NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

.

.

.

'Dimana gadis itu?'

Pikir Melvin saat tak melihat juga keberadaan gadis Winston itu, entah di ruang dansa, ruang makan besar, dan di beberapa ruang tamu. Membuatnya mulai berpikir, 'Mungkin gadis itu sengaja menghindari ku.'

"Sial..." Umpat Melvin pelan, saat ia tak juga menemukan keberadaan gadis itu dimanapun.

Menghembuskan napasnya lelah, Melvin berpikir mungkin ini bukanlah waktu yang tepat bagi mereka berdua untuk saling mengenal. Mungkin di lain waktu mereka dapat melakukannya saat tak ada tatapan menghunjam tajam dari orang-orang di pesta ini.

Akhirnya, Melvin memutuskan untuk pergi dari pesta itu. Setidaknya, ia telah menyelesaikan rencananya malam ini.

Ia sudah membiarkan Bella untuk melihat dirinya yang baik-baik saja, agar gadis itu tak khawatir lagi tentang keadaannya.

Dan ia juga telah berbicara kepada Brandon untuk mulai menutup mulutnya, untuk tidak mengatakan hal-hal buruk tentang gadis Winston itu.

Mengingat kembali pemikirannya tentang Bella yang peduli dengan dirinya sebelumnya, mungkin itu agak sedikit angkuh memikirkan hal itu.

Sekarang yang pasti ia harus pergi dari pesta dansa ini. Lagipula ia tahu, jika ia tak pantas berada di tempat ini.

***

Bella mulai merasa nyaman dan tenang setelah melihat refleksi dirinya yang terpantul di cermin. Seketika ia mulai menyadari bahwa seharusnya ia tak bersembunyi di sini seperti seorang pengecut.

Ia seharusnya keluar dan berbicara pada Demon Duke itu, akan kebenaran tentang dirinya. Saat memikirkan hal itu, entah mengapa perasaan gugup mulai menyelimutinya.

Jiwa kebangsawanan nya sedikit memprotes dengan pemikirannya yang ingin mendekati seorang pria yang belum diperkenalkan kepadanya. Tapi jika Brandon telah menceritakan semua kebohongan tentang dirinya, maka seharusnya ia langsung berbicara pada pria itu, bukan?

Entah bagaimana, hal ini mulai menjadi lebih penting daripada konfrontasi nya dengan Brandon, seperti yang sebelumnya telah ia rencanakan.

Ia sempat memikirkan mengapa ia harus merasa bahwa apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu penting bagi dirinya? Tapi, ia lebih memilih untuk berkata pada dirinya sendiri, bahwa ini hanyalah sekedar persoalan sopan santun.

Karena pria itu telah menolongnya dan menyelamatkan nyawanya sebelumnya. Maka hal terakhir yang harus ia lakukan adalah mengucapkan terima kasih pada pria itu secara langsung.

Beranjak masuk ke dalam pesta dansa, Bella sudah tidak menemukan keberadaan pria itu lagi di pintu masuk ruang makan besar, dan ia juga tak melihatnya di ruang dansa.

'Kemana pria itu pergi?' pikirnya saat tak kunjung menemukan keberadaan pria misterius itu.

Persis saat ia hampir merasakan takut akan kehilangan kesempatan berbicara dengan laki-laki itu. Tiba-tiba ia melihat keberadaan pria itu yang sedang berjalan di Koridor sepi menuju ke arah pintu samping rumah keluarga Fratellion.

'Oh... Tidak. Dia mau pergi.' batin Bella saat melihat pria itu akan keluar melewati pintu samping itu.

Sambil mengangkat gaunnya, ia pun langsung berjalan cepat mengejar pria Blastorios itu, jantungnya berdetak kencang seiring irama langkah kakinya yang menggema di Koridor itu. Tatapannya terus tertuju pada punggung lebar milik pria itu.

'Ayo, katakanlah sesuatu! Dia akan pergi!' perintah Bella pada dirinya sendiri.

Saat Melvin hampir saja menuruni beberapa anak tangga yang berada di ujung koridor itu, yang menuju ke arah beranda kecil sebelum keluar pada pintu yang jarang di pakai itu.

Bella tahu bahwa kini ia harus menghentikan langkah kaki pria itu, tapi dengan bodohnya lidahnya terasa kelu dan sulit mengatakan sesuatu. Dan ia tahu, bahwa ini tidak seperti dirinya biasanya.

"Umm... Maaf, Permisi Tuan." Suara Bella berhembus hampir terdengar seperti bisikan, dan mungkin terlalu pelan untuk didengar oleh Melvin.

Ia tergesa-gesa mengejar pria itu, masih bersikukuh mencoba untuk memanggil pria itu lagi, walaupun ia tak begitu yakin apa yang akan ia lakukan setelah pria itu berhasil menangkap suaranya.

Dengan melihatnya saja, Bella benar-benar tak dapat berhenti mengagumi, bagaimana pria itu berjalan penuh percaya diri dan ketegasan, seakan-akan pria itu menunjukkan bahwa ia tak takut dengan segala hal di depannya.

"Permisi!" Panggil Bella dengan suara lebih keras. Hampir saja ia tersandung, namun dengan cepat ia langsung menyeimbangkan tubuhnya kembali.

Melvin menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Bella. "Umm... Maaf, Apakah aku mengenal anda, Nona?"

Saat itu Bella merasa sangat malu atas sapaan yang diberikan pria itu, lalu ia menggigit bibir bawahnya, dan mencoba menghembuskan napas pelan untuk menenangkan perasaannya kini.

'Setidaknya pria itu mendengar ku memanggilnya.' pikir Bella.

"Maafkan saya, tuan. Tapi, apa kau akan pergi sekarang?" Tanya Bella dengan jantungnya berdetak dengan kencang.

Mencoba mengumpulkan keberaniannya, Bella pun mengambil langkah untuk mendekati pria itu. "Maksudku kau akan pergi... Secepat ini?"

Dengan hati-hati Melvin pun langsung memandang ke arah manik cokelat milik Bella dengan tatapan menyelidik. "Saya tak yakin. Bahwa saya masih memiliki beberapa alasan tertentu untuk tinggal di tempat ini." Jawab Melvin pelan dengan menaikan salah satu alisnya, seakan-akan menantang gadis Winston itu untuk mengatakan sebaliknya.

Lutut Bella rasanya lemas, saat Demon Duke itu memandang dirinya dengan tubuhnya yang memancarkan aura kegagahan. Dengan menelan ludahnya sendiri, Bella mencoba untuk menjawab. "Mungkin, saya bisa memberikan Anda satu alasan untuk tetap tinggal."

"Oh..."

Bella mengibas-ibaskan kipasnya pelan, mencoba untuk menutupi wajahnya sedikit dari pria Blastorios itu. "Sa-saya ingin mengucapkan terima kasih saya atas pertolongan anda sebelumnya di Exile Land."

"Itu adalah... tindakan yang sangat mulia, karena anda mau menolong saya." Sambung Bella dengan senyum malu-malu.

"Mulia?" Ulang pria itu sedikit mengernyitkan alisnya yang tebal.

"Iya." Bella mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Itu adalah sebuah tipuan yang sangat pintar... tapi juga sangat berbahaya!" Tegur Bella. "Anda tahu, itu mungkin dapat membuat dalam keadaan yang sangat buruk." Ia menelan ludahnya sendiri.

"Tapi, untungnya. Ternyata anda terlihat baik-baik saja sekarang." Lanjutnya dibarengi dengan embusan napas lega. "Jadi, saya mohon, tolong terimalah ucapan terima kasih saya ini, tuan."

Seketika itu juga, Melvin merasa dirinya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh gadis Winston itu. Kedua matanya memicing seolah sedang memeriksa jenis binatang pemangsa.

Sedangkan Bella, ia sudah tak tahu harus melakukan apa lagi. Mungkinkah, ia harus memberikan penghormatan formal dengan membungkukkan badannya kepada pria itu.

Sejujurnya, Melvin merasa terhibur atas pengakuan Bella tentang tindakan heroiknya sebelumnya. Raut mukanya mulai melembutkan saat ia menatap wajah Bella.

"Saya merasa senang, karena telah membantu Anda, Nona Winston. Dan saya merasa sangat tersanjung akan perhatian anda, itu merupakan sebuah kehormatan bagi saya." Kata Melvin sambil membungkukkan badannya untuk membalas penghormatan Bella.

***

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!