan kabar mas " ucap Widya jujur.
" bacalah " ucap Widya sambil menyerahkan handphone miliknya ke arah Wisnu yang langsung Wisnu baca dengan seksama.
" bagaimana ?"
" apa mas akan datang dan melihat kondisi adik mas ?" tanya Widya.
✍️✍️✍️ apa Wisnu akan melihat Bram seperti permintaan Bu Vira ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘